Halo, My Quarter Life Crisis!

By Thursday, July 04, 2019 , ,

Halo, My Quarter Life Crisis!


Kamu akan melewati masa quarter life crisis ini dengan baik. Jadi, bersabarlah dan tetaplah berjuang. Jangan overthinking. You never walk alone :)


Bismillah.

Setiap dari kita memiliki masanya sendiri untuk mencapai apa yang diimpikan dan diharapkan. Memiliki satu atau banyak tujuan yang ingin diperjuangkan. Saya pun begitu. Di usia yang sudah tidak lagi muda ini, saya harap tulisan ini dapat kembali mengingatkan betapa usia ini memang sangat berarti :").

Spoiler : tujuan salah satu adanya dari blog ini memang adalah jurnal pribadi, saya harap, jika memang kurang berkenan bisa di skip saja :) . Hehe.

Baiklah, bisa dibilang usia ini adalah "masa" saya like, "Finally dreams come true", mulai dari keluarga, karir, dan asmara. Fase yang harus menyelesaikan tanggung jawab dalam bidang karir dan asmara. Karena memang sudah masanya dan sudah bukan hal tabu membina rumah tangga. 

Begitu pun dengan karir. Di usia yang sudah hampir akhir sebagai persyaratan masuk di perusahaan ini, saya mulai ketar-ketir :"). Pertama, saya berharap mendapatkan pekerjaan yang di masa tua setidaknya ada pegangan hidup dan juga inshaAllah memuliakan keluarga saya. Kedua, saya ingin bekerja di sebuah instansi yang saya sudah list sebagai pekerjaan impian. Entah kenapa, impian menjadi wirausaha masih belum terlalu menggebu XD.

Sekarang, saya berada di fase perkembangan ini:

Masa awal dewasa (early adulthood) : 21-40 th
merupakan masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak. [1]

Tentang Rasa yang Belum Saya Temui Sebelumnya...

Alhamdulillah, saya dipertemukan dengan pria yang dari segi pemikiran, perbuatan, tutur kata, dan lainnya menjadi alasan saya untuk yakin mengatakan, "Yes I will". Saya banyak sekali menuliskan tentangnya, tapi mungkin akan saya paparkan beberapa saja mengapa saya sangat mengasihinya.

Istilah, "Give and Take" itu memang baik dan benar adanya dalam suatu hubungan. Hubungan kami lebih kepada partner hidup, bahkan saya seringkali merasa memiliki kakak kandung ketika bersamanya.

Mas bukan tipe yang selalu menggandeng tangan wanitanya kemanapun, tapi ketika dirasa di tempat yang membuat saya resah, seperti gelap ataupun banyak pria lain, dengan sigap, Mas langsung menggandeng atau merangkul saya. Seraya mengatakan, "Jangan jauh-jauh."

Saya bukan pengingat jalan yang baik, itu kenapa saya selalu mengandalkan GPS. Dan dalam kondisi lelah pun, ketika saya tersesat, Mas selalu menyusul saya. Atau minimal, Mas selalu stay in his gadget buat memantau perjalanan saya.

Mas selalu punya cara memberikan kejutan. Ini tidak bisa saya hitung. Banyak sekali hal-hal ataupun pemberian yang seringkali membuat saya terharu. Aih, jadi rindu :"). Mas memang bisa mengubah suasana menjadi begitu mengesankan.

Saya bukan pembuat jokes yang baik, tapi Mas selalu tertawa atau minimal menanggapi candaan saya. Begitu pula dengan menyanyi ataupun hal yang saya rasa sedikit aneh, tapi Mas masih sabar saja menghadapi saja XD.

Segitu saja secara rangkuman yang hanya sepersekiannya, karena tulisan ini bukan hanya tentang Mas seorang. Biarlah secara detail kami rasakan berdua saja. Dan by the way, kami memang bukan pasangan yang senang mengumbar kemesrahan di sosial media. Hanya beberapa karena kadang ingin saja. Haha.

Dan di usia ini, pencarian saya berakhir padanya. Semoga Mas adalah benar jodoh yang Allah S.W.T. gariskan untuk saya. Bismillah.

Tentang Karir dan Mimpi yang Hampir Padam...

