Purpura Simplex : Memar Biru ketika Lelah

By Monday, July 21, 2014

Bismillah.

Beberapa hari yang lalu, secara tiba-tiba, muncul memar / bercak biru di kaki dan lengan saya. Memar ini akan hilang dalam beberapa hari, tanpa disertai rasa sakit, dan tidak saya ketahui pasti apa penyebabnya. Jadi, ketika memar ini muncul, saya jadi ingat film The Conjuring. Ingat, kan? Si tokoh utama seringkali mengalami memar biru dan menurut dukun yang menanganinya, itu disebabkan karena si setan sedang mengambil kekuatan tokoh tersebut. Serem, ya.

Ternyata, memar ini tidak berhubungan sama sekali dengan mitos ataupun apa yang dikisahkan di The Conjuring. Dalam bahasa medis, memar ini disebut purpura simplex yang disebabkan karena adanya penggumpalan darah akibat pecahnya dinding pembuluh darah. Menurut artikel di pemiwan.wordpress.com, bercak ini muncul di tungkai kaki kaki atau lengan dan lebih sering terjadi pada wanita, dibanding pria.

Purpura simplex ini dapat dipengaruhi oleh kondisi pembuluh darah, jumlah dan kondisi sel darah trombosit, serta mekanisme pembekuan darah yang harus baik. Ketika salah satu kondisi tersebut terjadi, makan memar biru dapat muncul. Terkadang, pada wanita muncul bersamaan dengan siklus menstruasi.

Purpura Simplex
Stres dan Kelelahan
Tidak menutup kemungkinan penggumpalan terjadi karena hal lain. Banyak orang yang mengaku mengalami bercak biru jika sedang stres, terlalu lelah, atau karena alergi. Untuk mengatasinya, ya dikurangi saja tingkatan stresnya atau perbanyak istirahat,” ujar Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD, KHOM, ahli penyakit dalam dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Faktor Usia
Ketika seseorang bertambah usia, fungsi pembuluh darah ikut menurun. Lapisan kulit juga kehilangan banyak jaringan lemak yang bisa melindungi pembuluh dari benturan.

Konsumsi Obat-Obatan
Asupan obat dan biopsi kulit (contoh obat NSAIDs-Non Steroid Anti Inflamation Drugs, obat diuretik, golongan meprobarmat, dan ampicilin) dapat menjadi penyebab munculnya memar ini. Karena saya bukan orang di bidang kesehatan, saya sedikit menjelaskan tentang obat-obatan tersebut, agar lebih greget :). Tentu saja hasil dari googling :)


Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs) adalah obat-obatan yang sering digunakan sebagai obat bagi mengatasi nyeri yang bersifat ringan sedang serta sebagai anti inflamasi seperti pada pasien dengan kronik artritis (Scott, 2002). 
Diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin.
Ampicilin merupakan obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi yang berkaitan dengan kulit, gigi, mata, telinga, saluran pernapasan, dll (amazine.com). Menurut peringatan obat yang saya temukan di informasiobat.com, dapat diketahui bahwa penggunaan ampisilik juga dapat menyebabkan timbulnya ruam pada anak-anak.

sumber : informasiobat.com
Konsumsi Makanan
Memar ini juga dapat dipicu dari makanan yang kita konsumsi. Beberapa makanan yang dapat memicu munculnya memar, antara lain : minyak ikan, jahe, dan bawang putih.

Purpura simplex ini tidak berbahaya, namun ada baiknya Anda menjaga kondisi badan agar tidak terlalu lelah. Waspadai jika memar muncul tiba-tiba setelah Anda mengonsumsi obat tertentu. Jika memar terasa sakit dan diikuti pendarahan lain, misal mimisan, segera hubungi dokter untuk memastikan penyakit Anda :)

Reference :
  • http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31383/5/Chapter%20I.pdf
  • http://marcheijourney.wordpress.com/2011/11/12/memar-karena-kecapaian/ 
  • http://pemiwan.wordpress.com/2010/12/12/bercak-biru-bukan-karena-di-jilat-setan/
  • http://mardianafebriyanti.blogspot.com/2011/12/hematologi.html 
  • http://rina-novita.blogspot.com/2012/05/purpura-simplex.html
  • http://rizkayatinde.blogspot.com/
  • http://www.informasiobat.com/ampisilin
  • http://www.amazine.co/17356/8-jenis-antibiotik-beserta-manfaat-efek-sampingnya/

You Might Also Like

4 Comments

  1. kalo abis main bola gimana tuh http://gadog4d0.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. mungkin karena kecapaian main bola, jadinya dinding pembuluh pecah dan memar biru. imo :)

    ReplyDelete
  3. Aku juga sering kalau capek memar, katanya sih kurang vitamin C :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hem. Terima kasih infonya, mbak. Ternyata kurang vit C juga bisa memar2 ya - -"

      Delete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)