Pesona Wisata Gresik : Pantai Delegan dan Surowiti

By Monday, February 23, 2015 , , , ,

Pada tanggal 19 Februari 2015, saya bersama Adam Surya Putra (Adam), Tiwi Lina Pratiwi (Tiwi), Silvi Fitria (Silvi), Haris Hidayatullah (Har), dan Maulana Akbar (Akbar) meluangkan waktu untuk berkunjung ke Kabupaten Gresik. Pada liburan kali ini, tujuan wisata alam kami adalah Pantai Delegan dan Bukti Jamur. Namun, pada akhirnya kami memutuskan untuk mengganti destinasi Bukit Jamur dengan Wisata Surowiti. Jadilah, wisata kami kali ini adalah Wisata Pantai Delegan dan Wisata Religi Surowiti.

Nah, dari Surabaya, kami (kecuali Akbar) berangkat sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di Kabupaten Gresik sekitar pukul 13.00 WIB. Sebenarnya tidak sejauh itu, sih. Waktu yang kami gunakan habis di makan pagi di rumah Haris dan berbincang panjang lebar. Sesampainya di Gresik pun, kami tak langsung berangkat ke lokasi tujuan, melainkan mampir ke Mc Donalds sebagai tempat pertemuan kami dengan Akbar. Di sana, Akbar (putra daerah Gresik) telah menunggu kami dan siap menjadi guide tour kami kali ini.

Kesan Pertama Gresik : Kota yang Hampir Serupa dengan Surabaya

Yap, kesan pertama yang saya tangkap begitu sampai di Gresik adalah terik matahari yang hampir sama dengan Kota Surabaya. Selain itu, di Gresik ini juga terdapat Kawasan Industri yang sepinya pepohonan serupa pula dengan Kota Surabaya. Namun, di Gresik ini, selama perjalanan menuju destinasi wisata, kami juga disuguhkan perjalanan dengan pemandangan tambak dan beberapa jejeran batu gamping. Pemandangan mata pun akan segera disegarkan dengan hijaunya pedesaan yang kami lewati dalam perjalanan tersebut.


Pantai Delegan : Wisata Pantai Pasir Putih

Pesona Pantai Delegan, Gresik, Jawa Timur
Pesona Pantai Delegan (via sobatpetualang.com)
Pantai Delegan atau biasa disebut Wisid (Wisata Segoro Indah Delegan) ini terletak di Desa Delegan, Kecamatan Penceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Wisata ini dibuka untuk umum dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Harga tiket yang terjangkau (dewasa Rp 6.000,- ; parkir sepeda motor Rp 2.500,-) dan pemandangan pantai yang indah, membuat saya benar-benar merasa refreshing dari pemandangan kota. Sama halnya dengan wisata alam pada umumnya, pantai ini ramai dikunjungi pengunjung pada saat liburan ataupun akhir pekan. Seperti yang kami amati pada hari itu yang sangat ramai karena bertepatan dengan libur hari raya Imlek.
Tiket Masuk Pantai Delegan
Tiket Masuk Pantai Delegan
Wisid menjadi tempat wisata alternatif karena lokasinya relatif strategis, berada di jalur wisata ziarah wali mulai dari Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Sunan Drajat di Lamongan, hingga Sunan Bonang di Tuban. Pengunjung Wisid didominasi dari Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Surabaya dengan presentase rata-rata pengunjung adalah 60% wisatawan lokal Gresik dan 40% wisatawan luar kota. (bappeda.jatimprov.go.id)
Tiwi dan Akbar sedang Bercengkerama
Tiwi dan Akbar sedang Bercengkerama :p
Pantai ini memang berbeda dengan Pantai Bolu-Bolu yang pernah saya kunjungi di Malang Selatan. Kedua pantai ini memang memiliki ombak yang cukup tinggi, namun Pantai Bolu-Bolu masih lebih tinggi karena masih berada di jalur Laut Selatan. Selain itu, di Pantai Bolu-Bolu, saya merasa berada di pulau milik pribadi karena hanya ditempati oleh tidak lebih dari 5 penduduk dan harus disebrangi dengan perahu. Sedangkan di Pantai Delegan ini, sangat terasa ramai sekali dengan pengunjung anak kecil dan keluarga.
Pesona Pantai Delegan, Gresik
Aduh, sampahnya -____-"
Pesona Pantai Delegan, Gresik
Ombak yang Tidak terlalu Tinggi. Tebak saya yang mana ?
Pesona Pantai Delegan, Gresik
Jajaran Warung di Pantai Delegan
Oh, ya, di tempat ini juga banyak sekali berjajar pusat oleh-oleh khas pantai dan warung penjual makanan berat. Jadi, jangan khawatir kelaparan dan kekurangan makanan, deh. Fasilitas lainnya adalah adanya penyewaan ban dan bebek pancal yang cocok sekali untuk keluarga yang membawa anak kecil. Pantainya pun sangat lembut dan beberapa keluarga tampak sedang membuat istana pasir.

