3 Langkah Kecil Kita, Selamatkan Air Indonesia

By Friday, January 24, 2014 ,

Berita mengenai banjir di beberapa daerah Indonesia, membuat saya prihatin. Rasanya, benar kata salah seorang kawan saya, dulu, yang mengatakan bahwa air dapat mematikan dan menyelamatkan kita. Sepertinya, jika dilihat dari perkataan teman saya itu, ada baiknya kita mulai melakukan langkah untuk membuat air memberikan manfaatnya untuk kita. Ingat hukum aksi-reaksi, kan? Jika kita memberi manfaat untuk alam, maka alam pun akan memberi manfaat untuk kita.

Direktur Pengembangan Air Minum, dalam Dialog Penajaman Pola Konsumsi dan Kebutuhan Pokok Minimal Nasional (Jakarta, 2007) mengatakan bahwa kebutuhan pokok minimal Indonesia sekitar 70 liter/orang/hari. Pemakaian tersebut digunakan untuk minum dan masak, cuci pakaian, mandi, bersih rumah, ataupun keperluan ibadah.

Dari data di atas, diketahui seberapa pentingnya ketersediaan air bersih. Nah, salah satu cara untuk menjaga air bersih tetap tersedia hingga anak cucu kita kelak adalah menggunakan air secara bijak. Langkah tersebut dapat meminimalisir kelangkaan air yang (saat ini) harus ditanggung oleh lebih dari 40% penduduk bumi. Di bawah ini disajikan tabel mengenai kebutuhan air di bidang rumah tangga, perkantoran, dan industri.


3 Langkah Kecil Kita, Selamatkan Air Indonesia | nenghepi
Tabel kebutuhan air RKI (rumah tangga, perkantoran, dan industri)
di tiap pulau Indonesia.
Badan Perserikatan Bangsa‐Bangsa (PBB) mencatat, setidaknya ada 780 juta orang di dunia yang tidak memiliki akses terhadap air bersih dan hampir 2,5 miliar tidak memiliki akses terhadap sanitasi yang memadai.

Data tersebut, setidaknya juga menjadi pertimbangan untuk turut aktif menghemat pemakaian air. Tentunya, ada banyak langkah yang dapat diambil oleh keluarga Indonesia. Jadi, ini langkah kecil yang dilakukan keluarga saya untuk menghemat pemakaian air.

Selalu saling mengingatkan "Keran sudah mati?"
Setiap kali keluar rumah, kedua orang tua saya selalu membiasakan untuk memastikan apakah keran sudah benar-benar mati. Ini langkah kecil untuk menghemat air dan tentunya mengirit pengeluaran air rumah tangga. Langkah yang sederhana, tapi akan berdampak besar jika sampai lengah #IritTapiBukanPelit

Biasakan mandi dengan shower
Mandi dengan gayung, memang terkesan lebih segar karena air yang mengucur ke badan jatuh secara sekaligus. Tahu, lah, ya, bedanya. Langkah ini belum sepenuhnya saya lakukan, tapi saya mulai membiasakan untuk berkeramas dengan shower.

Marwan Azis, dalam fanpage di facebook, pernah menuliskan bahwa mandi dengan gayung bisa menghabiskan sekitar 15 liter air sementara dengan bathtub, paling tidak 100-300 liter air habis.  Dengan pori yang membuat sebaran air lebih luas, menurut Nasrullah Salim, pemerhati masalah energi dan lingkungan, shower bisa menghemat air lebih dari 60%. Selain itu, ada ide unik dari Komunitas GreenLifeStyle yang membuat gayung berdiameter 15 cm dengan lubang kecil di bagian bawah gayung untuk mengucurkan air #IritTapiBukanPelit.

Selain itu, di keluarga saya memiliki kebiasaan untuk mengisi bak mandi melalui shower. Sebenarnya, bukan maksud apapun, hanya mengurangi suara nyaring bunyi keran saja, sih. Tapi, setelah mandi, wajib untuk meletakkan shower kembali ke tempatnya. Ini menghindari membanjirnya air shower ketika volume bak telah penuh.

