"Katanya Mahasiswa, tapi kok..."

By Wednesday, May 15, 2013

Mahasiswa, yang katanya, adalah makhluk berderajat lebih tinggi daripada siswa karena menyandang kata 'maha', tetap saja merupakan makhluk Tuhan yang penuh kekurangan. "Dulu, ketika saya di SMP, impian saya adalah segera masuk SMA. Begitu masuk SMA, impian saya adalah segera masuk kuliah. Begitu kuliah, impian saya adalah segera kerja. Begitu seterusnya". Bagi saya, kalimat di atas adalah kalimat klise yang seringkali kami (mahasiswa) dengar, baik itu selama masa pengkaderan ataupun dalam candaan sehari-hari.

"Katanya mahasiswa, tapi kok pemikiran dangkal?"
"Katanya mahasiswa, tapi kok tidak aktif?"
"Katanya mahasiswa..."

dan beribu pernyataan mengenai 'katanya mahasiswa, tapi kok' seringkali kami dengar. Mungkin, itu sah-sah saja, melihat kami sebagai penyambung lidah antara masyarakat dan pemerintah merupakan tolok ukur keberhasilan masa yang akan datang. Lihat saja, bagaimana dulu mahasiswa dapat menggulingkan pemerintahan orde baru, atau bagaimana aksi mahasiswa dalam peristiwa TRISAKTI. Sebenarnya, semua sejarah itu merupakan cambuk bagi kami (mahasiswa) untuk terus melakukan perubahan dalam hal positif bagi negara. Bukan dengan hal negatif seperti tawuran tanpa tujuan yang jelas.

Sesekali, saya juga bertanya pada diri sendiri, "Sejauh mana kontribusi saya terhadap jurusan ataupun terhadap almamater?"

Ah, malupun saya menjawabnya dengan prosentase, "Mungkin saja, kurang dari 70%".
Yang katanya 'mahasiswa' itu, menurut saya, berada dalam persimpangan. Jalan satu, menawarkan : IPK tinggi, cerdas, minim pengalaman organisasi, kurang pergaulan, dan kami menyebutnya mahasiswa 'Study Oriented'. Sedangkan, jalan lainnya menawarkan : IPK tergantung dari masing-masingnya, lebih matang dalam organisasi, pergaulan luas, dan kami menyebutnya mahasiswa 'Aktivis'.

Selalu saja pertanyaan mengenai, "Apa yang lebih kamu utamakan, kuliah ataukah organisasi?" menjadi santapan hangat bagi kami. Bagi saya, sebagai seorang yang katanya 'MAHA', tentu saja berpikiran "Saya di sini belajar, membanggakan orang tua, dan mendapat pekerjaan". Pikiran sederhana dari seorang mahasiswa semester 2, yang bisa dibilang masih bau kencur. Namun, jika sedikit saja kita mencoba membuka pemahaman, pertanyaan lain mulai menggelitik, "Lalu, soft skill apa yang kamu dapatkan setelah lulus? IPK hanya membantu sebesar 30% dalam mencari pekerjaan dan lainnya adalah soft skill."

Nah, lo, ribet, kan?

Di sini, saya tidak sedang menggurui atau berlagak 'ih aktivis banget' atau 'ih sok tau banget'. Tentu saja TIDAK. Saya di sini NETRAL, mengingat saya masih berstatus mahasiswa semester 2 yang labil. Saya sedikit bertukar pikiran mengenai kegalauan dan perang dingin antara evil Vs angel yang terjadi pada diri saya :D.

Jujur. Saya kagum pada seorang wanita aktivis, seumuran, dan satu kata: WOW! . Menurut saya, sebagai seorang wanita, dia telah melampaui batas kemampuan. Itu, terkadang membuat saya iri dengan ketegarannya. Namun, seringkali setiap pikiran malaikat saya datang, si evil berkata, "Bagaimana laporanmu? Bagaimana IP-mu?" dan pertanyaan bagaimana lainnya yang akhirnya membuat saya berkata, "Ah, sudahlah" menjadi pemenang dalam perang dingin itu. Saya yakin, itu tidak terjadi pada diri saya saja.

Salah satu kakak angkatan saya pernah berpesan, "Masuklah dalam ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) yang memiliki banyak tekanan. Itu dibutuhkan agar kamu lebih kuat menghadapi hidup karena dalam kehidupanan nyata, kamu akan selalu menemukan tekanan itu."

Sedikit terhenyak dan sadar.

Namun, pernahkah kamu mengalami kejadian seperti ini : Ketika kamu mulai menyadari bahwa "Ah, ini saatnya aku beraksi", namun lingkungan sekitar mengatakan, "Santai sajalah, banyak yang akan menanganinya". Tentu saja, kondisi itu membuat saya berada di kondisi yang membingungkan. Dan ketika Anda akan mengajak mereka yang bisa saya katakan terlalu enjoy dengan hidupnya, jawaban yang Anda dapat bermacam-macam, seperti "Saya sudah bekerja, mbok yao gantian" atau "Saya ada urusan lain". Parahnya, ketika urusan itu benar-benar dikonfirmasi urgensitasnya, bisa dibilang sangat tidak terlalu mendesak banget.

Sebagian orang yang memiliki kepekaan tinggi terhadap kegiatan kampus, pernah saya tanya perihal kondisi yang pernah saya alami di atas. Dengan santai, salah satu teman saya mengatakan, "Rasanya, saya ingin mengumpat pada orang-orang yang berkata seperti itu. Bukankah seharusnya ini adalah tanggung jawab bersama dan karena orang-orang berpikiran seperti itu, kita seringkali terkena imbasnya."

Benar saja, ketika saya berada di posisi sedikit memiliki kepekaan lebih terhadap kegiatan kampus, saya merasakan apa yang 'mereka' tadi katakan. Sayangnya, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan 'mereka' dari pikiran-pikiran itu.

Jadi, bagaimana Anda menjadi mahasiswa ke depannya. Bagaimana Anda akan mengendalikan negara ini. Bagaimana Anda ingin dicap sebagai mahasiswa yang seperti apa. Itu semua tergantung orientasi dan tujuan utama Anda. Sekali lagi, saya di sini NETRAL. Tidak men-judge seseorang harus menjadi Study Oriented ataukah seorang aktivis. Kita pada awalnya saja sudah diciptakan menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri, bukan. Jadi ini duniaku dan itu duniamu, namun tetaplah kita berjalan seiring karena dua dunia berbeda bukanlah hal yang mustahil untuk dipertemukan :).

"Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater"

You Might Also Like

4 Comments

  1. no komen deh, karena saya bukan Mahasiswa, well ya, saling mengingatkan itu penting :)

    ReplyDelete
  2. mat sob. teruslah berkarya dengan tulisan tulisan menariknya

    ReplyDelete
  3. Tahun ini aku calon mahasiswa, nunda setahun kuliahnya ahaha semoga aku gak melalaikan tanggung jawab sebagai mahasiswa dan dapat mengamalkan ilmu yang ku dapat kelak :)

    ReplyDelete
  4. Okenya sih imbang ya, ya IPK oke aktivis jalan biar tidak diremehkan :)

    ReplyDelete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)