Time Capsule

By Wednesday, March 26, 2014


Selamat malam, 'Aku', entah kapan akan kembali membuka catatan ini. Aku mengetikkan catatan ini, di kamar kos, seperti biasa aku mengetikkannya. Jika kamu lupa di mana aku melakukannya, kamu bisa mengunjunginya kembali di Surabaya. Mungkin, akan banyak kenangan yang kembali terbuka. Kuharap.

Hei, apa kabar kamu? Telah berapa mimpi yang kamu coret dari kertas impianmu? Sudahkah menaikkan haji kedua orang tuamu? Sudahkah terbang ke Jepang, negeri yang selama ini kamu impikan? Sudahkah kamu berhasil mendapatkan jodoh seperti harapanmu?

Kamu pasti akan sedikit tersenyum, kesal, atau kecewa, ketika membaca tulisanku ini. Ya, usiaku sekarang 20 tahun. Berapa usiamu ketika kembali membaca catatan ini? Mungkin, kamu akan membaca tulisanku ini dengan sedikit imajinasi. Terbang ke jaman random, di mana kedudukan mahasiswa, terkadang kamu banggakan. Mungkin kamu akan berpikir bahwa keidealisanku sekarang adalah sesuatu yang aneh. Tapi, ini aku, ketika berusia 20 tahun.

Kamu telah banyak mencoret impianmu di kertas mimpimu. Kamu adalah wanita penarget, pemimpi, dan ambisius. Kamu ingin semua impianmu tercapai, bahkan dengan cara halal apapun.

Kamu pernah memimpikan untuk menyumbangkan buku di salah satu daerah di Sulawesi. Kamu masih ingat mimpi itu? Tetap simpan mimpi itu. Mungkin, ketika kamu sekarang telah menjadi orang yang berhasil, realisasikan. Jika Sulawesi terlalu jauh, sumbangkan saja buku di daerah sekitarmu. Ini permohonanku.

Keinginanmu sangat besar untuk membuka perpustakaan. Kamu ingin membagi kegemaranmu membaca pada orang-orang desamu berada, salah satu desa di Trenggalek. Kamu pun harus mengingat ini ketika kamu sukses kelak. Jangan terlalu diterbangkan oleh kekayaan, wujudkan dulu impianmu ini.

Kamu ingin pula terbang bersama kedua orang tuamu beribadah haji. Kamu berhasil melakukannya? Aku harap, kamu bisa mewujudkannya ketika mereka masih bersamamu. Kamu tahu, aku sangat memimpikan itu. Berhaji bersama mereka. Jangan terlalu berfoya-foya, kamu harus ingat pula pada ibadahmu. Kamu masih suka malas beribadah? Jika, ya, kamu harus segera membuat keputusan untuk kembali bersujud pada-Nya. Ingat, kamu adalah satu-satunya tambang pahala dari orang tuamu. Bahagiakan mereka, hidup ataupun tiadanya.

Berapa persen mimpimu untuk ke Jepang? Kamu sudah terbang ke sana? Bertemu dengan Jinji Takeguchi yang sempat membuatmu kegirangan setelah ada salah satu temanmu yang mirip dengan tokoh idolamu itu? Kamu pasti akan tertawa konyol ketika membaca ini. Tapi, serius, aku harap, kamu bisa ke Jepang. Bawalah almamater SMA Taruna Dra. Zulaeha dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Merekalah yang membesarkanmu dan permintaanku, berfotolah bersama dua almamatermu itu di bawah pohon sakura. Aku sungguh menginginkannya.

Kamu masih suka jahil? Aku yakin, kamu sudah sangat dewasa sekarang. Sudah punya berapa anak, hei, diriku yang telah tua? Aku, yang sekarang, ingin sekali memiliki banyak anak. Mungkin, minimal tiga. Di usia berapa kamu memiliki anak? Kedua orangtua-'kita' masih sempat melihat mereka, bukan? Semoga Allah S.W.T. mengijinkan mereka untuk melihat cucu mereka. Amiin.

Sudah berapa macam sayuran yang kamu berhasil makan? Atau, berapa macam makanan berkuah yang akan lancar di tenggorakanmu? Sudah bisa memasak berapa makanan? Kamu pasti akan tersenyum ketika mengingat, di usiamu yang ke-20 ini, kamu hanya bisa memasak mie. Belajarlah memasak.

Rumah kamu di mana sekarang? Berhasil mendirikan rumah di sekitar tempat tinggal kedua orang tuamu? Kamu ingin sekali punya rumah di Trenggalek. Di tempat yang seharusnya mendarah daging. Belajarlah berbahasa Jawa halus. Kamu harus siap-siap membangun rumah di daerah Trenggalek.

Ngomong-ngomong, suamimu berasal dari mana? Apakah berplat AG, seperti keinginanmu yang kamu lontarkan pada Novia dulu, ketika kamu masih mahasiswa baru. Kamu dan suamimu, pasti akan tertawa ketika melihat keinginan konyolmu ini. Tertawalah. Bersama siapapun jodohmu kini, aku akan tetap bersyukur karena mendapatkan yang terbaik dari Allah S.W.T.. Semoga.

