What's up!

Serius, sejak mulai makarya, saya mulai jarang membuka blogger dan mencari topik yang konsisten untuk blog ini. Belum menemukan genre yang sesuai dan terkendala dengan rusaknya adaptopr charger laptop.

Oke, skip. Sekarang, saya ingin berbagi pengalaman betapa enaknya berpenghasilan versi freshgraduate. Haha. Mungkin, bagi yang sudah berpenghasilan, memang terkesan biasa saja. Tapi, bagi saya yang baru saja mendapatkan rejeki dengan usaha sendiri, rasanya memang menyenangkan.

Kamu pasti pernah pula merasakan ini!

Nikmatnya Berpenghasilan, Yeay!
Nikmatnya Berpenghasilan, Yeay!

1. Membelanjakan orang tua, tak perlu lagi menunggu hadiah doorprize

Bener banget. Dulu, rasanya saya hanya bisa membelanjakan orang tua ketika saya menang doorprize. Mengajak beliau jalan-jalan, ketika dapat hadiah dari lomba blog. Lol. Jadi, sekarang saya benar-benar bersyukur bisa membelanjakan beliau tanpa harus menunggu menang lomba blog.

2. Lebih mudah menabung untuk investasi

Saat kuliah, menabung memang bisa saja. Tapi, seringkali tabungan tersebut tidak saya tujukan untuk investasi. Lebih buat hadiah orang tua saja, sih. Sekarang, rasanya lebih bisa memilah sedikit penghasilan untuk investasi.

Nikmatnya Berpenghasilan, Yeay!
Kumpul? Ayo aja!

3. Belanja apapun lebih mudah?

Ya, iya, sih. Lebih bisa hedon, kalau dibandingkan saat kuliah. Tapi, sepertinya ini kurang berlaku bagi saya. Setidaknya, setiap list belanja yang selalu saya tunda dengan alasan "Nunggu gajian aja, lah", seringkali tidak terealisasi. Lebih memikirkan perihal mana kebutuhan mana keinginan.

Tapi, hang out dengan teman jadi lebih asyique sih daripada dulu. Yah, walaupun sekarang lebih males keluar duit buat nonton :"(. Nonton  itu berasa mahal, cyin, lebih milih keluar duit buat makan daripada nonton :"(. Kadang di situ saya merasa sedih. Lol!

4. Mencatat pengeluaran itu penting

Bukan pelit atau perhitungan. Tapi, sejak berpenghasilan, saya terbiasa menuliskan pengeluaran. Belajar menyesuaikan pengeluaran dengan pemasukan. Saya cuma tidak ingin hidup saya melebihi pemasukan saya :)

5. Berbagi lebih mudah

Weits, serius ini yang saya rasakan sekarang. Saya tipe orang yang mudah berkenalan dengan penjual jajanan kaki lima. Hampir semua yang menjadi langganan saya, selalu saya kenal nama mereka. Seringkali cerita panjang lebar dan banyak juga ilmu yang saya dapat dari mereka. Berbagi jajanan dengan mereka sambil menunggu makanan saya datang pun, jadi tak seberat dulu.


Ingat, ada 2.5% hak mereka di setiap penghasilanmu. 

Nikmatnya Berpenghasilan, Yeay!
Kapan kita ke mana?

6. Menabung untuk liburan itu bonus

Haha. Ini belum kelaksana, sih, sampai sekarang. Masih belum memungkinkan mengatur jadwal. Tapi, yah, memang lebih bisa menabung pula untuk berjalan-jalan. Jadi, kapan kita ke mana?

Menabunglah untuk investasi. Hidup sesuai penghasilan. Perbanyak syukur dan berbagi :))

Eleuh, intinya, bersyukur memang adalah kunci utama untuk hidup yang lebih bermakna. Benar begitu? Tidak cepat puas itu baik, untuk terus berkembang. Namun, jangan lupa untuk tetap bersyukur. Terbang tanpa harus lupa dengan daratan.

Well, selamat ramadhan! Semoga ramadhan kali ini lebih baik dari tahun sebelumnya dan menjadikan kita insan yang lebih beriman.

Kamu, gimana rasanya penghasilan pertama? Please tell me your story too. 


***

Credit pict:
http://weheartit.com/entry/284409094/via/melaninhoe
http://weheartit.com/johana_04sigala
http://weheartit.com/ugly2you
Di tempat kerja yang sekarang, beberapa rekan berusia lebih dewasa daripada saya. Baik dari segi umur, maupun pemikiran. Segi positifnya, banyak pengalaman mereka yang akhirnya menjadi pembelajaran bagi saya yang seakan masih pupuk bawang macam ini. Haha.



Kamu 20++, Sudah Merasakan Ini?
Kamu 20++, Sudah Merasakan Ini?

Topik yang benar-benar mengena dan ingin saya bagi adalah tentang “Dilema usia 20++”. Bukan dilema dalam artian buruk juga, sih. Haha. Jadi, mungkin ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi kamu yang berusia belum 20++, ya.

1. Lebih selektif memilih teman

Ini saya rasakan sekali. Di usia sekarang, saya dan rupanya rekan-rekan kerja, juga lebih selektif memilih teman. Baik untuk teman curhat ataupun teman sekedar berhaha-hihi. Semakin ke sini, saya semakin paham mana teman yang memang benar mendukung atau hanya sekedar ingin tahu dan dibelakang malah nusuk.

