“Orang Makassar semuanya ketika berbicara memang bersemangat seperti itu, mas?” tanya saya pada seorang Makassar, di malam itu.

“Iya, ya, rata-rata seperti itu. Tapi, ya, tidak semuanya juga, kok, Mbak.”

“Kamu egak menggebu gitu? Bukan Makassar asli, ya?”

“Ya, udah sering jalan-jalan ke Jawa, mbak.”

Percakapan kami pada malam itu memang berakhir singkat dan sebatas ‘say hi’, formalitas semata sebagai sesama peserta suatu event. Namun, rasa penasaran saya tentang Makassar, ternyata tak berhenti pada malam itu. Well, di kaca mata saya, penikmat alam dan pejalan waktu memiliki nilai kekerenan tersendiri. Bukan secara fisik, namun bagaimana mereka menyisihkan uang dan waktu untuk melihat luasnya dunia mereka, terlebih Indonesia. Berjalan bukanlah tentang tujuan, namun tentang pembelajaran yang didapat dari setiap perjalanan (dan juga tentang menyisihkan uang :v). So, ayo menyisihkan uang untuk terbang ke Tana Torajaaaaaaaaaaaaaa~

Mengincip Pesona Mistis dan Uniknya Indonesia di Tana Toraja, Makassar

Tana Toraja


Tana Toraja berasal dari kata To Riaja yang berarti orang yang bermukim di atas atau pegunungan. Lokasinya berada di kawasan provinsi Sulawesi Selatan dengan ibukota berada di Makale. Suku Toraja mempertahanakan gaya hidup dan keyakinan Austronesia yang mirip dengan budaya Nias[1]. Hal ini membuat Tana Toraja menjadi salah satu situs warisan budaya yang terdaftar di UNESCO[2].

Jadi, jika UNESCO saja sudah mendaftar daerah ini, kapan kamu akan mendaftarkannya di hati dan itinerary kamu? #gagalgombal

Barisan Rumah Adat “Tongkonan” di Kete Kesu

Mengincip Pesona Mistis dan Uniknya Indonesia di Tana Toraja, Makassar
Barisan Tongkonan di Kete Kesu[6]
Di Kete Kesu, sekitar 4 km di bagian tenggara Rantepao, terdapat barisan rumah tradisional bernama Tongkonan yang terbuat dari tumpukan kayu dengan hiasan ukuran berwarna merah, hitam, putih, dan kuning. Tongkonan mengandung arti ‘tongkon’, yaitu ‘duduk’ dan sangat penting dalam kehidupan spiritual suku Toraja. Saya benar-benar ingin tidak hanya melihatnya bangunan rumah ini, tapi juga masuk ke dalamnya dan mengagumi setiap jengkal bagaimana mereka memaknainya.

Menurut Wikipedia[3], rumah adat di Kete Kesu telah berusia sekitar 300 tahun dan letaknya berhadapan dengan lumbung padi kecil. Terdapat sekitar 6 tongkonan, 12 lumbung padi, dan tanah seremonial yang dihiasi oleh 20 menhir. Tongkonan ini bagaikan museum yang menyimpan benda-benda adat kuno Toraja, seperti ukiran, keramik, patung, dan sebagainya.

Melihat berbagai Kuburan/Makam di Goa Alam, Londa, dan Dinding Bukit, Lemo

Mengincip Pesona Mistis dan Uniknya Indonesia di Tana Toraja, Makassar
Pintu masuk di Goa Londa[7]
Londa terletak di Desa Sendan Uai, Kecamatan Sanggalangi yang berjarak sekitar 7 km sebelah selatan Kota Rantepao. Di sini, terdapat tiga pemakaman, yaitu dari peti mati yang tersimpan di dalam gua, di makam pada batu berukir, atau digantung di tebing. Dari artikel yang saya baca, perbedaan cara pemakaman ini tergantung dari keuangan keluarga. Jadi, bagi yang berkeuangan lumayan tinggi, biasanya menguburkan di makam batu berukir.

