ID Photobook : Cetak Foto ala Majalah Semudah Unggah di Sosmed!
ID Photobook : Cetak Foto ala Majalah Semudah Unggah di Sosmed!

Menurutmu, bagaimana caranya untuk menyimpan memori kenangan bersama keluarga? Bagi saya, salah satu caranya adalah dengan mencetak foto baik dala bentuk pajangan atau di album. Memang, kalau dari segi praktisnya, lebih praktis mengunggahnya di sosmed, sih.

Etapi, jangan salah, mencetak foto keluarga sekarang dalam bentuk album bisa semudah mengunggah foto di sosmed. Sebelumnya, saya ingin mengulas sedikit mengapa perlu mencetak foto keluarga di jaman yang serba digital begini.

Pertimbangan saya sebenernya adalah karena pertambahan usia pasti akan membuat penurunan panca indra. Dan ini pasti akan kurang menyenangkan jika album foto kita hanya dalam bentuk digital atau hanya sekedar di hardisk eksternal. Dari sinilah, saya mulai mencari tempat cetak foto yang recommended.

Setelah browsing di instagram dan google, bertemulah saya dengan ID Photobook yang memungkinkan saya cetak foto dari HP dan didesain ala majalah. Di bawah ini, saya ingin mengulas betapa nyamannya cetak album foto di brand ini dan kenapa ini saya rekomendasikan. Yuk, cus!

Jadi, apa sih ID Photobook ini?

ID Photobook ini adalah brand album dengan konsep galeri foto dalam bentuk majalah, gitu. Foto pilihan customer nantinya akan dicetak dalam desain custom. Customer tinggal kirim foto dan tunggu hasil saja.

Ini jelas lebih simple daripada:
pilih foto - pilih studio buat cetak - tunggu cetakan - ambil di studio - beli album - tempel di album.
Hanya sebatas :
pilih foto - kirim foto via wa/email - tunggu - jadi.

Lebih mudah lagi jika kamu memang menyimpan foto di hp dan langsung kirim saja ke adminnya. Tidak perlu khawatir jadi blur, ya. Namun, tetap usahakan minimal ukuran adalah 500px. Kalau saya, karena foto-foto sudah ada di gdrive, saya tinggal kirim link saja via chat. Haha.

You like do nothing to get 'someting'!

High Quality, Desain Bebas, dan Murah Meriah!

Nah, dari segi desainnya, customer bisa memilih dari sisi tipe, cover, dan desain. Adapun beberapa seriesnya, antara lain Fun Series, Square 32, Medium 32, Medium 24, Calendar, dan lain-lain. Mungkin, boleh cek langsung di lapaknya, ya. 👀

Covernya ada yang soft cover dan hard cover. Saya memesan keduanya dan jatuh cinta pada desain window cover-nya. Dari segi kualitas kertasnya, terbilang cukup tebal dan jauh lebih tebal dari ukuran kertas majalah. Warnanya pun sangat gonjreng! Tidak terlihat murahan ~(^ ^~).

Ini adalah hasil yang saya pesan:
ID Photobook : Cetak Foto ala Majalah Semudah Unggah di Sosmed!
ID Photobook : Cetak Foto ala Majalah Semudah Unggah di Sosmed!
ID Photobook : Cetak Foto ala Majalah Semudah Unggah di Sosmed!
ID Photobook : Cetak Foto ala Majalah Semudah Unggah di Sosmed!
Kemarin, saya kira apa yang saya pesan adalah kualitas "premium", ternyata kata si admin, ada yang lebih premium lagi. Haha. Katanya kualitas yang saya pesan adalah "reguler"-nya. Kebayang, kan, yang reguler aja udah bagus di mata saya apalagi yang premium.

Kenapa ID Photobook Saya Rekomendasikan?

Karena ini pertama kalinya saya cetak foto dalam bentuk photobook begini, saya beneran puas. Jadi, rekomendasi ini beneran saya tuliskan secara jujur. Karena kejujuran dicintai oleh Tuhan Yang Maha Esa, bukan?

1. Pembuatannya mudah dan cepat. Serius ini, mah. Dari awal proses kirim foto hingga album sampai kos, cuma butuh waktu seminggu. Gak sampai seminggu bahkan. Packagingnya kirimnya aman dan memang terkesan 'mahal'.

