.
My Sweet Seventeen (?)
My Sweet Seventeen (?)
Sebenarnya, tulisan ini akan ditulis tepat di hari berkurangnya usia. Kemarin, 22 Desember 2017. Tapi, karena satu dan lain hal, akhirnya membuat saya hanya merebahkan badan di kasur semalaman.

Ada beberapa yang ingin saya kenang di amazing 20-sekian kemarin. Semoga memberi pelajaran tentang hidup. Lagi, kenapa judulnya "Sweet Seventeen"? Lebih karena saya feel like reborn gitu, loh. Masa dimana saya memulai kehidupan baru. Haha. Oke, then, let's start it.

1. Keluarga masih di atas segalanya

Menjadi anak perantauan lebih dari 4 tahun yang pulang dua minggu sekali, saya merasa masih saja merindukan rumah. Ah, saya ingin mendeskripsikan panjang lebar, tapi saya tak ingin merintikkan air mata. Intinya, kemanapun anak akan berjalan, doa orang tua adalah segalanya.

Masih ingat, ketika di wawancara, Ayah berpesan, "Ingat, Yasin ayat 82. Percaya saja, kun fayakun, Nduk."

Adem bener rasanya. Walaupun jarang bertemu, yang terpenting adalah komunikasi tetap lancar. Yang selalu bikin saya terharu, setiap kedatangan dan kepergian saya di terminal, selalu ada lambaian tangan mereka. Selalu dari dulu, hingga usia saya yang sekarang.

2. Ladang rejeki pertama

Ini semacam titik pertama saya dalam belajar benar-benar mandiri. Dari mulai mencari ladang rejeki, wawancara, cari kosan, dan lain-lain. Alhamdulillah, puji syukur di temukan dengan orang-orang baik nan bersahaja yang akhirnya dimudahkan segala-galanya.

Inget banget, dalam perjalanan pulang tes kerja diguyur hujan dan sampai kosan yang lama, CV sudah luntur. Sampai sekarang, dokumen CV dan lain-lainnya yang terguyur hujan di hari itu, masih saya simpan untuk pengingat perjuangan di masa itu. Haha.

Di hari wawancara user, dengan full Inggris, sempet down tidak diterima karena ekspresi pewawancara yang memang sedikit jutek. Nangis di toilet pun pernah saya lakukan. Pertama kenal dengan orang yang sekarang udah jadi temen deket, panggil aja Icak. Si cewek asal Lampung yang dulu terlihat begitu kalem.

Di hari pertama kerja, sempet bimbang karena ternyata diharuskan berkerudung ikat. Dengan posisi saya memang kurang percaya diri untuk mengikat kerudung di atas payudara. Yah, begitulah.~

Well, jika dihitung-hitung, dari bulan Maret 2017, ini adalah bulan ke 9 saya bekerja di sini. Karena terlalu nyaman dengan lingkungan dan income-nya, saya jadi terjebak di zona nyaman.~

Pst, sebelumnya saya pernah bekerja sebagai freelancer di startup. Next time akan saya tulis, sih. Sekilas juga pernah saya tulis curhatan ini di sini.

3. Bekenalan dengan Pria sekarang

Sekarang saya dekat dengan pria yang bener memiliki latar belakang sangat berbeda. Kami bertemu di warung lesahan yang lumayan cozy dan terletak di seberang rel kereta. Saya bersama Zia saat itu, dia bersama kawannya.

Cerita dari versi dia, baru saya tahu belakangan ini. Pertama, saya ceritakan dulu dari versi saya. Jujur, saya bercerita ini pun dengan tersenyum-senyum. Let's start from my version.


❤❤❤

Dia di mata saya....
Saya adalah ambivert, yang terlalu takutnya dengan pria-pria berbadan tegap, tinggi, dan besar. Saya duduk berdua dengan Zia, di pojok bangku. Secangkir kopi dan susu jahe adalah pilihan kami malam itu sebagai saudara yang lama sekali tak bertemu.

Ada sekumpul pria yang di samping kami. Dengan laptop, sebatang rokok di tangan mereka, stick games, dan beberapa cangkir minuman. Selang beberapa waktu, ada dua pria berjalan. Satunya sedikit tambun, satunya sangat tinggi.

