Sebuah Renungan : “Kasian, ya, Gajimu Segitu...“
Sebuah Renungan : “Kasian, ya, Gajimu Segitu...“

( Sebuah Renungan dan Curhat )

Menjadi seorang karyawan dengan pendapatan yang tetap dalam setiap bulannya adalah salah satu cara masyarakat untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Ada yang beruntung memiliki gaji yang lebih dari kebanyakan atau bahkan sebaliknya.

Cerita di bawah ini akan saya mulai dari "bismillah", semoga bisa menjadi pembelajaran bagi saya (dan semoga bagi pembaca) untuk lebih dewasa dalam urusan keduniawian. Singkat cerita, saya pada akhirnya mengetahui gaji seorang karyawan rumah makan, yang ternyata di bawah marginal dan ini berbeda dengan ekspektasi saya. Saya, harus banyak belajar tentang rasa bersyukur ~

Dalam beberapa waktu, saya merasa ingin sekali membantunya atas dasar kasian, tapi di sisi lain, ada perasaan yang masih belum sembuh akibat perbuatannya di masa lampau. Ungkapan "Forgive but not forget" itu kadang ada benarnya.

Dan setelah berpikir dengan kepala dingin, saya mengurungkan niat untuk mencampuri kehidupannya lebih dalam, dengan alasan yang ingin saya paparkan. Semoga ini tertuliskan dengan cukup baik dan pesan positifnya tersampaikan, ya.

1) Gaji Bukan Tolok Ukur Kebahagiaan

Yang harus disadari, sebenarnya tolok ukur sumber kebahagiaan setiap manusia tidak hanya dari gaji. Ada yang terlihat pendapatan di bawah marginal, tapi terlihat sangat bahagia. Itu ada. Kita berhak menentukan sumber kebahagiaan kita, seperti kelengkapan keluarga, badan sehat, hidup berkecukupan, dan lainnya.

Memang uang bisa membeli keduniawian, tapi rasa berkecukupan tidak bisa dipelajari dengan materi. Banyak yang memiliki pendapatan besar, tapi tidak pernah merasa cukup, hidup berantakan, keluarga tidak lengkap, dan lainnya. Namun, ada yang memiliki pendapatan seperti kebanyakan, tapi selalu dipenuhi rasa syukur. Mana yang lebih bahagia?

2) Mendapatkan Karir yang Sesuai dengan Kondisinya

Di usianya sekarang, nominal gaji yang dia dapati sebulan sebanding dengan yang saya dapatkan di usia saya saat itu. Namun, bedanya, saya mendapatkannya dari sangu bulanan orang tua dan berkuliah, sedangkan dia mendapatkannya dari gaji dengan tanggungan lain (yang saya tidak cukup tahu pula).

Pun, saya rasa, setiap dari kita pasti memiliki kesadaran diri untuk menabung dan membeli suatu keinginan. Dengan gaji yang dimiliki sekarang, saya rasa sesuai dengan kondisinya sekarang. Di usia saya saat itu, saya sudah mulai belajar mengatur keuangan, jadi mungkin diapun sudah mulai belajar mengatur keuangan tersebut.

Jadi, saya rasa masih banyak cukup waktu untuk belajar tentang kehidupan. Tidak harus terlalu banyak melangkah untuk mendapatkan yang lebih banyak. Menjadi baik dengan niat menolong orang lain itu memang baik, tapi bagaimanapun, kita tetap berhak menentukan mana yang tetap nyaman di hatimu dan kehidupan diri kita di masa depan, kan :)

3) Hindari Bersimpatik tanpa Solusi Pasti

"Gajimu berapa? Kamu cukup hidup dengan gaji segitu?"

Saya akhirnya memutuskan tidak memulai percakapan dengan kalimat tersebut untuk menghindari dampak buruk setelahnya. Kebayang, gak, kalimat simpatik tersebut bisa saja mengecilkan hati orang lain. Dari yang awalnya merasa berkecupan dan lapang dengan pendapatannya, tiba-tiba menjadi merasa berkekurangan dan tidak nyaman dengan pekerjaannya.