2. Murah, tapi gak murahan. Harganya relatif murah dari 125.000 saja untuk ukuran mini atau maksimal 350.000 untuk ukuran large (paling besar). Tapi, semurahnya pun, juga gak terkesan murahan. Mewah dan cocok buat kado. Gak ngisin-ngisinin, lah. Beneran photobook berkualitas.

Ini jelas lebih murah dibandingkan cetak 140 foto dan beli album. Dijamin lebih dari harga segitu. Dan kita gak ribet lagi untuk nempel-nempelin. Ya, gak? 😂

3. Bahannya tebal, semi glosy.  Bahan ini akhirnya membuat album terlihat elegan dibanding album foto biasanya. Dari segi warna foto, desain, dan bahan kertas yang art paper, menjadi padupadan yang pas.

Baiklah, at least, semoga bermanfaat review saya kali ini. Juga membuka pandangan temen-temen tentang 'udah gak jaman cetak foto lagi'. Siapa bilang? Dengan desain yang kekinian dan cara yang sudah mengikuti jaman, cetak foto pun jadi semudah unggah foto di sosmed.

Oke, cus, penasaran? Langsung cek saja di websitenya ya!


check this out: instagram | website


Salam hangat,

dari Surabaya yang udah mendung~~
Seperti yang kita tahu, sayuran merupakan sumber vitamin dan protein yang baik untuk kesehatan tubuh bahkan seringkali menjadi konsumsi saat diet. Well, bisa dibilang selain dengan berolahraga kita juga bisa membakar lemak lewat konsumsi sayur-sayuran, gitu. 

Namun, tahukah kamu, bahwa tidak semua sayuran baik untuk menurunkan berat badan, loh! Mungkin selama ini tidak banyak orang yang tahu jenis sayuran apa yang dapat diandalkan saat diet ataupun tidak. 

Menurut penelitian dari boldsky, ada beberapa jenis sayuran yang justru bisa membuat tubuh menjadi gemuk, bukan melangsingkan. Ini tentu kurang baik bila dikonsumsi ketika sedang diet. Apa saja, sih, sayuran - sayuran tersebut? Yuk, simak selengkapnya dibawah ini (~ ^ ^)~

4 Sayuran yang Wajib Dihindari Jika Kamu Ingin Langsing
4 Sayuran yang Wajib Dihindari Jika Kamu Ingin Langsing[1]

1. Kentang

Tak banyak yang tahu bahwa kentang ternyata dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan. Hal ini disebabkan oleh kandungan pati yang ada di dalamnya. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, maka akan memicu naiknya berat badan serta meningkatnya kadar kolesterol.

Oh, ya, hal ini makin parah jika disajikan dengan cara digoreng. Tentu saja kandungan lemaknya akan semakin tinggi dan dapat menggagalkan program dietmu. Jadi sebagai pilihan makanan pengganti nasi saat diet, usahakan memakai kentang rebus saja, ya.

Kentang juga mengandung karbohidrat yang bisa berubah menjadi gula dalam tubuh. Sebenarnya, gula ini nantinya akan berubah menjadi energi. Tapi, bila berlebihan bisa menjadi lemak apalagi jika kamu tidak berolahraga setelah mengonsumsinya.

Selain itu, kentang juga dapat memicu lemak trans yang dapat memicu meningkatnya jumlah kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik pada tubuh. Jenis lemak ini tidak hanya menambah berat badan tapi juga bisa meningkatkan resiko penyakit jantung, kanker, diabetes dan gangguan saluran darah. 

Notes: untuk lebih amannya sebaiknya hindari konsumsi kentang secara berlebihan saat diet, ya.

2. Kembang kol

Sayuran ini bisa dibilang kaya serat, namun sayuran ini mengandung riffinose yang cukup tinggi. Riffinose ini sejenis gula dengan kandungan kompleks, yakni zat yang sulit dicerna oleh lambung. Kandungan serat pada kembang kol juga menyebabkan diare, meskipun gejala ini bisa disebabkan oleh bakteri dan sebagainya.