Pria tambun, yang kemudian saya kenal dengan nama Dhika, menggunakan jaket hitam. Berpiak pinggir. Sedangkan yang tinggi, menggunakan celana sobek-sobek, setelan hitam. Dialah yang pertama tersenyum ketika mata kami berpapasan, yah, sontak ya, saya juga senyum.

"Gila, Kak, tinggi banget!" kata Zia tetiba.

"Iyo e."

Si pria tinggi, yang kemudian kusebut Pria dengan huruf awal besar, akhirnya duduk tepat di samping saya berada. Sangat berdekatan dan beberapa kali bahu kami bergesekan. Baik saya dengan Zia tidak sama sekali membahasnya lagi. Kami berada di dunia kami masing-masing.

Tapi, dalam hati, saya berkata, "Mas samping keren pek."

Di penghujung waktu kami akan pulang, pria tambun menanyakan pin bbm saya. Yah, saya gak ada, donk. Haha. Dan dilanjutkan meminta no whatsapp saya. Astaga, kalau whatsapp terlalu rawan untuk diberikan. Pertama, status online susah disembunyikan. Pemblokiran no tetap akan membekas di aplikasi. Dan saya lebih memilih memberi ID Line dengan alasan mendasar tersebut.

❤❤❤

Saya di matanya....
Katanya, sebelum masuk ke tempat makan, dari jejauhan dia sudah melihat saya dan Zia. Yah, saya akuin, memang dia memiliki penglihatan yang tajam.

"Dhik, aku pengen duduk dekete arek iku," menurut ceritanya, dia berkata begitu.

"Tenang ae, Mas, iku konco-koncoku seng cedeke arek iku."

Mereka pun masuk dengan padangannya menatap mata saya dan tersenyum. Katanya, saya membalas senyum itu sambil menunduk. Terlihat sopan. Haha. Sekarang, saya mengingat-ingat apakah saya memang menunduk padanya. Saya ada nilai 'plus' di kesan pertamanya.

Lagi, ketika saya bercakap dengan Zia, katanya dia mencuri-curi pandang pada saya. Berharap saya menoleh. Dan sampailah pada percapakan Dhika meminta pin bbm.

"Dhik, kamu cobao minta pin bbm. Nyauto, engko tak sauti," katanya ketika bercerita pada saya, dia yang meminta Dhika melakukan itu.

Dan entah kenapa, Dhika menurut.

"Mbak, ada pin bbm atau wa ta?" kata Dhika.

"Wah, egak ada, Mas."

"Ada ID Line ta?" sahut Pria.

"Ya ada, sih. Line aja, deh," kata saya setelah menyerah karena terlalu banyak berbohong.

Katanya sekarang, ketika dia mengenang, "Kamu waktu itu keliatan banget bohongnya. Matamu keliatan. Udah, gak bisa bohong kamu itu."

Dan dari sanalah kisah roller coaster saya-dengannya yang bagaikan cerita dongeng dimulai, dari Juli 2017. Dari mulai tiba-tiba ke Paralayang, kejambretan, ke Pacet, ke Trawas, dan segala hal yang spontanitas seringkali kami lewati. Termasuk, tiba-tiba dia datang ke kos bawa hadiah jauh sebelum hari kelahiran saya kemarin.

Dia tipikal orang yang membumi, romantis sikapnya (tapi saya yakin dia gak nyadar -...-), pelindung, dan okelah skip skip. Saya takut terlalu jumawa mendeskripsikannya di posisi saya belum terikat secara resmi. Haha.

4. Saya belajar bahwa ada yang namanya "Lelaki Buaya Darat Kadal"

Yah, seumur-umur hidup, saya belum pernah mengenal pria yang -naudzubillah- sepertinya. Semoga saya dan keluarga dijauhkan dari pria-pria berkedok 'alim', tapi saya bilang sangat labil dan tidak konsisten.

Jadi, saya mengenalnya di bulan Februari 2017 dengan 'janji manis' yang beliau berikan. Dan bulan Maret 2017, akhirnya dia memilih pergi --dengan meninggalkan janjinya setelah memberikan banyak 'trauma'. Hingga beberapa kali dia menghubungi dan menceritakan bahwa dia dekat dengan wanita lain, yang saya 'iya-iya'in aja, lah, ya.

Terakhir, bulan November akhir, dia ke tanah Jawa dan kembali 'meminta' saya. Eh, sebenarnya ingin sekali saya katakan, "Ndak malu ta, layaknya habis manis sepah dibuang, ditelen lagi? Ini hati, bukan mainan yoyo."