Alhamdulillah, di usia ini, saya diberi kesempatan bekerja di sebuah instansi yang inshaAllah sesuai dengan harapan saya. Stabil, memiliki jenjang karir, pegawai tetap, dan alhamdulillah sesuai dengan yang saya semogakan.

Lagi, memang raihan ini tidak terlepas dari doa orang tua saya setiap harinya. Namun, Mas juga berperan penting bernegosiasi kepada orang tua saya untuk mengijinkan saya mengambil pekerjaan ini. Saya sangat bersyukur memiliki Ayah, Mama, Papa, dan juga si Mas.

Ditambah, dari narasumber terpercaya, di pekerjaan sekarang, kesempatan sangat terbuka lebar untuk melanjutkan jenjang pendidikan lanjut dengan biaya perusahaan. Ya Allah, sebuah impian yang rasanya sudah hampir padam dan kembali menyala.

Oh, ini juga tak lepas dari orang-orang baik sebelumnya yang alhamdulillah mendukung saya untuk mendapatkan posisi ini. Yang begitu antusias ketika mengetahui posisi yang saya lamar ini. Benar tidak menyangka bahwa saya berada bersama orang-orang yang sangat baik.

Dan lagi saya dipertemukan dengan seperjuangan yang juga baik. Memang, rejeki adalah misteri Ilahi. Yang tanpa disangka setiap step-nya memberi kejutan yang baik :"). Pencarian saya, inshaAllah berakhir untuk masalah pekerjaan. InshaAllah.

---

Ngomong-ngomong, saya bukan seorang yang ahli dalam memaparkan bagaimana seharusnya quarter life crisis dapat tertangani dengan "baik-baik saja". Jadi, saya paparkan saja apa yang pada akhirnya mampu saya ambil hikmahnya ketika semua ini sedikit mulai sedikit terlihat cahayanya :).


Apa hikmah dari semuanya?

1) Orang tua adalah support utama. Saya adalah tipe anak yang pantang mengambil apapun tanpa ridho orang tua. Saya sangat menyadari bahwa doa orang tua begitu (teramat dan sangat) penting hingga bisa menembus langit ketujuh. Ini benar, saya beberapa kali merasakannya :").

2) Berbicaralah dan berharaplah yang baik. Kita tidak pernah tahu doa dan perkataan mana yang akan dikabulkan. Seperti, saya dulu berharap bisa S2 ataupun bekerja di sebuah instansi, ternyata alhamdulillah terbuka jalannya. Atau tentang saya ingin mendapatkan pria yang memang bisa memperlakukan saya selayaknya tuan putri (apasih) dan saya mendapatkannya. Barakallahu.

3) Tetap menjadi baik dimanapun, tapi juga jangan lupa waspada. Ketika kita berusaha menjadi baik, inshaAllah semesta akan memberika imbalan yang sama, tanpa kita harus meminta. Manusia baik akan dipertemukan dengan orang baik. Itu pasti. Tapi, yang perlu disadari adalah tidak semua manusia yang dibaiki adalah baik, jadi juga perlu adanya waspada. Hehe.

4) Sawang sinawang itu pasti, tapi jangan lupa bersyukur terhadap apa yang didapatkan. Hidup adalah kompetisi dan saling membandingkan. Tapi, tidak selamanya itu baik. Boleh melangit, tapi jangan lupa untuk menapak di bumi. Jika terus memandang ke atas, lalu kapan bersyukurnya? ^ ^

Sahabat baik saya juga sering mengatakan, "Stop comparing yourself with others. Kita punya jalan sukses kita masing-masing."

Begitulah hidup. Semoga, untuk yang sedang mengalami krisis seperempat abad atau quarter life crisis dapat melewatinya dengan baik. Jangan ragu untuk membagi kendalamu dengan orang terdekat yang memang mendukungmu.

Pst, quarter life saya masih tersisa beberapa bulan lagi :).



Salam dari saya,


yang selalu hangat.
---

Source:
[1] https://rhenniyhanasj.wordpress.com/2014/05/25/fase-fase-perkembangan-manusia/

You Might Also Like

0 Comments

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar jika memang ada yang perlu didiskusikan ^ ^

Jika memerlukan informasi urgent, boleh sapa saya di email karena saya cukup aktif pula di sana :).

"Journey from May 2009 and still counting down. People come and go, parents don't, memories don't." - hf
Blogger Perempuan