Weekend Singkat Skripsist di Wisata Bukit Jamur Gresik

By Wednesday, February 03, 2016 , , , ,

“Terkadang, semakin jauh kamu mencari keindahan bumi, banyak pesona terdekat yang terlewatkan.”

Ya, setidaknya, itu sedikit gambaran mengenai Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Menurut saya pribadi, kabupaten yang terkenal dengan PT Semen Gresik dan beberapa bangunan industri ini, terbilang salah satu kabupaten yang ‘ugh, ogah banget buat dikunjungi’. Secara, kawasan industri dikenal sebagai kawasan yang gersang dengan hawa menyerupa Kota Surabaya. Panas.

Ternyata, Kabupaten Gresik memiliki ‘Green Canyon’ (versi saya) yang bisa menjadi tujuan akhir pekan singkat kita. Wisata itu bernama Bukit Jamur yang terletak di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Bukit ini memang terbilang jauh dari pusat kota, tapi gps mampu menunjukkan peta real time yang menuntun kita ke tujuan. Kalau Bukit Jamur telah tercantum di gps, ini menunjukkan bahwa wisata ini telah memiliki nama di masyarakat. Walaupun tidak lagi perawan, wisata ini cukup terawat dengan baik. Good job!

Mencari Rental Mobil Matic di Perumdos ITS itu…


Tanggal 31 Januari 2016, start point perjalanan kami adalah dari Surabaya, salah satu kos teman di daerah Keputih. Kami menyewa mobil matic vvti (kapasitas 8 orang) di daerah Komplek U, Perumdos ITS, seharga Rp 300.000,-/hari. Survey dadakan yang kami lakukan, harga segitu terbilang wajar di daerah Surabaya. Fyi, untuk persewaan mobil matic juga sedikit susah karena kebanyakan rental menyediakan mobil manual dan sudah dibooking jauh-jauh hari. Jadi, mungkin bagi kamu yang butuh referensi persewaan mobil daerah ITS, coba samperin komplek U, deh ;).

Mobil Rental yang Lumayan Luas | nenghepi.com
Mobil Rental yang Lumayan Luas
Rental di perumdos inipun memiliki sistem peminjaman yang berbeda-beda. Ada setidaknya 3 tempat rental yang kami datangi. Ada rental yang menetapkan sistem 24 jam itu benar-benar 24 jam dimana jika kita meminjam pukul 07.00 WIB, maka boleh kembali, ya, jam 07.00 WIB keesokan harinya. Tapi, ada sistem lain dimana kapanpun waktu meminjam, kembali harus sebelum 07.00 WIB keesokan harinya, dan rental dengan sistem ini yang kami pinjam.

Perjalanan Surabaya-Bukit Jamur yang Dekat di GPS, Jauh di Mata…


Perjalanan di GPS terbilang tidak terlalu jauh. Setidaknya, di GPS bisa jadi menunjukkan perjalanan dapat ditempuh kurang lebih satu jam dari Kota Gresik. Namun, kenyataannya lebih lama dari itu. Pasalnya, mengandalkan GPS saja memang cukup, tapi membutuhkan kesabaran ekstra jika tidak mengerti medan. Kami beberapa kali tanya pada abang teman, yang paham tentang Gresik, mengenai arah ke Bukit Jamur. Dari estimasi perjalanan Surabaya-Bukit Jamur yang saya perkirakan 2 jam sampai, ternyata membutuhkan waktu sekitar 3 jam lebih. Fyi, lamanya perjalanan tidak hanya karena tersesat, tapi juga karena perbaikan jembatan yang melintasi Sungai Bengawan Solo.

Dan Kesan Pertama Kami Begitu Tiba…


Perlu hati-hati untuk mengikuti GPS ketika sudah dekat gerbang masuk wisata Bukit Jamur. Ada beberapa belokan yang jika tidak jeli, mungkin saja itu belokan menuju pabrik kapur. Bertanyalah pada warga sekitar dan merekapun akan ramah menunjukkan arahnya.

“Bukit Jamur sebelah sana, mbak, di bekas bangunan perumahan yang ndak jadi,” terang salah satu warga kepada kami.

Eng ing eng, mencari ‘bekas bangunan perumahan yang tidak jadi’-pun sedikit sulit. Untunglah, salah satu teman jeli melihat anak panah bertuliskan ‘Bukit Jamur’. Begitu masuk area wisata dan berhenti di pos, kami didatangi oleh 2 remaja yang menyodorkan tiket. Tiket masuk menuju wisata adalah Rp 10.000,-/mobil dan tidak dihitung tiap orang. Menurut saya, hitungan ini terbilang murah, karena beberapa tempat wisata alam lain, sudah ada yang menerapkan hitungan HTM per-orang ditambah tiket untuk alat transportasi yang digunakan. Dari depan pintu gerbang menuju Bukit Jamur, kita disuguhi pemandangan umbul-umbul yang berbaris rapi layaknya akan diadakan karnaval tahunan.