Dari dia, let me call him a 'boy' not men, saya baru menyadari memang benar ada tipikal cowok yang mudah memberi janji. Mudah sekali tidak konsisten. Baiklah, mari mendamaikan hati dengan memaafkan dan berbijaksana dengan keadaan.

5. Tentang syukuran ulang tahun

Karena pola kerja yang shifting, saya memutuskan untuk merayakan syukuran kecil-kecilan dengan kerabat terdekat saja. Syukuran pertama dimulai tanggal 21 Desember 2017 dengan mendatangi sebuah yayasan panti asuhan di sekitar Sidoarjo. Tentu saja bersama Pria.

Yah, singkat cerita, saya akhirnya datang berempat bersama dengan adik-adik ponakan. Pertimbangan dari Abah (pengurus) adalah karena kami belum ada ikatan di mata agama. Lucunya dari kegiatan tersebut adalah ketika Abah menanyakan padanya tentang kapan rencana pernikahan kami berlangsung.

Sontak, donk, saya kan ya bingung. Tapi, dengan mantap, Pria menjawab, "InshaAllah doakan Mei, Pak." Baiklah, mari kita aminkan. Haha.

Oh, sebelum ke yayasan, saya, Pria, dan satu adik ponakan makan bersama di Mie Setan. Karena saya dan Pria bukan tipe pasangan yang suka kuliner di tempat "beginian", ini terbilang mewah. Haha ~

Tentang hadiah ulang tahun, Pria adalah yang pertama memberikan ucapan dan hadiah. That's so romantic. Mengingat saya dulu memang pertama yang mengucapkan kepadanya, tapi tidak berani memberi hadiah besar karena saat itu sedang masa berkabungnya :(

Saya jadi merasa sedikit nyesel kenapa dulu gak memberinya kejutan lebih. Yah, baiklah, berlalu sudah. 

Ditambah syukuran di tanggal 24 Desember. Ini juga tanpa rencana banget. Saya dan Pria akhirnya memutuskan untuk ke rumah Probolinggo dengan sepeda motor. Itu yang saya suka darinya. Dia orangnya spontanitas!

Bersyukurnya, kedua orang tua saya juga sudah menganggapnya sebagai anak. Sehingga, liburan kecil-kecilan ke BJBR dan makan malam ala-ala pun berjalan dengan lancar. Benar-benar penutup syukuran ulang tahun yang membahagiakan 😘

❤❤❤

Yah, sekian refleksi hari ini. Semoga bertambah dewasa, bijaksana, bahagia dalam kehidupan. Juga bertambah sabar. Terima kasih untuk yang sudah mengasihi dan memberi arti. Terima kasih telah membuat hidup saya lebih bermakna. Teruntuk keluarga, Pria, dan sahabat-sahabat saya lainnya 😍


Salam hangat,


dari Surabaya yang sering sumuk


...dan rupanya saya pernah menuliskan tulisan ulang tahun semacam ini di usia ke 18 tahun. Haha. 
Happy New Year!
Happy New Year!
Beberapa bulan bekerja di kantor ini, beberapa kali pula, saya mencoba untuk meluangkan waktu nulis curhat. Yah, kotak berbicara yang saya miliki memang berkapasitas besar. Ditambah, pekerjaan saya juga turut andil memperbesar kapasitas berbicara tersebut. Haha.

Merayakan tahun baru kali ini, saya membuat sedikit make a wish. Berharap tidak terlalu muluk, tapi jika hasil curhatannya juga panjang, ya, mau gimana lagi. Dimulai dengan basmallah dulu kali, ya, biar afdhol. Bismillah~

1. Daftar Umroh Sekeluarga

Yay, ini juga menjadi impian prioritas utama mengingat tabungan juga mulai terkumpul. Januari ini, mungkin masih belum, kali, ya. Mungkin pertengahan 2018. Semoga dengan kedua orang tua dan bisa disegerakan dalam tahun ini. Minta doa semoga dilancarkan~

2. Bisa Kembali Berbagi dengan Adik-Adik yang Membutuhkan

Satu ini beneran candu. Setelah berpenghasilan, saya berharap tidak lupa dengan tempat dimana saya berpijak. Katanya, kan, "Manusia boleh sahaja melangit, tapi kaki harus tetap membumi". Yah, begitulah kira-kira. Pencapaian saya sekarang diantar oleh doa orang tua dan mereka juga.

