LTE in the Open Market Era

By Thursday, January 23, 2014 , ,

Assalamu'alaykum. Semenjak kuliah ini, saya jarang sekali memposting tentang materi kuliah, ya. Ini karena dosen lebih sering memberi tugas yang mengharuskan ditulis tangan. Sebenarnya, postingan ini terinspirasi dari proyek akhir kemarin. Intinya, saya sangat terbantu dengan postingan kakak pendahulu (sesepuh) yang kebetulan tugasnya sama persis dengan tugas saya. Okelah, semoga bermanfaat untuk adik kelas jurusan Teknik Telekomunikasi :")

---------------------------------------

LTE in the Open Market Era
By Juanita Erawati
(VP Network Operation Management of Telkomsel)

Kuliah tamu, 14 November 2013

Di era modern ini, banyak terjadi perkembangan di bidang telekomunikasi. Pergeseran tersebut disebabkan karena kebutuhan masyarakat yang semakin bertambah. Jika dulu layanan mobile hanya sebatas pada suara dan pesan singkat, kini layanan mobile sudah mencakup data dan application.
Di bidang teknologi dan infrastruktur, perkembangan dapat dilihat dari munculnya LTE (Long Term Evolution) yang mulai menggeser posisi GSM/CDMA. Berdasarkan bidang bisnis layanan mobile dan market trend yang beredar, berkembangnya LTE dikarenakan teknologi yang ditawarkan sudah memadai kebutuhan masyarakat.
LTE merupakan perkembangan dari layanan telekomunikasi yang mempunyai kemampuan tinggi dalam system komunikasi mobile dari generasi ke 3 (3G) menuju generasi ke 4 (4G) dari teknologi radio yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan telepon mobile.

Berdasarkan data yang didapatkan oleh Broadband Infrastructure di India, diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kemampuan berkembang dalam bidang broadband. Dari data yang diambil pada tahun 2009 tersebut, Indonesia memiliki kemampuan berkembang yang hampur sama dengan Malaysia, Asutria, ataupun Belgium. Untuk perkembangan LTE, salah satu operator yang menawarkan LTE adalah Telkomsel.
LTE telah menjadi trend tersendiri di kalangan masyarakat yang bergelut di bidang telekomunikasi. Kesimpulan tersebut dapat dilihat dari adanya 424 operator di 126 negara yang mulai berinvestasi di LTE. LTE diketahui dapat menjadi teknologi trend dalam jangka panjang karena mampu menyediakan layanan terbaik pada layanan broadband.
Keuntungan dari LTE, antara lain :
·         Bisnis jangka panjang untuk para investor. LTE diketahui merupakan perkembangan dari multi teknologi dengan single band ke single teknologi dengan multi band.
·         Tahan terhadap noise.
·         Memiliki performa yang baik dalam pemberian layanan. LTE memiliki kecepatan akses data hingga 1 Gbps. LTE juga tidak memiliki istilah buffering karena data akan tertampil dengan smooth.
·         LTE bisa menggunakan banyak ferekuensi sehingga lebih efisian dan investasi menjadi lebih murah. LTE memiliki spektrum frekuensi antara 1.8 – 3.6 kali lebih tinggi daripada spektrum frekuensi dari HSPA.
·         Dapat bekerja pada semua IP network.
·         Memenuhi kebutuhan pasar, antara lain : mobile office, mobile entertainment, mobile community, dan mobile business dengan kualituas yang baik.

Di Korea, LTE telah diuji menggunakan drive test method dengan keterangan berikut :
·         Lokasi : subway/kereta dan jalan/bus
·         Handsets : komersial LG dan Samsung
·         Applications : U+ HDTV, U+Box, Skype, Facebook, Naver, Youtube, dan Live TV Channel
·         Speed Test application : BenchBee
·         User experience : tampilan yang dihasilkan halus ketika melihat HD-TV ataupun menonton video di subway

Ada beberapa standar yang harus dipenuhi untuk mengupgrade dari 3G ke 4G, diantaranya : puncak download angka 362,4 Mbit/s untuk 4x 4 antena dan 172,8 Mbit untuk 2x2 antena (menggunakan 20 Mhz dari spectrum ). Puncak upload sekitar 86,4 Mbit/su untuk setiap 20 Mhz dari spectrum menggunakan satu antenna.
Beberapa pertanyaan seputar LTE :
Q : Question, A : Answer

Q : Bagaimana pengembangan infrastruktur baru di LTE ?
A : secara software baru. Di BTS, SDR. Sedangkan, secara hardware bisa dipakai secara 3G dan LTE. Pada perkembangan di bidang telekomunikasi, biasanya hardware yang digunaan sama, namun mengalami pembaharuan dalam bidang software.
Q : Apa kekurangan dari LTE?
A : di Indonesia, LTE masih dalam tahap trial, sehingga belum dketahui kekurangannya secara detail.
Q : Apa keuntungan Telkomsel dari konten LTE yang ditawarkan?
A : memberikan kemudahan untuk pelanggan, terutama dalam akses data.
Q : Mengapa LTE menggunakan frekuensi yang sama dengan frekuensi pada TV analog?
A : LTE tidak hanya bekerja di frekuensi 700 MHz. Optimal frekuensi pada 1800 MHz. Frekuensi yang digunakan mengikuti pasar global karena tergantung dengan device yang tersedia. Device, network, dan aplication harus tersedia semua.
Q : Bagaimana pemakaian multiband secara teknis?
A : secara teknis, semua band bisa digunakan. Semakin lebar band. semakin bagus dan tergantung regulasi.
Q : Bagaimana cara kerja LTE hingga tahan terhadap noise?
A : teknologi ini telah menggunakan ip yang tahan terhadap noise.
Q : Apakah tidak terdapat interfensi dan bagaimana cara mengatasinya?
A : interferensi ada, tapi dapat diatasi dengan cara operator harus memiliki bandwidth 10 mega (minimum). 


#MengikatIlmu

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)