Di daerah Lemo juga terdapat pemandangan pemakaman khas suku Toraja. Namun, berbeda dengan Londa, makam tersebut hanya terdapat di dinding bukit dan dipahat berbulan-bulan. Kabarnya, Lemo sudah ada sejak abad ke-16 dan menjadi makam tetua adat bernama Songgi Patalo, sekaligus merupakan kuburan tertua.[4]

Mengincip Pesona Mistis dan Uniknya Indonesia di Tana Toraja, Makassar
Tao tao di dinding bukit[7]

Kedua tempat tersebut tersusun rapi tao tao (patung kayu) dan terletak di dinding luar. Kabarnya, hanya bangsawan yang dapat membuat patung tersebut dengan memenuhi persyaratan adat. Dari beberapa artikel, lokasi ini worth it untuk dikunjungi. Cukup seram, namun bisa menambah wawasan dan melihat secara langsung bagaimana kebudayaan Tana Toraja dari jaman purbakala tetap terjaga.

Batu-Batu Menhir di Bori tidak Boleh Terlewat

Mengincip Pesona Mistis dan Uniknya Indonesia di Tana Toraja, Makassar
Menhir di Kawasan Bori[4]
Di Rante Kalimbuang, kawasan utama di Bori Kalimbuang, Sesean, Toraja Utara, merupakan tempat upaca pemakaman adat atau Rambut Solo’. Upacara ini dilengkapi dengan menhir dan juga upacara adat, Rapason Sapurandanan, yang mengurbankan kerbau minimal 24 ekor. Menurut saya, kawasan ini terbilang cukup hijau dan benar-benar menggambarkan betapa Indonesia itu Bhinneka Tunggal Ika. Proud of us, yo!

Itinerary Perjalanan

Sebenarnya, saya sekarang dalam masa liburan panjang, namun saya merencanakan perjalanan ini sekitar tanggal 2 – 4 September 2016. Jadwal ini tergantung keadaan, sih, mencari promo tiket pesawat termurah dengan estimasi jangka waktu liburan tetap 3 hari 2 malam dan perjalanan Tana Toraja terletak di hari kedua.

Dari rencana perjalanan, saya memilih penerbangan dari Bandara Juanda, Surabaya, pukul 07.10 WIB dan sampai di Bandara Hasanuddin, Makassar, pukul 09.40 WITA. Saya memilih perjalanan pagi dengan harapan sampai di Makassar masih bisa berkeliling dan menghemat budget penginapan (saya berencana tinggal di host family). Dari sini, saya akan mengunjungi beberapa tempat terlebih dahulu, sebelum berangkat ke Tana Toraja.

Mengincip Pesona Mistis dan Uniknya Indonesia di Tana Toraja, Makassar
How I go there
Penerbangan ke Lombok sebelumnya adalah pengalaman pertama saya ‘terbang’ dan sepertinya, saya belum berani memilih maskapai lain. Yay, si hijo Citilink, lah, yang kemarin dan kemungkinan akan menjadi maskapai pilihan (lagi). Entah kenapa, dengan harga yang sesuai kantong backpacker, maskapai ini dapat diperhitungkan karena pelayanan yang ramah, landing halus, dan bagi saya, pantun mereka memberikan kesan tersendiri. Haha.

Berikut rencana itinerary secara lengkap:
Day 1: Surabaya –Makassar – Menuju pusat Kota Makassar – Istana Temalate dan Museum Ballalompoa – Pelabuhan Paotere – Benteng Rotterdam – Pantai Losari – Kembali ke perwakilan Bus Liman – Naik Bus ke Tana Toraja

Day 2: Rantepao – Tana Toraja – Londa – Lemo - Kete Kesu – Bori – Rantepao – Naik bus kembali ke Makassar

Day 3: Tiba di Makassar – Menghabiskan waktu – Bandara

So, happy travelling, everyone! Mari menjelajah Indonesia dengan kebijaksanaan (9 ^ ^)9


Mengincip Pesona Mistis dan Uniknya Indonesia di Tana Toraja, Makassar
Ayo, ke Tana Toraja!!!