3. Pasangan Hidup

Di umur yang -sudahlah segituan saja- ini, obrolan tentang pasangan hidup memang sudah mulai tidak tabu lagi. Alhamdulillah, sekarang ada yang serius, tinggal berjuang menuju ke halal. Semoga dimudahkan, dilancarkan, dan disegerakan. Karena mencari pasangan hidup juga susah-susah gampang, semoga mendapat yang memang bisa menjadi imam, adik, kakak, teman curhat, teman berdebat, partner nabung, dan partner apapun. Yang sekarang, saya bersyukur dia sudah memenuhinya. InshaAllah.

4. Jenjang Karir

Nah, ini untuk sementara masih jadi list prioritas utama. Masih ingin di tempat yang sekarang, hanya berpindah lantai atau berpindah kantor. Masih terus berikhtiar. Walaupun kadang kebentok dengan terlalu nyamannya di posisi sekarang. Ah, terjebak di zona nyaman memang menggiurkan, Cuy! Semoga Januari ini ada pencerahan, ya, yuk, semangat!

5. Punya Investasi

InshaAllah investasi sudah mulai dicicil. Semoga tahun ini sudah mulai jalan jugaan. InshaAllah sudah mantap pilih invesatasi apa, cuma kadang masih mayang mentoleh karena tergiur investasi ini itu :") Yah, duniawi memang terlalu menggiurkan.

6. Mulai Belajar Enterpreneur

Kerennya, sih, enterpreneur, bahasa merakyatnya ya jualan. Tapi, beneran, Cuy, ini beneran perlu keberanian dan tekad. Semua hal, emang perlu dua hal itu, sih, tapi memulai jualan ini dari saya yang tidak ada dasarnya, merasa sulit memulai. Pengen rasanya mencoba jualan. Entah itu jasa art (karena basicly suka art) atau reseller ataupun punya produk sendiri. Entahlah. As soon, yha~

7. Lebih Produktif Menulis + Terbit 1 Buku

Ini harus di tahun ini. H A R U S. Sudah dari umur 22 tahun, ketika masih mengerjakan skripsi, sudah niat banget bikin cover, download template, dan mulai menulis, tapi apa daya, mager lebih di atas segalanya. Ditambah bentrok dengan ini itu. Yang intinya belum konsisten! Tahun ini, ya, tahun ini! Harus!

8. Pembentukan Massa Otot

Ini juga harus banget. Penurunan bobot badan saya yang sedikit drastis, memang menimbulkan gelambir dimana-mana. Tapi, sebelum bobot turun, pun, udah gelambiran, sih. Haha. Cuma, tahun ini harus mulai konsisten. Di tahun 2017, saya tidak konsisten dan tidak ada niat banget buat diet. Tahun ini harus diet protein :") Demi otot yang lebih terbentuk, demi badan yang lebih sehat. Ayo olahraga!

?) S2 dan ke Jepang, Apa Kabar?

Impian yang sudah mulai terombang-ambing, tapi inshaAllah masih tertanam, kok. Tapi, di usia yang sekarang, lebih berbijak dengan keadaan, lingkungan, dan tentu dengan waktu. Semakin ke sini semakin sadar, banyak hal yang harus dipertimbangkan dan memang lebih diproritaskan. Jadi, ya, itu tadi, bijaksana dalam memilih prioritas, rasanya adalah jalan terbaik.

Wah, kan, jadinya panjang juga curhatan kali ini. Tulisan ini saya tulis sebelum tahun baru, jadi mungkin akan banyak revisi ketika saya menerbitkannya. Saya baru nyadar juga, sih, produktivitas saya semakin menurun di tahun ini. Lebih fokus duniawi dan mengabaikan pengembangan diri di bidang lain. Kadang sedih juga, sih. Tapi, yaudahlah, yah.

Mari memperbaiki diri di tahun 2018! Semangat baru, semoga lebih baik di tahun ini.  #MencobaProduktif2018


Salam hangat,


dari Surabaya yang juga tahun baruan!

❤❤❤

**Pst, saya menuliskan ini secara scheduled, mungkin ketika ini terunggah, saya sedang bersama pasangan saya saat ini. Haha.

