Mahasiswa : yang Muda yang Pengusaha

By Thursday, January 30, 2014 , ,

Menjadi mahasiswa, menurut saya memang memiliki ruang kerja yang sangat luas. Selain karena usianya yang dalam masa produktif, terdapat banyak lahan yang bisa digunakan. Dari pelaksanaanpun, DIKTI tampaknya turut mendukung dalam pembudayaan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa.

DIKTI menyelenggarakan program untuk mahasiswa kreatif yang diberi nama PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). PKM ini memiliki 7 bidang, antara lain : PKM-M (pengabdian masyarakat), PKM-T (teknologi), PKM-KC (karya cipta), PKM-K (wirausaha), PKM-P (penelitian), PKM-AI (artikel ilmiah), dan PKM-GT (gagasan tertulis). Untuk 5 bidang (selain AI dan GT), telah dilaksanakan beberapa bulan lalu, termasuk PKM-K.

Tahun lalu, saya dan beberapa teman saya sempat akan mengikuti PKM-K dengan pengelolaan eceng gondok. Tapi, ketika tahu bagaimana kerja mereka, yang tidak sesuai dengan pemikirian saya, saya memilih mundur. Alasan yang saya berikan saat itu adalah karena saya ingin belajar dari awal dengan teman satu angkatan. Jujur saja, bekerja sama dengan tim dari angkatan atas, terkadang membuat saya merasa tidak berandil besar.

Selain PKM-K, ada program dengan nama PMW (Program Mahasiswa Wirausaha). Sejujurnya, saya kurang paham juga tentang pelaksana PMW. Beberapa teman, mengatakan PMW adalah program dari manajemen kampus, tapi rupanya pelaksanaan PMW juga sampai tingkat nasional.

Salah satu tim dari PENS menjuarai PMW nasional tahun 2013 dengan mengusung brand YoBlend. YoBlend adalah produk yoghurt yang diblender dan dikemas seperti es lilin. Sejujurnya, saya penikmat produk ini, karena harganya yang cukup terjangkau untuk mahasiswa, Rp 1.000,00.

Dokumen KEMENRISTEK BEM PENS [link]

Nah, masih dari lingkungan kampus saya, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), terdapat lahan lain usaha. Mahasiswa yang memiliki jiwa bisnis dan memiliki komunitas, biasanya membangun sendiri usahanya. Ini seperti yang dilakukan oleh Ketua Himpunan Telkom 2012/2013 dengan mendirikan jasa cetak (read. print) yang memanfaatkan ruang kosong di Training Center PENS lantai 1.

Ada lagi. Teman-teman angkatan 2012 dan 2011 yang memiliki kesempatan masuk di salah satu organisasi mahasiswa (ormawa) PENS, biasanya memilih bidang yang berhubungan dengan perekonomian. Jika di BEM, disebut dengan Kementerian Perekonomian, lain halnya dengan di himpunan. Di himpunan (read. himpunan Telkom) sendiri, disebut Departemen KWU (kewirausahaan).

Di dua ormawa (BEM dan himpunan) tersebut, biasanya menjual beberapa barang. Sepengamatan saya, BEM memiliki wewenang untuk menjual barang dengan membawa nama kampus (PENS). Misal saja, gantungan kunci ataupun kemeja dengan logo PENS. Sedangkan, di himpunan, mereka memiliki wewenang untuk meproduksi barang dengan nama jurusan masing-masing.

Jadi, sebenarnya, banyak peluang usaha di lingkungan kampus. Ya, pinter-pinternya lihat peluang usaha saja, lah. Ini mengingatkan saya tentang cerita Chairul Tanjung. Menurut saya, beliau adalah sosok yang pintar dalam melihat peluang usaha, mulai dari jasa photocopy, hingga jasa penjualan barang-barang yang berhubungan dengan bidangnya saat itu (dokter gigi).

Saya sendiri, sebenarnya ingin sesekali berkecimpung di dunia bisnis. Tapi, masih ada sedikit ketakutan tentang rugi dan untung. Katanya, ketakutan ini menunjukkan kurangnya jiwa bisnis - -". Arrgh!

Well, ini pemaparan bagaimana dunia bisnis dapat berkembang di manapun, termasuk lingkungan perkuliahan. Yuk, saatnya yang muda yang pengusaha.


Regards,

Hafian

You Might Also Like

4 Comments

  1. Biasanya sih yang JUARA pertama dapat modal usaha ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk PKM dari DIKTI, setahu saya, tidak hanya yang juara yang dapat usaha modal, om. Tapi, memang melalui seleksi proposal dan yang lolos (belum penentuan juara) akan mendapatkan dana hibah :D

      Delete
  2. bisnis jasa aja nenk gak pake modal, jadi gak perlu takut rugi.
    contoh: jasa memfotokopiin diktat/slide untuk kelas, jasa mencariin buku refrensi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ide bagus :D. Kenapa aku gag kepikiran ya o.O

      Delete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)