Perihal Hilangnya Menteri Ristek (2)

By Monday, September 15, 2014 ,

Benar kata pepatah lama yang mengatakan,

Berakit-rakit kita ke hulu, berenang kita ke tepian. Bersakit dahulu, senang pun kan datang.

Rasanya, seperti itulah yang saya rasakan sekarang. Setelah, alhamdulillah  melepas jabatan sebagai koordinator PKM 2013. Antara terharu, lega, dan bersyukur. Walaupun dulu berurai keluh, hasil yang saya dapatkan lebih dari yang saya bayangkan. Bersyukur dan lebih dari ini.

Saya pun sedang menulis ini dengan kembangan senyum yang tak kunjung lepas. Banyak tawa yang rasanya harus saya sandangkan ketika mengingat semua moment yang pernah saya lewati. Keluhnya, mengesalkannya, marahnya, menghebohkannya, dan berbagai macam hal. Menakjubkan dan saya bersyukur melewati semua ini.

Beberapa waktu lalu, saya mendengar kabar dari teman kos saya perihal rencana pacar dan geng-nya untuk mengerjai saya di group facebook. Saya jadi berpikir lucu. Mereka seringkali menuliskan kalimat yang menohok ketika saya memposting sesuatu, namun begitu bertemu langsung, mereka banyol. Kata teman saya lagi, foto saya bahkan dijadikan bahan lucu-lucuan. Sebenarnya sedikit penasaran, tapi ah sudahlah -___-"

Jadi, rasanya, semua sindiran panas mereka ketika di dunia maya, mereka bayar beberapa hari yang lalu. Tiba-tiba saja, ketika hari pengembalian dana talangan tiba, ada beberapa amplop dari mahasiswa Mekatronika - 2010 yang menuliskan puisi gombal untuk saya, Rima, dan Ristek1314. Menggelikan dan membuat perut terasa terguncang menahan tawa.

Hingga pada bagian ini, saya masih merasa geli dengan candaan mereka. Pada akhirnya, saya berpikir bahwa apa yang mereka lakukan kemarin adalah untuk mengajari saya bagaimana menghadapi berbagai macam tipikal orang. Keras, namun ndemulur. Hijau, namun bukan dari hijaunya 'keluarga' saya. Hehe.

Banyak orang hebat yang pada akhirnya saya kenal setelah saya menjadi koordinator PKM 2013 ini. Walaupun penilaian kriteria orang hebat itu relatif, mereka hebat di mata saya. Tidak bisa diungkapkan. Mereka hebat :)

Banyak nama yang ingin saya tulis. Dari kenangan karena amarahnya, nasihatnya, pesannya, sapanya, dan semua hal yang pada akhirnya membuat saya akan mengenangnya dengan senyuman.

Tak terkecuali senyum untuk Dicha Paramitha, Dicky Abdillah, Dewi Maera, Samsul Ma'arif, dan seluruh rekan di Ristek1314. Mengagumkan ketika berkenalan dengan Indra Ganesha, Bahtiar Ponco Aji, Billy Abbie, Eric Effendi, Titis Pratiwi, Jazz Oki, Agus Supriyanto, Aris Sudaryanto, Rafika Nilasari, Yohannes Surya, Sandika Abi, Gramandha Wega, Anita, Pungki Ilham, Raras, Nani Setyowati, Puji Rahayu, Ika, Cholid, Yusuf, Birwas Rozano, Fahmi, ataupun Samsul. Menggelikan pula ketika mengingat Rizky Mahesa dan teman-teman sekelasnya. Ini nama Rizky benar-benar saya ingat, sebab beliaulah yang sering mak clekit di hati -__-". Namun, kelas-kelasnya lah yang membuat Ristek1314 terpingkal-pingkal dengan puisi karangan mereka. Nice.

Dan bagaimana pun, nikmat Tuhan tak akan pernah terhenti ketika hamba-Nya selalu mencoba bersyukur, bukan.

Oke, terima kasih Ristek BEM PENS 2013 - 2014. Semoga akan semakin baik ke depannya. Love ya.

Ini ucapan saya untuk yang banyol-banyol yang sekarang akan wisuda :')
Ngomong-ngomong,

Happy Graduation 
Telekomunikasi 2010, Telekomunikasi 2011, Mekatronika 2010 dan seluruh Keluarga Mahasiswa PENS-ITS
Semoga kebaikan selalu bersama kalian.

You Might Also Like

0 Comments