Dear, Abang Gojek, Berceritalah!

By Wednesday, January 25, 2017

Dear, Abang Gojek, Berceritalah! - nenghepi.com
Dear Abang Gojek,

Hingga kini, saya adalah pengguna jasa ojek online yang masih setia sejak biayanya masih Rp 10.000,00 ke manapun, tarif perkilometer tanpa potongan, hingga kini potongan Rp 10.000,00 dengan Go Pay. Yah, saya memang cukup merasakan perubahan harga dan fasilitas yang tersedia di Gojek.

Dari yang awalnya masih tersedia Go Ride hingga kini lengkap dengan Go Food yang menjadi salah satu layanan favorit. Go Food sekarang memang membuat saya seringkali mager (malas gerak) karena adanya layanan "Free Delivery" jika menggunakan Go Pay. Ditambah, kini sudah banyak sekali tempat makan yang bekerja sama dengan Go Food. Duh, gagal diet mah kalau gini ceritanya.

Jadi, bagi yang belum tahu, pembayaran di Gojek kini ada dua macam. Ada yang secara Cash dimana pelanggan menggunakan uang tunai untuk melakukan transaksi. Ada pula yang Go Pay, semacam pelanggan mengisi saldo di akun Gojek dimana akan banyak "bonus" yang didapat.

Di sini, saya ingin berbicara tentang Abang Gojek 'divisi' Go Ride, sih. Layanan ini adalah most of my favorite karena memang andalan untuk mengantarkan dari kos hingga terminal Purabaya, Surabaya. Atau dari terminal Bratang ke kos. Cah Suroboyoan, Rek!

Jarak yang lumayan jauh di antara kedua tempat tersebut, seringkali membuat saya jenuh ketika tak ada perbincangan selama di perjalanan. Dulu, ketika awal-awal Gojek, saya suka tanya "Sudah lama ya, Pak, di Gojek?" "Oh, ada fasilitas baru, ya, Pak?" "Kok, bisa, ya, Pak, itu sistemnya gimana Gojek bisa murah banget?" "Dapet sebulan sekitar berapa, Pak?" dan banyak lagi topik yang terkadang juga dari Abang Gojeknya.

Semakin ke sini, saya semakin jarang menemukan Abang Gojek yang mengajak saya berbincang. Saya pun rasanya sudah basi jika menanyakan hal yang monoton ke Abang Gojek. Dulu, ketika masih sering berbincang, banyak sekali cerita yang saya dapatkan.

Mulai dari keluarga dari Abang Gojek, asalnya, bahkan ada yang memberi saya nasihat, "Dek, kalau mau lamar kerja, banyakin sodaqohnya" dan masih banyak lagi cerita menarik yang saya dapatkan.

Asyik, loh, Bang, kalau denger cerita kalian. Terserah, sih, mau topik apa juga. Basa-basi, "Dari mana, mbak?" "Oh, pernah tuh saya ke daerah sana." "Kerja di mana, Mbak?" atau lainnya. Saya pasti dengan senang hati menimpali, Bang.

Saya ingat betul perkataan Abang Gojek beberapa tahun silam. Kami saat itu perjalanan dari terminal ke kos dan banyak cerita yang kami lontarkan. Hingga di akhir perjalanan, beliau berkata, "Senang, loh, Mbak, kalau dapat penumpang yang suka diajak cerita. Perjalanan jadi gak kerasa jauh, Mbak. Enak aja jadinya."

Ih, saya juga pengennya ya dapat driver Abang Gojek yang kayak gitu, loh. Senang pula bercerita, biar perjalanan terasa lebih menyenangkan 😄.

Jadi, jika suatu saat tulisan terbuka ini dibaca oleh salah satu Abang Gojek, semoga menjadi pertimbangan dari sudut pandang pengguna, nggeh, Bang. Kami inshaAllah tidak akan keberatan, loh, diajak bertukar pikiran. Saya ataupun Abang tak ada bedanya, sama-sama pembelajar di mata Tuhan, sama-sama mampu saling memberikan manfaat dari kisah perjalanannya.

Well, Abang Gojek, berceritalah. Walau tak sepanjang perjalanan, tapi cobalah untuk mulai bercerita. Biar perjalanan kita semakin dipenuhi oleh kebermanfaatan, gitu, Bang. Haha :)

***

Pst, ini baru aja order Seblak Seuhah di daerah belakang kampus pakai Go Pay-nya Go Food. Pas lagi hujan-hujanan, makan yang anget-anget, tinggal nunggu. Lah, bikin mager tenan, kan 😂


Source pic : via rumahinspirasi.com

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)