Saya ingin menghindari ini. Memang beberapa orang membuat kalimat 'simpatik' ini menjadi cambuk, tapi untuk beberapa lainnya bisa menjadi tekanan. Kita tidak mengetahui bagaimana dalamnya hati manusia, bukan.

Juga, karena saya memang tidak memiliki link kerja lain. Ataupun jika ada link kerja lain, belum tentu pula sesuai dengan passion yang bersangkutan. Jadi, jika memang tidak ada solusi, ada baiknya mengurungkan diri untuk mengatakannya. Saya berharap, kamu juga memikirkan ini jika ada kerabatmu yang memiliki income di bawahmu.

4) Saya Yakin, Dia Baik-Baik Saja

Sejauh saya melihat dari sosial medianya, dulu, saya rasa dia baik-baik saja dengan itu. Kembali ke point 3, saya tidak ingin mengecilkan pemikirannya dan menyempitkan rasa syukurnya. Sekarang, dengan gaji berapapun, masyarakat memang bisa tampil sewajarnya. Begitu pula dengan saya ataupun dia.

Salah satunya dengan transaksi kredit yang pernah saya tulis sebelumnya di sini. Atau dengan cara menabung, mencari pasangan yang memiliki pendapatan lebih tinggi, atau lainnya. Kita hidup di masa keduniawian dapat dipermudah dengan berbagai cara. Jadi, take it easy, don't over thinking.

---

Sebuah Renungan : “Kasian, ya, Gajimu Segitu...“


Last, kesimpulan yang saya dapatkan setelah membaca dan menulis ulang curhatan saya ini adalah :

1) Jangan tanyakan tentang nominal gaji, jika kamu tidak ada jalan keluar untuk memberinya pekerjaan yang menurutmu lebih baik.

2) Memiliki gaji seperti kebanyakan ataupun di bawah marginal, tidak menutup kemungkinan dapat hidup berkecukupan. Menabung adalah jalan keluar yang baik. Ini benar.

3) Memiliki niat menolong orang lain itu selalu baik, tapi tidak semua niat baik akan berdampak baik di kedua belah pihak. Kamu tidak bisa memaksakan orang lain menerima pertolonganmu dengan reaksi yang kamu inginkan.

4) Perbanyak bersyukur dan jangan terlalu sering membandingkan dengan orang lain. Boleh membandingkan untuk memotivasi dan mengingatkan diri sendiri. You deserve to be the best of you. Jangan karena terlalu sering membandingkan, jadi tambah stress dan kurang bersyukur.

Begitulah. Tulisan ini pada akhirnya saya tulis ulang setelah tulisan sebelumnya masih ada feel yang saya kurang suka ketika membacanya. Semoga pesan baiknya dapat tersampaikan dengan baik, ya. Semoga kita menjadi manusia bijaksana yang tidak pernah berhenti untuk belajar mendewasakan diri setiap harinya.



Salam,


dari Surabaya yang sudah mulai dingin~



Source pict:
[1] https://www.tokopedia.com/anityas/jual-tumblr-tee-t-shirt-kaos-work-hard-stay-humble-in
[2] https://www.etsy.com/sg-en/listing/533917564/work-hard-and-be-nice-t-shirt-tumblr

Halo, My Quarter Life Crisis!


Kamu akan melewati masa quarter life crisis ini dengan baik. Jadi, bersabarlah dan tetaplah berjuang. Jangan overthinking. You never walk alone :)


Bismillah.

Setiap dari kita memiliki masanya sendiri untuk mencapai apa yang diimpikan dan diharapkan. Memiliki satu atau banyak tujuan yang ingin diperjuangkan. Saya pun begitu. Di usia yang sudah tidak lagi muda ini, saya harap tulisan ini dapat kembali mengingatkan betapa usia ini memang sangat berarti :").

Spoiler : tujuan salah satu adanya dari blog ini memang adalah jurnal pribadi, saya harap, jika memang kurang berkenan bisa di skip saja :) . Hehe.

Baiklah, bisa dibilang usia ini adalah "masa" saya like, "Finally dreams come true", mulai dari keluarga, karir, dan asmara. Fase yang harus menyelesaikan tanggung jawab dalam bidang karir dan asmara. Karena memang sudah masanya dan sudah bukan hal tabu membina rumah tangga. 

