Membaca Tulisanmu

By Thursday, February 20, 2014

source : favim.com

Kita sudah lama sekali tak bersua. Bagaimana kabarmu? Masih sama seperti dulu? Semoga tak ada yang kamu lupakan tentang pertemuan singkat yang terjadi antara kita. Dulu. Entah kapan.

Jadi, sore tadi aku membaca akun sosialmu, yang dulu seringkali kubuka ketika kurindukan keberadaanmu di sisiku. Bukan untuk memintamu hadir lagi, tapi aku hanya ingin mengenang. Sesekali saja dan akan segera kulenyapkan kembali.

Aku tahu bahwa kamu baik-baik saja. Aku selalu tahu keadaanmu dari setiap tulisan yang kamu torehkan di jejaring sosialmu itu. Kamu orang yang tanggung dan tak cengeng. Aku tahu itu. Mungkin, itu sebabnya kamu terlalu angkuh untuk mengatakan perasaanmu, dulu. Ya, aku tidak mengada-ada, aku tahu bagaimana anggapanmu padaku. Tapi, sudahlah.

Aku masih berada di akun sosialmu beberapa menit yang lalu. Hanya ingin melihat sekilas segala aktivitas yang selalu kamu banggakan dan ingin kamu sebarkan pada semua penghuni dunia maya. 

Bagiku, kamu ibarat kristal yang indah. Mengagumkan, tapi terlalu bening hingga tak ada sekat yang mampu memisahkan antara kamu dan dunia sekitar. Terlalu dan apapun yang terlalu, seringkali tidak baik. Mungkin.

Aku sampai pada bagian ketika kalian, kamu dan temanmu, membicarakanku secara tersirat. Aku tahu itu. Sekali lagi, kamu keluarkan keangkuhanmu untuk mengalihkan penglihatanku dari kekristalanmu. Sudahlah.

Oke, sudah saatnya aku kembali melenyapkanmu dari pikiranku. Meninggalkan segala gurat kebahagiaan semu yang dulu pernah kamu torehkan di lembaran memoarku. Melihatmu bahagia di ujung seberang saja, itu sudah cukup melegakanku. 

Sebagai penutup, aku ingin memberi saran untukmu. Jangan kamu berikan perhatianmu itu pada pria lain yang bisa saja memberikanmu penilaian lebih, seperti diriku. Simpan rapat-rapat kebaikanmu untuk orang yang benar-benar kamu kasihi. Jangan lagi membuat pria lain merasa kamu permainkan. Suatu saat, kamu pasti mengerti bagaimana rasanya hancur hati ini ketika melihat orang yang selama ini mengasihi, ternyata hanya menjual kemanisan di ujung saja. 


Salam apapun,



Priamu tak Bernama

You Might Also Like

18 Comments

  1. Cewek itu suka PHPin cowok ya... bikin cowok patah hati deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Cowok juga suka php, bun :p

      Delete
  2. bukan cewek aja, cowok juga kadang2 suka PHPin jg lho

    ReplyDelete
  3. ati2 lo.. hehee.. ckckckck...

    wedew priamu tak bernama daleemm ya? siapakah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa ya, mbak :O. Nanti saya kenalkan, deh. Hehe..

      Delete
  4. melupakan memang susah yah mbak, apalagi kalau sudah main perasaan, galau, hhehe..

    ReplyDelete
  5. apa ini neng hepi? Maksudnya lo stalking ya muhehehewww

    baca tulisan blogku juga ya :'>

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Tau aja, nih, mbak igniel :p

      Delete
  6. ini seperti
    sesuatu yang tak asing di sekitar saya >,<

    ReplyDelete
  7. Hope the best for you btw your background is so cute :D

    WWW.PUTRIVALENTINALIM.BLOGSPOT.COM

    ReplyDelete
  8. wah, ditujukan untuk seseorang sepertinya :)

    ReplyDelete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)