***

Reference articles and pictures:
[1]https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tana_Toraja
[2]https://www.twisata.com/objek-wisata-tana-toraja-tempat-wisata-terbaik-di-sulawesi-selatan-indonesia/
[3] https://id.wikipedia.org/wiki/Kete_Kesu
[4] http://www.torajaparadise.com/2014/09/lemo-menyambangi-pekuburan-di-tebing.html
[5] http://diasporaiqbal.blogspot.co.id/2013/03/jelajah-toraja-viii-bori-kalimbuang.html
[6] http://www.portalsolata.com/2014/08/10-hal-unik-yang-hanya-ada-di-toraja.html#!/tcmbck
[7]https://corlena.wordpress.com/village-kampong/lemo-tana-toraja-2/
[8]travel.kompas.com

Referensi itinerary:
http://nurulnoe.com/itinerary-trip-makassar-sulawesi-selatan/
https://winnymarlina.com/2015/12/30/backpacker-ke-makassar-dan-tana-toraja-di-libur-akhir-tahun/
Travelling bukanlah tentang destination, tapi tentang pembelajaran yang kita dapatkan selama perjalanan tersebut.

Saya beberapa kali mendengar kalimat tersebut dari para pejalan yang saya kenal. Saya bukanlah traveller sejati, tapi saya penikmat alam, terutama pantai dan hamparan bintang. Rasanya, romantis, dan tidak terlalu banyak tenaga jika dibandingkan dengan pendaki gunung :v

Jadi, cerita yang saya ingin bagikan kali ini adalah tentang perjalanan menuju Jembatan Cincin di Jatinangor. Di mata saya, jembatan ini bergaya Eropa dan etnik. Terlihat nyentrik jika dibandingkan dengan bangunan lain, yang merupa gedung tinggi dan rumah masyarakat bergaya Indonesia. Dugaan awal saya adalah jembatan ini dibangun sudah berabad-abad, mungkin saat masa penjajahan.

***
Fenomena Jembatan Cincin di Jatinangor yang Bersejarah
Jembatan Cincin Jatinangor

Sedikit Sejarah Jembatan Cincin

Ternyata, benar saja, dari artikel yang saya baca, jembatan ini memang dibangun di masa penjajahan, sekitar tahun 1918. Perusahaan Kereta Api Belanda, bernama Staat Spoorwagen Verenidge Spoorwegbedrijf bermaksud membuat akses jalan untuk menunjang kelancaran dari kegiatan perkebunan karet.

Mungkin, asal kata spur untuk bahasa Jawa dari kereta api, berasal dari kata Spoorwagen atau Spoorwegbedrijf ini, kali, ya. Haha. Dugaan pribadi aja, sih :3

Di masa itu, perusahaan Belanda memanfaatkan jembatan ini sebagai jalur kereta api yang menghubungkan daerah Rancaekek dan Tanjungsari. Kereta api yang melalui jembatan ini dimaksudkan sebagai pembawa hasil dari perkebunan karet di daerah Jawa Barat (Jatinangor ke Bandung). Seiring berjalannya waktu, kereta api juga difungsikan sebagai alat transportasi untuk masyarakat.

Pembangunan jembatan ini tidaklah berjalan mulus. Awalnya, masyarakat sekitar tidak menyetujui adanya projek ini karena ditakutkan merusak daerah sekitar. Namun, pihak Belanda secara paksa mengklaim jembatan tersebut dan akhirnya rakyat memberi ijin bersyarat untuk pembangunannya. Syarat yang diajukan adalah Belanda tidak mengganggu komplek pemakaman yang ada di sekitar jembatan tersebut. Setelah syarat ini disetujui, barulah pihak Belanda memulai projek tersebut.

Fenomena Jembatan Cincin di Jatinangor yang Bersejarah
Kompleks Makam di Sekitar Jembatan Cincin

Fyi, saya baru tahu bahwa komplek makam yang berada di sekitar jembatan tersebut merupakan komplek makam tua. Sebenarnya, tempatnya tidak terlalu berada di bawah jembatan, sih, tapi saya melewati makam tersebut sebelum akhirnya sampai di jembatan.