Selain itu, kembang kol mengandung senyawa yang dapat menghalangi penyerapan yodium sehingga dapat menurukan metabolisme tubuh. Hal ini secara otomatis akan menyulitkanmu dalam menurunkan berat badan. 

Oh, ya, serat pada kembang kol yang tinggi membuat saluran usus harus bekerja ekstra untuk mencernanya. Jadi, meskipun tinggi serat bukan berarti dapat mengenyangkan mu dalam waktu lama tapi justru dapat mengakibatkan gejala kembung.

3. Kacang polong

Jika biasanya kacang dikenal baik dalam membantu menurunkan berat badan, berbeda dengan kacang polong. Mengonsumsi jenis kacang ini terutama kacang polong beku atau kalengan tidak berpengaruh dalam menurunkan berat badan.

Hal ini disebabkan karena jenis kacang polong ini mengandung zat aditif serta natrium yang justru dapat membahayakan tubuh. Jadi, memilih kacang yang tepat untuk menurunkan berat badan juga patut diperhatikan karena bagaimanapun makanan dingin kurang baik dikonsumsi sekalipun itu buah maupun sayuran.

4. Jagung

Sebagian orang menganggap jagung efektif melancarkan pencernaan dan terbukti ampuh untuk menurunkan berat badan. Itu kenapa jagung seringkali dijadikan sebagai makanan pengganti nasi saat diet. Nyatanya, bila dikonsumsi secara berlebihan jagung justru tidak bermanfaat untuk menurunkan berat badan, loh. Penyebabnya adalah adanya kandungan frukosa pada jagung yang cukup tinggi.

❤❤❤

The conclusion is...

Meskipun berbagai sayuran diatas mengandung banyak vitamin, namun untuk urusan menurunkan berat badan, sayur-sayuran tersebut tidak masuk dalam kategori menu diet. Jadi, tidak ada salahnya jika kamu mengurangi konsumsi sayuran tersebut.

Ingat, yang perlu diingat adalah segala hal yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Sekalipun itu makanan sehat. Alasannya karena manusia memang memiliki batas konsumsi setiap harinya. Baik kalori, cairan tubuh serta karbohidrat dan sebagainya.

Sekarang, sudah tahu, kan? Yuk, yang sedang diet, jika kamu pengonsumsi aktif sayuran di atas, mulai mencoba mengurangi, ya~


Salam hangat,


dari Probolinggo yang sedang adzan Dhuhur!


❤❤❤


Source pic: 
[1] ny.racked.com/2016/4/1/11338780/gigi-hadid-rihanna-kendall-jenner-hailey-baldwin-kate-winslet
[2] www.pinterest.com.au/pin/113504853086090925/

Belakangan ini, telinga kanan saya sering sekali terasa berdengung. Awalnya, dimulai bulan Oktober 2017, saya memang merasakan nyeri yang lumayan. Di bulan Desember 2017, saya kira nyeri yang saya rasakan itu dikarenakan ada serangga yang masuk di lubang telinga. Nyatanya, menurut penglihatan Ayah, tidak ada apapun di dalam telinga saya.

Hingga sekarang, jika saya rasa-rasa, sebenarnya juga terdengar dengungnya. Namun, jika tidak dirasakan, saya sekarang sudah cukup nyaman dengan telinga saya. Mungkin, karena sudah terbiasa dengan dengung ini. Atau, kerennya sudah cukup 'bersahabat' dengannya.

Apa yang saya tulis di bawah ini, adalah history pemeriksaan telinga saya. So far, sekarang pendengaran saya sudah membaik, walaupun kadang masih berdengung. Bersyukurnya, di setiap kesempatan, saya selalu didukung oleh kedua orang tua tercinta dan teman dekat saya sekarang~

**I am blessed I live with em**

Jadi, inilah perjalanan singkat saya dari pengobatan awal hingga akhirnya mulai bersahabat. Di sini, kata ganti kamu adalah untuk menginisialkan temen dekat saya saat ini. Sebab, catatan ini memang sudah saya buat sejak lama dan tersimpan di notes. Hehe.

***

14 Oct 2017 -- Telinga kanan mulai berdering keras dan nyeri. Itu rasanya sakit telinga yang paling parah. Esoknya, Mamamu berpulang.

