Untuk Pria Berinisial #7

By Friday, July 19, 2013

Favim.com
"Aku, Kamu, dan Duniaku"

Aku dan untuk semua hal yang ingin kuteriakkan lantang -

Terkadang, aku berpikir untuk hidup dalam dunia yang di situ hanya ada aku, kamu, dan duniaku. Tertawa dalam kebahagiaan yang sesungguhnya ataupun menangis karena tangisan yang beralasan sangat kuat. Well, itu aku lakukan hanya kita bertiga: aku, kamu, dan duniaku.

Aku egois jika kusuruh kamu memasuki duniaku yang tak kuijinkan tertoreh sedikitpun tinta mengenaimu. Aku takut. Takut bila suatu saat harus kuhapus torehan itu dengan torehan lain tak beraturan.

Bagaimana bisa kamu hadir dalam duniaku?

Melapisiku dengan kebahagiaan dan tangis yang dengan lembut kamu balutkan dalam ragaku yang mulai merapuh. Tawamu seakan membungkam kesakitan yang ingin kuluapkan.

Dengan lembut, seakan senyum itu berkata,
"Hiduplah kamu dalam bayanganku dan hapuslah duniamu"

Aku meraung dalam diam. Merayap di tengah keramaian yang sangat hening. Aku tidak bisa mendeskripsikan bagaimana aku dan kamu bisa hidup dalam satu dunia yang sama.

Kamu seakan berkata lagi,
"Tenanglah kamu dalam dekapku yang terasa menghangatkanmu"

Kenyamanan fana yang seakan sirna ditelan bungkam. Arrrgh!

Teriakku melepas dalam keheningan. Bersatu dengan peluh yang keluar dari pikiranku yang terpendam olehmu. Aku tak tahu apa yang salah dari hubungan kita. Kamu, aku, ataukah duniaku? Lupakan!

Untuk sekian alasan yang membuatku diam itu, aku harap tak lagi yang mencoba aku mengerti. Terlalu sulit mengartikan senyummu yang terbalut dengan pikiran negatifku tentangmu.

Dalam pikiranku, kamu berkata dengan indahnya,
"Aku tak pernah melakukan itu. Aku tak pernah sama sekali ingin membuatmu kesal."

Done! Kamu tidak membuatku kesal. Tenanglah, aku akan merasakan kekesalan ini sebagai sebuah kenyamanan, seperti yang selama ini kamu lakukan. Great, kamu lakukan tarian tipu daya itu dengan sangat memukau. Bagaimana bisa? Pesulapkah kamu?

Sudahlah.

Hentikan semua gerakanmu itu. Aku ingin tidur nyenyak tanpa raunganmu yang menyesakkan hatiku. Kumohon, wahai nyamuk di kolong kasurku.

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)