Di tahun 1942, bangsa Jepang mulai menduduki Indonesia dan mengambil alih fungsi dari Jembatan Cincin. Tiang dan besi tua sebagai landasan rel dibongkar dan dibawa paksa oleh pihak Jepang dan fungsi jembatan tidak lagi sebagai lintasan kereta api.

Pembangunan Jembatan Cincin di tahun 1918 oleh Belanda dimaksudkan sebagai jalur kereta api untuk memperlancar pendistribusian hasil dari kebun karet di Jatinangor ke Bandung. Namun, di tahun 1942, pihak Jepang membongkar rel kereta api dan menonaktifkan akses kereta api di sana.

Fenomena Mitos yang Masih Berkembang

Selain keindahan bangunanannya, Jembatan Cincin juga menyimpan kisah mistis. Diceritakan bahwa masyarakat sekitar sering melihat sosok wanita berbaju merah dan suka terbang melayang di jembatan tesebut dengan tawa bernada tinggi. Cerita lain mengisahkan bahwa ada wanita yang pernah mengakhiri hidup dengan melompat dari jembatan. Artikel lain juga menceritakan tentang sosok Mbah Jambrong, yang semasa hidupnya, menjadi orang yang disegani karena agama dan kewibawaannya.

Jembatan Cincin Sekarang

Sejauh mata memandang, menurut saya pribadi, jembatan ini terlihat masih cukup baik. Sekarang, jembatan ini lebih difungsikan warga dan mahasiswa kos di sekitarnya sebagai akses jalan yang menghubungkan daerah Cikuda dengan Universitas Padjajaran. Dari atas jembatan, saya dapat melihat kompleks makam (yang saya ceritakan di atas), pegunungan, terasiring, komplek rumah warga, ataupun beberapa fakultas di Universitas Padjajaran - Jatinangor. Sayangnya, saya juga dapat melihat tumpukan sampah di bawah jembatan :"(


Fenomena Jembatan Cincin di Jatinangor yang Bersejarah
Jembatan Cincin yang Mengintip
Fenomena Jembatan Cincin di Jatinangor yang Bersejarah
Menuju Jembatan Cincin di Atas Sana :v
Fenomena Jembatan Cincin di Jatinangor yang Bersejarah
What I saw there
Fenomena Jembatan Cincin di Jatinangor yang Bersejarah
Duh, Sampahnya!
Sebenarnya, akses jalan ke Jembatan Cincin tidak perlu seribet bagaimana saya ke sana, sih. Tapi, saya bersyukur, panitia IES 2015 melewatkan kami ke sawah, gunung, dan sungai. It was unforgettable moment that I have.
***

Penasaran ingin bertemu Jembatan Cincin secara langsung? Sok, neng akang, mampir ke Jembatan Cincin di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Honestly, saya ketagihan kembali ke daerah Sumedang ataupun Bandung karena mereka memanggil saya dengan sebutan 'neng'. Psst, itu alasan mengapa saya memberi nama blog ini dengan tambahan 'neng' XD. Lol.


Fenomena Jembatan Cincin di Jatinangor yang Bersejarah
Salam Lestari dari Neng Geulis dan Akang :v

Nb : saya sering kesulitan ketika menyebutkan nama daerah di Sumedang yang menggunakan kata 'Ci' dan akhiran 'euy' -__-"



Reference :
http://www.wisatamistis.com/2012/09/expedisi-jembatan-cincin-dan-salah-satu.html
http://citizenmagz.com/?p=3683
Mengadu Adrenalin dengan Bungee  jumping di Pantai Seminyak – Kuta Bali
Bungee Jumping di Pantai Seminyak [1]
Sudah pernah ke Pulau Bali? Tanah Dewata yang selalu ingin kembali dikunjungi...

Berbicara soal Pulau Bali, selama ini wisatawan datang ke pulau ini untuk menikmati keindahan pantai dan menikmati suasana pedesaan yang berciri khas. Selain itu, juga untuk mengagumi budaya Bali yang unik dan masih lestari serta terasa asing bagi wisatawan mancanegara. Well, mungkin, liburan semacam ini terdengar seragam dan kurang tantangan bagi wisatawan yang menginginkan sesuatu yang lain.

