Beda Lahan

By Friday, July 07, 2017

Beda Lahan
"Meski aku hanya punya 1 cara untuk menyampaikan pemikiran ini dengan cara yang tak pernah kamu perhatikan, aku hanya ingin bermanfaat untuk orang lain. Mungkin, jika bukan untukmu, mungkin untuk mereka."
***

Ini tentang pembicaraan saya dengan seorang teman saban hari. Beliau, seseorang yang sudah saya janjikan tak akan mengatakan namanya ini, menyatakan kekagumannya dengan seseorang yang seringkali memposting tulisan indah di dunia maya.

Saya akui, dunia maya memang salah satu cara people nowadays to share about their mind. Entah itu di Instagram, Twitter, Facebook, atau bahkan di Blogger yang saya rasa sudah mulai berkurang peminatnya.

Em, to be honest, blog memang jarang sekali digunakan oleh kawan di sekitar saya. Jarang ada yang menggunakan, walaupun saya sebenarnya banyak pula menemui blogger eksis yang berseliweran di dunia maya. Bagi saya, mereka yang menulis di blog memiliki nilai plus. Kecuali saya. Lol.

Mungkin, jika saya ingin, sebenarnya saya bisa pula menuliskan perihal panjang lebar di sosial media yang mereka sering gunakan. Berharap pemikiran saya dibaca oleh mereka. Berharap mereka mengetahui bagaimana saya aslinya.

Namun, entah kenapa, saya bukan seorang yang seperti itu. People learn from their history. Saya sedikit ada trauma di masa lalu. Membuat saya lebih nyaman dengan tulisan yang hanya dibaca oleh segelintir orang yang I don't know them that read my stories.

Yang saya tahu, masih ada yang membaca tulisan saya walaupun hanya hitungan jari tangan. Mungkin mereka tersesat. Namun, itu saja sudah membuat saya merasa lega. Pemikiran saya, uneg-uneg saya sudah tersalurkan. I just everyone know about everything that I felt.

Saya memang menyaring tulisan yang akan saya tulis. Tidak semua amarah dan perasaan saya tuliskan. Saya bukanlah saya yang dulu. Semoga sudah tidak lagi seperti dulu. Haha. Intinya, think before posting. Ungkapan itu memang saya terapkan sekarang.

Saya jarang sekali (bahkan hampir tidak pernah) menuliskan tulisan panjang lebar berbau pemikiran positif di sosial media. Yang katanya, "She always write everything that make me proud of her." Dan saya mungkin ingin pula di posisi itu. Mampu bermanfaat dan menenangkan dari tulisan yang saya bagikan.

Namun, kembali, saya bukan orang yang seperti itu.

Saya semacam ketakutan jika orang lain yang saya kenal membaca pemikiran saya. Takut mereka tidak setuju. Takut apa yang saya pikirkan bukanlah apa yang mereka harap ingin dibaca. Takut menyakiti salah satu pihak. Takut terlalu kritis. Dan ketakutan lain yang akhirnya, "Oke, I will keep my mind in my secret world."

Dan inilah my secret world. Blog. Tempat dimana hanya orang-orang tersasar yang mau membaca pemikiranmu. Tempat mereka yang kelebihan waktu dan senggang. Mereka yang mungkin peduli dengan rating tulisanmu. Entahlah.

Beda Lahan
Saya hanya memiliki lahan berbeda dengan seseorang yang beliau kagumi. Mungkin, lahan yang baginya bermanfaat adalah di sosial media yang populer tersebut. Sedangkan, saya belum menuju ke lahannya. Mungkin, tak akan pernah.

Banyak sekali ketakutan yang selalu menari-nari indah ketika akan mengutarakan sesuatu. People learn from their history. Entah kapan ketakutan ini akan hilang. Lol.

Kamu, pernah mengalami pula? Mungkin, secara tak sadar kamu pun pernah. Semacam, kamu memang harus memiliki lahan yang memang hanya ada kamu dan mereka yang kamu 'harapkan'. Hanya ingin melepas penat (walaupun masih dalam koridor). Namun, kamu tak tahu harus melepaskannya ke mana.

Mungkin, kamu memilih bernyanyi, menari, melukis, apapun. Itu lahanmu. Yang hanya kamu dan duniamu saja yang memahami. Bukan mereka, bukan beliau. Di sini, lahan saya. Tempat dimana hanya ada saya dan sejatinya saya tanpa ada pemalsuan.

Semacam jurnal yang akan saya jadikan draft pada suatu hari nanti jika mungkin tulisan ini saya rasa sudah tak layak tampil. Semacam pembelajaran bagi saya di masa depan tentang bagaimana saya mencurahkan perasaan di sosial media.

What the heck! Tulisan ini benar-benar tidak berfaedah.

The point is: tidak masalah dimanapun lahan tempatmu merasa menjadi lebih baik. Kamu ataupun aku, perlu itu. Selama berada di koridor yang sewajarnya, selama tak menyalahi aturan Tuhan. You have your own rules. Tak ada yang bisa membatasi ketika berada di dunia milikmu.

Mungkin, itu alasannya manusia diciptakan berpasangan. Untuk saling melengkapi dan berbagi cerita ketika di masa tua. Ketika tak mampu lagi menuliskan kisahnya di laptop. Tak mampu lagi memegang pena untuk sekedar mencoretkan "Hi, diary". Dan saat mata harus mulai memicing lebih tajam untuk sekedar melihat apapun.

Kamu ataupun aku adalah manusia. Dan sejatinya manusia adalah butuh bercerita. Butuh lahan untuk menjadi diri sendiri. Iya, kan?

***

Credit: Maia Aloha vgv1995 

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)