Lakukan 4 Hal Penting Ini Agar Klakson Mobil Senantiasa Awet

Variasi klakson mobil custom kini sangat digandrungi oleh para pemilik mobil. Penggunaan klakson mobil custom akan menghasilkan bunyi yang lebih nyaring dan mantap. Pemilihan klakson yang tepat, akan mengurangi masalah akibat bunyi klakson yang sulit terdengar ketika berkendara.

Eits, walaupun begitu, bukan berarti kita hanya perlu mengganti klakson mobil tanpa memperhatikan perawatannya, loh. Klakson mobil sama seperti komponen lainnya, butuh perawatan intensif agar kualitasnya selalu baik dan tahan lama. Merawat klakson mobil sebenarnya mudah.

Lakukan saja 4 hal penting ini untuk menjaga kualitas klakson :

Cara Menekan Klakson yang Benar

Menekan klakson harus dilakukan secara mantap. Jangan menekannya setengah-tengah, berulang-ulang kali, bahkan sampai memukulnya. Komponen klakson mobil terdiri dari bagian-bagian yang rentan rusak. Sehingga kita mesti lebih berhati-hati saat menggunakannya.

Menekan klakson mobil setengah-setengah ternyata bisa menimbulkan percikan bunga api pada komponen dalam klakson. Sehingga risiko suara klakson pecah atau mati total jadi semakin besar.

Tempat Terbaik untuk Meletakkan Klakson

Klakson sama seperti komponen kelistrikan lainnya pada mobil. Kita harus menempatkannya secara teliti agar tak mudah terkena air. Kontak langsung dengan air bisa membuat komponen klakson jadi mudah berkarat atau bahkan merusak membran pelindungnya. Jadi, mulut dari rumah keong klakson harus menghadap ke atas agar bunyi yang dihasilkan lebih maksimal dan tak terkontaminasi oleh berbagai gangguan.

Gunakan Klakson Seperlunya

Sebaiknya kita tidak menggunakan klakson secara berlebihan agar kualitas klakson mobil senantiasa terjaga. Kita tentu pernah bertemu dengan orang yang terus-terusan membunyikan klakson ketika macet atau konvoi. Hal sepele ini rupanya sangat berpengaruh terhadap ketahanan klakson. Sebab klakson mobil tentu bisa cepat rusak jika digunakan secara berlebihan.

Memperhatikan penggunaan klakson ini penting banget. Kalau tahu lampu merah, please, berhenti menekan klakson berlebihan. Berisik, euy!

Lakukan 4 Hal Penting Ini Agar Klakson Mobil Senantiasa Awet
Please, jangan nge-klakson!

Membeli Klakson Baru yang Berkualitas

Jika klakson mobil yang lama sudah benar-benar rusak dan sulit dioperasikan, tak ada salahnya bila kita memutuskan membeli klakson baru. Kini MatahariMall punya aneka produk klakson mobil yang berkualitas dan harganya terjangkau. Membeli klakson mobil di MatahariMall akan membuat masalah klakson rusak lekas teratasi.

Sekarang, mari mengakses website MatahariMall dan pilih sendiri klakson mobil yang sesuai dengan kebutuhan kita. Selamat berburu klakson mobil dan aksesori lainnya di toko online andalan kita!

***

Source pic: http://weheartit.com/entry/291748972, /www.shutterstock.com
Beda Lahan
"Meski aku hanya punya 1 cara untuk menyampaikan pemikiran ini dengan cara yang tak pernah kamu perhatikan, aku hanya ingin bermanfaat untuk orang lain. Mungkin, jika bukan untukmu, mungkin untuk mereka."
***

Ini tentang pembicaraan saya dengan seorang teman saban hari. Beliau, seseorang yang sudah saya janjikan tak akan mengatakan namanya ini, menyatakan kekagumannya dengan seseorang yang seringkali memposting tulisan indah di dunia maya.

Saya akui, dunia maya memang salah satu cara people nowadays to share about their mind. Entah itu di Instagram, Twitter, Facebook, atau bahkan di Blogger yang saya rasa sudah mulai berkurang peminatnya.

