Kamu 20++, Sudah Merasakan Ini?

By Friday, May 05, 2017

Di tempat kerja yang sekarang, beberapa rekan berusia lebih dewasa daripada saya. Baik dari segi umur, maupun pemikiran. Segi positifnya, banyak pengalaman mereka yang akhirnya menjadi pembelajaran bagi saya yang seakan masih pupuk bawang macam ini. Haha.

Kamu 20++, Sudah Merasakan Ini?
Kamu 20++, Sudah Merasakan Ini?

Topik yang benar-benar mengena dan ingin saya bagi adalah tentang “Dilema usia 20++”. Bukan dilema dalam artian buruk juga, sih. Haha. Jadi, mungkin ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi kamu yang berusia belum 20++, ya.

1. Lebih selektif memilih teman

Ini saya rasakan sekali. Di usia sekarang, saya dan rupanya rekan-rekan kerja, juga lebih selektif memilih teman. Baik untuk teman curhat ataupun teman sekedar berhaha-hihi. Semakin ke sini, saya semakin paham mana teman yang memang benar mendukung atau hanya sekedar ingin tahu dan dibelakang malah nusuk.

Bedakan mana teman yang memang peduli dengan hidupmu atau hanya sekedar ingin tahu untuk mencari kejelekanmu. Selektif bukanlah hal buruk, loh!

2. Berpikir dua kali berteman dengan lawan jenis

Berteman dengan lawan jenis, jika tidak kuat mental, jatuhnya malah kebawa perasaan. Benar tidak? Jadi, di usia yang 20++ ini, saya juga merasakan, circle link saya pun berpikir dua kali untuk berteman dengan lawan jenis. Salah berkenalan saja, bisa-bisa malah tertipu rayuan maut ‘kadal’. Naudzubillah.

3. Tidak terlalu membandingkan

Ini sebenarnya memang kunci kebahagiaan, sih. Sawang sinawang, yang intinya rumput tetangga bisa saja terlihat lebih hijau, ini beneran kejadi di dunia kerja. Jadi, saya lebih sering untuk tidak terlalu membandingkan untuk urusan duniawi. Bersyukur dan tidak suka mengeluh adalah hal yang bisa saya ataupun kamu lakukan saat ini.

Hidup itu memang sejatinya sawang sinawang. Melihat kehidupan orang lain, 'terlihat' lebih baik. Namun, kita tidak tahu pasti bagaimana dalamnya, bukan. Syukuri yang ada, jalani sebaik-baiknya.👯

4. Lebih realistis

Karena sudah bukan di usia muda lagi, saya merasa lebih realistis. Ingin S2? Ya, cek dulu skala prioritas. Ingin belanja ini? Dipikirin lagi, masuk daftar kebutuhan atau hanya sekedar keinginan. Jadi, karena tidak muda lagi, realistis akan mulai terbangun sadar atau tidak sadar. Lol.

5. Lebih jarang berwacana

Haha. Serius, saya yang sekarang, lebih jarang berwacana. Memang saya hidup dengan beberapa list target yang harus di check list tiap waktu. Namun, sekarang lebih sering tidak berjanji muluk-muluk. Tidak seperti dulu yang seringkali berwacana. Lol.

Hm, jika ada yang mengatakan “Hidup setelah 22 tahun akan berjalan serasa lebih cepat”, that’s true af. Saya menyetujui pernyataan tersebut. Memang sepertinya siklus hidup berjalan begitu cepat. Baru saja lulus kuliah, eh belum dapat kerja, eh udah dapat kerja aja, eh udah tua aja. Ya Allah.

Kamu, yang berumur 20++, apakah juga merasakan 5 ‘siklus’ semacam itu? Kindly give me your theory too about this age.

❤❤❤

Credit pic : We Heart it @kawaiikelly  

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)