Jangan nyaman dengan bunyi keran yang bocor
Keran bocor dan menunda-nunda untuk memperbaiki adalah kebiasaan yang salah. Ada satu mitos yang berkembang di daerahku : "Bunyi gemericik air disukai oleh bangsa lelembut, terutama tuyul". Begitu kata mitos itu XD. Jadi, pasti tidak mau, kan, rumah jadi sarang tuyul gara-gara bunyi tetesan air?

Jika menemui keran bocor di rumah, jangan malas untuk membenahi. Atau jika memang tidak sempat berbenah, sediakan wadah untuk menampung tetesan / rembesan air. Ini setidaknya membuat air tidak terbuang sia-sia dan dapat digunakan untuk kebutuhan lain #IritTapiBukanPelit.


"Keran / WC bocor, per hari membuang air sia-sia 100 L."  Save Our Green Earth.
-----------------------------------

3 Langkah Kecil Kita, Selamatkan Air Indonesia | nenghepi
Save Our Green Earth
Save Our Green Earth pernah menuliskan data mengenai pemakaian air yang sering dilakukan oleh masyarakat. Di sini, data yang saya dapat, sengaja saya tabelkan untuk mempermudah membandingkan antara dua cara berbeda yang sering dilakukan.


3 Langkah Kecil Kita, Selamatkan Air Indonesia | nenghepi
Tabel perbandingan penggunaan air dengan dua cara. - Save Our Green Earth
3 Langkah Kecil Kita, Selamatkan Air Indonesia | nenghepi
Diagram pemakaian air bersih rumah tangga. Dokumen Desy Arisandi.
"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2005, setiap keluarga di Indonesia rata-rata mencuci 1,9 kg dengan bilasan sebanyak tiga kali. Jumlah air yang digunakan dalam setiap bilasan mencapai 10,75 liter air per kilogram. Dengan jumlah keluarga Indonesia sebanyak 52.575.000, maka total penggunaan air dalam setahun mencapai 1,17 miliar meter kubik." - nasional.kompas.com

Kian langkanya air bersih, juga diakibatkan gencarnya serangan pencemaran air yang marak terjadi, terutama di daerah perkotaan dan industri. Namun, saya salut masih banyak pihak yang peduli dengan ketersediaan air bersih di Indonesia. 


"Selain sebagai salah satu upaya dalam mempercepat target MDG's ( Millennium Development Goals ) 2015. program RPA (Rencana Pengamanan Air) ini juga diharapkan dapat menjadi solusi jitu dalam menjaga kelestarian air, sehingga kedepannya penyediaan air minum di Indonesia bisa lebih baik," ujar Nugroho Tri Utomo, Direktur Permukiman dan Perumahan, Bappenas kepada Liputan6.com, Jumat (22/3/2013).

Yuk, bersama selamatkan air Indonesia, selamatkan air dunia, untuk anak cucu kita :D. Jadikan kebiasaan #IritTapiBukanPelit sebagai kebiasaan sehari-hari untuk perubahan di masa mendatang. Langkah kecil hari ini, pencapaian besar di hari esok :)








Referensi:

  • Arisandi, Desy. 2012. PKM GT (JAGUAR: Upaya Mencengah Pemborosan Air dan Pendeteksi Banjir). http://desyarisandi.blogspot.com/2012/03/pkm-gt-jaguar-upaya-mencengah.html (diakses 23 Januari 2014).
  • Azis, Marwan. 2013. 10 Tips Cara Menghemat Air Memperingati Hari Air Sedunia. https://www.facebook.com/notes/tupperware-shecan/10-tips-cara-menghemat-air-memperingati-hari-air-sedunia/563563467009030 (diakses 24 Januari 2014).
  • Febrida, Melly. 2013. Hari Air Sedunia, 80 Juta Penduduk Indonesia Kekurangan Air. http://health.liputan6.com/read/542058/hari-air-sedunia-80-juta-penduduk-indonesia-kekurangan-air (diakses 23 Januari 2014).
  • n.n. 2008. Mencuci, Masyarakat Indonesia Termasuk Boros Air. http://nasional.kompas.com/read/2008/11/26/19205116/mencuci.masyarakat.indonesia.termasuk.boros.air (diakses 23 Januari 2014).
  • Pusat Komunikasi Publik. 2007. Pemakaian Air Rumah Tangga Perkotaan 144 Liter Perhari. http://www1.pu.go.id/uploads/berita/ppw050307ind.htm (diakses 24 Januari 2014).
  • Yudhasmara, Sandiaz. 2010. Selamatkan Bumi dengan Kurangi Pemborosan Air. http://savegreenearth.wordpress.com/2010/11/07/selamatkan-bumi-dengan-kurangi-pemborosan-air/ (diakses 23 Januari 2014).

