Kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi

By Saturday, January 24, 2015

Di kalangan mahasiswa, kehidupan perguruan tinggi digadang-gadang merupakan miniatur kehidupan seseorang sebelum nantinya terjun di kehidupan masyarakat. Walaupun, kenyataannya kehidupan di masyarakat terbilang lebih kompleks jika dibandingkan dengan kehidupan kampus. Mahasiswa masih harus terus belajar di luar teori pelajaran, menahan sifat idealism yang masih tinggi, dan masih banyak lagi yang harus dipersiapkan mahasiswa agar nantinya dapat memberikan kontribusi yang layak di masyarakat.

Sebagai mahasiswa tingkat 3, beberapa kali saya mendengar Kiat-Kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi, baik dari kakak kelas maupun dari dosen saya. Bukan hanya sukses dalam bidang akademis, namun juga dalam bidang non akademis. Dulu, mahasiwa baru di jurusan saya hampir setiap harinya dikumpulkan di suatu area untuk diberikan pengarahan. Kami menyebutnya pengkaderan jurusan. Oke, mari kita bahas bersama bagaimana belajar sukses secara hardskill dan soft skill di perguruan tinggi.


Kembangkan Hardskill

Mengembangkan hardskill atau pengetahuan yang berhubungan dengan materi kuliah adalah hal penting. Memang, IPK bukanlah segalanya, namun bagi saya, IPK adalah pintu gerbang untuk membuka jalan ke depannya. Jadi, tetaplah berjuang untuk membangun IPK, minimal di atas 3,00.

[1] Manfaatkan Perpustakaan Offline ataupun Online

Ubudiyah Blog Contest 2015 : Kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi
Memanfaatkan Perpustakaan Online dan Offline (via evolllution.com)
Hidup di jaman android, seperti ini, tentu sudah memiliki banyak kemudahan jika ingin mengakses materi pendidikan. Perpustakaan kampus juga memiliki persediaan yang lengkap bagi mahasiswa yang haus dengan ilmu. Namun, menjadi mahasiswa online yang selalu mengandalkan pencarian di dunia maya pun tak masalah. Sudah banyak web yang menyediakan tulisan ilmiah dengan akses gratis ataupun berbayar. Misalnya id.scribd.com, academia.edu, dan masih banyak lagi.

[2] Jalin Relasi dengan Kakak Kelas itu Mutlak

Menjalin hubungan dengan kakak kelas sangat diperlukan apalagi bagi mahasiswa baru yang masih beradaptasi dengan lingkungan kehidupan kampus. Banyaknya kenalan dengan kakak kelas membuat kita tidak sungkan jika ada hal yang ingin kita tanyakan. Bergaul dengan mereka membuat kita lebih banyak pengalaman. Mereka pasti lebih terbuka dengan adik kelas yang sudah mereka kenal, bukan. Jalin hubungan baik, ambil ilmu mereka, dan menjadilah padi yang berisi.

Ternyata, selain bermanfaat di bidang akademis, memiliki relasi dengan kakak kelas bermanfaat untuk kehidupan ke depannya, loh! Seriusan.

Memiliki kenalan dengan kakak kelas itu sangat sangat penting dek. Semakin bnyak kenal semakin luas jaringannya.” – Birwas Rozano Reza, Presiden BEM PENS-ITS 2012-2013

[3] Ikuti Seminar ataupun Workshop

Mengikuti seminar akan meningkatkan pengetahuan kita (via www.pens.ac.id)
Mengikuti kegiatan seminar ataupun workshop yang berhubungan dengan materi kuliah sangat bermanfaat. Pada umumnya, materi seminar dan workshop yang diadakan baik oleh kampus maupun luar kampus dapat menambah ilmu kita. Kalaupun tidak memberi efek dalam jangka pendek (saat ujian), mengikui kegiatan semacam ini dapat memberikan efek jangka panjang. Jadi, jangan lupa untuk selalu membawa catatan dan mencatat materinya. Kalau bisa, sediakan buku khusus untuk kegiatan-kegiatan macam gini. Oh, ya, boleh juga kok kalau mau tebang pilih mengingat biaya yang biasanya perlu merogoh kocek bagi mahasiswa indekos, macam saya :)