Saya adalah satu dari sekian orang yang menikmati hidup setelah pulang kerja dengan leyeh-leyeh di sofa bed atau sofa kasur. Nah, jika menemukan yang benar-benar pas, rasanya lelah seharian terbayar gitu, kan. 😍

By the way, saat ini, sofa bed atau sofa kasur merupakan salah satu furniture rumah yang banyak digemari. Sofa jenis ini bisa ditempatkan di ruang tamu atau ruang keluarga dengan fungsi yang mirip kursi malas. Banyak sofa bed dengan variasi warna dan corak yang bisa Anda dapatkan di OscarFurnitureStore, tentunya dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Sofa Bed Atau Sofa Kasur
Mengenal Lebih Jauh Tentang Sofa Bed Atau Sofa Kasur

Lalu apa dan bagaimana kelebihan sofa bed atau sofa kasur dibanding sofa biasa? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Sesuai dengan namanya, sofa bed atau sofa kasur termasuk dalam kategori furniture multifungsi karena dapat digunakan sebagai tempat duduk sekaligus kasur. Umumnya sofa jenis ini memiliki busa berkualitas super sehingga tidak mudah kempes meskipun telah dipakai bertahun-tahun. Bahan cover sofa terbuat dari kain katun sehingga terasa nyaman dan dingin saat digunakan.

Sofa bed memiliki model yang beragam, ada yang harus dibuka dudukannya untuk dijadikan kasur, ada yang tinggal menarik sandarannya saja. Anda bisa menanyakan cara mengubah sofa menjadi kasur kepada toko furniture langganan atau di toko jual sofa bed Jakarta, jika Anda berlokasi di Jakarta dan sekitarnya.

5 Kelebihan Sofa bed atau Sofa Kasur...

Sebagai bahan pertimbangan, mengapa sofa kasur ini ini worth it untuk dimiliki, saya ulas juga beberapa kelebihannya. Mengetahui kelebihannya, tentu bisa menjadi bahan pertimbangan tersendiri untuk mulai menyisihkan uang dan menjadikan furniture ini sebagai salah satu yang harus ada di ruang keluarga. 👀

1. Multifungsi

Furniture ini praktis dan berfungsi lebih dari sekedar sofa, karena bisa diubah menjadi kasur. Mudah dipasang dan dilipat sehingga tidak menyulitkan sama sekali. Selain itu juga dapat difungsikan sebagai pelengkap furniture dalam ruang tamu dan ruang keluarga.

2. Menghemat Tempat

Pemilik rumah minimalis atau Anda yang tinggal di apartemen, umumnya cenderung menyukai sofa bed. Sofa ini mudah dilipat dan disimpan sehingga hemat tempat. Sofa bed juga berukuran tidak terlalu besar namun nyaman digunakan sehari-hari.

3. Banyak Model dan Bervariasi

Sofa bed memiliki banyak corak dan warna yang bisa disesuaikan dengan desain interior rumah Anda. Sofa bed untuk anak-anak memiliki corak dan warna yang cantik, sedangkan untuk dewasa lebih elegan. Sofa bed tidak monoton, sehingga cocok bagi Anda penyuka suasana dinamis nan praktis. Anda bisa langsung memilih di toko jual sofa bed Jakarta, bagi Anda yang berlokasi di Jakarta.

4. Harga Terjangkau

Harga sofa bed atau sofa kasur tergolong cukup terjangkau, jika dilihat dari fungsinya yang bermanfaat. Kualitasnya pun tidak bisa diragukan lagi, terutama jika Anda benar-benar memperhatikan material pembuatnya.

5. Kasur untuk Tamu

Sofa bed cocok bagi Anda yang sering menerima tamu menginap. Sofa bed bisa difungsikan sebagai kasur untuk tamu, sehingga Anda lebih hemat tempat tidur bahkan kamar. Jika tidak ada tamu, sofa bed bisa Anda gunakan sebagai tempat duduk bagi para tamu yang datang.

Nah, sekarang sudah tahu, ya, apa itu sofa bed atau sofa kasur. Sebelum memutuskan membelinya di toko jual sofa bed Jakarta, pastikan corak dan warnanya memang sesuai dengan desain interior rumah Anda. Semoga bermanfaat! 😘

❤❤❤


Sumber foto : www.thelastmilesq.com
4 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Dealer Toyota Kediri
4 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Dealer Toyota Kediri
Ada rencana untuk membeli mobil Toyota dan masih bingung harus membeli di mana? Hem, sepertinya kebingungan sekarang bukan berasal dari pilihan dealer, sih, ya. Lebih ke budget untuk membelinya. Haha.

