Review : A Kasoem Hearing & Speech Center Surabaya

By Friday, April 27, 2018 ,

Review : A Kasoem Hearing & Speech Center Surabaya
Review : A Kasoem Hearing & Speech Center Surabaya
Sebelumnya, di bulan Maret lalu, saya pernah menceritakan tentang kisah bersahabat dengan dengung yang akhirnya mengantarkan saya mengenal A Kasoem Surabaya ini. Review ini saya harapkan dapat bermanfaat bagi rekan-rekan yang mengalami kendala juga.

Ada beberapa cabang A Kasoem Surabaya dan salah satunya ada di Jl. Raya Prapen No. 29, Surabaya. Daerah sekitaran terminal Gubeng. Fyi, lokasinya tepat di pinggir jalan raya dan sudah terdeteksi di Gmaps.

Apa itu A Kasoem Hearing & Speech Center?

Tempat ini semacam laboratorium untuk melakukan pemeriksaan telinga, pemesanan alat bantu dengar, ataupun untuk Auido Verbal Therapy. Ditangani oleh teknisi dan untuk pembacaan hasilnya, juga sudah tersedia dokter ahlinya di sini.

Pertama kali ke tempat ini, kesan yang saya dapatkan adalah bersih dan nyaman. Walaupun saat itu ramai antrian, suasana cukup kondusif. Selain itu, pegawainya terbilang sangat sabar karena pasien datang beberapa sudah berumur.

Tes yang saya jalani...

Ketika tes pendengaran kemarin, saya tidak terlalu antri, sih. Begitu datang, saya sudah masuk ke ruang tes. Btw, tes pendengaran di sini cukup memakan waktu. Jadi, memang harus diluangkan waktu setidaknya 1 hari penuh.

Tes yang saya lakukan, menggunakan berbagai perangkat yang saya kurang paham namanya. Tapi, yang jelas, salah satunya adalah garpu tala dan yang lainnya menggunakan headset. Tesnya dilakukan secara objektif dan subjektif.

Review : A Kasoem Hearing & Speech Center Surabaya

Sekarang beralih ke tes objektif dan subjektif yang saya maksud. Jadi, begini, tes subjektif ini dilakukan dengan menekan tombol jika saya mendengar bunyi yang didengarkan melalui headset. Bunyi ini bertingkat dari frekuensi rendah sampai tinggi.

Penggunaan headset bertujuan untuk menguji kekuatan telinga kanan dan kiri secara bergantian. Sedangkan, garpu tala untuk menguji sensifitas pendengaran di depan telinga atau di belakang telinga. Ini masih secara subjektif, ya.

Kemudian, setelah seluruh tes subjektif tersebut usai, dilanjutkan dengan tes objektif. Tes ini benar-benar tidak meminta pendapat saya untuk menjawab. Hanya memasukkan alat ukur di telinga lalu akan terlihat hasilnya.

Kedua hasil tes ini nantinya akan berupa grafik. Namun, teknisi tidak memiliki kewenangan menjelaskan bahaimana hasilnya. Beberapa kali saya bertanya, beberapa kali mereka jawab dengan santun bahwa kewenangan menjelaskan secara rinci adalah kepada dokter ahli.

Harganya berapa, nih?

Biaya tes pendengaran senilai Rp 200,000,- dan untuk periksa ke dokter ahli senilai Rp 150,000,-. Total pengeluaran saya di A Kasoem adalah Rp 500,000,- dengan 1x tes dan 2x periksa. Sedangkan, untuk harga alat bantu dengar (abm) ataupun terapinya, saya kurang mendapatkan infonya.

Oh, ya, fyi, untuk pemeriksaan dokter, setahu saya hanya di hari Selasa dan Kamis. Itu pun dari sekitar jam 12.00 WIB sampai tak terduga. Kenapa tak terduga? Karena kata Bu Dokternya, beliau langsung pulang kalau sudah tidak ada pasien.😂

Bagi rekan-rekan yang memang membutuhkan tes uji pendengaran, mungkin bisa mengunjungi tempat ini. Pelayanannya ramah dan boleh daftar terlebih dahulu via telpon. Coba cek website ini.

Salam hangat,


dari Probolinggo

---

Credit pic from A Kasoem

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)