Bedakan mana teman yang memang peduli dengan hidupmu atau hanya sekedar ingin tahu untuk mencari kejelekanmu. Selektif bukanlah hal buruk, loh!

2. Berpikir dua kali berteman dengan lawan jenis

Berteman dengan lawan jenis, jika tidak kuat mental, jatuhnya malah kebawa perasaan. Benar tidak? Jadi, di usia yang 20++ ini, saya juga merasakan, circle link saya pun berpikir dua kali untuk berteman dengan lawan jenis. Salah berkenalan saja, bisa-bisa malah tertipu rayuan maut ‘kadal’. Naudzubillah.

3. Tidak terlalu membandingkan

Ini sebenarnya memang kunci kebahagiaan, sih. Sawang sinawang, yang intinya rumput tetangga bisa saja terlihat lebih hijau, ini beneran kejadi di dunia kerja. Jadi, saya lebih sering untuk tidak terlalu membandingkan untuk urusan duniawi. Bersyukur dan tidak suka mengeluh adalah hal yang bisa saya ataupun kamu lakukan saat ini.

Hidup itu memang sejatinya sawang sinawang. Melihat kehidupan orang lain, 'terlihat' lebih baik. Namun, kita tidak tahu pasti bagaimana dalamnya, bukan. Syukuri yang ada, jalani sebaik-baiknya.👯

4. Lebih realistis

Karena sudah bukan di usia muda lagi, saya merasa lebih realistis. Ingin S2? Ya, cek dulu skala prioritas. Ingin belanja ini? Dipikirin lagi, masuk daftar kebutuhan atau hanya sekedar keinginan. Jadi, karena tidak muda lagi, realistis akan mulai terbangun sadar atau tidak sadar. Lol.

5. Lebih jarang berwacana

Haha. Serius, saya yang sekarang, lebih jarang berwacana. Memang saya hidup dengan beberapa list target yang harus di check list tiap waktu. Namun, sekarang lebih sering tidak berjanji muluk-muluk. Tidak seperti dulu yang seringkali berwacana. Lol.

Hm, jika ada yang mengatakan “Hidup setelah 22 tahun akan berjalan serasa lebih cepat”, that’s true af. Saya menyetujui pernyataan tersebut. Memang sepertinya siklus hidup berjalan begitu cepat. Baru saja lulus kuliah, eh belum dapat kerja, eh udah dapat kerja aja, eh udah tua aja. Ya Allah.

Kamu, yang berumur 20++, apakah juga merasakan 5 ‘siklus’ semacam itu? Kindly give me your theory too about this age.

❤❤❤

Credit pic : We Heart it @kawaiikelly  
Assalamu'alaikum.

Setelah artikel Surabaya dalam Bingkai, saya memutuskan untuk membuat "dalam Bingkai" selanjutnya. Artikel ini khusus hasil belajar jepretan saat saya berlibur di Pantai Payangan Jember, 13 November 2016. Sedangkan, cerita lengkapnya, tetap saya bikin di artikel lain. I really like a telling stories moment 😂.

Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai
Pantai Payangan Jember dalam Bingkai

Ganti Genre Tulisan Blog?

"Eh, Fib, habis ini tulisanmu ganti genre, donk, ya. Kan bakal jarang jalan-jalan lagi?"

Beberapa waktu lalu, saat saya menghadapi sesi wawancara HRD, saya bertemu dengan pewawancara yang ternyata memiliki kegemaran ngeblog. Antara senang dan ada perasaan interested juga bertemu dengan sehobi.

Kalimat pembuka tersebutlah yang menjadi pokok pembicaraan kami di saat itu. Kebetulan, beliau adalah seorang wanita paruh baya yang bijaksana. Beliau mengatakan bahwa saat ini, tulisan beliau lebih ke share masakan atau makalah penelitian.

Hm. Apa iya, saya nantinya akan mengalami masa ganti genre tulisan?

Sepertinya, masa itu memang akan terjadi, sih. Jangankan ketika saya berada dalam posisi sekarang, dulu pun, dari masa sekolah hingga kuliah, entah berapa kali saya berganti genre. Yap, blog ini sebenarnya memanglah "Another Journey and Women's Story" - of me. Haha.

Dari dulu yang semasa sekolah saya sukanya curhat tentang cinta monyet yang entah ketika saya baca ulang, seringkali, "Ya Allah, how alay I was". Pada awal kuliah, saya menjadi sedikit berjiwa perjuangan mahasiswa. Pertengahan awal kuliah, saya mulai, nih, agak aktif kegiatan dan jalan-jalan.

Sekarang, sih, hingga tulisan ini saya tulis, saya belum kepikiran genre blog ini ke depannya seperti apa. Kalau tentang make up, rasanya bukan saya banget. Tips mencari pacar? Em, Google has so many answers about it, ya. Jadi, sesuai konsep awal blog, tulisan saya tetaplah media refleksi bagi saya.

Eits, saya tentu tak akan lagi sembarangan menuliskan tentang kehidupan sehari-hari, kok. InshaAllah, selalu ada makna yang bisa diambil oleh pembaca artikel 😍. Saya bukan anak raja, yang bisa saya berikan untuk dunia adalah melalui tulisan. Bukan begitu?

Welcome to new me.

*) Pst. karena waktu udah mulai teratur, sepertinya saya mulai konsen menulis untuk media cetak. Ih, wacana apa bukan ya ini. Haha

Credit pic : We Heart It @mariana_pinto23