Pantai Delegan ini cocok sekali untuk wisata keluarga karena ombak di tepi pantai tidak terlalu tinggi. Anak dan orang tua dapat bermain pasir pantai, renang (dengan tambahan fasilitas ban), dan bebek pancal. Yuk, ajak anak keluar dari zona gadget mereka :)
Pesona Pantai Delegan, Gresik
Full Team Hore (kurang Zia sama Ulfa :3)

Wisata Religi Surowiti : Petilasan Sunan Kalijaga yang Membuat Merinding

Dalam perjalanan pulang dari Pantai Delegan ke Surabaya, kami memutuskan untuk berkunjung ke Pantai Surowiti dibandingkan ke Bukit Jamur. Ini dikarenakan Akbar, guide tour kami lebih memahami jalan menuju Wisata Surowiti dibandingkan ke Bukit Jamur. Selain itu, rentang waktu kami hanya sekitar 2 jam sebelum Maghrib tiba.

Wisata Surowiti ini, awalnya, saya kira semacam bukit biasa dengan pemandangan yang sangat hijau di kanan kirinya ala bukit Teletubbies. Nyatanya, wisata ini adalah wisata religi, tepatnya adalah wisata petilasan Kanjeng Sunan Kalijaga.
Petilasan Sunan Kalijaga, Surowiti
Banyaknya Anak Tangga mennuju Petilasan Sunan Kalijaga, Surowiti
Petilasan tersebut berada di puncak bukit, sehingga kami harus menaiki banyaknya anak tangga menuju tempat yang kami tuju. Untuk sepeda motor, kami harus menitipkannya ke parkir yang berada di kaki bukit. Bagi saya yang jarang olahraga, itu terbilang cukup berat :3. Well, semua terbayar ketika sampai di kawasan petilasan.
Petilasan Sunan Kalijaga, Surowiti
Goa Langsih, Tempat Pertapaan Sunan Kalijaga (model : Haris)
Di kawasan tersebut, mulai terasa aroma religi-nya, loh. Konon, tempat ini seringkali dijadikan pesugihan untuk meminta tuyul. Walaupun banyak rumah penduduk lokal, saya merasakan suasana yang sedikit menyeramkan, sih, karena petilasan tersebut sebenarnya terletak di area makam. Saya pun tidak terlalu banyak mengabadikan gambar di daerah ini untuk menghormati mereka yang telah tiada :). Jadi, di tempat tersebut, kami hanya berfoto satu dua kali, membaca doa, dan langsung pulang. Oh, ya, saran saya adalah bawalah beberapa koin uang receh karena di sana akan banyak pengemis.
Petilasan Sunan Kalijaga, Surowiti
Menuju Petilasan Sunan Kalijaga, Surowiti

Nah, berikut sepenggal mengenai Petilasan Sunan Kalijaga di Surowiti
 

Pengangkatan Sunan Kali Jaga menjadi wali sejajar dengan guru-gurunya sulit dipisahkan dengan sejarah keberadaan Desa Surowiti itu sendiri, karena di atas gunung itulah Sunan Kali Jaga melakukan serangkaian proses spiritual awal dibawah bimbingan sang guru, Sunan Bonang. Tidak berlebihan kiranya jika keberadaan Desa Surowiti bisa dikatakan tonggak sejarah kewalian Sunan Kali Jaga masa berikutnya.

Diantara tonggak sejarah itu adalah sebagai berikut:
  1. Tapa ditepi Telaga Gampeng, disebut Telaga Buntung, atau perintah Sunan Bonang untuk menjaga tongkat bambu (Pring Silir). Hal itu sebagai bukti ketundukkan dan keteguhan dalam menjaga amanah.
  2. Melakukan Tapa Ngluweng (dikubur hidup-hidup) di atas gunung Surowiti untuk menjalani olah spiritual atas bimbingan Sunan Bonang : “Belajarlah kamu tentang mati selagi kamu masih hidup untuk mengetahui hidup kamu yang sesunguhnya. Bersepi dirilah kamu di hutan dan goa dalam batas waktu yang ditentukan”.
  3. Melakukan sidang-sidang dengan anggota Walisongo lain untuk menyelesaikan persoalan-persoalan penting berkaitan dengan perkembangan islam pada waktu itu. Tempat sidang yang sering digunakan adalah di salah satu ruangan Goa Langsih.
  4. Mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam kepada para muridnya di balai-balai kecil, sekarang berdiri Masjid Raden Syahid Surowiti.
  5. Menganjurkan puasa Senin dan Kamis kepada para muridnya di Surowiti, sampai sekarang dua hari yang dianjurkan itu menjadi lambang kebiasaan masyarakat Surowiti dan sekitarnya berziarah ke Makam Sunan Kali Jaga di Surowiti.
  6. Mengajarkan ilmu pertanian dengan membuat filosofi yang memanfaatkan alat-alat pertanian yang digunakan masyarakat. Tentang filsafat Pacul, misalnya, setelah petani membajak maka masih ada sisi-sisi tanah di sudut sawah yang belum terbajak. Artinya, bagaimanapun setelah cita-cita tercapai masih terdapat kekurangan-kekurangannya.
"Filsafat Pacul" : Peralatan pacul terdiri dari tiga bagian, yaitu:
a. Paculnya sendiri, singkatan dari Ngipatake Kang Muncul, artinya dalam mengejar cita-cita tentu banyak godaan yang harus disingkirkan.
b. Bawak, singkatan dari Obahing Awak, menggerakkan badan, artinya, semua godaan yang ada harus dihadapi dengan kerja keras.
c. Doran, singkatan dari Dedongo ing Pangeran, berdo’a kepada Tuhan. Dalam upaya mengejar cita-cita tentu tidak cukup mengandalkan kerja fisik saja tetapi perlu disertai doa kepada Allah SWT.