[4] Jangan Segan untuk Memanfaatkan Internet dan Fasilitas Online Kampus

Beberapa kampus sudah menerapkan fasilitas online ataupun memasang wifi di area kampus. Ini tentu akan mempermudah mahasiswa untuk mengakses informasi kampus di manapun. Begitu pula dengan persediaan kampus dengan wifi yang berkecapatan tinggi, pasti akan memberi keuntungan tersendiri bagi mahasiswa indekos, seperti saya. Jangan segan datang ke kampus mencari jaringan wifi untuk mencari materi kuliah. Bayangkan betapa dana yang dapat dihemat tanpa harus mengakses internet dari modem ataupun warung internet, bukan? Haha.

Salah satu kampus yang akan menerapkan sistem kampus cyber adalah Universitas Ubudiyah Indonesia (UII), Banda Aceh. Pada tahun 2025 mendatang, kampus ini berencana untuk mewujudkan World Class Cyber University. Nantinya, mahasiswa akan dapat mengakses segala informasi kampus secara online, baik itu Kartu Rencana Studi Online ataupun Informasi Perkuliahan, dan juga penambahan fasilitas wifi dengan kecepatan akses yang tinggi.

[5] Jangan Selalu Merasa Salah Jurusan

Selalu merasa salah jurusan akan membuatmu lemah :) (via nyunyu.com)
Apakah sampai sekarang kamu masih sering mengeluhkan jurusan yang sedang kamu ambil sekarang? Berhentilah mengeluh dan terus berjuang. Keluhan yang berlebihan akan membuat seluruh semangat dan niat kamu secara perlahan hilang. Ini tentu membuat kamu jadi malas kuliah. Sekarang, cobalah bangkit. Di sinilah kamu sekarang dan buktikan bahwa kamu bisa fighting di jurusan tersebut :) Mungkin, mendekati dosen ataupun teman yang lebih ahli dapat membuat kamu lebih termotivasi dan interested di jurusan tersebut.
 

Kembangkan Softskill

Ada yang bilang, “Jika IPK kamu sudah di atas 3, maka kamu bisa tenang untuk mengembangkan softskill kamu di bidang lain. Tapi, kalau masih di bawah 3, itu kembali ke prioritas kamu.”

Sedangkan, Anies Baswedan pernah pula mengatakan bahwa IPK hanya akan mengantarkanmu ke meja wawancara, selebihnya adalah kemampuan leadership.

Jadi, kemampuan hardskill saja ternyata tidak cukup untuk mempersiapkan diri ketika nantinya kita turun di kehidupan masyarakat. Kemampuan softskill, seperti leaderhip, manajemen tim, percaya diri, ataupun kemampuan mencapai target, juga sangat diperlukan. Semua kemampuan ini tidaklah langsung turun dari langit, melainkan harus dilatih secara intensif. Bagi sebagian orang, memang ada yang memiliki pembawaan sebagai pemimpin sejak awal, namun bagiaman yang belum? Maka, berlatihlah dari sekarang (ngomong sama diri sendiri juga XD).

[1] Aktiflah di Organisasi Kampus (Ormawa)

Banyak yang bilang, menjadi bagian dari ormawa kampus dapat melatih kemampuan softskill kita. Ketika kita berorganisasi, maka kita akan belajar bekerja sama dalam team work, pengontrolan emosi, ataupu beradaptasi. Seseorang yang pernah berada dalam suatu organisasi cenderung memiliki kemudahan untuk berkomunikasi dengan orang banyak.

Manfaat dari mengikuti ormawa kampus, yang paling kerasa adalah mudah beradaptasi di lingkungan baru manapun.” – Riyadhi Fernanda, Alumni Telkom University, Anggota APTRG (Aeromodelling, Payload, and Telemetry Research Group) Tell-U.