24 Des 2017 -- Aku bilang ke Ayah telingaku seperti kemasukan hewan bersayap. Seperti ada bunyi gemerisik beberapa saat. Ayah menyinari telingaku, katanya tak ada apapun di sana.

10 - 11 Feb 2018 -- Aku bilang ke Ayah, telingaku masih sama. Ayah meneteskanku obat telinga. Rasanya memang lebih baik, tapi tetap saja masih sama.

12 Feb 2018 -- Kami mencari dokter THT dan hasilnya nihil. Cari di google, rasanya zonk sekali. Adapun, ternyata sekarang sudah menjadi klinik fisioterapi anak.

13 Feb 2018 -- Kamu mengajakku ke Pacet, setelah pulang kerja, kita kembali mencari dokter THT. Syukurlah ketemu, di RS Bunda. Katamu, mungkin berendam air panas bisa melancarkan perederan darah.

14 Feb 2018 -- Kamu mengajakku mencari dokter THT di Pacet, sayangnya nihil. Sorenya, kamu mengajakku berendam air panas.

15 Feb 2018 -- Aku ke RS Bunda sendiri, hujan deras saat itu. Kata dokter, aku diminta ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

19 Feb 2018 -- Tiba-tiba badanku menggigil dan meriang. Aku tertidur dari sore hingga malam. Rasanya, aku akan berakhir malam kemarin.

20 Feb 2018 -- Sesak nafasku semakin hari tetap saja sama. Hari ini, riakku kembali berdarah. Lebih banyak dari sebelumnya. Tapi, tetap saja riak yang berdarah adalah riak di pagi hari. Sampai aku mengetik ini, aku masih bisa mendengar nafasku.

22 Feb 2018 -- Akhirnya kamu mengantarku ke A Kasoem untuk pemeriksaan telinga. Hasilnya, pendengaranku kanan kiri memang menurun drastis. Ditambah, telinga kananku ada infeksi dan pembengkakan gendang telinga. Kamu, tergolong sabar menunggu pemeriksaanku dan mengantarkanku ke apotek berbeda-beda hanya untuk membandingkan harga obatnya. Habisnya lumayan: 200rb (dokter radiologi)+ 150rb (tes pendengaran) + 435500 (obat di K24). Terima kasih :")

Memang orang tuaku adalah penyokong utamaku, tapi sekarang, kamu masuk dalam list yang selalu mendukungku.

23 Feb 2018 -- Riakku sudah tidak sebanyak sebelumnya. Aku tidak terlalu sesak nafas lagi. Btw, aku sudah cerita ke TL dan Mbak Lisda (bagian support) tentang kendalaku. Akhirnya, untuk sementara waktu, aku murni di layanan hasanah yang tidak terlalu banyak telpon.

1 Maret 2018 -- Setelah libur 5 hari, dari tanggal 25, hari ini aku kembali kontrol. Hasilnya, aku dirujuk ke dr Artanto yang officially praktek di Rs PHC Surabaya.

***

Terakhir pemeriksaan 1 Maret 2018 tersebut, sampai sekarang saya belum periksa lagi. Selain karena pendengaran sudah lumayan membaik, saya sudah tidak terlalu terganggu dengan telinga saya. Semoga akan tetap begitu.

By the way, selain orang tua dan teman dekat saya, ada yang juga sangat membantu. Team Leader saya yang biasa kami panggil Umik. Beliau bener-bener membantu saya mengijinkan libur dan menawarkan solusi cuti 1 bulan. Tapi, saya rasa, libur 5 hari pun sudah sangat cukup.

Sejauh ini, karena saya adalah anak rantau, saya sangat merasakan beruntungnya memiliki teman dekat yang alhamdulillah sangat sabar seperti dia. Dari dukungan moral, moril, ataupun antar-tunggu-jemput ke tempat pemeriksaan atau apotek, seluruhnya saya bersama dia.

So, terima kasih banyak untuk kedua orang tua, 'kamu', Team Leader, dan rekan-rekan kantor. Blessed have them.

