Pantai Sendiki Malang: Mari Menyusuri Barisan Pantai

By Friday, May 04, 2018 , , ,

Liburan singkat sehari atau dua hari keluar kota Surabaya merupakan salah satu jalan untuk me-recharge energi. Percaya gak percaya, liburan memang mood booster selain pulang kampung! Haha.

Liburan dua hari lalu, tanggal 2 Februari 2018 kemarin, saya dan pasangan berangkat ke Malang Selatan. Tujuannya tentu saja pantai, entah pantai apa. Dan akhirnya tibalah saya ke Pantai Sendiki, Malang Selatan.

Pantai Sendiki terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumawe Kota Malang. Perjalanan dari Surabaya sampai pantai ini kalau dihitung-hitung sekitar 6 jam. Dari macetnya Surabaya karena keberangkatan kami bersamaan dengan jam masuk sekolah. Dan keluarlah kami di area Malang yang tidak terlalu padat.

Pantai Sendiki Malang: Menyusuri Barisan Pantai
Pantai Sendiki Malang: Menyusuri Barisan Pantai

Rute menuju Pantai Sendiki...

Saya kurang paham rute yang kami tempuh. Karena sepenuhnya dia hafal, tapi jikalau tersesat pun, masih bisa akses Gmaps ataupun menanyakan ke penduduk lokal. Gmaps 3G memang sedikit berfungsi, kok.

Sebelum memutuskan ke Pantai Sendiki, dia memberikan pilihan saya di perempatan besar. Persimpangan yang menuliskan daftar pantai yang bisa kami pilih. Seingat saya, yang kami pilih adalah tujuan Pantai Balekambang.

Menuju ke Pantai Balekambang ini, ada beberapa pantai yang berderet. Beberapanya bisa terlihat langsung dari jalanan. Tak perlu membayar tiket masuk. Sedangkan beberapa lainnya, memang harus masuk terlebih dahulu.

Di antaranya yang terlihat langsung adalah pantai ini:
Pantai Sendiki Malang: Menyusuri Barisan Pantai

Intinya, sepanjang perjalanan, kami menemukan banyaknya barisan pantai. Kata pasangan saya, yang membedakan adalah view dan wahananya. Sebenarnya, ya satu garis bibir pantai, gitu.

Perjalanan yang sunyi juga menambah damainya Malang Selatan. Sepanjang perjalanan, saya membayangkan kalau saya berada di film Mith. Benar-benar memanjakan mata dan mungkin sangat cocok jika digunakan ber skate board. Haha. 😂

Tambahan view selama perjalanan:

Pantai Sendiki Malang: Menyusuri Barisan Pantai
Pantai Sendiki Malang: Menyusuri Barisan Pantai
Pantai Sendiki Malang: Menyusuri Barisan Pantai

Sampailah di Pintu Gerbang Pantai Sendiki...

Sampai di gerbang Pantai Sendiki, nyatanya perjalanan menuju tujuan utama tak sedekat yang saya bayangkan. Dari jalan utama yang begitu mulus, kami harus menempuh jalan makadam sekitar 30 menit.

Pemandangan kanan-kiri tentu saja masih sawah dan pegunungan. Masih sangat alami. Namun, ini beneran gak rekomendasi jika menjadi tujuan berlibur ketika cuaca hujan. Jalanan pastilah begitu licin. Serius cuy!

Sampai di loket masuk Pantai Sendiki, htm yang harus kami bayar adalah Rp 10,000 per orang dan Rp 10,000 per sepeda motor. Termasuk yah, worth it dengan harga segitu dan private beach yang akan kamu dapatkan!

HTM : Rp 10,000 per motor; Rp 10,000 per orang. 
Jarak antara gerbang dengan lokasi utama lumayan jauh dan kondisi jalan bermakadam. 


Dari loket masuk ini, pengunjung harus memarkirkan kendaraannya dan masih harus berjalan menaiki serta menuruni anak tangga. Lumayan jauh dan melelahkan bagi saya yang memang jarang berjalan. Mungkin, sekitar 15 menit berjalan, tapi jangan kuatir kehausan. Ada banyak toko kelontong di sini.
Pantai Sendiki Malang: Menyusuri Barisan Pantai
Barisan toko kelontong menuju Pantai Sendiki

Dan sampailah ke tujuan utama....

Pantai Sendiki ini semacam private beach. Memang ada beberapa pengunjung, tapi bagi saya itu begitu sepi. Mungkin, karena memang kami ke sana di ari weekdays kali ya.

Beberapa wahana yang bisa dinikmati adalah ayunan, ombak yang tidak terlalu tinggi, pasir pantai, dan rumah pohon. Pasir pantai yang putih dan ombak yang memang cukup aman untuk 'kecek-kecek' sudah sangat membahagiakan bagi saya.

Pantai Sendiki Malang: Menyusuri Barisan Pantai
Rumah Pohon yang Tersedia

Pantai Sendiki Malang: Menyusuri Barisan Pantai
Pasir putih + ombak yang tenang 

Biarlah menggosong di tepi pantai untuk kebahagiaan. Apasih!

Karena begitu sepi, kami bahkan bisa bermain ayunan layaknya anak kecil. Dan membiarkan captain saya untuk beristirahat di bangku yang tersedia di beberapa area teduh.

Dari saya pribadi, tempat ini begitu worth it untuk melepas penat dengan budget yang tidak terlalu mahal. Nyaman dan sunyi. Oh, ditambah lagi, masih cukup bersih, cuy! Dats the great point, ya.

Berikut saya rangkum plus minus dari perjalanan sekarang:

(-) Minus:
Jauh, jalan masih pedesaan berbatuan, makadam, bahkan tanah lempung, berbayar (haha)

(+) Plus:
Sepi, sangat bersih, serasa private beach, banyak lokasi teduh untuk bersantai.
Penduduk lokal sudah banyak mengenal rute menuju pantai ini.  

Bloopers kenapa liburan 'jauh' ini terjadi:

Sebenarnya, saya liburan kemanapun, boleh-boleh aja. Ke Mojokerto lagi, oke oke aja. Tapi, memang saya pernah bilang kalau pengen ke Malang. Jadi, kemarin tiba-tiba dia bilang bisa tuker dinas dan menyuruh saya siap-siap.

Dalam perjalanan, saya berkali-kali tanya, "Mau kemana ini?" dan berkali-kali pula dia jawab, "Rahasia." Hingga akhirnya saya menyerah untuk bertanya lagi dan let it flow. Karena percaya gak bakal ke tempat yang bahaya. 😂

Itu yang saya suka dari dia. Dia tak pernah mengatakan pada saya tentang sesuatu yang sudah dia persiapkan. Tiba-tiba aja diajak kemana, tiba-tiba aja udah sampai Malang Selatan aja. Haha 💕.

Jadi, sampai pantai sudah mulai terlihat mata, ternyata tujuan kami adalah Pantai Sendiki. Apa yang saya suka dari perjalanan menuju Pantai Sendiki adalah barisan pantai yang kami lewati sungguh memanjakan mata. Juga, karena teman perjalannya dia, sih.

*Menulis ini saja, saya sedang tersenyum-senyum sendiri.*

❤❤❤

Voila, jika kamu memang ingin melepas penat di Malang, mungkin Pantai Balekambang dan sekitarnya menjadi list yang harus kamu sematkan. Please, tetap jaga kebersihan, ya!

Salam hangat,



dari Surabaya yang selalu hangat~

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)