Dengan makin meningkatnya wisatawan yang berkunjung ke Bali, pengelola wisata mulai berpikir kreatif untuk memanfaatkan kunjungan dengan memberikan nuansa wisata yang baru dengan alam Bali sebagai latar belakangnya. Nah, untuk Anda, penyuka kegiatan adrenalin, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan di pulau yang memiliki ratusan pulau cantik ini. Salah satunya adalah berbungee jumping di Pantai Seminyak dengan latar belakang Samudera Hindia yang menawan :D

Sekilas tentang Pantai Seminyak

Pantai Seminyak atau dikenal juga dengan nama Pantai Dhyanapura ini berada di Desa Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Menurut artikel lain, nama Dhyanapura dikarenakan letaknya di ujung jalan Dhyanapura dan dekat dengan Pantai Kuta. Pantai yang menyuguhkan romantisme pasir putih berpadu dengan keindahan matahari terbenam. That's so romantic for meh, apalagi ditemenin kesayangan, ya~

Mengadu Adrenalin dengan Bungee  jumping di Pantai Seminyak – Kuta Bali
Romantisme Pantai Seminyak - Kuta Bali. Kamu dan Pantai sama-sama candu :)

Oh, ya, nilai lebih dari pantai ini adalah fasilitas wisatanya yang lengkap dan modern. Jadi, pengunjung dapat mengeksplore pantai ini lebih jauh lagi. Fasilitas tersebut antara lain hotel dan penginapan dengan berbagai kelas, spa/salon, restoran/bar, toko dan tempat penukaran uang. Nah, untuk mempermudah booking hotel, Anda bisa menggunakan situs travel online seperti traveloka. Pengalaman saya menggunakan situs ini, benar-benar memuaskan karena customer service-nya yang ramah dan ada beberapa diskon untuk pemesanan melalui aplikasi.

Uji Keberanian dengan Bungee Jumping. Berani?

Di sana, terdapat wahana bungee jumping dengan ketinggian 45 meter dan berada di atas kolam renang. Ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menguji nyali dan tentunya tidak phobia ketinggian, ya. 

Btw, tradisi melompat dari tempat ketinggian ini berasal dari suku Maori di Selandia Baru untuk menguji nyali para pemuda dengan meminta mereka melompat dari pohon ke kolam.

Wahana yang dibuka mulai pukul 12 siang hingga pukul 8 malam ini telah terjamin keselamatannya dan hanya ditujukan bagi mereka yang memiliki keberanian serta tidak mempunyai riwayat penyakit berat yang ditunjukkan dengan penandatanganan dokumen sebelum melakukan lompatan. Setiap orang akan dikenakan biaya Rp 400.000,00 hingga Rp 500.000,00 di mana biaya tersebut sudah termasuk pajak, asuransi, kaos, sertifikat bahkan sarana antar jemput ke hotel anda. 

Salah satu operator penyedia wahana mengatakan peralatan bungee yang digunakan diimpor langsung dari Australia untuk menjamin kekuatan tali dan menjadikan keamanan peserta prioritas utama. Untuk menaiki menara ini tidak lagi menggunakan tangga tetapi menggunakan elevator yang tersedia sehingga dapat menghemat tenaga peserta dan mengurangi kegugupan bagi pemula. Karena biasanya kegugupan itu dimulai ketika menaiki menara lompat.

Pilihlah Waktu Melompat yang Pas di Hati, Kalau Saya, sih...

Anda dapat memilih waktu melompat yaitu siang, sore, ataupun malam hari di mana sensasinya pun berbeda-beda. Peserta yang melompat di siang hari dapat mengabadikan lompatan keberaniannya dengan lighting (bantuan sinar matahari) yang bisa jadi lebih bagus. Sedangkan bagi yang memilih melompat di malam hari karena ingin merasakan melompat di dalam kegelapan yang memberikan sensasi berbeda. Kalau saya, sih, mungkin akan memilih sore hari sekalian lihat sunset yang bikin baper seketika XD.