Well, for your information buat Anda yang akan membeli mobil Toyota. Saat ini ada lebih dari 1000 dealer resmi mobil Toyota Auto2000 yang tersebar di seluruh Indonesia, loh! Jumlah itu belum termasuk dengan banyaknya dealer tidak resmi yang juga menjual mobil Toyota.

Banyak dari Anda, maybe for me too,  memilih dealer mobil hanya berdasarkan dari harga yang ditawarkan. Namun, harga mobil yang ditawarkan bukanlah segala-galanya. Untuk apa mendapat harga lebih murah berkisar antara 100-500 ribu, tetapi dealer Anda tidak peduli saat mobil mengalami masalah?

Intinya dalam membeli mobil bukan hanya sebuah transaksi satu hari saja dan bukan sekedar masalah diskon semata. Di dunia bisnis, penting bagi Anda untuk mendapatkan hubungan dan pelayanan yang baik setelah pembelian mobil.

Oleh karena itu, kali ini Auto2000 akan sharing beberapa tips jitu bagi Anda dalam memilih dealer Toyota Kediri. Berikut ini adalah tipsnya:

1. Pastikan membeli melalui dealer resmi

Banyak konsumen yang memilih membeli melalui dealer tidak resmi. Bisa karena lokasinya lebih dekat ke rumah konsumen atau karena lebih kenal dengan salesnya. Itu sebabnya, saya sarankan, lebih baik Anda membeli mobil melalui dealer Auto2000 secara langsung.

Membeli mobil di dealer resmi tentu meminimalisir kejadian penyalahgunaan dokumen oleh penjual. Perlu diwaspadai, banyak kejadian dimana dokumen mobil ditahan di pihak dealer (tidak resmi). Atau ada juga kasus dimana mobil tersebut dijual secara tunai, kemudian sang “mediator” mengkreditkan motor itu.

Namun, jika Anda membeli mobil melalui dealer resmi, maka dealer tersebut dapat menjamin keamanan beberapa dokumen mobil, seperti STNK dan BPKB. Selain itu, mobil yang diberikan pasti mobil baru dan spare part-nya asli.

2. Lihat apakah dealer Auto2000 memiliki bengkel sendiri atau tidak

Adanya bengkel resmi yang terdapat pada suatu dealer, tentu akan memudahkan jika terjadi sesuatu atau kerusakan pada mobil Anda. Penanganan yang diberikan juga lebih cepat. Beberapa dealer bahkan akan mengirimkan mekaniknya ke tempat Anda jika Anda tinggal di Kediri.

3. Pastikan dealer yang Anda pilih mudah dihubungi dan responsive

Jika dealer Anda mudah dihubungi, maka akan lebih mudah untuk berkomunikasi dengan pihak dealer. Misal pun terjadi sesuatu atau ada hal-hal lain yang ingin ditanyakan, pemilik mobil akan segera mendapatkan solusinya.

4 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Dealer Toyota Kediri
Pembeli - Dealer sama-sama senang!

4. Tanyakan adakah pelayanan yang ditawarkan 

Dalam usaha menarik minat pembeli, para dealer berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan ekstra. Misal saja, pengantaran STNK dan BPKB setelah dealer melakukan penjualan mobil secara tunai. Atau pelayanan lainnya yang menjadikan dealer tersebut memiliki nilai lebih di mata calon pembeli.

Kesimpulannya adalah dalam pemilihan dealer, jangan hanya menggunakan diskon semata sebagai bahan pertimbangan. Pastikan dealer yang dipilih memiliki etika dan keinginan dalam membina hubungan baik dengan Anda.


At least, buat yang ada kesulitan dan masalah mengenai mobil, maka ada dealer Toyota Auto2000 yang siap membantu dan membimbing Anda dalam membeli mobil. Untuk update info atau lokasi terbaru yang ada di Kediri, kunjungilah https://auto2000.co.id/kotacabang/kediri/

❤❤❤

Credit pic: auto2000toyota.com, https://www.youtube.com/channel/UC7hE9HfSWbG0xXl4pnV8RtA