Em, to be honest, blog memang jarang sekali digunakan oleh kawan di sekitar saya. Jarang ada yang menggunakan, walaupun saya sebenarnya banyak pula menemui blogger eksis yang berseliweran di dunia maya. Bagi saya, mereka yang menulis di blog memiliki nilai plus. Kecuali saya. Lol.

Mungkin, jika saya ingin, sebenarnya saya bisa pula menuliskan perihal panjang lebar di sosial media yang mereka sering gunakan. Berharap pemikiran saya dibaca oleh mereka. Berharap mereka mengetahui bagaimana saya aslinya.

Namun, entah kenapa, saya bukan seorang yang seperti itu. People learn from their history. Saya sedikit ada trauma di masa lalu. Membuat saya lebih nyaman dengan tulisan yang hanya dibaca oleh segelintir orang yang I don't know them that read my stories.

Yang saya tahu, masih ada yang membaca tulisan saya walaupun hanya hitungan jari tangan. Mungkin mereka tersesat. Namun, itu saja sudah membuat saya merasa lega. Pemikiran saya, uneg-uneg saya sudah tersalurkan. I just everyone know about everything that I felt.

Saya memang menyaring tulisan yang akan saya tulis. Tidak semua amarah dan perasaan saya tuliskan. Saya bukanlah saya yang dulu. Semoga sudah tidak lagi seperti dulu. Haha. Intinya, think before posting. Ungkapan itu memang saya terapkan sekarang.

Saya jarang sekali (bahkan hampir tidak pernah) menuliskan tulisan panjang lebar berbau pemikiran positif di sosial media. Yang katanya, "She always write everything that make me proud of her." Dan saya mungkin ingin pula di posisi itu. Mampu bermanfaat dan menenangkan dari tulisan yang saya bagikan.

Namun, kembali, saya bukan orang yang seperti itu.

Saya semacam ketakutan jika orang lain yang saya kenal membaca pemikiran saya. Takut mereka tidak setuju. Takut apa yang saya pikirkan bukanlah apa yang mereka harap ingin dibaca. Takut menyakiti salah satu pihak. Takut terlalu kritis. Dan ketakutan lain yang akhirnya, "Oke, I will keep my mind in my secret world."

Dan inilah my secret world. Blog. Tempat dimana hanya orang-orang tersasar yang mau membaca pemikiranmu. Tempat mereka yang kelebihan waktu dan senggang. Mereka yang mungkin peduli dengan rating tulisanmu. Entahlah.

Beda Lahan
Saya hanya memiliki lahan berbeda dengan seseorang yang beliau kagumi. Mungkin, lahan yang baginya bermanfaat adalah di sosial media yang populer tersebut. Sedangkan, saya belum menuju ke lahannya. Mungkin, tak akan pernah.

Banyak sekali ketakutan yang selalu menari-nari indah ketika akan mengutarakan sesuatu. People learn from their history. Entah kapan ketakutan ini akan hilang. Lol.

Kamu, pernah mengalami pula? Mungkin, secara tak sadar kamu pun pernah. Semacam, kamu memang harus memiliki lahan yang memang hanya ada kamu dan mereka yang kamu 'harapkan'. Hanya ingin melepas penat (walaupun masih dalam koridor). Namun, kamu tak tahu harus melepaskannya ke mana.

Mungkin, kamu memilih bernyanyi, menari, melukis, apapun. Itu lahanmu. Yang hanya kamu dan duniamu saja yang memahami. Bukan mereka, bukan beliau. Di sini, lahan saya. Tempat dimana hanya ada saya dan sejatinya saya tanpa ada pemalsuan.

Semacam jurnal yang akan saya jadikan draft pada suatu hari nanti jika mungkin tulisan ini saya rasa sudah tak layak tampil. Semacam pembelajaran bagi saya di masa depan tentang bagaimana saya mencurahkan perasaan di sosial media.

What the heck! Tulisan ini benar-benar tidak berfaedah.

The point is: tidak masalah dimanapun lahan tempatmu merasa menjadi lebih baik. Kamu ataupun aku, perlu itu. Selama berada di koridor yang sewajarnya, selama tak menyalahi aturan Tuhan. You have your own rules. Tak ada yang bisa membatasi ketika berada di dunia milikmu.

