Seberapa Penting Show Off Pasangan di Sosmed?

By Friday, September 14, 2018 , ,


Seberapa Penting Show Off Pasangan di Sosmed?

Saya seringkali melihat pengguna sosmed mengunggah foto pasangan (belum terikat agama) dalam akun media sosial mereka. Saya, tipe yang (sangat) jarang sekali melakukan itu sejak dulu. Bahkan hampir terbilang tidak ada foto pasangan di akun saya.

Nah, beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan teman yang sepemikiran tentang hal ini. Jadi, mulailah diskusi kami dengan pertanyaan yang gak sengaja keluncur, "Loh, Mbak sudah punya pacar? Kukira kemaring single, Mbak."

Dan kami pun mengalir dengan beberapa pernyataan yang memang kami berdua sepemikiran. Ini saya buat point-point aja kali, ya, biar gampang memilah seberapa orang-orang macam kami menganggap relationship adalah hal yang sangat privasi buat go public sebelum terikat agama.

1. Tidak Sebut Pacar, Bukan Berarti Dia Tidak Spesial


Kami berdua sama-sama tidak menyebut pasangan kami sebagai 'Pacar'. Kami menilai terlalu klise dengan istilah ini dan terlalu 'tua' untuk dalam posisi hubungan pacaran. Yang identik seperti kisah-kisah roman jaman SMA.

Saya pribadi, lebih suka menyebut pasangan saya 'Priaku' atau 'Pasanganku' atau 'Teman Dekatku' atau jika dengan rekan yang sudah tahu, saya lebih suka sebut nama saja. Karena teman dekat menurut saya jauh lebih bermakna, which is walaupun saya punya teman cowok, saya lebih menganggap mereka saudara atau sekedar sebutan 'teman'.

"Aku lebih suka sebut dia yah, 'Temen Deket'. Tapi ini bukan berarti dia gak spesial. Dia sangat spesial. Tapi, kesannya buatku, sudah bukan saatnya lagi untuk pacaran romans yang sedikit-sedikit nyebut kata 'Pacar'. Kita udah dewasa," katanya.

Sampai pernah ada temen yang bilang ke saya, "Kamu kok gak pernah sih ngaku kalau itu pacarmu?"

Dengan santai saya jawab, "Yah, ngapain. Pacar terlalu klise. Temen deket kan kesannya lebih 'deket' gitu maknanya."

2. Tidak Pasang Foto Pasangan, Tapi Sometimes itu Perlu

Kami ternyata sama-sama kurang suka memasang foto pasangan -belum halal- di sosial media. Bisa dihitung berapa kali, atau bahkan tidak ada sama sekali foto pasangan kami di sosmed. Mungkin hanya beberapa kali saja kami menunjukkan inisial bahwa kami memiliki pasangan.

Kenapa?

Karena menurut kami hal tersebut sangat privasi. Lalu, kenapa kami kadang menunjukkan inisial atau gelagat memiliki pasangan. Bukan karena ingin show off untuk pengakuan publik, bukan. Tapi, penjelasan yang kami dapatkan, kami rangkum seperti ini:

"Kadang, menunjukkan kalau kita punya pasangan itu penting. Karena banyak orang mengira kalau aku masih terpuruk. Aku sekarang udah fine dan udah bahagia dengan yang baru. Itu kenapa aku beberapa kali cover lagu yang aku tulis caption untuk 'someone special'."

atau,

"Kadang butuh untuk menunjukkan kalau dia pasangan kita untuk mencegah orang luar mengusik kehidupan kita. Kalau mengusik dengan maksud baik, it's okay. Tapi, kalau maksudnya ingin merusak, itu jadi warning aja."

Ya, semacam begitulah. Show off itu sometimes perlu. Untuk kebutuhan tertentu dan dengan maksud tetap menjaga hubungan. Kalau kata pasangan, dia selalu bilang, "Untuk ke niat yang baik, godaannya akan lebih besar daripada cuma sekedar pacaran aja. Harus kuat internalnya, Hun.".

3. Semakin Banyak Tahu, Godaan Semakin Banyak?

Ini entah mitos atau memang fakta, untuk hal ini saya kurang paham juga. Tapi, menurut yang saya denger, semakin banyak yang tahu, katanya semakin banyak distraksi. Semakin sering digoyahkan dengan apa yang mereka (semacam seperti) tahu tentang kehidupan kami.

Kembali, saya kurang paham untuk point 3 ini, ya, karena saya jarang untuk menceritakan tentang pasangan ke orang banyak. Saya sedikit membatasi diri untuk hal ini. Jadi, pernyataan itu bisa menjadi masukan juga buat hubungan saya, gitu.

---

Well, cukup 3 point itu aja gosipan kami yang ingin saya share. Mungkin, kalau kamu adalah tipe pasangan yang suka mengumumkan suatu relationship, I don't care about it. Sungguh. Aku bukan tipikal orang yang suka untuk men-judge orang lain untuk ini atau bahkan hal lain.

Menurut saya, masing-masing orang punya batasan privasi sendiri. Kalau saya, relationship adalah salah satu privasi -yang saya males banget kalau ada 'orang asing' terlalu mengusik. Kalau itu bukan privasi untuk beberapa orang lainnya, monggo. Saya menghargai keputusan ini. Kan kita bhinneka tunggal ika. Haha.

Sebagai penutup, menurut kalian seberapa sih urgensitas mengunggah kepemilikan relationship -belum halal- di dunia maya? :)

---

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)