Mengidentifikasi Puisi

By Saturday, December 05, 2009

1. Bagan Struktur Puisi

adalah unsur pembentuk puisi yang dapat diamati secara visual.
Unsur tersebut meliputi bunyi, kata, larik atau baris, bait, dan tipografi yang biasanya merupakan unsur yang tersembunyi di balik apa yang diamati secara visual. Lapis makna adalah unsur yang tersembunyi di balik bangun struktur dan biasanya sulit dipahami.

2. Kata Dalam Puisi

Kata dalam puisi dapat dibedakan, antara lain:
a) Lambang, yakni jika kata-kata itu mengandung makna seperti dalam kamus (makna leksikal) sehingga acuan maknanya tidak merujuk pada berbagai macam kemungkinan lain (makna denotative).
b) Utterance/indice, yakni jika kata-kata mengandung makna sesuai dengan keberadaan dalam konteks pemakaian.
c) Simbol, yakni jika kata-kata mengandung makna ganda (makna konotatif) sehingga untuk memahamainya seseorang harus menafsirkannya (interpretatif) dengan melihat bagaimana hubungan makna kata tersebut dengan makna kata lainnya (analisis konstektual), sekaligus berusaha menemukan fitur semantisnya lewat kaidah proyeksi, mengembalikan kata ataupun bentuk larik (kalimat) ke dalam bentuk yang lebih sederhana lewat pendekatan parafratis.

Lambang dalam puisi mungkin dapat berupa kata tugas, kata dasar, maupun kata bentukan. Adapun symbol dibedakan antara lain:
a) Blank Symbol, yakni jika simbol itu, meskipun acuan maknanya bersifat konotatif, pembaca tidak perlu menafsirkannya karena acuan maknanya bersifat umum, misalnya “tangan panjang”.
b) Natural Symbol, yakni jika simbol itu menggunakan realitas alam, misalnya :hutan kelabu dalam hujan”.
c) Private Symbol, yakni jika simbol itu secara khusus diciptakan dan digunakan pernyairnya, misalnya “aku ini binatang jalang”.

Istilah lainnya adalah pengimajian (yakni penataan kata yang menyebabkan makna-makna abstrak menjadi konkret dan cermat) dan pengiasan (yakni pengimajian dengan menggunakan kata-kata kias sehingga menimbulkan makna yang lebih konkret dan cermat). Kekonkretan dan kecermatan makna kata-kata dalam puisi membuat pembaca lebih mampu mengembangkan daya imajinasinya sekaligus mengembangkan daya kritisnya dalam upaya memahami totalitas makna suatu puisi.

Nb: Agar mampu mengapresiasi puisi dengan baik, pembaca tidak cukup menghafal konsep-konsep di atas, tetapi juga harus terampil mengidentifikasi ragam kata dalam puisi, terampil menentukan makna katanya, dan terampil menghubungkan makna kata yang satu dengan yang lainnya.

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)