Berburu Bintang Penghuni Planetarium di Taman Pintar Jogja

By Friday, February 03, 2017 , , ,

Berburu Bintang Penghuni Planetarium di Taman Pintar Jogja

Jogja, di hari kedua.

Assalamu'alaikum.

Hari kedua di tanah Jogja, saya memutuskan untuk bepergian sendiri ke Taman Pintar. Alasan terbesar mengapa tempat ini saya pilih karena adanya planetarium. Tempat yang saya ingin kunjungi sejak lama. Berada di bawah langit berbintang memang selalu membuat ketagihan.

See what I captured on my way to Taman Pintar : Sepanjang Jalan di Simpang Nol Kilometer Jogja

Bermain Sambil Belajar dengan Harga Terjangkau

Di kawasan Taman Pintar, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk, loh. Prasarana liburan keluarga yang cukup terjangkau, ditambah dapat menjadi sarana edukasi untuk anak kecil. Ya, di sana, banyak sekali fasilitas untuk memperkenalkan science, kesehatan, lalu lintas, dan berbagai lainnya. Konsep belajar sambil bermain sangat terlihat di tempat itu.

Begitu memasuki Taman Pintar, pengunjung disuguhkan barisan air mancur dan Gong Perdamaian. Pengunjung dapat memilih untuk menikmati fasilitas gratis atau berbayar. Sejauh yang saya liat, prasarana yang ditujukan untuk pembelajaran anak-anak, kebanyakan tidak berbayar. Sedangkan, prasarana untuk semua umur, dikenakan tarif yang beragam.

Check more information about Taman Pintar in official website.

Taman Pintar Jogja
Gerbang Masuk Taman Pintar
Taman Pintar Jogja
Barisan Air Mancur yang Tertutupi Air Mancur. Lol
Saya, tentu saja langsung menuju loket pembelian tiket planetarium. Harga tiket dipatok sebesar Rp 15.000,00 dimana posisi duduk tidak dapat dipilih oleh pengunjung. Setiap pertunjukan membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Saya sendiri mendapatkan jam tayang sekitar 10.30 WIB. Waktu kosong sembari menunggu itu, saya manfaatkan untuk makan siang dan berkeliling untuk menjajal fasilitas yang ada.

Salah satu fasilitas yang saya dokumentasikan adalah replika pembangkit listrik dengan hiasan unsur Kimia di bawah ini. Saya tidak terlalu banyak mengambil dokumentasi dengan pertimbangan menghemat baterai dan malah tidak bisa mendokumentasikan setiap perjalanan lainnya. I know, I was so wise, right? Lol 😇.

Taman Pintar Jogja

Akhirnya Keturutan ke Planetarium, yeay!

Saya segera menuju lokasi planetarium ketika waktu menunjukkan pukul 10.15 WIB. Rupanya, pengunjung lain sudah berada di area tunggu. Lumayan ramai, memang. Mungkin, sekitar 30 orang untuk satu kali penayangan. 

Menuju ruang penayangan, pengunjung dapat menambah wawasan dengan membaca artikel seputar astronomi. Beberapa pengunjung memilih untuk berfoto, sedangkan lainnya ada yang membaca dengan seksama artikel yang terpajang di beberapa tembok. Ruangan tersebut bernuansa biru dengan beberapa gambar benda langit. Di dekat ruang penayangan, terdapat replika baju astronot, teleskop bintang, dan toilet.

Saya lupa mendokumentasikan dekorasi dari ruang menuju planeterium. Tapi, saya sempat merekam ketika saya berada di antrian masuk.



Planetarium Taman Pintar Jogja
Dekorasi Planetarium
Planetarium Taman Pintar Jogja
Replika Baju Astronot
Memasuki planetarium, yang saya lakukan adalah mengamati sekelilingnya. Dari dalam, langit-langit planetarium berbentuk kubah yang terpasang bersudut-sudut. Saya kurang paham bagaimana mendeskripsikan bentuk langit-langit tersebut. Hanya saja, bentuknya tidak mulus setengah lingkaran. Selain itu, terdapat proyektor besar dan barisan kursi sekitar 30 lebih.

Jadi, saya sisipkan video untuk memudahkan imajinasimu bagaimana ruangan dalamnya, ya. Hihi.



Saya bersyukur mendapatkan kursi di baris tengah. Pasalnya, hanya kursi baris depan dan tengah yang dapat diatur sudut tegaknya. Jadi, kami di dua baris tersebut dapat melihat langit-langit dengan setengah tiduran. Sedangkan, di posisi belakang, pengunjung hanya dapat duduk secara tegak. Itu benar-benar tak nyaman, serius. Pengunjung di posisi tersebut tidak dapat melihat langit-langit secara keseluruhan.

Pertunjukan pun Dimulai

Tepat pukul 10.30 WIB, pertunjukan dimulai dengan sapaan dua petugas melalui speaker. Di dalam planetarium, pengunjung dilarang untuk merekam ataupun menghidupkan flash yang sekiranya dapat mengganggu pertunjukan. Sedikit kecewa, sebenarnya, karena melihat ribuan bintang adalah moment langka yang mengagumkan.

Usahakan silent dan jangan bermainan ponsel selama pertunjukan berlangsung, ya. Kalau bisa, pesanlah tiket lebih awal untuk mendapatkan posisi kursi yang lumayan nyaman.

Begitu pertunjukan dimulai, penerangan mulai diredupkan hingga hanya cahaya dari proyektor yang tersisa. Langit-langit menjadi gelap dan sedetik kemudian, proyektor menampilkan rekaman langit malam Jogja di tanggal 16 Desember 2016, sehari sebelum penayangan.

"Waaaaaaahhhhh."

Ya, satu kata yang secara kompak kami ucapkan ketika planetarium memulai pertunjukan. Keindahan yang hanya bisa disaksikan di planetarium atau pantai dengan polusi langit yang sangat rendah. Saya sampai menangis ketika melihat keindahan tersebut. Lol 😂.

Pertunjukan menyuguhkan tampilan langit Jogja dalam sehari. Di malam hari, kami diajak berkenalan dengan rasi bintang, kriteria planet, big bang, bulan, ataupun hujan meteor.  Sapaan petugas "Selamat pagi" menjadi tanda pergantian kondisi langit. Ya, kini saatnya berkenalan dengan benda langit di siang hari, seperti karakteristik matahari ataupun pengaruh rotasi bumi.

Oh, ya, terdapat penayangan sebuah film tentang astronomi dengan durasi singkat. Jujur, saya sempat tertidur ketika pemutaran film dan itu tidak hanya saya. Bukan karena menjenuhkan, tapi memang badan agak lelah pula setelah perjalanan jauh. Haha.

Well, jika ada kesempatan ke planetarium lagi, mungkin saya akan tertarik untuk melihatnya kembali. Rekaman langit malam yang sangat indah dan ilmu langit yang bermanfaat. Aih, Jogja memang romantisnya lanjut terus, deh 💕.

Jogjakarta, 17 Desember 2016

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)