Kamu Itu Introvert, Ya, Mbak?

By Friday, June 23, 2017 ,

Pernah gak sih, kamu menilai dirimu adalah seorang yang terbuka, tapi orang lain menilaimu sebaliknya?
Kamu Itu Introvert, Ya, Mbak?
Kamu Itu Introvert, Ya, Mbak?
Beberapa waktu lalu, pernyataan seorang teman kos yang mengatakan bahwa saya adalah seorang introvert, membuat saya bertanya-tanya ulang. Saya merasa senang dengan keramaian, walaupun lebih menyukai me time menikmati pantai sepi. Saya senang bertemu dengan orang baru, tapi saya seringkali gocik ketika bertemu dengan lawan jenis.

Jadi, saya iseng mencoba kuis di beberapa website dan beberapa hasilnya adalah introvert. Agak mengherankan bagi saya yang menyangka bahwa saya adalah mutlak ekstrovert. Lol!

Bagaimana Introvert di Mata Para Website?

Hasil tes di vonvon.com adalah salah satu yang menyebutkan saya adalah seorang yang introvert : "Introvert itu bukan pemalu!"
Am I introvert?
Am I introvert?
Pada dasarnya sifat introvertmu lebih dominan! Sebagai introvert, kamu bukannya pemalu, tapi lebih tepatnya kurang bisa menyampaikan perasaanmu ke orang lain! Biasanya hal ini terjadi karena kamu banyak berpikir dan khawatir mengenai apa yang harus kamu katakan, dan kamu pun memiliki pola pikir yang sangat dalam.  
Sisi ekstrovertmu yang 30% itu sangat berguna pada saat kamu sedang bersama temanmu yang tidak bisa mengambil keputusan. Kamu dapat memberi mereka arahan! Biasanya kamu lebih senang mengikuti keputusan orang lain tapi pada saat tidak ada yang mengambil keputusan, kamulah yang langsung menjadi pemimpin~

Hasil tes di gogirlmagz.com juga mengatakan hal yang sama tentang saya: "Introvert itu penuh dengan konsentrasi"
Kalo kamu nggak suka ngobrol sama orang yang baru dikenal, kamu bisa dibilang orang yang introvert, lho. Orang-orang introvert rata-rata punya sifat tertutup dan cenderung pemalu. Tapi jangan salah, orang dengan tipe introvert ini dikenal jago banget buat fokus akan suatu hal alias penuh dengan konsentrasi, jadi orang introvert ini nggak gampang buat ke-distract sama hal-hal yang menurutnya nggak penting. Meskipun agak susah buat memulai percakapan lebih dulu dan cenderung struggling to communicate kalo lagi ngumpul sama komunitas baru, si introvert akan bisa berubah jadi rame kalo mereka udah ngerasa super nyaman sama orang-orang yang ada di dalam lingkup pertemanannya. 

Saya juga menggunakan tes di website danpink.com dengan hasil yang berbeda: "Ambivert, bukan introvert bukan ekstrovert"
Kamu adalah seorang yang ambivert. Itu berarti kamu bukanlah orang yang introvert ataupun ekstrovert. Penelitian terbaru dari Adam Grant, the University of Pennsylvania's Wharton School of Management, menemukan bahwa seorang ambivert adalah penjual yang hebat. Mereka tahu kapan harus mendorong dan kapan harus menahan diri, kapan harus berbicara dan kapan harus diam.

Sebenarnya, mencoba tes semacam ini tidak bisa membuktikan 100% mengenai kepribadian saya. Menurut saya, tes semacam ini adalah salah satu metode untuk memahami diri sendiri. Jika memang penilaiannya seperti itu, saya bisa lebih memahami tentang kekurangan dan mencoba untuk memperbaiki di sisi lain.

Mungkin, dengan mengetahui bahwa hasil tes saya mayoritas adalah introvert, saya harus lebih belajar bersosialisasi dengan orang lain. Mencoba membuat guyonan itu tidak mudah, tapi saya harus mulai melakukannya. Atau mungkin mulai belajar berkumpul dengan orang baru tanpa takut dengan lawan jenis. Mulai menikmati keramaian yang sebenarnya sedikit membuat saya "Ugh, it's crowded enough!".

Tips untuk Introvert!

Di sini, saya juga berbagi tips bagi introvert yang saya ambil dari alodokter.com. Berharap ini juga menjadi masukan berharga bagi saya. Bruh!
Mulailah menulis!
Mulailah menulis!
  • Menulislah tentang hal-hal yang menarik bagimu, mungkin topiknya tidak harus tentang diri sendiri. Atau juga bisa menggunakan jaringan sosial untuk membangun hubungan yang kuat dengan orang lain. Kegiatan semacam ini akan meningkatkan kekuatan diri.
  • Cobalah untuk mendalami suatu hal hingga kamu menjadi ahli dalam bidang tersebut. Lanjutkan dengan menuliskannya dan berbagi pengetahuan tersebut kepada orang lain dengan bidang yang sama.
  • Upayakan untuk melakukan percakapan kecil dengan beberapa orang.
  • Lakukan interaksi sederhana, seperti menyapa orang dengan kontak mata yang baik.
  • Kamu juga bisa belajar public speaking, berbicaralah di depan banyak orang. Hal ini merupakan penyaluran energi yang sangat efisien bagi seorang introvert.
  • Sesekali luangkan waktu untuk diri sendiri. Kegiatan ini berguna sebagai upaya menyegarkan diri dari kepenatan.
Dari tes itu, saya jadi berpikir ulang tentang hal-hal yang memang kurang saya sukai. Seperti, saya memang lebih menyukai menonton di bioskop sendiri. Saya kurang suka mengunggah foto diri di sosial media. Saya sangat jarang memproklamirkan relationship di sosial media. Saya lebih suka bekerja dengan ketenangan. Ah, okai.

Kamu, di kepribadian apakah kamu sekarang?

***


Credit to:
http://weheartit.com/daydreaminsparkle
http://daydreaminsparkle.tumblr.com/post/161123696423/ingelnook-weheartit

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)