Begitu pun dengan karir. Di usia yang sudah hampir akhir sebagai persyaratan masuk di perusahaan ini, saya mulai ketar-ketir :"). Pertama, saya berharap mendapatkan pekerjaan yang di masa tua setidaknya ada pegangan hidup dan juga inshaAllah memuliakan keluarga saya. Kedua, saya ingin bekerja di sebuah instansi yang saya sudah list sebagai pekerjaan impian. Entah kenapa, impian menjadi wirausaha masih belum terlalu menggebu XD.

Sekarang, saya berada di fase perkembangan ini:

Masa awal dewasa (early adulthood) : 21-40 th
merupakan masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak. [1]

Tentang Rasa yang Belum Saya Temui Sebelumnya...

Alhamdulillah, saya dipertemukan dengan pria yang dari segi pemikiran, perbuatan, tutur kata, dan lainnya menjadi alasan saya untuk yakin mengatakan, "Yes I will". Saya banyak sekali menuliskan tentangnya, tapi mungkin akan saya paparkan beberapa saja mengapa saya sangat mengasihinya.

Istilah, "Give and Take" itu memang baik dan benar adanya dalam suatu hubungan. Hubungan kami lebih kepada partner hidup, bahkan saya seringkali merasa memiliki kakak kandung ketika bersamanya.

Mas bukan tipe yang selalu menggandeng tangan wanitanya kemanapun, tapi ketika dirasa di tempat yang membuat saya resah, seperti gelap ataupun banyak pria lain, dengan sigap, Mas langsung menggandeng atau merangkul saya. Seraya mengatakan, "Jangan jauh-jauh."

Saya bukan pengingat jalan yang baik, itu kenapa saya selalu mengandalkan GPS. Dan dalam kondisi lelah pun, ketika saya tersesat, Mas selalu menyusul saya. Atau minimal, Mas selalu stay in his gadget buat memantau perjalanan saya.

Mas selalu punya cara memberikan kejutan. Ini tidak bisa saya hitung. Banyak sekali hal-hal ataupun pemberian yang seringkali membuat saya terharu. Aih, jadi rindu :"). Mas memang bisa mengubah suasana menjadi begitu mengesankan.

Saya bukan pembuat jokes yang baik, tapi Mas selalu tertawa atau minimal menanggapi candaan saya. Begitu pula dengan menyanyi ataupun hal yang saya rasa sedikit aneh, tapi Mas masih sabar saja menghadapi saja XD.

Segitu saja secara rangkuman yang hanya sepersekiannya, karena tulisan ini bukan hanya tentang Mas seorang. Biarlah secara detail kami rasakan berdua saja. Dan by the way, kami memang bukan pasangan yang senang mengumbar kemesrahan di sosial media. Hanya beberapa karena kadang ingin saja. Haha.

Dan di usia ini, pencarian saya berakhir padanya. Semoga Mas adalah benar jodoh yang Allah S.W.T. gariskan untuk saya. Bismillah.

Tentang Karir dan Mimpi yang Hampir Padam...

Alhamdulillah, di usia ini, saya diberi kesempatan bekerja di sebuah instansi yang inshaAllah sesuai dengan harapan saya. Stabil, memiliki jenjang karir, pegawai tetap, dan alhamdulillah sesuai dengan yang saya semogakan.

Lagi, memang raihan ini tidak terlepas dari doa orang tua saya setiap harinya. Namun, Mas juga berperan penting bernegosiasi kepada orang tua saya untuk mengijinkan saya mengambil pekerjaan ini. Saya sangat bersyukur memiliki Ayah, Mama, Papa, dan juga si Mas.

Ditambah, dari narasumber terpercaya, di pekerjaan sekarang, kesempatan sangat terbuka lebar untuk melanjutkan jenjang pendidikan lanjut dengan biaya perusahaan. Ya Allah, sebuah impian yang rasanya sudah hampir padam dan kembali menyala.