***

Oh, ya, di next artikel, saya ingin juga me review tentang A Kasoem Hearing Center, tempat saya tes pendengaran. Saya rasa, ini cukup bermanfaat buat temen-temen yang mengalami gangguan pendengaran. Juga, lagi-lagi sebagai jurnal saya pribadi. Hehe.



Salam hangat,





dari Surabaya yang panas, tapi sering ujan~
Punya Kartu Kredit? Kenapa Nggak!
Punya Kartu Kredit? Kenapa Nggak!
Kepemilikan kartu kredit, di jaman sekarang, sepertinya sudah umum dimiliki. Selain karena pengajuannya yang relatif mudah dan persyaratannya yang tidak terlalu muluk, kartu kredit memang bisa menjadi pertimbangan tersendiri.

Di sini, yang ingin saya share adalah dari segi saya sebagai pekerja di bidang ini, ya. Jadi, jika memang bersifat persuasif, ya, maafkan. Haha. Tapi, saya tetap mencoba untuk menuliskannya secara open minded dan tidak menggiring opini pembaca.

Samakan persepsi dulu, yuk✌~

Sebelumnya, saya ingin menyamakan persepsi terlebih dahulu antara perbedaan mendasar antara kartu kredit dan kartu debit. Kartu debit disebut juga kartu atm dan dalam setiap perbelanjaan di merchant (toko) menggunakan uang nasabah yang ditabung sebelumnya. Sedangkan, untuk kartu kredit, dalam setiap perbelanjaan, nasabah menggunakan uang bank penerbit kartu kredit dan membayarkannya di akhir.

Gampangnya, kartu debit lebih ke perbelanjaan pra bayar dan kartu kredit adalah perbelanjaan pasca bayar. Dari sini, sudah satu persepsi, ya. Well, saya tidak ingin membahas terlalu banyak tentang kartu debit karena di sini, saya fokuskan ke kartu kredit.

Jadi, kenapa, sih, kartu kredit worth it untuk dimiliki?

Pertama, dari fungsinya yang memang pasca bayar, sangat memudahkan nasabah untuk keperluan mendesak. Mungkin untuk perbelanjaan yang urgent atau keluarga sakit mendadak atau hal lainnya.

Kedua, pembelanjaan dengan kartu kredit bisa dijadikan cicilan dengan syarat dan ketentuan berlaku. Untuk di tempat saya, minimal perbelanjaan adalah Rp 500,000 dengan pilihan tenor 3, 6, 9, 12, 18, dan 24 bulan. Dengan adanya cicilan ini, tentunya memudahkan untuk mengatur keuangan setiap bulannya dengan menyesuaikan income.

Ketiga, pembayaran bisa diangsur. Selain di point kedua, pembayaran kartu kredit bisa diangsur. Atau dalam kata lain, nasabah bisa membayar secara minimal pembayaran. Jadi, dalam lembar tagihan, memang dicantumkan nominal pembayaran secara penuh (full payment) atau secara minimal (minimal payment).

Keempat, jika membutuhkan dana mendadak di rekening, nasabah juga bisa melakukan permintaan transfer. Mungkin, jika nasabah lebih membutuhkan penggunaan kartu debit dan kebetulan dananya kurang, nasabah bisa meminta transfer sisa limit ke rekening yang dimiliki.

Kelima, kenaikan limit yang memudahkan bagi para usahawan. Ini menurut cerita nasabah saja, sih, ya. Mereka memang sangat tertolong dengan adanya kenaikan limit. Tentu dari perputaran uang yang memang lebih lancar dan lebih mudah untuk re-stock barang.

Keenam, beberapa transaksi online memang mengharuskan untuk menggunakan kartu kredit. Pernah gak kalian transaksi online dan diharuskan menggunakan kartu kredit? Saya pernah. Biasanya, transaksi ini adalah untuk transaksi luar negeri atau pemesanan akomodasi.

Sementara ini, enam keuntungan tersebut yang memang mendasari saya kenapa kartu kredit memang worth it. Sejauh ini, kebanyakan nasabah kartu kredit adalah wirausaha. Mungkin, karena memang dirasa lebih mudah perputaran uang dan pembayarannya bisa dilakukan setelah mereka mendapatkan keuntungan kali, ya.