Keterangan di atas merupakan bagian dari apa yang disebut patilasan, Tapak Jejak dan Tapak Tilas dari laku spiritual Sunan Kali Jaga dalam pengembaraannya di daerah pesisir utara jawa yang berpusat di gunung Surowiti. Sebagaian ontetik ditulis tangan Sunan Kali Jaga sendiri di atas kumpulan kertas dari bahan kulit hewan Cina, kitab itu setebal kitab Al-Qur’an besar yang sampai detik ini masih disimpan penulis.

Surowiti, hari senin wage, 12 romadan 1428 H
24 september 2007 M

Penulis,
MUHAMMAD SONHAJI RIDLWAN
Pimpinan padepokan”ALAM TUNGGAL” GUNUNG SUROWITI
KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK 61156 [1]

Nah, menurut saya, untuk wisata religi Surowiti ini, mungkin kurang cocok untuk keluarga yang membawa anak kecil. Lebih cocok dengan orang dewasa, kali, ya :). Akhirnya, wisata ke Gresik ini berakhir dengan makan sate ayam di alun-alun dengan ditemani teman saya yang baru saja bergabung, Maharani Saniah (Sani). Jadi, bagaimana perasaan saya di wisata kali ini? Menyenangkan dan mengerikan :D

Baca Cerita Lainnya tentang Gresik, yuk!
Weekend Singkat Skripsist di Wisata Bukit Jamur Gresik

Selamat menikmati wisata Indonesia

Indonesia Kaya Wisata! 




Sumber :
[1] http://gunungsurowiti.blogspot.com/2010/11/sejarah-gunung-surowiti.html

You Might Also Like

20 Comments

  1. aku belom pernah kesanaa hap ajakin doong :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi serem kalau di Surowiti-nya, Im :v Delegannya ramai. Ajakin ke Kimi Kimi dulu donk :p

      Delete
  2. siap gan, klo lewat Gresik, mampir

    ReplyDelete
  3. Indonesia penuh dengan pantai indah ya. Dan lebih indah kalau tanpa sampah.

    ReplyDelete
  4. Referensi nya bagus sekali. Mohon izin untuk di book mark

    ReplyDelete
  5. kamu pasti yang paling belakang ya? tangannya paling imut sih. haha
    sayang banget ya itu sampahnya, mengganggu -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, mbak :D
      Iya mbak, sampahnya annoying banget :"

      Delete
  6. sampahnya... gak nahan lihatnya.
    tapi btw, kayaknya 'happy' banget nih. :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kwkwk. Iya, dek, 'happy' banget soalnya liburannya rame-rame :D

      Delete
  7. Replies
    1. Ayo mampir sana mbak :D Agak pedalaman sih tempatnya tapi asyik ^_^

      Delete
  8. harga tiket yang cukup murah dengan suguhan yang disajikan untuk para wisatawan, sepertinya kurang deh....harusnya lebih mahal sedikit dong, kan manfaat bagi kesehatan jiwa para turis tersebut lebih mahal harganya...bener ngga?

    kelebihan uang karcis tersebut juga kan untuk menambah pelayanan bagi mereka yang datang juga kan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dari web yang saya baca, itu sudah lebih mahal dari tahun sebelumnya, Om :"
      Mungkin harganya murah karena masih dalam proses promosi, Om :3

      Delete
    2. Nice beach, Untuk info lokasi wisata pantai indonesia yang amazing silahkan klik http://makdeoddien.blogspot.com/search/label/pantai%20jawa?max-results=8

      Delete
    3. Oke, terimakasih info dan kunjungannya, makdhe ^ ^

      Delete
  9. Kasih rutenya dunk soalnya penasaran bgt nih mau kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, mas Zeed. Mohon maaf, kalau rute, saya benar-benar kurang paham. We used Google Maps alias GPS all the time, mas :")

      Delete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)