Faktor Elastisitas Penawaran

By Thursday, November 19, 2009

1. Jangka Waktu Berproduksi

Pada dasarnya elastis penawaran berhubungan erat dengan jangka waktu memproduksi barang yang bersangkutan. Dalam hal ini kita dapat membedakan antara (1.) penawaran hasil pertanian dan (2.) hasil industri.

Untuk menambah penawaran hasil penawaran diperlukan waktu yang relative panjang,yaitu sejak menanam sampai memetik hasilnya. Diluar persiapan lahan,penambahan hasil sayuran dan palawijan memerlukan waktu sekitar 1-3 bulan. Akan tetapi,untuk menambah hasil tanaman keras seperti kopi,karet,dan buah mangga dierlukan waktu sekurang-kurangnya 3 tahun.

Untuk menambah penawaran hasil industri banyak bergantung pada sarana dan bahan baku yang tersedia. Apabila seluruh sarana produksi yang terpasang telah dipakai secara penuh,penambahan produksi harus menunggu sampai perluasan atau pembukaan pabrik baru siap beroprasi. Hal ini pun membtuhkan waktu yang panjang pula.

Sehubungan dengan hal-hal diatas,elastisitas penawaran hasil industri maupun hasil pertanian cenderung berlaku untuk jangka panjang. Dalam jangka pendek, elastisitas penawaran barang sangat bergantung pada persedian yang tersimpan di gudang.

2. Daya Tahan Penyimpanan

Diantara hasil pertanian ada barang yang tidak tahan lama dalam penyimpanan. Misalnya, buah-buahan, sayuran, dan ikan segar ternyata lekas busuk dan tidak dapat di simpan lama di tempat biasa. Meskipun harganya turun, barang-barang semacam itu sulit sekali di tarik kembali dari pasar. Kalau harga merosot, hasil pertanian lainnya pun sukar ditarik kembali dari pasar untuk disimpan di gudang. Sebab panen berikutnya tidak dapat dihentikan, kalau hasil panen sebelumnya disimpan di gudang, persedian barang akan semakin menumpuk. Sehubungan dengan hal-hal tersebut, penawaran hasil pertanian pada umumnya, khususnya barang-barang yang cepat busuk tidak elastis.

3. Koefisian Elastisitas Penawaran (Es)

Seperti halnya dengan permintaan, di pihak penawaran pun terdapat persoalan elastisitas. Bedanya, cara mengetahui elastisitas penawaran tidak dapat dilihat dari penerimaan total (P x Q), dan kalau dihitung dengan rumus elastisitas akan memberi hasil sebagai berikut:

Es <1>1 berarti elastis

4. Kemudahan Produsen Baru Untuk Memasuki Pasar

Pasar produk-produk tertentu ada yang mudah di masuki oleh produsen baru, ada yang sulit. Kita lihat pasar untuk pisang molen. Ketika orang mulai menyukai pisang molen, harga pisang molen sedikit demi sedikit mulai naik. Hal ini menarik para pedagang lain untuk membuka usaha pisang molen. Mereka dengan mudah dapat membuka usaha tersebut karena tidak begitu banyak membutuhkan modal dan cepat untuk merealisasikannya. Oleh karena itu, jika sebuah pasar memiliki sifat mudah dimasuki oleh prousen baru, maka penawarannya cenderung bersifat lebih elastis.

5. Mobilitas Faktor Produksi

Factor produksi dikatakan memiliki mobilitas tinggi apabila mudah berpindah dari satu tempat ketempat lainnya. Jia factor produksi memiliki mobilitas tinggi, maka produsen dapat menyesuaikan kapasitas produksinya (besarnya produksi) dan penawarannya cenderung bersifat lebih elastis. Beberapa jenis produk memerlukan tenaga-tenaga ahli atau mesin-mesin khusus untuk memproduksinya. Penawaran barang-barang seperti ini cenderung kurang elastis karena tenaga kerja yang berkeahlian tinggi atau peralatan khusus yang canggih agak sulit di peroleh. Sebaliknya, pada produk-produk yang tidak memerlukan tenaga ahli atau mesin-mesin khusus, penawarannya bersifat lebih elastis.

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)