Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies: Yang Lain dari Kawasan Gunung Bromo

By Friday, June 09, 2017 , , ,

Siapa yang tidak mengenal Gunung Bromo?

Gunung ini masih aktif dan berada di empat wilayah kabupaten, salah satunya Kabupaten Probolinggo, loh. Ketinggiannya sekitar 2.329 meter di atas permukaan laut dan masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. But, wait! Saya sedang tak ingin menceritakan gunungnya!

Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies: Yang Lain dari Kawasan Gunung Bromo
Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies: Yang Lain dari Kawasan Gunung Bromo
Menurut saya, menariknya gunung ini bukan saja dari kawahnya belaka. Tapi, cuy, banyak sekali sudut dari kawasan Bromo yang mencuri pandangan. Seperti halnya kawasan bukit teletubbies, savana, dan pasir berbisiknya. Asyik sebagai latar belakang untuk fotografi, asyik pula untuk memanjakan mata.

Jadi, kali ini, saya ingin membahas bukan dari segi gunung Bromo, tapi lebih ke objek lain yang iconic di kawasan ini. Kamu, jika sedang ke Bromo, ada baiknya untuk menyewa jeep atau menggunakan sepeda motor. Lebih kerasa 'hidup' dengan dua kendaraan ini, cuy!

Lautan Pasir aka Pasir Berbisik

Saat menuliskan ini, saya baru tahu jika lokasi ini pernah dijadikan lokasi film dengan judul "Pasir Berbisik" di tahun 2001. Lol! Kabarnya, asal muasal dari julukan ini karena pasir-pasir tersebut seakan berbisik ketika beterbangan terbawa angin. Can you whisper my future husband, please?

Pasir Berbisik, Kawasan Gunung Bromo
Pasir Berbisik
Berkendara di lokasi ini dengan sepeda motor perlu kehati-hatian yang tinggi. Salah-salah, motor bisa terperosok dan terjatuh. Apalagi jika motormu bukanlah motor khusus daerah berpasir. Cyin, cocok banget, lah, buat yang lagi modus! Haha.

Sepanjang mata memandang, saya seringkali berpikir, "Jika tiba-tiba motor mati dan hujan mendadak, ini adalah hari terburuk saya!" Serius, tidak ada perumahan penduduk dan mungkin jika saya terjebak saat sepi-sepinya, I don't know what will I do. 

Di lautan berbisik ini, juga terlihat aliran magma yang telah mengering serta tempat peribadatan. Yap, kawasan Bromo memang terkesan kental agama Hindunya.
Pura Poten Bromo milik Suku Tengger, Kawasan Gunung Bromo
Pura Poten Bromo milik Suku Tengger
Suku Tengger merupakan pemeluk agama Hindu lama dan tidak seperti pemeluk agama Hindu umumnya yang memiliki candi atau kuil sebagai tempat peribadatan. Mereka mempunyai satu pura, yaitu Pura Poten Bromo yang berada di lautan pasir Gunung Bromo. Hingga kini mereka yang mengaku sebagai Suku Tengger meyakini sebagai keturunan langsung dari pengikut Kerajaan Majapahit. - [1]

Aliran magma di lautan pasir, Kawasan Gunung Bromo
Aliran magma di lautan pasir

Savana dan Bukit Teletubbies

Kamu penikmat hehijauan? Maka datanglah ke mari. Sepanjang saya jalan-jalan, belum ada yang mengalahkan hijaunya savana dan bukit Teletubbies. Ah, mungkin jalan-jalan saya saja yang kurang jauh, ya. Haha.

Savana dan Bukit Teletubbies, Kawasan Gunung Bromo
Savana dan Bukit Teletubbies
Nama Bukit Teletubbies sendiri berasal karena kemiripan bukit ini dengan bukit di serial anak Teletubbies. Please, jangan bilang kamu gak tau! Yah, memang ada kemiripan, sih, cuma kurang rumah tubbies aja. Hehe.

Di sini, pengunjung bisa juga memarkirkan kendaraan mereka dan menjelajah savana dengan kuda. Beberapa kuda dengan variasi warna memang 'terparkir' menunggu pengunjung. Bagi yang lapar, juga bisa memesan bakso atau makanan lain di gubuk kecil yang nampak dibangun dadakan.

nenghepi.com
Salah satu kuda yang siap untuk pengunjung
nenghepi.com
Sendiri aja, Om?
Saya mencoba mencari referensi untuk harga dari jeep dan kuda jika suatu saat kamu berencana ke sini. Saya tidak menggunakan jasa jeep ataupun kuda karena saya adalah warga lokal yang menempuh perjalanan dengan sepeda motor. 

Dari Skycanner.com, menyebutkan bahwa harga sewa mobil jeep hardtop bervariasi, mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu, tergantung jalur rute yang akan ditempuh. Misalnya, untuk rute dari Cemoro Lawang menuju Pananjakan 1-Kawah Bromo-Pasir Berbisik-Savana, dikenakan biaya Rp 575 ribu. Untuk rute yang sama namun dari Wonokriti, dikenakan biaya Rp 525 ribu.

Tapi, rata-rata, kawan saya dikenakan 400 - 500 ribu, tergantung dari negosiasi. Jadi, pintar bernegosiasi sangat diperlukan ketika tawar menawar harga jeep.

Sedangkan, untuk kuda, dikenakan sekitar 50 - 100 ribu tergantung dari jarak yang ditempuh. Namun, jika hanya ingin berfoto, tanpa menaiki kuda, tentu saja tidak ditarik biaya. Yah, asal mampu menahan malu saja kalau dilihatin pemilik kudanya. Hehe.

Buat kamu yang ingin ke Bromo, luangkan waktu lebih banyak dan perlengkapi pula dengan gadget yang mampu mengabadikan gambarmu di sana. Sayang, kan, jauh-jauh cuma bisa menikmati dari mata aja :3 

Oh, saya salut dengan pengunjung yang ke sana. Setidaknya, saya jarang sekali melihat sampah baik sampah basah ataupun sampah plastik. Walaupun adalah kalau cuma beberapa saja. Haha. Tetap jaga kebersihan, ya, Men!

Salam hangat dari warga Probolinggo

***


Credit to :
[1] wisatabromo.com/suku-tengger-bromo/

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)