Cerita Kucing Kecil

By Thursday, September 11, 2014

favim.com
Syahdan, di lembah dekat Kerajaan Hutan, terjadi perbincangan singkat yang terjadi antara kucing kecil dan ibunya. Perbincangan ini, terjadi menjelang hari-hari kelulusan kucing kecil di sekolah yang dia tempuh kini. Sebuah sekolah yang menyatukannya dengan berbagai jenis binatang yang berasal dari seluruh penjuru Kerajaan Hutan. 

.....

"Nak, kamu tetaplah menjadi kucing kecil dan jangan mau menjadi seperti Pak Singa yang kelaparan," pesan Ibu Kucing sambil menjilat sekujur tubuh anaknya.

"Tapi, Bu, aku tak dapat menerkam mereka karena kekuatanku yang kecil ini. Mereka terlalu besar, Bu," sang anak menggeliat dan sedikit tidak mengerti.

"Jangan takut, Nak. Tetaplah menjadi kucing dan jadilah kepala untuk mengumpulkan pasukanmu. Mereka yang besar, seringkali hanya menjadi pengikut dari ambisi kerakusan mereka. Jadi, bersatulah dengan yang lainnya untuk mengalahkan singa itu, nak. Lah, wong, Pak Singa itu cuma bisa jadi ekor saja untuk menutupi kekecilannya."

"Tapi, Bu...."

"Jangan ragu, Nak. Menjadi kucing, tapi ambillah posisi menjadi kepala, itu lebih baik. Kamu bisa memimpin dengan kebijkasanaanmu yang Ibu ajarkan selama ini. Jika kamu menjadi singa, tapi hanya menjadi ekor, bagaimana kamu bisa mengubah sistem yang selama ini seringkali kamu pandang salah. Paham maksud Ibu, Nak?"

dan si Kucing kecil berlalu meninggalkan Ibu Kucing dengan kibasan kiss bye dari kejauhan.

Bisa mengambil maknanya, bukan?

You Might Also Like

2 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)