Mahasiswa Tanpa Cela [.]

By Saturday, January 17, 2015 ,

Mahasiswa Pemikir Kritis dan Logis (?)

Sudah berani mengkritik tentang kebiasaan penghuni kursi jabatan. "Tidur saat rapat, tidak mementingkan kepentingan rakyat, menginginkan kedudukan dengan duit berlimpah, ..." | Tapi, untuk menjadi penerus kebangkitan, seringkali tidur ketika pelajaran. Seringkali mengandalkan fotocopy ketika akan ujian. Nantinya, mungkin yang tahu seluk beluk undang-undang hanya beberapa. Yang lainnya, mungkin fotocopy aja, lah, ya.

Mahasiswa Penuh Wawasan (?)

Sudah berani mengkritik kebijakan pemerintah tentang kenaikan BBM yang terlalu mendadak. "Kenapa tidak sekalian aja dinaikkan 1100? Pemerintah plin plan. Pemerintah ini itu." | Tapi, ketika ditanya tentang solusi untuk permasalahan yang sederhana saja, jawabannya masih ngelantur kemana-mana. Memang benar ada landasannya, tapi hanya berlandaskan dari yang pro saja. Masih banyak egoisme dan idealisme yang dipegang. Mungkin, nantinya keputusan kebijakan baru hanya diperuntukkan orang-orang yang pro saja, sedangkan yang kontra "terserah mau lu apa, deh".

Mahasiswa Cinta Lingkungan (?)

Sudah berani bakar ban di jalan. Memancing media agar pikirannya didengarkan. "Mahasiswa penyambung lidah rakyat," dengan lantang hati ini berteriak. | Bakar ban di jalan, lalu menambah lubang di lapisan ozon? Tutup perkara, buka perkara baru.

Mahasiswa Anti Korupsi (?)

"Pemerintah korupsi uang, tangkap tikus negara, tangkap!" | Dengan santainya, masih seringkali berkilah ketika terlambat (korupsi waktu), "Halah, kebiasaan masyarakat Indonesia kan memang seringkali telat". Mahasiswa, masih modal duit orang tua. Susah pula korupsi uang, korupsi waktu aja mah lebih gampang. Toh, ya, 'kebiasaan masyarakat Indonesia'.

Mahasiswa cerdas (?) minta keadilan bagi masyarakat kecil

Keadilan seadil-adilnya dimanapun. Tegakkan Bhinneka Tunggal Ika. | Tapi, nyatanya masih seringkali mengeluhkan tempat duduk yang tidak menguntungkan ketika ujian berlangsung. Seringkali mengeluh ketika mendapat penjaga yang ketat. Minta keadilan dimana-mana, tapi memberi keadilan kecil saja susah.

Mahasiswa, jiwa muda bergelora (?) 

Masih punya seribu hasrat untuk menggapai impian. "Ikut training ini, yuk. Jadi panitia kegiatan bergengsi. Posting di media sosial. Biar gaul, gitu. Toh nantinya IP bukan segalanya. Haha." | Iya, ikuti saja segala kegiatan yang mendukung softskill. IP bukan segalanya, tapi gerbang membuka segalanya. IP bukan segalanya, tapi tidakkah ada tanggung jawab dengan yang membiayai kuliah?

Mahasiswa beken, mahasiswa keren (?) 

Mahasiswa dengan segudang agenda rapat yang membutuhkan waktu bermalam-malam, hingga menginap di kampus. "Ya, kampus rumah kedua, mah. Kos itu rumah ketiga. Haha." | Mungkin, pulang larut malam itu parameter mahasiswa keren. Akan dipandang sebagai mahasiswa sibuk dan terpandang (terpandang untuk masyarakat macam apa?). Wih, gila!

Mahasiswa tanpa cela (.) 

Yang seringkali menyangkutpautkan Peran Fungsi Mahasiswa (karena baru pertama kali tahu). Mahasiswa yang seringkali pulang malam karena dipenuhi rapat organisisasi (80% ngopi, 20% rapat). Mahasiswa yang selalu menuntut keadilan (tapi seringkali nyontek saat pelajaran). Dan dengan dada terbusung, berkata dengan semangat, "Kamilah penerus tonggak kepemimpinan Indonesia." | What the hell (?)



Surabaya, Januari 2015



*) Ditulis di kamar kos Surabaya dengan renungan terhadap diri sendiri. Tersindir, silakan. Saya pun lumayan tersindir #jedokinjidat

sumber gambar : https://ainicahayamata.wordpress.com/2010/12/14/sebuah-catatan-bagi-mereka-yang-disebut-aktivis-kampus/

You Might Also Like

10 Comments

  1. keren tulisannya. Jadi malu sendiri gue...

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga jadi malu sendiri nulis beginian, mas. refleksi diri :")

      Delete
  2. hahaha macam2 mahasiswa ya, hidup mahasiswa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia :D Sering denger slogan beginian ya, mbak. kwkwk :D

      Delete
  3. bisa dibilang saya pun merasakan hal yang sama
    tapi aku kecewa sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita merasakan hal yang sama mas :")

      Delete
  4. Jarang ketemu dengan tulisan yang self-addressing seperti ini. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe :D terimakasih kunjungannya ^^

      Delete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)