Weits, walaupun aktif di ormawa dan biasanya menyandang predikat aktivis, janganlah berjalan dengan dada membusung. Tetaplah bijaksana dengan kedudukan ormawa yang disandang dan jadi mahasiswa tanpa cela :). Hidup mahasiswa, hidup seluruh rakyat Indonesia!

[2] Bergabunglah di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Kominitas Kampus

Ubudiyah Blog Contest 2015 : Kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi
Komunitas Mading dan Majalah PENS (dokumen pribadi)
Jika hati kamu bukanlah seorang aktivis, mungkin kamu bisa bergabung di UKM yang sesuai dengan minat dan bakat kamu. Jika kamu suka dengan olahraga, maka bergabunglah dengan UKM olahraga, begitu seterusnya. Walaupun tidak tersemat julukan aktivis, bergabung di UKM tetap ada pembagian peran dan struktur organisasi di dalamnya, bukan. Jadi, di UKM-pun kamu bisa belajar mengenai team work, komunikatif, dan belajar menyelesaikan permasalahan dalam lingkup kecil.

[3] Jangan Takut untuk Ikut Kompetisi, Youth Summit, dan ....

Hei, mahasiswa berprestasi, jangan takut untuk mendaftarkan ide kamu di kompetisi yang sering diadakan oleh universitas-universitas di seluruh Indonesia. Belajar softskill, tidak harus dari ormawa dan ukm. Dengan mengikuti kompetisi-pun, kamu bisa belajar softskill. Kenapa? Karena kebanyakan kompetisi lingkup kampus selalu mensyaratkan untuk membuat tim.

Sudah tahu bukan, tidak mudah untuk bekerja sama dalam satu tim. Ketika kita menjadi tim, kita secara otomatis dituntut untuk belajar team work, mengenyampingkan kepentingan pribadi, ataupn belajar memahami satu sama lain. Ada banyak sekali kompetisi yang bisa diikuti secara kelompok di kalangan mahasiswa, salah satunya adalah Program Karya Mahasiswa (PKM) yang diadakan oleh DIKTI.

Mengikuti kegiatan semacam Youth Summit juga akan mengasah softskill-mu. Kamu akan dilatih untuk percaya diri dan aktif selama kegiatan berlangsung. Mengikuti kegiatan semacam ini akan membuatmu memiliki teman di luar kampus yang lebih banyak dari sebelumnya. Hei, guys, berkenalan dengan kawan baru bukanlah sesuatu yang buruk! Itu menyenangkan sekali.

[4] Jangan Takut untuk Belajar Bisnis

Mahasiswa tak selamanya harus berkutat dengan materi kuliah ataupun kegiatan ormawa. Mahasiswa pun mampu menjadi bagian dalam lingkup bisnis. Mahasiswa kreatif tentu dapat memutar otak untuk mengambil celah di lingkungan sekitar untuk menjadi ladang bisnis baru.
Belajar bisnis semenjak menjadi mahasiswa itu perlu (via uc.ac.id)
Lalu, softskill apa yang didapatkan dari kegiatan bisnis ini? Banyak. Menjadi mahasiswa pebisnis itu tidak sekonyong-konyong sukses. Belajar bisnis akan membuat kita tahan banting, mampu memanajemen keuangan, dan kreatif. Saya pun hingga sekarang belum bisa mengembangkan softskill di bidang ini. Masih terlalu banyak alasan untuk memulainya.

Asyiknya berbisnis adalah kita bisa cari uang sendiri dan tahu cara menghadapi berbagai macam customer.” – Ratih Prima, mahasiswa PENS, staff ahli di Departemen Kewirausahaan (KWU) Himpunan Mahasiswa Telekomunikasi, pemilik Ramita Olshop.

