Seberapa Penting Show Off Pasangan di Sosmed?

Saya seringkali melihat pengguna sosmed mengunggah foto pasangan (belum terikat agama) dalam akun media sosial mereka. Saya, tipe yang (sangat) jarang sekali melakukan itu sejak dulu. Bahkan hampir terbilang tidak ada foto pasangan di akun saya.

Nah, beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan teman yang sepemikiran tentang hal ini. Jadi, mulailah diskusi kami dengan pertanyaan yang gak sengaja keluncur, "Loh, Mbak sudah punya pacar? Kukira kemaring single, Mbak."

Dan kami pun mengalir dengan beberapa pernyataan yang memang kami berdua sepemikiran. Ini saya buat point-point aja kali, ya, biar gampang memilah seberapa orang-orang macam kami menganggap relationship adalah hal yang sangat privasi buat go public sebelum terikat agama.

1. Tidak Sebut Pacar, Bukan Berarti Dia Tidak Spesial


Kami berdua sama-sama tidak menyebut pasangan kami sebagai 'Pacar'. Kami menilai terlalu klise dengan istilah ini dan terlalu 'tua' untuk dalam posisi hubungan pacaran. Yang identik seperti kisah-kisah roman jaman SMA.

Saya pribadi, lebih suka menyebut pasangan saya 'Priaku' atau 'Pasanganku' atau 'Teman Dekatku' atau jika dengan rekan yang sudah tahu, saya lebih suka sebut nama saja. Karena teman dekat menurut saya jauh lebih bermakna, which is walaupun saya punya teman cowok, saya lebih menganggap mereka saudara atau sekedar sebutan 'teman'.

"Aku lebih suka sebut dia yah, 'Temen Deket'. Tapi ini bukan berarti dia gak spesial. Dia sangat spesial. Tapi, kesannya buatku, sudah bukan saatnya lagi untuk pacaran romans yang sedikit-sedikit nyebut kata 'Pacar'. Kita udah dewasa," katanya.

Sampai pernah ada temen yang bilang ke saya, "Kamu kok gak pernah sih ngaku kalau itu pacarmu?"

Dengan santai saya jawab, "Yah, ngapain. Pacar terlalu klise. Temen deket kan kesannya lebih 'deket' gitu maknanya."

2. Tidak Pasang Foto Pasangan, Tapi Sometimes itu Perlu

Kami ternyata sama-sama kurang suka memasang foto pasangan -belum halal- di sosial media. Bisa dihitung berapa kali, atau bahkan tidak ada sama sekali foto pasangan kami di sosmed. Mungkin hanya beberapa kali saja kami menunjukkan inisial bahwa kami memiliki pasangan.

Kenapa?

Karena menurut kami hal tersebut sangat privasi. Lalu, kenapa kami kadang menunjukkan inisial atau gelagat memiliki pasangan. Bukan karena ingin show off untuk pengakuan publik, bukan. Tapi, penjelasan yang kami dapatkan, kami rangkum seperti ini:

"Kadang, menunjukkan kalau kita punya pasangan itu penting. Karena banyak orang mengira kalau aku masih terpuruk. Aku sekarang udah fine dan udah bahagia dengan yang baru. Itu kenapa aku beberapa kali cover lagu yang aku tulis caption untuk 'someone special'."

atau,

"Kadang butuh untuk menunjukkan kalau dia pasangan kita untuk mencegah orang luar mengusik kehidupan kita. Kalau mengusik dengan maksud baik, it's okay. Tapi, kalau maksudnya ingin merusak, itu jadi warning aja."

Ya, semacam begitulah. Show off itu sometimes perlu. Untuk kebutuhan tertentu dan dengan maksud tetap menjaga hubungan. Kalau kata pasangan, dia selalu bilang, "Untuk ke niat yang baik, godaannya akan lebih besar daripada cuma sekedar pacaran aja. Harus kuat internalnya, Hun.".

3. Semakin Banyak Tahu, Godaan Semakin Banyak?

Ini entah mitos atau memang fakta, untuk hal ini saya kurang paham juga. Tapi, menurut yang saya denger, semakin banyak yang tahu, katanya semakin banyak distraksi. Semakin sering digoyahkan dengan apa yang mereka (semacam seperti) tahu tentang kehidupan kami.

Kembali, saya kurang paham untuk point 3 ini, ya, karena saya jarang untuk menceritakan tentang pasangan ke orang banyak. Saya sedikit membatasi diri untuk hal ini. Jadi, pernyataan itu bisa menjadi masukan juga buat hubungan saya, gitu.

---

Well, cukup 3 point itu aja gosipan kami yang ingin saya share. Mungkin, kalau kamu adalah tipe pasangan yang suka mengumumkan suatu relationship, I don't care about it. Sungguh. Aku bukan tipikal orang yang suka untuk men-judge orang lain untuk ini atau bahkan hal lain.