Dari segi saya pribadi, kenapa saya pro dengan kartu kredit, lebih karena ke alasan pertama. Kartu kredit memang bisa dijadikan cadangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan dan rekening di kartu debit menipis. Asalkan, tidak lupa bayar tagihan aja, sih, ya. Haha.

Punya Kartu Kredit? Kenapa Nggak!

Nah, di atas tadi adalah keenam keuntungannya versi pendapat pribadi. Sekarang, dari segi yang bisa jadi pertimbangan lainnya. Anggaplah yang membuat nasabah terkesan kontra dan menginginkan penutupan kartu kredit.

Pertimbangan lain -dari segi kontra....

Pertama, dari bunga atau riba. Tidak dipungkiri, kepemilikan kartu kredit memang berdekatan dengan kehidupan bunga. Beberapa nasabah memang melakukan penutupan kartu karena alasan ini.

Tapi, sejauh ini, jika nasabah pembayaran secara penuh dan memang tidak menjadikan cicilan perbelanjaan, maka bunga ini tidak akan dikenakan kepada nasabah. Tentu saja, SOP tiap bank berbeda, ya. 

Jadi, jika memang kamu membutuhkan kartu kredit dan tidak ingin dikenakan bunga, bayarlah tepat waktu dengan pembayaran penuh dan jangan jadikan perbelanjaanmu menjadi cicilan. That's!

Kedua, penunggakan yang akhirnya menyebabkan dikejar-kejar collection. Ini salah satu pertimbangan juga, ya. Jadi, jika memiliki kartu kredit, usahakan untuk pembayaran tepat waktu. Di kartu kredit dikenakan sistem penagihan via collection yang memang bertugas menagih-nagih. Istilahnya adalah dept collector.

Ini memang seringkali mengganggu nasabah yang menunggak. Tapi, solusi saya adalah jika tidak ingin dikejar-kejar collection, berbijaklah dengan pengeluaran dan bayar tepat waktu. That's!

Ketiga, rawan penyalahgunaan. Ini yang menjadi pertimbangan utama. Penyalahgunaan ini kerapkali terjadi di transaksi online ataupun offline (kartu hadir). Contoh di transaksi online, lebih ke penyalahgunaan oleh hacker. Kami menyebutnya fraud dimana tiba-tiba transaksi tanpa sepengetahuan nasabah.

Untuk transaksi offline, bisa jadi terjadi karena kasir tokok menggesekkan berlebihan atau penipuan yang mengatasnamakan bank penerbit dan meminta nasabah untuk menggesekkan kartu di mesin edc. Biasanya, untuk modus penipuan semacam itu, terjadi pada nasabah yang baru saja membuka kartu.

Tips aman transaksi online adalah pilihlah website yang memang sudah terverifikasi Master atau Visa Card. Biasanya, di website tersebut terdapat logo "Verified". Kedua, jangan sekalipun menginformasikan 16 digit no kartu kredit, cvc, ataupun valid thrue (masa berlaku kartu). Sebab, transaksi online membutuhkan ketiga data tersebut.

Keempat, cenderung lebih konsumtif. Kata beberapa teman, kepemilikan kartu kredit ini cenderung bikin konsumtif. Selain karena e-money yang memang lebih mudah dibandingkan uang cash, juga karena pembayarannya diutangi terlebih dahulu oleh bank. Tapi, ini tidak berlaku ke semua nasabah juga. Ya, itu tadi, tergantung ke masing-masih personal.

Penutup...

Di atas tadi, sudah saya paparkan dari segi pro dan kontranya. Jika saya baca ulang, mungkin memang terkesan menggiring opini pembaca ke arah pro, kali, ya. Tapi, yang jelas, selama bisa bijaksana dalam pengeluaran, maka tidak ada salahnya memiliki kartu kredit.

Jadi, setelah membaca ini, tertarikkah kamu membuka aplikasi kartu kredit? Coba search lebih dalam jika ingin membuat. Pastikan promo yang ada antar bank menjadi pertimbanganmu juga. Oh, ya, sebelum apply, coba pertimbangkan lagi antara income dan pengeluaran yang bakal keluar setelah 'pintu konsumtif'-mu terbit.



Salam hangat,


dari Surabaya
❤❤❤

Credit pic: genanalytics.co.uk