Liliana, Sahabat Setengah Kopi

By Friday, February 06, 2015

favim.com
Di tengah nikmatnya tegukan kopi siang ini, Liliana, menghampiriku. Seperti biasanya, dia duduk di bangku kosong depanku dan perlahan menyeruput kopiku dengan terpejam. Aku sudah terbiasa melihat kebiasannya itu. Menyeruput kopi dengan mata terpejam, termenung sebentar, dan dia pun akan siap bercerita. Katanya, itu adalah metode mencari ketenangan hati yang selalu dia lakukan sejak SMA ketika dia ingin bercerita.

Liliana, si wanita dengan rambut sebahu itu sedikit mendekatkan mukanya di depanku, dia tersenyum. Melepas rokok yang tengah terpaut kokoh dengan bibirku yang mulai menghitam. Sedikit terbatuk, dia membuang rokok yang baru 5 menit lalu kuhidupkan. Ah, dasar wanita merepotkan.

"Sekarang apa lagi?" tanyaku membenarkan poninya yang terjuntai tak rapi.

"Aku kini terjebak, Do."

"Dengannya?"

"Bukan."

"Lalu, siapa?"

"Dengan mantanmu?"

"Bukan."

"Denganmu. Teman baikku. Normalkah kecemburuanku padamu ketika kamu dengan riangnya menceritakan Ravina? Wajarkah ketika aku menanyai keadaanmu sesekali ketika kamu sedang berfoto bersama Ravina minggu lalu? Bagaimana aku seharusnya mengatasi ini? Aku tidak ingin pertemanan kita rusak."

Aku tercekat sesaat. Tersenyum.

"Lupakan. Apa yang kamu rasakan hanya sementara."

"Iya kah? Aku harap begitu."

"Kamu tahu? Pertemanan denganmu menyenangkan. Dan aku harap, kamu tetap menjadi teman baikku selamanya."

Dia tersenyum, aku tersenyum. Kami sama-sama terdiam sesaat. Dia kembali menyeruput kopiku dan berlalu dari hadapanku. Ya, tak ada lagi yang bisa kita lakukan saat ini. Mungkin, terdiam sesaat, adalah jalan terbaik. Karena aku tahu, kami hanya bisa jadi teman. Teman yang baik, yang akan datang ketika kami dalam posisi saling tidak terisi. Ya, teman baik. Hanya itu.

***

Di tengah kejenuhan menunggu lamanya meng-copy data :3 

You Might Also Like

8 Comments

  1. Menyuruput kopi dengan terpejam berarti menahan nikmatnya seruput sang Kopi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Bener, Om. Setuju ^_^

      Delete
  2. lanjutkan aja say ceritanya.. kayaknya bisa bikin mesem2 pembaca. hihih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Trimakasih mbak syifa. Lama deh mbak syifa gag kunjung2 ke sini :D

      Delete
  3. Lagi nungguin ngopy data sempat berkarya
    Gaul

    Aku izin copy ya..
    untuk dipublish di AOMAGZ hehe ^^

    ReplyDelete
  4. hallo fibi, blog walking~
    suka deh sama ceritanya :)

    ReplyDelete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)