Pemandangan Menuju Lokasi Utama | nenghepi.com
Pemandangan Menuju Lokasi Utama
Waktu tempuh dari pos hingga menuju jejeran bebatuan berbentuk jamur sekitar 5 menitan dengan medan yang membuat roda mobil kotor dengan tanah kapur. Tapi, pesona hijaunya pemandangan menuju lokasi tujuan, tidak akan mengecewakan. Setidaknya, ini menyegarkan pikiran :D

Dan sampailah di lokasi utama. Seriusan, Bukit Jamur ini keren, euy. Namun, percayalah, bagi kamu penikmat wisata yang wow, jangan pernah pergi ke tempat ini sendirian. Dijamin kamu bakal bosen! Sampai – ow gini aja – dan langsung pulang. Haha. Jadi, saran banget, bagi kamu yang juga doyan fotografi atau explore singkat, cobalah ajak partner untuk membuat liburanmu lebih hidup.

“Liburan apapun bersama partner adalah liburan menyenangkan yang selalu bisa dibagi bersama.”

Salah satu view di Bukit Jamur | nenghepi.com
Salah satu view di Bukit Jamur

Bagi saya pribadi, Bukit Jamur ini indah. Pemandangannya masih hijau dan bebatuannya bisa ditiduri sambil memandang langit. Bayangkan jika saya berada di sana ketika malam hari sambil melihat milky way. So romantic. Sayangnya, wisatawan yang datang (almost of them) bertujuan untuk mengeksplore angle dari bebukitan ini, bukan menikmatinya. Jadi, bagi saya, itu sedikit berisik ditambah botol plastik yang dibuang sembarangan di beberapa sudut bukit :”(. Aduh!

Landscape Bukit Jamur | nenghepi.com
Landscape Bukit Jamur

Bagaimana Bukit Jamur ini bisa menyerupa jamur, ya? Berikut cerita singkatnya.

Bukit jamur atau disebut Mushroom Rock merupakan bebatuan yang terjadi akibat adanya kikisan angin atau air hujan yang menyebabkan bentuk bebatuan ini mirip jamur. Adanya aktivitas dan kemampuan angin untuk mengikis, mengangkut, dan mengendapkan material di daerah kering disebut juga proses aeolian. Angin membawa material pasir yang berukuran kecil kemudian mengikis batu yang lebih besar, proses ini dinamakan Deflasi. Struktur batuan yang menyerupai jamur ini tersusun dari bagian atas yang lebih keras daripada bagian bawah. Oleh karena itu, batuan di bawah lebih mudah terkikis oleh angin atau hujan.[1][2]

Dan ini dia rincian dana yang kami keluarkan untuk perjalanan Surabaya – Gresik – Surabaya. Rincian ini adalah rincian kasar karena beberapa pengeluaran sukarela (biaya tol) tidak terhitung :v

Keperluan
Harga
Sewa mobil 1 hari
Rp
300.000,-
Beli pertamax + premium
Rp
150.000,-
Jalan tol
Rp
50.000,-
Tiket masuk
Rp
10.000,-
Total
Rp
510.000,-

See, Bukit Jamur bisa menjadi salah satu destinasi yang bisa banget kamu datangi untuk akhir weekend. Apalagi bagi kamu, para skripsist (mahasiswa semester akhir) yang digentayangi detakan jam deadline skripsi. Haha. Oh, tentunya, jangan lupa ajak partner! Jangan lupa bawa tongkat sakti untuk take a wefie dan upload ke semua akun social media. Beri tag yang banyak, boleh, deh, asal jangan sampai ngerusak alamnya, ya. Buang sampah bukan cara yang baik untuk menikmati alam Indonesia, gaes!

Baca Cerita Lainnya tentang Gresik, yuk!
Pesona Wisata Gresik : Pantai Delegan dan Surowiti

Regards,

Penanti Toga Wisuda

See Ya in Bukit Jamur, Gaes! | nenghepi.com
See Ya in Bukit Jamur, Gaes!
*) Thanks for partners : Ridha Choirun Nisa’, Anya Karina Maya Putri, Firda Fahrun Nisa, Muvidatul Hasanah, Ullivia Fatasya, Ika Wahyu Erwinda.

***

Reference :
[1] Afandi Kusuma. 2012. Lokasi Bukit Jamur di Bungah Gresik -Bagaimana terjadinya bukit Jamur. http://www.suaragresik.com/2015/01/lokasi-bukit-jamur-di-bungah-gresik.html (diakses 3 Februari 2016).
[2] Proses Aeolian, https://id.wikipedia.org/wiki/Proses_Aeolian (diakses 3 Februari 2016)

You Might Also Like

8 Comments

  1. bener bener muat banyak mobilnya hihhihi

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Iya, mbak. Eksotis buat foto-foto 😁😁

      Delete
  3. Waaaah, tempatnya bagus ya itu bukit jamur :)) lumayanlah refreshing ngilangin penat karena kelamaan nunggu toga wisuda :pp :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Iya, mas, lumayan buat refreshing dari skripsi. :D

      Delete
  4. Waaa bagus tempatnya.
    Beneran kayak jamur ya :o

    Semoga toga yang dinantikan segera tiba, ya.
    Aamiin. Semangattttt kakak~~~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, Mbak. Terima kasih doa dan kunjungannya, ya. Mampir ke Gresik, yuk ^_^

      Delete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)