Pernah gak sih, kamu menilai dirimu adalah seorang yang terbuka, tapi orang lain menilaimu sebaliknya?
Kamu Itu Introvert, Ya, Mbak?
Kamu Itu Introvert, Ya, Mbak?
Beberapa waktu lalu, pernyataan seorang teman kos yang mengatakan bahwa saya adalah seorang introvert, membuat saya bertanya-tanya ulang. Saya merasa senang dengan keramaian, walaupun lebih menyukai me time menikmati pantai sepi. Saya senang bertemu dengan orang baru, tapi saya seringkali gocik ketika bertemu dengan lawan jenis.

Jadi, saya iseng mencoba kuis di beberapa website dan beberapa hasilnya adalah introvert. Agak mengherankan bagi saya yang menyangka bahwa saya adalah mutlak ekstrovert. Lol!

Bagaimana Introvert di Mata Para Website?

Hasil tes di vonvon.com adalah salah satu yang menyebutkan saya adalah seorang yang introvert : "Introvert itu bukan pemalu!"
Am I introvert?
Am I introvert?
Pada dasarnya sifat introvertmu lebih dominan! Sebagai introvert, kamu bukannya pemalu, tapi lebih tepatnya kurang bisa menyampaikan perasaanmu ke orang lain! Biasanya hal ini terjadi karena kamu banyak berpikir dan khawatir mengenai apa yang harus kamu katakan, dan kamu pun memiliki pola pikir yang sangat dalam.  
Sisi ekstrovertmu yang 30% itu sangat berguna pada saat kamu sedang bersama temanmu yang tidak bisa mengambil keputusan. Kamu dapat memberi mereka arahan! Biasanya kamu lebih senang mengikuti keputusan orang lain tapi pada saat tidak ada yang mengambil keputusan, kamulah yang langsung menjadi pemimpin~

Hasil tes di gogirlmagz.com juga mengatakan hal yang sama tentang saya: "Introvert itu penuh dengan konsentrasi"
Kalo kamu nggak suka ngobrol sama orang yang baru dikenal, kamu bisa dibilang orang yang introvert, lho. Orang-orang introvert rata-rata punya sifat tertutup dan cenderung pemalu. Tapi jangan salah, orang dengan tipe introvert ini dikenal jago banget buat fokus akan suatu hal alias penuh dengan konsentrasi, jadi orang introvert ini nggak gampang buat ke-distract sama hal-hal yang menurutnya nggak penting. Meskipun agak susah buat memulai percakapan lebih dulu dan cenderung struggling to communicate kalo lagi ngumpul sama komunitas baru, si introvert akan bisa berubah jadi rame kalo mereka udah ngerasa super nyaman sama orang-orang yang ada di dalam lingkup pertemanannya. 

Saya juga menggunakan tes di website danpink.com dengan hasil yang berbeda: "Ambivert, bukan introvert bukan ekstrovert"
Kamu adalah seorang yang ambivert. Itu berarti kamu bukanlah orang yang introvert ataupun ekstrovert. Penelitian terbaru dari Adam Grant, the University of Pennsylvania's Wharton School of Management, menemukan bahwa seorang ambivert adalah penjual yang hebat. Mereka tahu kapan harus mendorong dan kapan harus menahan diri, kapan harus berbicara dan kapan harus diam.

Sebenarnya, mencoba tes semacam ini tidak bisa membuktikan 100% mengenai kepribadian saya. Menurut saya, tes semacam ini adalah salah satu metode untuk memahami diri sendiri. Jika memang penilaiannya seperti itu, saya bisa lebih memahami tentang kekurangan dan mencoba untuk memperbaiki di sisi lain.

Mungkin, dengan mengetahui bahwa hasil tes saya mayoritas adalah introvert, saya harus lebih belajar bersosialisasi dengan orang lain. Mencoba membuat guyonan itu tidak mudah, tapi saya harus mulai melakukannya. Atau mungkin mulai belajar berkumpul dengan orang baru tanpa takut dengan lawan jenis. Mulai menikmati keramaian yang sebenarnya sedikit membuat saya "Ugh, it's crowded enough!".

Tips untuk Introvert!

