PENS Melepaskan Diri dari ITS

By Sunday, March 31, 2013 ,

Beberapa hari ini, saya mengikuti pelatihan Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar atau LKMM TD yang diadakan oleh kampus saya, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari LKMM sebelumnya, yaitu LKMM Pra-TD. Namun, yang membedakan antara LKMM Pra-TD dan LKMM TD adalah dari segi pembahasan. Di LKMM Pra-TD, mahasiswa diajarkan bagaimana memanajemen diri sendiri (baik itu waktu, berbicara, mendengar, dan sebagainya), sedangkan dalam LKMM TD, mahasiswa diajarkan bagaimana memanajemen suatu kegiatan dan keorganisasian. Konsep dari kedua LKMM ini, secara umum sama: Learning by Doing.

Di sini, ada satu pembahasan yang membuat saya tergelitik ingin mengulasnya. Sebenarnya, ini bukanlah materi inti dari LKMM TD, tapi merupakan materi pembukaan yang berkolerasi dengan materi-materi inti tersebut.

“KEMANDIRIAN PENS


Tema sederhana yang mungkin membuat beberapa orang –awam– bertanya-tanya sehingga seringkali terjadi sebuah dialog singkat seperti di bawah ini:

Penanya                    :      “Kuliah di mana, Mas?”
Mahasiswa PENS   :        “PENS, Pak.”
Penanya                    :      “PENS? Apa itu?”
Mahasiswa PENS    :        “……”

Dialog singkat di atas, seringkali saya, bahkan rekan-rekan saya, mengalaminya. Bila dibuat sebuah presentase, pada 10 orang penanya asli Surabaya, kemungkinan besar 6 dari 10 penanya melakukan dialog tersebut. Terlebih lagi, setelah PENS resmi berpisah dari ITS, membuat kami mengeluarkan tenaga ekstra untuk menjelaskan lebih detail mengenai 'apa itu PENS'.

PENS. Apa itu PENS?

PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) adalah kampus advokasi (diploma IV atau III) yang pada mulanya bernama EEPIS (Electronic Engineering Polytechnic  Institute of Surabaya) dan merupakan hibah dari pemerintah Jepang (JICA). Kampus ini resmi mandiri sejak tahun 2012, sehingga mahasiswa yang masuk pada tahun tersebut resmi menyandang gelar mahasiswa PENS 01 dan tanpa embel-embel ITS.

Sedikit berbicara tentang “mengapa PENS dibangun di sekitar ITS?”. Menurut narasumber, alasan JICA mendirikan PENS di bawah naungan ITS karena pada awalnya JICA memiliki rencana untuk membangun kampus non gelar teknik di wilayah Jawa Timur. Kata ‘teknik’ sengaja saya cetak bold karena memang itulah alasannya: kampus di Jawa Timur yang, saat itu, bergerak di bidang teknik adalah ITS sehingga JICA membangunnya di sekitar ITS.

Bagi civitas akademi PENS, terkadang mengalami kendala dalam mensosialisasikan nama PENS. Salah satu kendalanya adalah kekurangtahuan masyarakat tentang adanya lembaga bernama politeknik. Selama ini, masyarakat lebih mengetahui bahwa lembaga perkuliahan adalah universitas ataupun instititut.

Sebenarnya, bagaimana perbedaan antara politeknik dan institut itu sendiri? Dalam hal ini, saya ambil contoh adalah PENS dan ITS. PENS bergerak di bidang advokasi yang prosentase antara materi dan praktikum kisaran 40% : 60%. Sedangkan ITS bergerak di bidang akademis yang prosentase antara materi dan praktikum kisaran 60% : 40%. Dari segi gelar, keduanya pun berbeda. Alumni PENS bertitle S.St, sedangkan alumni ITS bertitle S.T.

Hingga saat ini pun, beragam upaya sosialisasi tentang PENS terus dilakukan guna meluruskan pemikiran masyarakat bahwa PENS dan ITS adalah sama. Saya luruskan kembali, PENS dan ITS tidaklah satu kesatuan yang sama, keduanya berbeda, baik dari segi almamater, pembelajaran, title, peraturan, dan lain sebagainya.

Dari tujuan upaya pensosialisian PENS itu pula yang pada akhirnya menggelitik saya untuk sedikit memperkenalkan PENS kepada para pembaca. Sekali lagi, PENS telah mandiri sejak tahun 2012 dan kini tanpa embel-embel ITS lagi :). Semoga untuk ke depannya, PENS dapat lebih maju dan berjaya.



Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater

Politeknik… Joss !

You Might Also Like

4 Comments

  1. asiiik nih cinta almamater banget :D
    kenapa politeknik pada pengen pisah sama induknya ya? polines juga jadi pisah sama undip. jangan2 polban juga pisah sama ITB --"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk PENS sendiri, setahuku mulai dulu sudah dapat dana sendiri dari pemerintah. Menurutku, bisa dianalogikan gini: seandainya kita diberi dana dan kesempatan untuk bisa berkembang sendiri, kenapa tidak dicoba :).

      Delete
  2. sumpah baru tahu gue..
    gue cuma tau Polikteknik UI yang sekarang berubah menjadi PNJ (Polikteknik Negeri Jakarta)..

    Btw, PENS itu negri atau swasta ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Gi, selama ini PENS lebih sering dikaitkan dengan sang ibunda, jadi ketika PENS memenangkan perlombaan (12x berturut-turut), misal dalam hal robot, "ibunda" yang lebih terekspose :)

      PENS poltek negeri :)

      Delete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)