Untuk 'Inisial' di Papan Puzzle-ku #3

By Saturday, December 15, 2012



Hei, kamu, makhluk Tuhan yang indah dan bersuara merdu.

Masih betah berdiam diri? Kita sama, kawan. Aku diam, kamu diam. Dan kita akan terus saja terdiam hingga 'dia' ataupun kita pergi. Mungkin, pergi dan tak akan kembali. Tidak berlebih seperti itu, mungkin. Tapi, aku yakin hatimu akan bergejolak ketika kita membahasnya nanti.

Kamu, untuk inisial yang ada di kepingan puzzle-ku.

Apa kamu yakin bahwa dia akan terus sendiri hingga keberanianmu datang menghampirimu? Atau, dia akan terus menunggu --entah kamu atau siapa-- selamanya?

Aku tak ingin hanya menjadi seorang yang bisa pandai bicara. Atau dalam hal ini, mungkin aku lebih pandai berteori. Tapi, aku jujur mendukungmu dalam hal ini. Walaupun aku pun tak memiliki keberanian seperti yang kuteorikan, kamu tahu, aku pun ingin memiliki keberanian seperti itu. Lalu, kapan kita akan berjuang? Untuk hal yang mungkin tabu untuk kita perjuangkan. Karena kodrat kita?

Katanya pria wanita sama saja. Kedudukan kita sama. Namun, nyatanya, tetap saja memiliki batasan dalam beberapa hal --".

Kamu ataupun aku, mungkin selamanya tak akan bisa mengungkap. Walaupun bisa, mungkin hanya bisa tertulis dalam kalimat-kalimat noname yang sengaja kita tuliskan.

Aku tak tahu harus berucap apa padamu sekarang. Sejujurnya, ada banyak cerita yang ingin kuungkapkan padamu. Lebih dari sekedar cerita.

Kamu tahu, kamu sempurna untukku, kawan. Kamu sesuai dengan bentuk puzzle yang kucari. Kamu tahu itu? Kamu sempurna, bahkan tak kesempurnaanmu bagiku adalah kesempurnaan yang melengkapiku. Aku sayang kamu karena Allah dan kuharap selamanya kamu sempurna melengkapi rangkaianku. Aku ada untukmu dan kuharap kamu ada pula untukku.

Bicara soal lain, ketika aku mengetikkan ini, aku melihat pria yang kukagumi selama 6 bulan ini. Dia memakai baju batik coklat dan memakai pin di lengan kirinya. Dengan tas yang selalu dia pakai. Mungkin, dia baru saja kumpul angkatan, ya :).

Untuk inisial yang suatu saat terucap di hati pangeran berkudamu.

Surabaya,  Desember 2012

You Might Also Like

1 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)