Menurut saya, masing-masing orang punya batasan privasi sendiri. Kalau saya, relationship adalah salah satu privasi -yang saya males banget kalau ada 'orang asing' terlalu mengusik. Kalau itu bukan privasi untuk beberapa orang lainnya, monggo. Saya menghargai keputusan ini. Kan kita bhinneka tunggal ika. Haha.

Sebagai penutup, menurut kalian seberapa sih urgensitas mengunggah kepemilikan relationship -belum halal- di dunia maya? :)

---


Jangan salahkan aku yang begini manjanya padamu, Twins. Kamu, terlalu membuatku menjadi seorang ratu.

Seringkali membuatku terbang, tanpa menjatuhkanku. Membuatku tertawa dan kesal dalam waktu bersamaan.

Aku tak pernah marah padamu lebih dari 10 menit. Aku tak tau apa rahasiamu, hingga kamu bisa selalu melunakkanku kembali.

Katamu, "Ya, kamu begitu itu. Aku udah paham kamu gimananya."

Aku sering malu mendengarmu mengatakannya. Membuatku sepertinya belum mengenalmu begitu dalam, sedangkan kamu, memang begitu banyaknya mengenalku.

Jangan salahkan aku yang begini cemburunya padamu. Aku memang tidak mencemburui semua wanita di sekelilingmu. Aku bukan tipe pengekang, kuakui.

Tapi, kamu memang begitu baik pada semua orang. Aku takut jika di antaranya menganggap kebaikanmu memiliki arti lain. Sedangkan kamu, sudah kumiliki.

Jangan salahkan aku yang seringkali ingin bertemu denganmu. Kamu pembawa suasana yang baik. Entahlah, berbincang denganmu bagai lupa waktu.

Kamu jangan begitu membuatku nyaman, jika tak ingin aku cari setiap harinya. Jangan membuatku ingin segera memilikimu, jika waktu masih menjadi penghalang.

Kamu, bisikkan padaku apa yang membuatmu begitu menenangkanku. Begitu membuatku sangat terlindungi. Dan tanpa basa basi, kamu selalu membuatku merasa sangat ingin dimiliki olehmu.

Terima kasih. Waktu akan menjawab bagaimana doa kita akan berujung. Kamu, membuatku sangat mengerti bagaimana rasanya sangat dipertahankan.

Aku seringkali terharu kalau mengingatnya. Aku yang begini adanya, dengan kamu yang begitu adanya, dapat sama-sama saling belajar hingga kini.

Lagi, tolong jangan salahkan aku jika memang selalu ingin bersamamu. Kamu, mau bersamaku?

Pst, jangan dijawab sekarang, agar aku ada alasan memintamu bertemu kembali denganku!


Regards,

Your half~
Toyota Vellfire meramaikan jajaran mobil mewah di pangsa pasar otomotif Indonesia. Terhitung sudah kurang lebih sepuluh tahun Vellfire dipasarkan di Indonesia. Dan, di tahun 2018 ini, Toyota memperbaharui Vellfire yang kemudian diberi nama Toyota All New Vellfire.

Bukan hanya dari tampilan luarnya saja yang tampak lebih fresh, Toyota Vellfire juga mengalami peningkatan mesin. Di samping itu, Toyota Vellfire masih mengandalkan segala fitur canggih yang disematkan terhadap fasilitas yang ditawarkan mobil MPV kelas atas ini. Untuk mengetahui lebih jauh, simak artikel berikut mengenai spesifikasi mewahnya mobil Toyota Vellfire.

Inilah Spesifikasi Mewahnya Mobil Toyota Vellfire
Inilah Spesifikasi Mewahnya Mobil Toyota Vellfire
Sudah dapat terlihat jelas dari segi eksteriornya jika Toyota Vellfire memang mengedepankan konsep mobil mewah. Aerodinamis dari dimensi mobil ini dibuat memberikannya tampilan yang cantik dan desain pada body samping dengan sedikit lekungan menonjolkan kesan sporty, meskipun tidak terlalu kuat. Di samping itu, Toyota Vellfire berkonsep futuristik sehingga memamerkan sisi modern yang apik, seperti desain dari lampu utama yang menyipit, dan grille bersusun.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mesin di All New Vellfire mengalami sedikit peningkatan. Mesin mobil MPV kelas atas ini berkapasitas 2.500 cc serta berteknologi DOHC Dual VVT-i dengan 4 silinder. Di samping itu, mobil All New Vellfire bisa mencapai 180 Ps per 6.000 rpm power maksimal serta torsi puncak sebesar 23,9 kgm dalam setiap 4.100 rpm. Di sektor pengisian bahan bakar, Toyota Vellfire disematkan teknologi EFI atau Econo Fuel Injection sehingga penggunaan bahan bakar semakin irit.