Oh, ini juga tak lepas dari orang-orang baik sebelumnya yang alhamdulillah mendukung saya untuk mendapatkan posisi ini. Yang begitu antusias ketika mengetahui posisi yang saya lamar ini. Benar tidak menyangka bahwa saya berada bersama orang-orang yang sangat baik.

Dan lagi saya dipertemukan dengan seperjuangan yang juga baik. Memang, rejeki adalah misteri Ilahi. Yang tanpa disangka setiap step-nya memberi kejutan yang baik :"). Pencarian saya, inshaAllah berakhir untuk masalah pekerjaan. InshaAllah.

---

Ngomong-ngomong, saya bukan seorang yang ahli dalam memaparkan bagaimana seharusnya quarter life crisis dapat tertangani dengan "baik-baik saja". Jadi, saya paparkan saja apa yang pada akhirnya mampu saya ambil hikmahnya ketika semua ini sedikit mulai sedikit terlihat cahayanya :).


Apa hikmah dari semuanya?

1) Orang tua adalah support utama. Saya adalah tipe anak yang pantang mengambil apapun tanpa ridho orang tua. Saya sangat menyadari bahwa doa orang tua begitu (teramat dan sangat) penting hingga bisa menembus langit ketujuh. Ini benar, saya beberapa kali merasakannya :").

2) Berbicaralah dan berharaplah yang baik. Kita tidak pernah tahu doa dan perkataan mana yang akan dikabulkan. Seperti, saya dulu berharap bisa S2 ataupun bekerja di sebuah instansi, ternyata alhamdulillah terbuka jalannya. Atau tentang saya ingin mendapatkan pria yang memang bisa memperlakukan saya selayaknya tuan putri (apasih) dan saya mendapatkannya. Barakallahu.

3) Tetap menjadi baik dimanapun, tapi juga jangan lupa waspada. Ketika kita berusaha menjadi baik, inshaAllah semesta akan memberika imbalan yang sama, tanpa kita harus meminta. Manusia baik akan dipertemukan dengan orang baik. Itu pasti. Tapi, yang perlu disadari adalah tidak semua manusia yang dibaiki adalah baik, jadi juga perlu adanya waspada. Hehe.

4) Sawang sinawang itu pasti, tapi jangan lupa bersyukur terhadap apa yang didapatkan. Hidup adalah kompetisi dan saling membandingkan. Tapi, tidak selamanya itu baik. Boleh melangit, tapi jangan lupa untuk menapak di bumi. Jika terus memandang ke atas, lalu kapan bersyukurnya? ^ ^

Sahabat baik saya juga sering mengatakan, "Stop comparing yourself with others. Kita punya jalan sukses kita masing-masing."

Begitulah hidup. Semoga, untuk yang sedang mengalami krisis seperempat abad atau quarter life crisis dapat melewatinya dengan baik. Jangan ragu untuk membagi kendalamu dengan orang terdekat yang memang mendukungmu.

Pst, quarter life saya masih tersisa beberapa bulan lagi :).



Salam dari saya,


yang selalu hangat.
---

Source:
[1] https://rhenniyhanasj.wordpress.com/2014/05/25/fase-fase-perkembangan-manusia/
Tips Menentukan Pilihan pada Spring Bed Comforta
Tips Menentukan Pilihan pada Spring Bed Comforta

Saat ini memang banyak toko yang jual spring bed comforta Jakarta, baik itu toko konvensional ataupun toko online yang menjualnya dari berbagai pedagang atau pengusaha furniture. Salah toko furniture online oscarfurniturestore.com, menjual spring bed comforta dengan harga yang terjangkau pastinya. Namun, ada beberapa hal yang harus diketahui, nih, untuk membeli sebuah spring bed comforta yang terbaik dan berkualitas.

Sebagian orang banyak menilai bahwa merek spring bed Comforta memiliki kualitas terbaik dan banyak diminati oleh para konsumen. Spring bed buatan lokal ini, mampu menyaingi berbagai produk-produk luar negeri yang masuk ke Indonesia. Ternyata, banyak juga, loh, konsumen lebih memilih produk ini daripada produk luar negeri yang harganya lebih mahal.