Di sini, saya juga berbagi tips bagi introvert yang saya ambil dari alodokter.com. Berharap ini juga menjadi masukan berharga bagi saya. Bruh!
Mulailah menulis!
Mulailah menulis!
  • Menulislah tentang hal-hal yang menarik bagimu, mungkin topiknya tidak harus tentang diri sendiri. Atau juga bisa menggunakan jaringan sosial untuk membangun hubungan yang kuat dengan orang lain. Kegiatan semacam ini akan meningkatkan kekuatan diri.
  • Cobalah untuk mendalami suatu hal hingga kamu menjadi ahli dalam bidang tersebut. Lanjutkan dengan menuliskannya dan berbagi pengetahuan tersebut kepada orang lain dengan bidang yang sama.
  • Upayakan untuk melakukan percakapan kecil dengan beberapa orang.
  • Lakukan interaksi sederhana, seperti menyapa orang dengan kontak mata yang baik.
  • Kamu juga bisa belajar public speaking, berbicaralah di depan banyak orang. Hal ini merupakan penyaluran energi yang sangat efisien bagi seorang introvert.
  • Sesekali luangkan waktu untuk diri sendiri. Kegiatan ini berguna sebagai upaya menyegarkan diri dari kepenatan.
Dari tes itu, saya jadi berpikir ulang tentang hal-hal yang memang kurang saya sukai. Seperti, saya memang lebih menyukai menonton di bioskop sendiri. Saya kurang suka mengunggah foto diri di sosial media. Saya sangat jarang memproklamirkan relationship di sosial media. Saya lebih suka bekerja dengan ketenangan. Ah, okai.

Kamu, di kepribadian apakah kamu sekarang?

***


Credit to:
http://weheartit.com/daydreaminsparkle
http://daydreaminsparkle.tumblr.com/post/161123696423/ingelnook-weheartit

People Learn from...
People Learn from...
Katanya, hidup itu tentang belajar.
Belajar arti kata hidup.
Belajar tentang bagaimana bertahan hidup.

Aku, saat inipun begitu. Belajar dari kehidupan yang lalu. Dari kesalahan. Walaupun mungkin tentu saja banyak kesalahan yang masih kuulang berkali-kali.

Tentang kesalahan, beberapa hal rasanya bisa saja aku maafkan dengan mudah. Lainnya, terkikis ego dan tetap tertanam dengan baik. Belum berubah.

Ketika kembali melihat untaian kesalahan masa lalu, rasanya ingin mengulang. Mengatakan penyesalan, namun percuma.

Jika seandainya bisa terulang, tentu manusia, termasuk aku tak akan ada kesalahan. Hidup penuh kebenaran. Datar, namun sangat teratur. Aku tak begitu.

Tentang beberapa kesalahan yang hingga kini kusesali, bukan karena mengenalnya. Tapi tentang kesalahan bersikapku padanya. Aku tak dapat mengulang.

Berpijak pada kakiku sekarang dan siap mengatakan dengan rendah, "Aku masih berharap".

Kini aku tahu arti tentang belajar dari kehidupan. Lewatnya, aku belajar banyak. Tentang hidup, penyesalan, dan arti kebijaksanaan.

Semoga Tuhan lewatkan segala harap dalam angin yang berhembus malam ini. Amin.



---

Credit: Alanis Nicole
Siapa yang tidak mengenal Gunung Bromo?

Gunung ini masih aktif dan berada di empat wilayah kabupaten, salah satunya Kabupaten Probolinggo, loh. Ketinggiannya sekitar 2.329 meter di atas permukaan laut dan masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. But, wait! Saya sedang tak ingin menceritakan gunungnya!

Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies: Yang Lain dari Kawasan Gunung Bromo
Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies: Yang Lain dari Kawasan Gunung Bromo
Menurut saya, menariknya gunung ini bukan saja dari kawahnya belaka. Tapi, cuy, banyak sekali sudut dari kawasan Bromo yang mencuri pandangan. Seperti halnya kawasan bukit teletubbies, savana, dan pasir berbisiknya. Asyik sebagai latar belakang untuk fotografi, asyik pula untuk memanjakan mata.

Jadi, kali ini, saya ingin membahas bukan dari segi gunung Bromo, tapi lebih ke objek lain yang iconic di kawasan ini. Kamu, jika sedang ke Bromo, ada baiknya untuk menyewa jeep atau menggunakan sepeda motor. Lebih kerasa 'hidup' dengan dua kendaraan ini, cuy!

Lautan Pasir aka Pasir Berbisik

Saat menuliskan ini, saya baru tahu jika lokasi ini pernah dijadikan lokasi film dengan judul "Pasir Berbisik" di tahun 2001. Lol! Kabarnya, asal muasal dari julukan ini karena pasir-pasir tersebut seakan berbisik ketika beterbangan terbawa angin. Can you whisper my future husband, please?

Pasir Berbisik, Kawasan Gunung Bromo
Pasir Berbisik
Berkendara di lokasi ini dengan sepeda motor perlu kehati-hatian yang tinggi. Salah-salah, motor bisa terperosok dan terjatuh. Apalagi jika motormu bukanlah motor khusus daerah berpasir. Cyin, cocok banget, lah, buat yang lagi modus! Haha.