Oh, ya, DIKTI juga mewadahi mahasiswa yang ingin belajar bisnis dengan mengadakan Program Mahasiswa Wirausah (PMW). Nantinya, mahasiswa diminta untuk membuat proposal pengajuan rencana bisnis dan jika disetujui, maka DIKTI akan mendanai proposal bisnis tersebut. Tahun 2014 lalu, saya sempat mendaftar dan belum berhasil lolos di seleksi kampus.

[5] Menjadi Perancang Kegiatan Sosial

Jika point-point di atas masih belum sesuai dengan hati nurani, bagaimana jika mencoba merancang ataupun mengikuti kegiatan-kegiatan sosial? Mengikuti kegiatan semacam ini dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama. Belajar merancang dan mengadakan acara tentu diharuskan memiliki kemampuan khusus, baik dari segi analisa kondisi linkungan (AKL), perancangan jadwal kegiatan (PJK), dan lainnya. Nah, kemampuan inilah yang harus dikembangkan, bukan?

Salah satu cara untuk melatih kemampuan merancang kegiatan sosial adalah dengan bergabung di organisasi yang sejalan dengan visi yang ingin kita bawakan, salah satunya AIESEC. Dengan bergabung di organisasi tersebut, kita akan mendapatkan banyak pengalaman baru sekaligus melatih kemampuan softskill kita.

Mencari partner yang sevisi dengan kita adalah hal penting jika ingin membuat kegiatan luar kampus. Misalnya, jika saya suka kegiatan sosial, maka saya find organisasi luar yangg bergerak juga di bidang itu. Kebetulan saya ambil AIESEC. Kalau kamu ingin ngadain lomba blog, coba tembusi komunitas blogger atau sejenisnya. InsyaAllah mereka respon, kok.” – Fauji Makarim, Ketua Himpunan Mahasiswa Telekomunikasi, President of “10 Glasess of Water Every Day” Project.

Nah, itu tadi beberapa Kiat-Kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi. Jangan jadi mahasiswa yang hanya kuliah-pulang-kuliah-pulang (kupu-kupu) ataupun kuliah-rapat-kuliah-rapat (kura-kura). Jadikan mahasiswa mudamu lebih bermakna dengan terus meningkatkan dan mencari jati diri kamu. Weits, saya pun masih terus belajar agar lebih siap menjadi padi yang berisi ketika nantinya terjun di masyarakat.

If you are always trying to be normal, you will never know how amazing you can be.” – Anonym.


Tulisan ini diikutsertakan dalam Ubudiyah Blog Contest 2015

You Might Also Like

16 Comments

  1. aku biasanya ke kampus utama yg ada disebelahnya rektorat itu loh, disana sambil nyomal nyamil dikantinnya baru setelah kenyang naik deh ke perpustakaannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, bener mbak. Penuhin kebutuhan perut dulu yak, baru penuhin kebutuhan otak :D

      Delete
  2. Ada satu yang terlupakan: Sering-seringlah bolos kuliah, biar jadi bill gate dan mark zuckerberg :D

    jaddung.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. Wiiih semoga menang lomba blog nyaaa.. ini keren banget tulisannya..

    ReplyDelete
  4. Keren,...masa kuliah sudah berlalu untuk saya, tinggal mengantar anak2 kayanya nih... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah :D Senengnya yang udah punyak anak mbak :D

      Delete
  5. ooow jadi jalin relasi sm kk kelas itu mutlak? pantesan temen temen gue pada pacaran sm kakak kelas ya :/

    ReplyDelete
  6. wah, tips dari kakak kelas bisa bermanfaat nih ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Itu tips dari kakak kelas turun temurun, dek :D

      Delete
  7. Waaah bagus banget deh postingannya :D
    Setuju, aku paling suka yg nomor 1. All day long suka bertaoa di perpus, entah baca, nulis maupun numoang tidur. Hehe :3
    Salam kenal :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, mbak :D
      Biasanya saya dan temen2 ke perpus numpang ngadem pakek AC. Haha.

      Delete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)