Untuk Pria Berinisial #3

By Thursday, July 04, 2013

Favim.com
"Aku Menuliskannya"

Aku kembali menuliskan namanya dalam sebuah catatan konyol di buku harianku. Sekedar tulisan ringan dan sedikit hiasan, kutuliskan kalimat singkat "Aku dan Dia". Aku tersenyum sebentar. Berpikir tentang khayalan tingkat nasional, "Apa benar kita dapat bersatu?"

Aku tidak tahu mengapa beberapa sajakku yang kugolongkan 'fiksi', rata-rata terinspirasi olehnya. Entah bagaimana dia bersikap padaku, khayalanku tentangnya, dan segelintir pengalaman yang dalam pikiranku berjalan romantis.

Haha.

Aku sedikit berimajinasi, ketika suatu saat dia menyapa kawan wanita yang berjalan bersamaku. Senyumnya ramah dan tanpa terkesan genit. Well, dalam pikiranku, dia sedang menyapaku.

Atau ketika kejadian di kantin pada suatu sore. Aku duduk bersama rekan-rekanku. Memainkan kartu uno yang beberapa saat ini menjadi trending topic untuk mengisi kekosongan jam kuliah. Dia datang dengan membawa semangkok mie ayam kesukaannya dan duduk tepat di depanku. Kamu bisa bayangkan betapa girangnya aku mengalami kejadian itu. Dalam pikiranku, dia duduk tepat di depanku karena dia ingin dekat denganku.

Aku bermain dalam imajinasiku. Tersenyum sebentar dan kusadari: Dia hanyalah imajinasiku.

Lupakan.
Aku tak ingin menggalau karena menurutku, 

mencintai seseorang bukan alasan untuk galau setiap saat.

Arrgh! Sial!

Oke, aku akui, aku menggalau sekarang. Hanya dengan sedikit menuliskannya saja, bisa membuatku menggalau sesaat. Aku menelan teoriku sendiri dan entah kenapa aku tak bisa menahannya.

Errr, aku tak ingin berbicara tentang 'cinta' di sini. Well, usiaku baru 19 tahun dan kurasa aku masih belum mengerti apa makna 'cinta' itu. Jadi, kamu tahu apa maknanya? Please, beri tahu aku apakah yang kurasakan adalah sebuah 'cinta'?

Aku menuliskan namanya lagi. Kali ini tidak dalam buku harianku. Aku menuliskannya dalam secarik kertas origami milik kawanku. Iseng saja, sih, meminta origami warna merah dan melipatnya menjadi bentuk burung. Kata orang, melipat origami dengan bentuk burung memiliki makna bahwa kita sedang mengharapkan sesuatu. Tapi, kataku melipat origami dengan bentuk burung memiliki makna... karna aku tak bisa bentuk lain selain bentuk burung. Arrgh! Merusak suasana keromantisan - -"

Aku kembali menuliskan namanya lagi. Kali ini benar-benar romantis. Sungguh! Aku menuliskannya dalam status jejaring sosialku. Tentu saja tak kutuliskan secara frontal. Aku hanya mengganti namanya dengan inisial 'dia'. Kuharap dia merasa. Hei! Kalau kamu tahu siapa yang kumaksud, kuharap jangan kamu ungkap. Err, atau kamu ungkapkan saja tanpa sepengetahuanku. Menurutku, itu akan mempermudahku memberi tahu bagaimana perasaanku padanya tanpa aku harus berbicara langsung. Dan ketika itu terjadi, aku akan berpura-pura saja tidak tahu. Haha.

Tunggu tunggu. Sebelum sajak ini berakhir, aku ingin menuliskannya sekali lagi. Kali ini, aku harap benar-benar tidak diketahui siapapun.

"Tuhan, kuharap berilah aku kesempatan mengenalinya lebih dalam. Bila dia jodohku, maka dekatkan, dan bila dia bukan jodohku, maka tetap dekatkan, Tuhan. Amin."

That's it. Aku tuliskan lagi namanya dalam doaku :)

You Might Also Like

1 Comments

  1. ohhh tidak, tulisan yg kali ini hampir mendekati frontal but thank u so much :* ada yg hrus diperbaiki dari kata*nya, emg iya dia *cewek usianya 19 taun? ahaha

    ReplyDelete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)