You Might Also Like

20 Comments

  1. waah good luck GAnya say.. aku juga next time ikutan ah :D
    aku pernah baca juga, mandi pake shower untuk sebagian orang mungkin bisa lebih irit, tapi ada juga yang malah jadi boros. kupikir mandi pake cara apapun, disesuaikan sama orangnya kali ya.. kalo aku sih, dua2nya bisa ngirit kayaknya. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih doanya, Syi :D.
      Bener juga, sih, ya, tergantung dari gimana cara mandinya orang itu :3.

      Delete
  2. Ya, harus sesuai kebutuhan. Dan dalam rangka langkah kecil saya untuk menghemat air ini, ya mandi 2 hari sekali, soalnya lagi liburan ini, cuma ngebangke di rumah.
    Emang horor suara ngeclak cai keran mah.
    Sukses GAnya teh. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mandi 2 hari sekali o.O ? Omg,
      Makasih doanya, Arif :)

      Delete
  3. keran bocor..justru itu ganggu banget buat gue oom suaranya.
    kadang kalo ada suara keran bocor, gue suka ngga bisa tidur..
    hehehe

    ReplyDelete
  4. true! air yang ditadah bisa digunakan untuk siram tanaman atau cuci ban motor/mobil, lho. aku di rumah menerapkan itu. jadi gak ada air yang terbuang sia2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener, mbak :). biasanya juga suka nadah air buat siram2 bunga :)

      Delete
  5. Makasih info bermanfaatnya mbak, saya baru tau kalau pakai shower itu lebih hemat, kirain lebih boros soalnya kalau shower airnya jalan terus, ternyata sala...

    Kunjungan perdana mbak, salam kenal dari Makassar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pertama, saya kira juga begitu. Tapi, baru tau juga setelah baca artikel untuk referensi GA ini. Terima kasih kunjungannya.

      Salam kenal juga dari Surabaya :)

      Delete
  6. Thanks infonya bermanfaat banget . .
    mohon kunjungannya di http://seo-paper.blogspot.com/2014/01/hosting-murah-berkualitas-shehostercom.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah :).
      terima kasih telah berkunjung :). Oke, menuju TKP

      Delete
  7. keren nih postingan, seharusnya post ini dilirik sama para petinggi PDAM..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, alhamdulillah, makasih pujiannya :). dilirik kamu aja, aku udah bersyukur banget :D

      Delete
  8. Aiih, saya jadi pengen buru2 masang shower di kamar mandi mungil saya. :D

    TErima kasih sudah ikutan GA Irit tapi Bukan Pelit. Sudah tercatat sebagai peserta :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, kaakin juga pasang shower :D.
      Sama2, mbak, semoga menang :D #berdoa #berharapMenang

      Delete
  9. Terima kasih sudah berbagi di giveaway irit tapi bukan pelit :)

    Salam,
    @apikecil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang pula telah turut ikut serta, mbak :)

      Delete
  10. Keren artikelnya Mbak. Penggunaan air memang salah satu yg penting untuk disoroti bagi kita berhemat. Data-data & referensinya mantap. Salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih apresiasinya :). Semoga bermanfaat. Salam kenal juga, mbak :)

      Delete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)