Mungkin, itu alasannya manusia diciptakan berpasangan. Untuk saling melengkapi dan berbagi cerita ketika di masa tua. Ketika tak mampu lagi menuliskan kisahnya di laptop. Tak mampu lagi memegang pena untuk sekedar mencoretkan "Hi, diary". Dan saat mata harus mulai memicing lebih tajam untuk sekedar melihat apapun.

Kamu ataupun aku adalah manusia. Dan sejatinya manusia adalah butuh bercerita. Butuh lahan untuk menjadi diri sendiri. Iya, kan?

***

Credit: Maia Aloha vgv1995 

Pernah gak sih, kamu menilai dirimu adalah seorang yang terbuka, tapi orang lain menilaimu sebaliknya?
Kamu Itu Introvert, Ya, Mbak?
Kamu Itu Introvert, Ya, Mbak?
Beberapa waktu lalu, pernyataan seorang teman kos yang mengatakan bahwa saya adalah seorang introvert, membuat saya bertanya-tanya ulang. Saya merasa senang dengan keramaian, walaupun lebih menyukai me time menikmati pantai sepi. Saya senang bertemu dengan orang baru, tapi saya seringkali gocik ketika bertemu dengan lawan jenis.

Jadi, saya iseng mencoba kuis di beberapa website dan beberapa hasilnya adalah introvert. Agak mengherankan bagi saya yang menyangka bahwa saya adalah mutlak ekstrovert. Lol!

Bagaimana Introvert di Mata Para Website?

Hasil tes di vonvon.com adalah salah satu yang menyebutkan saya adalah seorang yang introvert : "Introvert itu bukan pemalu!"
Am I introvert?
Am I introvert?
Pada dasarnya sifat introvertmu lebih dominan! Sebagai introvert, kamu bukannya pemalu, tapi lebih tepatnya kurang bisa menyampaikan perasaanmu ke orang lain! Biasanya hal ini terjadi karena kamu banyak berpikir dan khawatir mengenai apa yang harus kamu katakan, dan kamu pun memiliki pola pikir yang sangat dalam.  
Sisi ekstrovertmu yang 30% itu sangat berguna pada saat kamu sedang bersama temanmu yang tidak bisa mengambil keputusan. Kamu dapat memberi mereka arahan! Biasanya kamu lebih senang mengikuti keputusan orang lain tapi pada saat tidak ada yang mengambil keputusan, kamulah yang langsung menjadi pemimpin~

Hasil tes di gogirlmagz.com juga mengatakan hal yang sama tentang saya: "Introvert itu penuh dengan konsentrasi"
Kalo kamu nggak suka ngobrol sama orang yang baru dikenal, kamu bisa dibilang orang yang introvert, lho. Orang-orang introvert rata-rata punya sifat tertutup dan cenderung pemalu. Tapi jangan salah, orang dengan tipe introvert ini dikenal jago banget buat fokus akan suatu hal alias penuh dengan konsentrasi, jadi orang introvert ini nggak gampang buat ke-distract sama hal-hal yang menurutnya nggak penting. Meskipun agak susah buat memulai percakapan lebih dulu dan cenderung struggling to communicate kalo lagi ngumpul sama komunitas baru, si introvert akan bisa berubah jadi rame kalo mereka udah ngerasa super nyaman sama orang-orang yang ada di dalam lingkup pertemanannya. 

Saya juga menggunakan tes di website danpink.com dengan hasil yang berbeda: "Ambivert, bukan introvert bukan ekstrovert"
Kamu adalah seorang yang ambivert. Itu berarti kamu bukanlah orang yang introvert ataupun ekstrovert. Penelitian terbaru dari Adam Grant, the University of Pennsylvania's Wharton School of Management, menemukan bahwa seorang ambivert adalah penjual yang hebat. Mereka tahu kapan harus mendorong dan kapan harus menahan diri, kapan harus berbicara dan kapan harus diam.