Sepanjang mata memandang, saya seringkali berpikir, "Jika tiba-tiba motor mati dan hujan mendadak, ini adalah hari terburuk saya!" Serius, tidak ada perumahan penduduk dan mungkin jika saya terjebak saat sepi-sepinya, I don't know what will I do. 

Di lautan berbisik ini, juga terlihat aliran magma yang telah mengering serta tempat peribadatan. Yap, kawasan Bromo memang terkesan kental agama Hindunya.
Pura Poten Bromo milik Suku Tengger, Kawasan Gunung Bromo
Pura Poten Bromo milik Suku Tengger
Suku Tengger merupakan pemeluk agama Hindu lama dan tidak seperti pemeluk agama Hindu umumnya yang memiliki candi atau kuil sebagai tempat peribadatan. Mereka mempunyai satu pura, yaitu Pura Poten Bromo yang berada di lautan pasir Gunung Bromo. Hingga kini mereka yang mengaku sebagai Suku Tengger meyakini sebagai keturunan langsung dari pengikut Kerajaan Majapahit. - [1]

Aliran magma di lautan pasir, Kawasan Gunung Bromo
Aliran magma di lautan pasir

Savana dan Bukit Teletubbies

Kamu penikmat hehijauan? Maka datanglah ke mari. Sepanjang saya jalan-jalan, belum ada yang mengalahkan hijaunya savana dan bukit Teletubbies. Ah, mungkin jalan-jalan saya saja yang kurang jauh, ya. Haha.

Savana dan Bukit Teletubbies, Kawasan Gunung Bromo
Savana dan Bukit Teletubbies
Nama Bukit Teletubbies sendiri berasal karena kemiripan bukit ini dengan bukit di serial anak Teletubbies. Please, jangan bilang kamu gak tau! Yah, memang ada kemiripan, sih, cuma kurang rumah tubbies aja. Hehe.

Di sini, pengunjung bisa juga memarkirkan kendaraan mereka dan menjelajah savana dengan kuda. Beberapa kuda dengan variasi warna memang 'terparkir' menunggu pengunjung. Bagi yang lapar, juga bisa memesan bakso atau makanan lain di gubuk kecil yang nampak dibangun dadakan.

nenghepi.com
Salah satu kuda yang siap untuk pengunjung
nenghepi.com
Sendiri aja, Om?
Saya mencoba mencari referensi untuk harga dari jeep dan kuda jika suatu saat kamu berencana ke sini. Saya tidak menggunakan jasa jeep ataupun kuda karena saya adalah warga lokal yang menempuh perjalanan dengan sepeda motor. 

Dari Skycanner.com, menyebutkan bahwa harga sewa mobil jeep hardtop bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu, tergantung jalur rute yang akan ditempuh. Misalnya, untuk rute dari Cemoro Lawang menuju Pananjakan 1-Kawah Bromo-Pasir Berbisik-Savana, dikenakan biaya Rp 575 ribu. Untuk rute yang sama namun dari Wonokriti, dikenakan biaya Rp 525 ribu.

Tapi, rata-rata, kawan saya dikenakan 400 - 500 ribu, tergantung dari negosiasi. Jadi, pintar bernegosiasi sangat diperlukan ketika tawar menawar harga jeep.

Sedangkan, untuk kuda, dikenakan sekitar 50 - 100 ribu tergantung dari jarak yang ditempuh. Namun, jika hanya ingin berfoto, tanpa menaiki kuda, tentu saja tidak ditarik biaya. Yah, asal mampu menahan malu saja kalau dilihatin pemilik kudanya. Hehe.

Buat kamu yang ingin ke Bromo, luangkan waktu lebih banyak dan perlengkapi pula dengan gadget yang mampu mengabadikan gambarmu di sana. Sayang, kan, jauh-jauh cuma bisa menikmati dari mata aja :3 

Oh, saya salut dengan pengunjung yang ke sana. Setidaknya, saya jarang sekali melihat sampah baik sampah basah ataupun sampah plastik. Walaupun adalah kalau cuma beberapa saja. Haha. Tetap jaga kebersihan, ya, Men!

Salam hangat dari warga Probolinggo

***


Credit to :
[1] wisatabromo.com/suku-tengger-bromo/

Hi, June, be Mine!

Hi, my very first day in June.
Thank you for your unpredictable days in 5 months before. Exactly from January to May.

Days were I breath like roller coaster. I was enjoy my journey, but everyday I was still training. Or, if I passed my first level, other level was still same. Still training.

Today, I am officially be a part in this big family. Family that I dream everyday, company that I hope, and I get something that I wrote before.

Allah never sleep. And I trust it.

Surabaya, 02 June 2017