Kamu sudah berhasil menjadi penulis lepas? Di usiaku ini, aku sangat ingin memiliki kerja sambilan sebagai penulis. Mungkin, penulis dari sebuah media cetak, seperti Sudjiwo Tedjo. Tapi, bagaimanapun kemampuanmu, kamu harus tetap berusaha untuk bisa sejajar dengan Sudjiwo. Walaupun itu berat, tapi kamu harus bisa menembus media cetak, ya. Janji?

Kamu ingat? Kamu pernah mendaftar menjadi jurnalis kampus, ENT. Sekarang, berapa persen keinginanmu untuk menjadi jurnalis? Sudah sirnakah? Apapun pekerjaanmu sekarang, semoga kamu bisa menikmatinya. Dulu, kamu pernah meneteskan air mata, lo, saat nyaris didiskualifikasi dari seleksi ENT. Ingat?

Kamu terlambat mengikuti seleksi ENT gegara berbenturan dengan proker PKM yang menjadi tanggung jawabmu. Tapi, dari situ, kamu jadi tahu bagaimana kakak kelasmu. Mbak Rara, yang ternyata memukau. Kamu sangat mengaguminya kini karena prestasinya yang seabrek. Sudahkah kamu menyamai prestasinya? Mas Samsul A., yang kamu kira pendiam, ternyata kocak. Aku dengar cerita dari para peserta seleksi lainnya, kalau beliau memberi tantangan yang aneh, tapi tidak padaku. Mungkin, antara sungkan apa gimana, ya, pasalnya aku peserta tertua. Ingat? Kamu satu-satunya angkatan 2012. Mas Satria, yang pintar nyanyi dan perkataannya membuatmu menangis. Tenang, tapi mengena di hati. Ingat kembali kejadian ini. Kamu pasti akan tersenyum bangga karena kamu melewati harimu bersama mereka :)

Kamu menjadi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa. Mungkin, akan banyak yang kamu kenang ketika membaca ini. Dari bagaimana proses screening, betapa parahnya kondisi ormawa yang kamu nilai, betapa sabarnya Mas Billy, betapa kekeluargaannya keluarga Kementerian Riset dan Teknologi 2013-2014, dan mungkin alasanmu memilih tidak melanjutkan kepengurusan berikutnya. Kamu bagaimana sekarang? Masih suka berorganisasi? Kamu merasakan apa sekarang? Mengenang kejengkelannya atau orang-orang baik yang berada di dalam BEM ini. Kamu tahu, aku bersyukur pernah menjadi bagian ini. Kamu harus tahu itu.

Kamu, kepada siapa cintamu akhirnya terpaut? Kepada pria yang memilikimu sekarang? Siapapun priamu itu, tolong katakan padanya bahwa 'Kamu bersyukur memilikinya'. Kamu akan setia dengannya, kan.

Siapa teman akrabmu kini? Masihkah kamu gemar berbincang lama dengan mereka? Seringkah ada waktu untuk mereka? Kamu memiliki empat karib sekarang. Novia, Putri, Zia, dan Rima. Kamu punya banyak teman dekat di kampus ini. Sesekali, kirimlah mereka sebuah kado persahabatan. Jangan kamu lupakan mereka. Persahabatan memang sulit diciptakan, tapi melepaskannya akan sangat mudah. Tolong, mereka pun berharga.

Terakhir.

Hei, kamu. Apakah kamu sudah sembuh sekarang? Aku selalu mendoakan kesembuhanmu di setiap doaku. Semoga.

---------------------------------

Kamu tahu, ada banyak orang yang mendampingi dan mendukungmu sekarang. Tapi, bagaimanapun kamu memberatkan mereka, kamu akan tetap kembali pada keluargamu. Keluarga yang selalu bersamamu, yang akan menangis, ketika kamu menangis dan akan tersenyum untuk membuatmu kembali tegar.

---------------------------------

Time Capsule, jadikan ini sebuah perjanjian maya antara diriku dan diriku di masa mendatang. Ketika ingatanmu mulai terkikis dan mulai melupakan semua mimpi-ku, kuharap tangan ini tanpa sengaja menemukan ini. 

Time Capsule, kapanpun mimpi ini dibaca, berjanjilah pada dirimu untuk terus menggenggam erat impianmu. Berjanjilah untuk memiliki uang banyak, bukan untuk kesenangan pribadimu. Berjanjilah untuk menjadi bijaksana. Berjanjilah.

Time Capsule, biarkan tulisan ini tersimpan olehmu. Mungkin, jika impianmu mulai memudar, kawanku tanpa sengaja menemukan ini dan mengembalikan ingatanku.

Ingatanku mengenai perjuangan untuk mencapai impian. Sederhana, tapi aku ingin lebih bermakna.
Semoga.


Surabaya, 25 Maret 2014

You Might Also Like

5 Comments

  1. nice share , cari2 tugas nyasar ke blog temen2 , blog mail yg mana ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks :). qistbilqist.blogspot.com

      Delete
  2. Yaampun mimpi aku banget, makasi ya mbaa sudah mengingatkan.. :)

    ReplyDelete
  3. Mimpi yang Indah....semoga selalu hepi...

    ReplyDelete
  4. kalau saya time capsulenya, blog aja :)

    ReplyDelete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)