Terkait harga yang memang relatif lebih murah dari produk luar negeri, spring bed Comforta memiliki kualitas yang hampir sama dengan produk import. Nah, bagi Anda yang ingin membelinya, Anda bisa membeli melalui toko yang jual spring bed comforta Jakarta baik itu online maupun offline.

Tips menentukan spring bed Comforta yang terbaik dan berkualitas:

1. Pilihlah Sesuai Selera Anda
Spring bed Comforta memang menawarkan bermacam pilihan untuk para konsumennya, sehingga setiap konsumen leluasa menentukan pilihannya sesuai selera masing-masing. Misalnya, pada website oscarfurniturestore.com menyediakan beraneka ragam pilihan produk spring bed dan Anda tinggal memilih saja desain mana yang cocok.

2. Tentukan Ukuran Spring Bed
Pilihlah spring bed dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan ruangan Anda, sehingga ruangan tidak terkesan penuh sesak. By the way, setiap ukuran kasur memiliki harga yang berbeda-beda, jadi wajar jika kasur dengan ukuran yang lebih besar memiliki harga lebih mahal.

3. Memahami Komponen yang Terdapat pada Spring Bed
Pemilihan komponen pada spring bed juga penting untuk menjadi pertimbangan juga, loh. Di merk Comforta sendiri terdapat komponen canggih yang didesain untuk kenyamanan tidur Anda. Bagi Anda yang sedang memilih spring bed, Anda bisa langsung menanyakannya tentang komponennya pada penjaga toko yang jual spring bed comforta Jakarta.

4. Pilih Spring Bed yang Bisa Menopang Tulang Belakang
Spring bed Comforta yang berkualitas biasanya terdapat teknologi yang mampu menopang tulang belakang, sehingga akan baik untuk kesehatan si pemakainya. Walaupun harganya agak mahal, akan tetapi kasur tesebut sangat dibutuhkan. Jadi, pilihlah toko yang jual spring bed comforta Jakarta dengan teknologi tersebut.

5. Pilih Spring Bed yang Sesuai dengan Budget Anda
Sebelum membeli, yang tidak boleh lupa adalah memastikan terlebih dahulu budget Anda. Jangan membeli spring bed di luar budget yang Anda siapkan karena akan menyulitkan keuangan kedepannya. Jangan mengikuti hawa nafsu semata, ya, Gengs!

6. Carilah Spring Bed di Toko Furniture Resmi
Sebelum anda membeli spring bed, carilah dulu toko furniture resmi yang terpercaya. Toko Oscar Furniture Store merupakan salah satu toko rekomendasi yang menjual spring bed comforta Jakarta dengan garansi resmi yang terjamin kualitasnya dengan berbagai pilihan produk lengkap sehingga Anda bisa memilih sesuai keinginan anda.

---
Nah, itulah beberapa tips untuk Anda yang akan membeli spring bed dan mencari toko jual spring bed comforta Jakarta berkualitas dan terpercaya. Segera terapkan tips-tips ini untuk menentukan spring bed Comforta yang tepat dan sesuai kriteria keinginan Anda. Sesuaikan pula dengan budget, kenyamanan, dan juga kebutuhan Anda. Memang, spring Bed Comforta selalu berusaha memberikan kenyamanan ekstra dan kualitas tidur yang baik.
Cihuy! BNI Hadirkan Credit Card Mobile 1.0.3
Cihuy! BNI Hadirkan Credit Card Mobile 1.0.3

Hadirnya BNI Credit Card Mobile 1.0.3 merupakan angin segar bagi para pengguna kartu kredit BNI. Pasalnya, selama ini, informasi yang selama ini bisa didapatkan secara terbatas melalui smart mobile cenderung terbatas. Sehingga, selama ini, nasabah cenderung bergantung pada kehadiran call center 1500046.

Beberapa saat lalu, BNI menghadirkan inovasi yang sangat dinanti dan sudah tersedia di play store dan akan segera hadir pula dalam app store. Mbanking yang dikhususkan untuk membuka data kartu kredit. Apa, sih, yang bikin menarik dari fitur ini, kenapa bisa saya begitu girang?