Sebenarnya, mencoba tes semacam ini tidak bisa membuktikan 100% mengenai kepribadian saya. Menurut saya, tes semacam ini adalah salah satu metode untuk memahami diri sendiri. Jika memang penilaiannya seperti itu, saya bisa lebih memahami tentang kekurangan dan mencoba untuk memperbaiki di sisi lain.

Mungkin, dengan mengetahui bahwa hasil tes saya mayoritas adalah introvert, saya harus lebih belajar bersosialisasi dengan orang lain. Mencoba membuat guyonan itu tidak mudah, tapi saya harus mulai melakukannya. Atau mungkin mulai belajar berkumpul dengan orang baru tanpa takut dengan lawan jenis. Mulai menikmati keramaian yang sebenarnya sedikit membuat saya "Ugh, it's crowded enough!".

Tips untuk Introvert!

Di sini, saya juga berbagi tips bagi introvert yang saya ambil dari alodokter.com. Berharap ini juga menjadi masukan berharga bagi saya. Bruh!
Mulailah menulis!
Mulailah menulis!
  • Menulislah tentang hal-hal yang menarik bagimu, mungkin topiknya tidak harus tentang diri sendiri. Atau juga bisa menggunakan jaringan sosial untuk membangun hubungan yang kuat dengan orang lain. Kegiatan semacam ini akan meningkatkan kekuatan diri.
  • Cobalah untuk mendalami suatu hal hingga kamu menjadi ahli dalam bidang tersebut. Lanjutkan dengan menuliskannya dan berbagi pengetahuan tersebut kepada orang lain dengan bidang yang sama.
  • Upayakan untuk melakukan percakapan kecil dengan beberapa orang.
  • Lakukan interaksi sederhana, seperti menyapa orang dengan kontak mata yang baik.
  • Kamu juga bisa belajar public speaking, berbicaralah di depan banyak orang. Hal ini merupakan penyaluran energi yang sangat efisien bagi seorang introvert.
  • Sesekali luangkan waktu untuk diri sendiri. Kegiatan ini berguna sebagai upaya menyegarkan diri dari kepenatan.
Dari tes itu, saya jadi berpikir ulang tentang hal-hal yang memang kurang saya sukai. Seperti, saya memang lebih menyukai menonton di bioskop sendiri. Saya kurang suka mengunggah foto diri di sosial media. Saya sangat jarang memproklamirkan relationship di sosial media. Saya lebih suka bekerja dengan ketenangan. Ah, okai.

Kamu, di kepribadian apakah kamu sekarang?

***


Credit to:
http://weheartit.com/daydreaminsparkle
http://daydreaminsparkle.tumblr.com/post/161123696423/ingelnook-weheartit

People Learn from...
People Learn from...
Katanya, hidup itu tentang belajar.
Belajar arti kata hidup.
Belajar tentang bagaimana bertahan hidup.

Aku, saat inipun begitu. Belajar dari kehidupan yang lalu. Dari kesalahan. Walaupun mungkin tentu saja banyak kesalahan yang masih kuulang berkali-kali.

Tentang kesalahan, beberapa hal rasanya bisa saja aku maafkan dengan mudah. Lainnya, terkikis ego dan tetap tertanam dengan baik. Belum berubah.

Ketika kembali melihat untaian kesalahan masa lalu, rasanya ingin mengulang. Mengatakan penyesalan, namun percuma.

Jika seandainya bisa terulang, tentu manusia, termasuk aku tak akan ada kesalahan. Hidup penuh kebenaran. Datar, namun sangat teratur. Aku tak begitu.

Tentang beberapa kesalahan yang hingga kini kusesali, bukan karena mengenalnya. Tapi tentang kesalahan bersikapku padanya. Aku tak dapat mengulang.

Berpijak pada kakiku sekarang dan siap mengatakan dengan rendah, "Aku masih berharap".

Kini aku tahu arti tentang belajar dari kehidupan. Lewatnya, aku belajar banyak. Tentang hidup, penyesalan, dan arti kebijaksanaan.

Semoga Tuhan lewatkan segala harap dalam angin yang berhembus malam ini. Amin.



---

Credit: Alanis Nicole