Pengalaman Bekerja sebagai Content Writer di Start Up

By Friday, February 09, 2018

Sekitar bulan Oktober 2016, saya berkesempatan merasakan bekerja dalam tim start up berbasis teknologi. Bukan sebagai tim inti start up, memang, tapi saya memegang menjadi content writer di website-nya. Tapi, tampaknya bidang start up yang mereka bangun, menurut saya benar-benar mengagumkan. Di sini, saya ingin share bagaimana hidup bersama mereka.

Ion Smart

Seberapa menariknya bekerja dengan Start Up, sih?

Menarik sekali! Selama di lingkungan mereka, saya merasa begitu excited. Hampir setiap hari obrolan mereka seputar teknologi terbaru, evaluasi start up, ataupun menjalankan bisnis. Tapi, tidak sekaku kedengarannya, obrolan mereka masih sering seputar game, anime, atau bahkan hanya motivasi. Haha.

Sebagai content writer, "pimpinan" saya seringkali mengajak saya mengobrol tentang teknologi baru. Banyak tips-tips baru yang saya dapatkan dari beliau. Sebut saja namanya, Viqi Firdausi. Hei, Viq, kalau baca, traktir sego jamur! Haha. Saya dan Viqi ini adalah teman seangkatan. Cuma beda jalur kegemaran. Jadi, maaf kalau saya menggunakan kata ganti "dia" :v

Ok, skip then.

Pentingnya Start Up...

Sejauh ini, saya merasakan munculnya start up berdampak positif. Seperti gojek, alibaba, ataupun yang dibangun oleh Viqi. Kenapa penting, karena memang kemunculan mereka berdasarkan permasalahan yang ada di masyarakat. Gojek muncul karena mempermudah memesan ojek dan adanya tracking maps tentu lebih aman untuk customer wanita.

Start up yang dibangun oleh Viqi ini bernama Smart Ion. Bergerak di bidang smart home yang memudahkan pemiliknya untuk mengontrol aktivitas listrik menggunakan Android. Dari segi harga, untuk sementara ini memang terbilang mahal. Tapi, menurut saya, di masa yang mendatang, teknologi ini akan digandrungi. Layaknya teknologi ojek online sekarang. Tapi, untuk detail dari bagaimana cara kerja dari Smart Ion ini, silakan kunjungi website mereka.

Smart Ion ini dari segi urgensitas bisa terbilang cukup urgent. Terutama bagi masarakat yang mudah lupa ataupun ingin pengecekan. Contoh kecilnya, ke diri saya sendiri. Saya adalah orang yang mudah lupa ataupun untuk memastikan suatu hal, saya seringkali mengecek lebih dari sekali. Dengan adanya teknologi ini, saya bisa, tuh, mengecek listrik dari Android ataupun menghidupkan lampu teras, walaupun saya tidak berada di rumah. Cukup membantu!

Kendala yang Dihadapi para Pendiri Start Up

Sebagai orang awam atau di luar lingkaran start up itu sendiri, kendala yang saya rasakan adalah dari segi pemodalan ataupun dari segi pemasaran. Beruntungnya, Viqi dkk mendapatkan sokongan dana dari DIKTI. Eh, sebenernya bukan keberuntungan, sih, tapi memang dari kerja keras mereka, rasanya patut untuk mendapat hadiah itu.

Terkait untuk pemasaran, menurut Viqi, website yang dulu pernah menaungi saya, adalah salah satu cara untuk memasarkan. Ditambah adanya sosial media lain, seperti facebook, twitter, dan juga instagram. Dari mereka, saya juga belajar banyak dari bagaimana aktif di sosmed. Tentu saja, yang mereka menggunakan sejumlah coding untuk mengunggah artikel mereka di sosmed. Sayangnya, saya kurang begitu berminat bermain sosmed. Haha.

Pengalaman Kerja Pertama...

Bekerja sebagai freelancer as content writer menurut saya cukup menyenangkan. Walaupun, ternyata masih lebih menyenangkan menulis di blog pribadi. Tentu saja, menulis dengan target dan bukan dengan topik yang jarang ditulis, lebih membutuhkan effort lebih. Tapi, hidup bukan hanya di comfort zone dan saya membutuhkan pengalaman. Pengalaman gaji pertama memang adalah yang ditunggu-tunggu dan begitulah saya saat itu! Saya bukan lagi mahasiswa aktif, yah, sedang menunggu hari wisuda, sih. Jadi, saya meminjam nomer rekening saudara saya untuk mendapatkan gaji itu. Mohon jangan bertanya nominal, ya. Haha.

Sejujuran, jika saya membandingkan diri saya dengan rekan sekelas, saya termasuk yang agak terlambat untuk mendapatkan job. Saya memiliki beberapa parameter yang saya impikan dan saya perjuangkan untuk dicapai. Jadi, yah, wallahu alam dan alhamdulillah sekarang di lahan yang saya (bersama orang tua) impikan ^ ^

The conclusion is bekerja di start up bisa jadi salah satu pilihan untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru. Menyenangkan bila bekerja sesuai passion. Yah, begitulah. Mungkin, jika kamu masih meragukan untuk bekerja di salah satu start up Indonesia, boleh dipertimbangkan. Untuk income, setiap start up berbeda kebijakan, jadi untuk hal ini rasanya terlalu sensitif untuk dibahas.


Salam hangat.


Surabaya


Sumber pic: https://ionsmart.co/#features-1

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)