Sekilas Prosedur Keselamatan yang Perlu Diperhatikan

Setiap pengunjung diharuskan menandatangani surat pernyataan dan membayar biayanya. Selanjutnya, peserta dipersilahkan menaiki menara di mana perlengkapan pengaman akan dipasangkan oleh petugas di atas menara. Sedikit briefing singkat akan diberikan oleh petugas untuk mengajarkan lompatan yang tepat dan sensasi melayang di udara yang aman yaitu melompat harus dengan kepala terlebih dahulu.

Mengadu Adrenalin dengan Bungee  jumping di Pantai Seminyak – Kuta Bali
Bungee Jumping dengan Latar Belakang Pantai Seminyak. Awww!

Melompatlah dengan posisi kepala terlebih dahulu. Tujuan melompat dengan kepala terlebih dahulu adalah agar ketika tubuh anda berada di udara tubuh tidak mengayun-ayun ke sana ke mari yang dikhawatirkan akan terbentur. Di sini peserta dapat berteriak bebas sejalan dengan tubuh mereka terayun di udara.

Buatlah gerakan melambat dan teratur, barulah peserta dengan posisi kepala di bawah dapat menikmati keindahan Pantai Seminyak dengan lautnya yang biru dan pasir putih serta hijaunya pepohonan yang tegak kokoh di tepi pantai.

Seketika rasa takut lenyap ketika teriakan sudah membahana dan gerakan tali mulai stabil. Saya membayangkan, di saat itu, wajah-wajah lepas dan bahagia terpancar dari peserta karena telah berhasil menaklukkan rasa takut dan penasaran mereka dengan kegiatan yang dianggap berbahaya bagi sebagian orang.

Latar Pantai Seminyak pasti membantu para peserta menjadi lebih rileks dan tenang setelah melakukan lompatan. Menurut sebagian peserta, lompatan pertama membuat mereka ingin mencoba lompatan berikutnya di tempat yang lebih tinggi. Seperti kecanduan adrenalin yang harus diluapkan di lompatan selanjutnya.

***

Dan kalau saya diberi kesempatan untuk melakukan bungee jumping...
Mungkin, saya lebih memilih untuk menikmatinya via video yang diputar secara 4D :") Saya takut ketinggian dan ini belum hilang, walaupun sudah saya latih :") .Well, bungee jumping juga masuk dalam list kegiatan yang harus saya lakukan, sih, jadi Pantai Seminyak ini bisa jadi menjadi tempat pertama saya melakukannya.

Dan saya akan berteriak, "Skripsiiiiii ndang kelaaaarooooo". Kalau kamu, akan berteriak apa :p?


Source pict :
[1] baliguestinformation.wordpress.com/2016/04/29/fantastic-activities-in-seminyak/
[2] indonesianinfo.com
[3] plesiryuk.com
3 Game Lokal yang Populer di Kalangan Pengguna Android

Halo halo. Tak terasa, ya, bulan Ramadhan akan segera berakhir. Rasanya, baru kemarin bulan puasa mulai dan sekarang sudah menjelang libur lebaran. Oh, ngomong-ngomong tentang libur lebaran, sudah sampai mana, nih, persiapannya? Sudah siap tiket kereta api? Sudah siap buku bacaan untuk dibaca selama perjalanan? Atau, kamu tipe orang yang suka menghabiskan waktu perjalanan dengan bermain game?

Saya sendiri adalah tipe yang menghabiskan perjalanan dengan buku dan game :D . Di sini, saya akan membahas 3 game buatan anak negeri yang recommended untuk kamu, para pengguna android. Tak kalah jika dibandingkan dengan game buatan luar, loh.

***

Berbicara soal android, sejak menjadi sistem operasi terpopuler di dunia, kita bebas mengunduh ribuan aplikasi gratis dari Play Store. Fasilitas inilah yang membuat android mampu mengungguli pesaingnya hingga saat ini. Di samping itu, android juga membuka kesempatan baru bagi generasi muda di tanah air untuk berkompetisi di bidang teknologi.

