Taruna Dra. Zulaeha Ikut Lomba di Surabaya

By Sunday, May 10, 2009 , ,

Malang, Universitas Negeri Malang – Olimpiade Matematika untuk tingkat SD, SMP, dan SMA yang diadakan tanggal 12 Oktober serentak diseluruh daerah di Jawa Timur, telah memasuki tahap berikutnya. Tanggal 1 November 2008, para peserta yang lolos di babak penyisihan bertanding memperebutkan kemenangan di Universitas Negeri Malang.

Sabtu dini hari, tanggal 1 November 2008, rombongan dari Sekolah Taruna Dra. Zulaeha yang lolos berangkat menuju UM, rombongan tersebut adalah peserta beregu dari SMP (Happy, Desi, dan Dipta), peserta beregu dari SMA (Irna, Inani, dan Nabila), peserta perorangan SMA (Made), dan seorang guru pendamping (Ibu Ratna). Mereka telah berkumpul di sekolah sejak pukul 04.30, dini hari.

Perjalanan Malang-Probolinggo memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan non stop. Setibanya di kampus UM, mereka beristirahat sebentar dan langsung melakukan regristrasi pendaftaran. Setiap peserta, mendapat fasilitas berupa pin (bertuliskan olimpiade matetika UM), bulpoint/sticker dari sponsor, dan sertifikat.

Kegiatan pertama adalah class meeting. Dalam kegiatan ini, seluruh peserta baik SD, SMP, dan SMA dikumpulkan dalam sebuah ruangan. Mereka diberi penjelasan tentang tata tertib yang berlaku sepanjang perlombaan.

Class meeting selesai. Para peserta diperbolehkan untuk memasuki ruangan masing-masing dan di setiap ruangnya terdapat 2 panitia yang akan membacakan tata tertib sebelum lomba dimulai.

Pukul 08.30, perlombaan dimulai. Setiap peserta, baik perorangan maupun beregu, mendapat berkas soal yang sama dan dikerjakan secara individu. Untuk SMP, soal terdiri dari 10 soal isian singkat dan 5 soal essai dengan penilaian +1 jika benar (soal isian), +7 jika benar (soal essai), dan tak ada pengurangan nilai jika salah atau kosong. Semua soal tersebut, dikerjakan selama 120 menit.

Pukul 10.30, perlombaan selesai. Para peserta diperbolehkan istirahat sambil menunggu pengumuman peserta yang akan masuk ke babak selanjutnya (diumumkan pukul 13.00). Panitia UM sendiri telah menyiapkan makan siang bagi peserta.

Istirahat yang cukup panjang (sekitar 2 jam) dimanfaatkan oleh peserta untuk berjalan-jalan ke MATOS yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Peraturan MATOS tentang pelarangan siswa berseragam untuk masuk, menyulitkan beberapa siswa yang tak didampingi oleh guru pendampingnya. Untunglah, seorang guru berhasil memberikan penjelasan kepada security dan mereka yang berseragam diperobehkan untuk masuk.

Pukul 13.00, para peserta telah berkumpul di gedung tempat class meeting tadi pagi. Mereka tampak telah siap untuk mendengarkan pengumuman peserta yang masuk ke babak selanjutnya.

“Jangan tegang, Bel,” kata Irna, seorang siswi dari SMA Taruna yang tampak menenangkan temannya.

Ternyata, panitia tak langsung mengumumkan, tapi diawali dengan permainan yang dapat me-rileks-kan pikiran. Ada 2 quis yang disiapkan panitia. Setiap quis-nya dibutuhkan 3 pemain. Tapi, yang berbeda dari quis ini, guru pendampinglah yang memberikan pertanyaan buat para peserta yang berani tampil menjadi pemain.

“Apa kepanjangan Matematika menurutmu?” tanya seorang guru pria yang duduk di bangku paling belakang.

Tiga peserta yang tengah berdiri di atas panggung, terlihat berpikir. Seorang dari mereka mengacungkan tangan dan menjawab.

Makin Terus, Makin Tidak Karuan,” jawabnya.

Gelak tawa penonton terdengar sesaat mendengar jawaban dari peserta olimpiade matematika tersebut dan mengantarkannya mendapat souvenir dari UM. Suasana kembali sunyi, para peserta kembali tegang menanti pengumuman. Pasalnya, MC telah siap untuk membacakan peserta yang masuk ke babak selanjutnya. Seorang peserta perorangan dari SMA Taruna berhasil masuk sebagai peserta final. Sayangnya, 2 peserta lain yang dikirim oleh Taruna tidak masuk kalangan peserta yang lolos semi final. Untuk tanggal 2 November 2008, menurut susunan acara, seluruh peserta SMP dan SMA akan mengikuti babak final. Termasuk peserta perorangan yang berasal dari SMA Taruna dengan nama Made.

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)