Nah, yuk, sini, saya bisikin banyaknya fitur yang bikin aplikasi BNI Credit Card Mobile 1.0.3 saya rekomendasikan:

1) Kemudahan Apply di Aplikasi

Sebagai pengguna aplikasi baru, maka nasabah diharuskan mendaftar dulu. Gampang banget. Hanya perlu sinyal stabil dan akun sudah siap digunakan. Nasabah hanya perlu mengisi data kartu, pin, otp, email, dan selesai.
Cihuy! BNI Hadirkan Credit Card Mobile 1.0.3
Kemudahan Apply di BNI Credit Card Mobile 1.0.3

2) Kemudahan Melihat Limitasi Kartu Kredit, Tagihan, dan Transaksi yang Akan Tercetak

Biasanya untuk pengecekan limit, nasabah harus sudah terdaftar di smart mobile atau jika belum, nasabah bisa menanyakan ke call center. Sekarang, di halaman awal, nasabah bisa melihat sisa limit kartu kreditnya, nih.

Pengecekan tagihan berjalan ataupun yang sudah tercetak juga tidak perlu lagi dari lembar tagihan atau via call center. Nasabah tinggal buka aplikasinya dan bisa melakukan pengecekan secara rinci. Tampilannya didesain sangat mudah dibaca bagi nasabah, baik dari segi font, background, ataupun penataannya.
Cihuy! BNI Hadirkan Credit Card Mobile 1.0.3
Tampilan Awal

Sekarang, saya break lebih detail terkait fitur yang ada selain di atas. Aplikasi kartu kredit BNI ini memiliki 6 fitur lain yang juga tak kalah memudahkan nasabahnya dan cukup informatif, gitcu.

1) Manage Card - Memudahkan nasabah menambahkan kartu kredit lain yang dimiliki.

2) Product - Memudahkan nasabah mengetahui informasi produk kartu kredit BNI lainnya dan dapat pula mengajukan pendaftaran baru jika berminat melalui aplikasinya langsung.

Cihuy! BNI Hadirkan Credit Card Mobile 1.0.3
Tampilan Ragam Jenis Kartu Kredit BNI


3) Locator - Informasi seputar atm, cabang, dan agen46.
Cihuy! BNI Hadirkan Credit Card Mobile 1.0.3
Tampilan Locator


4) Promo - Mengetahui promo terbaru berdasarkan waktu, kategori, dan kota.

Cihuy! BNI Hadirkan Credit Card Mobile 1.0.3
Tampilan Promo

5) Rereferral - Memungkinkan nasabah mengundang calon nasabah lain dan mendapatkan rewards tambahan.


6) Setting - Pengaturan dasar untuk perubahan data aplikasi, bukan data dari kartu kredit.

Selain fitur di atas, kelebihan dari aplikasi BNI Credit Card Mobile 1.0.3 adalah akan langsung keluar secara otomatis jika kita berpindah aplikasi. Biasanya, ada kan, aplikasi lain yang bisa multi layar, nah, kalau aplikasi ini didesain tidak multi layar. Mungkin, tujuannya untuk keamanan data nasabah, kali, ya.

---

Di bagian panel fitur, ada 2 panel yang masih kosong juga dan kalau prediksi saya, mungkin ke depannya nasabah juga bisa melakukan perubahan cicilan melalui kartu kredit. Atau untuk 1 panelnya lagi, mungkin untuk fitur pemblokiran kartu jika kartu terselip.

Kalau boleh berkhayal, mungkin juga, ke depannya nasabah cukup punya 1 aplikasi BNI saja untuk membuka data kartu debit dan kartu kredit, kali, ya. Asyik aja ngebayangin 1 aplikasi untuk semua transaksi XD.

Sampai paragraf ini, saya berharap ke depannya BNI tetap berinovasi baik dari segi teknologi ataupun bidang lainnya. Penasaran dengan aplikasinya? Ayo, segera download dan daftarkan dirimu sebagai salah satu nasabah BNI. Kuy!


Pst, dapat salam dari Surabaya

yang entah kapan bisa sedingin Malang XD
"Journey from May 2009 and still counting down. People come and go, parents don't, memories don't." - hf
Blogger Perempuan