Kembali lagi tentang game yang akan saya bahas. Pasti asyik rasanya bila kita bisa memainkan game keren dengan menggunakan HP canggih, seperti HP Oppo. Apalagi kini model dan spesifikasi HP Oppo terbaru mudah diakses melalui MatahariMall. Kita cuma perlu mengakses situsnya dan memilih HP Oppo yang kita inginkan. Kalau sudah punya HP andalan di genggaman tangan, cobalah untuk mengunduh 3 game lokal yang keren berikut ini :

Tahu Bulat

Tahu Bulat | 3 Game Lokal yang Populer di Kalangan Pengguna Android
Tahu Bulat

“Tahu bulat…
Digoreng dadakan, lima ratusan. Gurih-gurih nyoi…”

Fenomena jajanan tahu bulat di Indonesia menginspirasi Own Games untuk membuat game android. Ketika memainkan game ini, kita akan diajak untuk menentukan strategi penjualan tahu bulat yang efektif. Kita harus mengatur komposisi bumbu, bahan dasar, teknik promosi dan masih banyak lagi. Didukung dengan ilustrasi yang lucu dan suara latar khas tukang tahu bulat, game ini pasti sukses bikin kita senyum-senyum sendiri saat memainkannya.

Menurut saya pribadi, pembuat game ini sukses memperkenalkan icon yang berada di Kota Bandung. Jika jeli melihat gambar backgroundnya, terlihat bentuk tempat sampah, bola dunia bertuliskan ‘Indonesia’, dan lampu kota, yang dalam kehidupan nyata, icon tersebut memang ada di Kota Bandung. Salut, euy!

Warung Chain

Warung Chain | 3 Game Lokal yang Populer di Kalangan Pengguna Android
Warung Chain

Satu lagi game menarik bertema makanan yang dikembangkan generasi muda Indonesia. Game yang bernama Warung Chain ini memiliki konsep mirip seperti jual beli makanan di Warteg (warung Tegal). Menu-menu makanan yang ada di game ini juga khas Indonesia banget, loh. Agar bisa naik level dan memperbesar bisnis, kita diajak menjadi pemilik warung yang harus cekatan menyajikan aneka menu makanan. Tertarik untuk memainkan Warung Chain?

Hal menarik dari game ini adalah karakter tokohnya yang unik, background game dengan Monumen Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, dan dari segi penjualnya, sepertinya adalah orang Bandung :3

Tebak Gambar

Tebak Gambar | 3 Game Lokal yang Populer di Kalangan Pengguna Android
Tebak Gambar

Buat kita yang gemar bermain dengan kata-kata, Tebak Gambar sudah pasti menjadi pilihan yang tidak boleh dilewatkan. Konsep game-nya, sih, sangat sederhana. Kita diharuskan untuk menebak rangkaian gambar yang membentuk suatu kata atau frasa. Semakin tinggi level permainan, maka semakin sulit pula jawaban yang harus kita tebak.

***

Penilaian saya, ketiga game lokal ini memiliki tampilan yang sangat rapi dan dengan ide sederhana, namun kreatif. Ini sebagai pembuktian bahwa creator dari game android di Indonesia mulai berkembang dan menancapkan kariernya. Terbukti bahwa di Play Store, game Tahu Bulat dan Tebak Kata masuk dalam 3 besar top free mengalahkan Clash of Clans! Uwowww.
Ranking | 3 Game Lokal yang Populer di Kalangan Pengguna Android
Rank of Our Local Games

Dengan HP Oppo berkapasitas besar dari MatahariMall, kita bisa segera mengunduh ketiganya dan mencicipi serunya game bercita rasa lokal tersebut.

Di antara ketiga game ini, menurutmu kira-kira manakah yang paling menarik?

kalau saya, sih, yang ini ....

Di antara ketiga game ini, menurutmu kira-kira manakah yang paling menarik?
Bermain Tahu Bulat di HP Oppo
Rasanya bermain Tahu Bulat di Hp Oppo itu, gurih-gurih nyoi (9^ ^)9...