3 Produk Menggelikan di Masa Pubertas

By Friday, October 19, 2018 ,

3 Produk Menggelikan di Masa Pubertas
3 Produk Menggelikan di Masa Pubertas [1]

Setiap wanita, saya rasa selalu memiliki impian untuk tampil langsing bak role mode majalah wanita. Begitu pula dengan saya, yang saat itu merasa begitu over weight dan beberapa teman memanggil saya dengan julukan "Ndut". Eh tapi, wanita ukuran berapapun pasti merasa over weight, gak sih? Haha.

Di sini, saya ingin share 3 produk menggelikan yang pernah saya coba di masa pubertas untuk menurunkan berat badan secara instan. Dulu, saya males banget diet dan olahraga, tapi pengen banget turun. Sekarang juga tetep males, sih, tapi paling egak sudah paham bagaimana untuk menjaga kalori yang masuk tidak berlebih.

1. Slim Patch si Plester Pelangsing 

Slim Patch si Plester Pelangsing
Slim Patch [2]
Slim patch ini berbentuk adalah lembaran setipis kertas berwarna kuning, dan berukuran sekitar 5 x 5 cm. Plester itu akan terasa panas seperti koyo ketika ditempelkan di kulit. Kalau gak salah, terbitan China karena dari kemasannya full dengan huruf yang ala-ala China.

Harganya tidak mahal, sepertinya bekisar Rp 25,000 atau bahkan lebih murah. Saya jamin tidak mahal karena posisi saya dulu masih mahasiswa dengan sangu bulanan dijatah. Saya beli produk tersebut di kawan sekelas. Beli 1 apa 2 pack gitu. Cuma karena pengen kurus instan.

Cara kerjanya, plester tersebut ditempelkan di pusar dalam waktu semalem. Menurut iklannya, saat pemakaian, kulit akan terasa panas dan merangsang untuk sering buang air kecil. Lemak yang terbakar akan dibuang dari sana. Cocok digunakan di bagian yang ingin dikecilkan, katanya.

Faktanya, saya tidak merasa ingin buang air kecil terus. Dari segi hangat, memang sedikit hangat, tapi lebih hangat salonpas atau minyak kayu putih. Dari segi aroma, sedikit berbau. Dan yang saya rasa, tidak terlalu signifikan penurunan berat badannya.

2. Teh Daun Jati / Teh Pelangsing

Teh Daun Jati
Teh Daun Jati China [3]

Teh pelangsing yang saya beli adalah produk lokal yang terjual secara bebas di minimarket. Ini  memungkinkan saya untuk (dulu) rajin membelinya. Harganya sekitar Rp 30,000 an lebih dan terbilang lebih mahal, sih, kalau dibandingkan dengan teh biasa. Dari segi aroma, berasa antara campuran jamu dan teh hijau. Saya pun mengonsumsinya tanpa gula dan saya seduh biasanya dalam ukuran botol minum sedang.

Teh daun jati ini saya beli di Cimori saat saya dan teman ke sana di tahun 2014-an, mungkin, ya. Itu bukan dalam rangka iseng juga, tapi ya memang karena ingin berat badan turun secara instan. Saya dan Ika (sepupu teman saya) membeli 1 pack dengan harga sekitar Rp 50,000 an kalau gak salah. Ini terbilang mahal, tapi ya gimana ya.

Kedua teh ini berfungsi untuk menekan nafsu makan dan merangsang tubuh untuk sering buang air kecil. Itu kenapa, selalu disarankan untuk perbanyak minum air putih. Faktanya, saya memang cenderung lebih sering buang air kecil daripada biasanya. Untuk nafsu makan, saya kurang berpengaruh. Mungkin kalau tentang nafsu makan, lebih dipengaruhi mind set kali, ya.

Sebagai note, karena teh hijau baik buat kesehatan. Kadang teh pelangsing masih saya konsumsi kalau lagi susah buang air besar. Kalau yang saya rasa, kalau masalah ini ada benarnya. Memang ketika rajin minum teh hijau tanpa gula, 'pengeluaran' lebih lancar dari biasanya.

3. Gel Pelangsing

Slimming Gel
Slimming Gel [4]
Saya baru membeli gel pelangsing ini ketika saya sudah bekerja. Karena sudah mulai malas olahraga dan iseng-iseng penasaran lihat banyaknya iklan cepat langsing di instagram dengan gel ini. Belilah saya secara online yang mana harus sepaket dengan teh pelangsing di point sebelumnya.

Kalau dari review yang saya baca sebelum membeli, efek yang akan didapatkan adalah hangat dan akan membuat bagian yang dioleskan berkeringat deras. Yang paling menggiurkan, keringat akan bercucuran tanpa olahraga berat. Siapa sih yang gak tertarik?

Nah, berdasarkan review tersebut akhirnya saya membeli gel tersebut dengan impian betis lebih cepat mengecil. Disertai dengan olahraga-olahraga ringan yang (dulu) rutin saya lakukan. Cuma sekedar olahraga mengikuti aplikasi workout saja~

Hasilnya, secara ukuran, memang mengecil sedikit, tapi saya kurang paham apakah ini banyak dipengaruhi oleh gel ini atau tidak. Karena ketika olahraga pun, bagian yang saya oles, terasa sedikit hangat saja, walaupun tidak terlalu berkeringat.
---

Last, dari ketiga produk yang saya tuliskan di atas, sampai sekarang saya masih mengonsumsi teh dan menggunakan gel pelangsing sesekali. Dua produk ini baru saya beli belakangan dan karena kurang rutin menggunakannya, hingga sekarang belum juga habis. Haha.

Ini cerita saya yang belum sadar kalau lebih nyaman menjaga badan dengan pola makan dan pola hidup, bukan dengan produk pelangsing instan. Kamu gimana, ada effort yang unik gak untuk melangsingkan tubuhmu? Intinya, jangan lupa olahraga dan pola hidup dijaga, ya ~(^ ^~)

---

Source pic:
[1] https://www.greatschools.org/gk/articles/puberty-normal-development/
[2] tokopedia.com
[3] https://sagaramart.co.id/teh-daun-jati-cina/
[4] https://mtcinformatique.com/harga-gel-pelangsing-mustika-ratu-terbaru/

You Might Also Like

0 Comments

Pembaca yang budiman, kindly gimme apapun pendapat atau komentar kamu tentang artikel saya. Tulisan ini tanpa komentar kamu, kayak mahasiswa akhir tanpa skripsi. Ada yang kurang gitu, yak.

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Selamat berkarya :)