Toyota Vellfire juga mempunyai desain interior yang tak kalah modern dan mewah dari penampilan luarnya yang artistik. Bukan hanya itu, material yang digunakan pada interiornya merupakan bahan-bahan dengan kualitas yang terbaik demi kenyamanan yang optimal bagi para penumpangnya. Sistem audio untuk sarana hiburan pun mumpuni karena tersedia 17 speaker dengan hasil keluaran suara yang luar biasa serta pemutar DVD dengan layar HD. Fitur lain yang dapat menambah rasa nyaman para penumpangnya ialah sandaran kaki yang tersedia pada kursi.

Selain faktor kenyamanan, dari segi keselamatan dan keamanan berkendara Toyota Vellfire tentu saja nomor satu. Fitur airbag sebanyak 7 buah ditanamkan pada mobil MPV ini sebagai pencegahan ketika terjadi benturan keras. Kemudian, pada rem ditanamkan teknologi Anti-lock Breaking System, EBD, dan BA.

Harga untuk sebuah mobil Toyota Vellfire yakni Rp 1.097.250.000. Dengan segala kemewahan dan fitur-fitur berteknologi canggih yang ditawarkan, Vellfire bisa menjadi pilihan mobil untuk Anda terutama sebagai mobil keluarga.

Toyota Vellfire bisa didapatkan di Dealer Auto2000 terdekat. Untuk mobil-mobil Toyota lain, di Dealer Auto2000 pun tersedia. Informasi mengenai mobil impian Anda bisa dicari di website Dealer Auto2000 auto2000.co.id.

---

Credit pic: google

Kepada Oktober

Halo, Kamu.

Aku ingin membuat tulisan yang sangat klise, sering kali genre semacam ini terbaca, terlalu remahan kue, tapi memang gurih untuk tetap dituliskan. Dan aku tahu kamu tak akan pernah baca. Setidaknya, aku hanya ingin membacanya lagi suatu hari nanti.

Cukup sederhana. Sampai detik ini, aku masih bersyukur Tuhan berikan jalannya untukku bertemu kamu. Aku suka hampir seluruh bagian hidupmu.

Kamu, menghormati orang tuaku, semoga suatu saat kamu bisa pula menganggap mereka sebagai orang tuamu.

Aku tahu kita masih sama-sama belajar tentang agama, tapi aku suka kamu selalu belajar untuk lebih baik.

Aku suka caramu menggandeng tanganku, tidak di semua tempat, tapi di tempat yang kamu tahu aku bakal butuh perlindungan (lol).

Aku suka caramu memberikanku larangan, dengan tidak melupakan hakku untuk berkarya. Kamu seringkali memberiku 'how if' dibanding 'You should'.

Aku suka caramu memandang banyak hal.

Aku kagum dengan caramu melindungi yang lemah.

Aku suka tercengang mengetahui sikapmu ke anak kecil, wanita sepuh, ataupun ke wanita lain.

Kamu sangat menghargai wanita. Aku sangat suka itu.

Aku suka caramu menyelesaikan masalah. Dengan tidak mengunggah atau menampakkan apapun di khalayak umum. Kamu sangat paham bahwa masalah harus diselesaikan berdua dan tak harus orang lain tahu.

Aku suka caramu menahan rasa cemburu. Katamu, "Aku kadang cemburu, tapi ya gimana caranya biar cemburu itu gak bikin salah sangka, kan." Aku kadang malu sendiri.

Aku suka kamu bukan tipe yang melankolis, tapi jujur, kamu romantis POL! Aku sering heran sendiri.

Kamu seringkali bertingkah di luar ekspektasiku. Membuatku seringkali tergelak dengan semua tindakanmu. Spontanitas.

...

Dan see, sampai paragraf ini, banyak yang ingin aku tulis, tapi rasanya terkesan terlalu sangat 'apasih ini'. Haha. Jadi, mungkin kamu akan memaklumi kalau aku seringkali merasa like a princess. Kamu sangat bisa membuatku merasa seperti itu.

Aku sudah cukup mengenalmu. Banyak yang sudah terjadi di antara kita. Dari up and down. Dari nangis sampai ketawa. Dari kehabisan bensin, kehujanan di jalan, crush di jalan, dan masih banyak lagi.

Sudah kukatakan di awal, kan, aku suka denganmu hampir seluruh bagian dari dirimu. Jadi, terima kasih masih tetap ingin belajar bersamaku. Semoga selalu dimudahkan langkah kita.~


Dari Desember, untuk Oktober.
Selamat berjumpa di setiap harinya.