Am I in Graduation Syndrome?

By Saturday, June 25, 2016

Halo, semoga lancar menuju wisuda!

Minggu ini, mungkin the baper moment paling mengena dalam sejarah pertemanan dan perkuliahan saya. Entah kenapa, line group yang biasanya bahas haha-hihi, sekarang lebih sering bahas bagaimana kita kelak ataupun bayangan bagaimana kalau reuni nantinya. Mungkin, inilah yang sering dialami oleh mahasiswa tingkat akhir, 'Graduation Syndrome'.

Sebenarnya, wisuda memang merupakan salah satu tujuan kami, seperti biggest goal, deh, buat tahun ini. Nyatanya, goal terbesar itu memiliki bayang-bayang yang juga tak kalah mendebarkan. Ya, bagaimana nasib kelak setelah moment wisuda sehari itu terlaksana.

Euforia itu hanya sehari, namun perjalanan masih panjang untuk para pencari kerja ataupun pembuat bisnis ataupun pencari kuliah. Apapun itu, saya tidak terlalu ingin mendikte harus bagaimana kehidupan para wisudawan kelak.

Sejauh ini, Graduation Syndrome yang saya rasakan adalah seperti belum siap berpisah dengan sahabat terbaik, belum dapat kerja, dan nasib di depan mata masih harus tetap diperjuangkan :").

Namun, kembali lagi saya berpikir. Rasanya, Graduation Syndrome akan tetap terlalui dengan baik-baik saja. Dulu, ketika saya belum di posisi mahasiswa tingkat akhir, rasanya saya seperti tidak siap berpisah dengan mereka yang akan diwisuda. Sepertinya, saya harus memberi semangat pada mereka yang diwisuda. Dan intinya, saya ingin memberi kenangan terbaik kepada mereka-mereka.

Nyatanya, semua itu akan terlalui begitu saja. Sehari dua hari mereka wisuda, toh nyatanya mereka seakan lupa dengan saya :"( . Jadi, kembali saya berpikir, Graduation Syndrome akan tetap terlalui dengan sebagaimana mestinya. Tidak terlalu wah harus dihabiskan dengan berhura-hura. Moment yang abadi akan tetap dikenang atau bisa jadi hilang dimakan jaman.

Jadi, ketika sekarang saya berada di posisi Graduation Syndrome, yang dapat saya lakukan adalah menjalani masa-masa terbaik saya dengan mereka yang benar-benar selalu ada untuk saya. Masalah nanti dilupakan atau tidak, itu masalah belakang. Yang jelas, semoga persahabatan saya dengan mereka sekarang, selalu saya semogakan awet bahkan setelah Graduation Syndrome ini berlalu.

Dan hei, kamu tahu, ternyata mereka yang selalu ada bagaimanapun posisi kita belum tentu mereka yang secara fisik dekat dengan kita. Mereka yang tertawa dengan kita ataupun ikut menangis ketika kita bersedih. Namun, mereka yang diam-diam selalu bersujud untuk kebahagiaan kita. Dan merekalah yang selalu menjadi motivasi hidup saya, terlepas dari Graduation Syndrome. Merekalah, Mama dan Ayah saya :*

Akhirnya, Graduation Syndrome ini akan berlalu pada waktu yang tepat dan saya harap waktu yang tepat itu adalah September 2016 ini. Saya benar-benar tidak sabar mendapatkan pekerjaan pertama saya dan mengabarkan pada kedua orang tua bahwa saya berhasil dalam tahap ini.

Salam semangat, dari kami yang sedang Graduation Syndrome :)


Am I in Graduation Syndrome?

Pssst, mereka di atas adalah mereka yang selalu meramaikan group line dan salah satu alasan kenapa harus ke kampus cuma untuk mendengarkan cerita salah satu dari kami :") Sweetest moment, waktu yang lainnya udah sibuk sama pasangan mereka, kami tetap sering kumpul walaupun sudah ada yang punya pasangan :") Thanks alot, Guys.

You Might Also Like

8 Comments

  1. Graduation syndrome bikin baper aja hehe,

    ReplyDelete
  2. Semangat terus. Mudah-mudahan cepat wisuda, dan bisa segera menjadi panutan seluruh umat manusia haha.

    ReplyDelete
  3. keknya dari lulus TK dulu aku juga ngalamin graduation syndrome deh kak.. gila kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hwow. Sumpah sumpah? Saya dari TK-SMA temennya sama semua, seyayasan, sekompleks :D

      Delete
  4. Ya pantas disukuri emang mbak... lulus dan terlepas dari yang namanya SKRIPSI jahanam ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. aw, jahanam >.< Kwkwk. Iya, lepas dari skripsi emang lega banget, kak. Tapi ini saya belum terlepas nih ><

      Delete

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)