5 Alasan Kenapa Wanita (Berkeluarga) Tetap Harus Berpenghasilan

Guys, udah pengen banget membahas topik ini lagi agar diingatkan kembali untuk banyak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah S.W.T.. Disclaimer sebelum melanjutkan membaca artikel ini: bahwa artikel ini tidak bermaksud menyudutkan wanita yang memilih untuk menjadi full mom.

Kuakui, sejak lulus kuliah hingga saat ini, aku ingin menjadi wanita berpenghasilan yang berkarir di sebuah company besar dan bergelut di dunia kepenulisan sampai usiaku tak lagi produktif. Aku sudah mengatakan ini kepada suamiku jauh sebelum kami memutuskan untuk be a life partner dan surprisingly beliau tidak melarangku untuk meraih impianku itu. He is my support system, selain kedua orangtuaku. Seneng banget!πŸ‘€

Apa yang aku share murni dari pendapatku sendiri dan inilah 5 Alasan Kenapa Wanita Harus Berpenghasilan versiku:

1. Mempersiapkan Diri untuk Masa Tua

Aku pernah mendengar saran dari seseorang bahwa keuntungan dari seorang wanita berpenghasilan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi untuk calon anak dan kehidupan di masa mendatang karena kita tidak pernah tahu umur suami. Jika sudah mendapatkan pekerjaan yang baik, lingkungan yang sehat, serta banyak benefit ke depannya, it means, sudah sangat cukup untukku dan saatnya mulai menjalani karir sebenarnya. Aku banyak bersyukur karena pekerjaanku yang sekarang sudah mencakup apa yang aku semogakan di doa-doaku sebelumnyas selama quarter life crisis. Alhamdulillah, masyaAllah tabarakallahu.

Paling tidak, aku sudah berpikir (sedikit) matang tentang kehidupanku dan buah hatiku nanti, jika kondisi terjadi kondisi yang tidak terduga 😒.


2. Mewujudkan Impian Bersama Keluarga Kecilku

Karena sudah berkeluarga, tentunya aku ingin membeli perabotan, property, ataupun investasi passive income lainnya untuk keluarga kecil kami. Dengan berpenghasilan, setidaknya aku bisa urun rembug membangun impianku dan suami agar impian itu dapat segera tercapai. Alhamdulillah, masyaAllah tabarakallahu.

3. Bebas Membelikan Hadiah untuk Orang Tua

Aku yakin, banyak anak yang memiliki keinginan yang sama denganku, ingin membelikan hadiah ataupun barang yang disukai oleh orang tua kapanpun, tidak hanya di waktu spesial. Sejak belum berpenghasilan, ini sudah terpatri di otakku dan aku bersyukur bisa mewujudkan itu. Bisa memberikan apa yang aku ingin belikan untuk mereka tanpa meminta suami, walaupun setelah check out, aku tetap mengabari suami. Dan alhamdulillah, suami tidak pernah melarangku melakukan ini.

Istilahnya, ketika orang tua bilang:
"Nduk, mama kalau malam punggung suka gatel dan gak bisa nggaruk."
di saat yang sama, aku bisa langsung check out penggaruk besi di shopee πŸ˜‚. Receh, tapi berguna bagi orangtuaku. Kwkw.

 

4. Bebas Membeli Kebutuhan dan Keinginan Pribadi

Laptop, skincaregadget, ataupun lainnya, dapat terpenuhi dengan pendapatan bulananku. Saat laptop rusak dan memang sudah seharusnya upgrade, aku langsung berangkat ke toko elektronik tanpa harus meminta suami ataupun orang tua. Aku bersyukur banget dengan ini. Huhu. Untuk barang kecil lainnya juga banyak banget yang dapat kupenuhi sendiri. MasyaAllah tabarakallahu.

5. Travelling atau Pulang Kampung Tiap Bulan!

Liburan membuatku bahagia, tentu kamupun begitu! Karena biaya liburan dinilai lebih murah daripada biaya ke psikiater, jadi jika saatnya aku beristirahat dari lelah, aku memilih berlibur ke Jawa Timur. Kalaupun tidak bisa berlibur lama pun, aku tetap pulang kampuang sebulan sekaliπŸ˜‚. Ehm, masih belum kesampaian buat berlibur ke luar pulau karena masih pandemi macam ini dan beberapa kendala lainnya.

Btw, kalau ada yang bilang "Ngapain pulang kampung tiap bulan, eman uangnya". Dengan rendah hati aku katakan, umur dan waktuku bersama orang tua dan suamiku tidak akan bisa diulang ataupun dibeli😭. Ini tentang prioritas yang aku yakin tiap orang memiliki pilihannya sendiri.
---

Berbicara hal selain 5 alasan di atas, semakin dewasa, aku semakin menyadari ada banyak sekali alasan kenapa kita (baik pria ataupun wanita) bekerja. Ada yang bekerja untuk hidup, tulang punggung keluarga, kesenangan, ataupun lainnya. Jadi, aku sepakat jika ada orang bijak yang berkata bahwa tidak patut membandingkan pencapaian seseorang dengan seorang lainnya pun dari pekerjaan ataupun gaji yang sama. Karena kita tidak tahu apa yang harus ditanggung dan untuk apa pengeluaran yang digunakan πŸ˜…

Dan baiknya, kita juga gak perlu terlalu memberi pendapat lebih kepada orang yang memang memilih untuk menjadi wanita berpenghasilan ataupun full mom. Ya, itu, karena aku yakin setiap wanita punya pertimbangan dan perhitungannya sendiri dalam menjalani hidup.

*Suka gedeg sama orang nyuruh resign, tapi gak mau nanggung hidup kita*

Tapi, perlu gak, sih, kita tanya dan evaluasi ke diri sendiri apa-apa yang telah kita capai selama hidup? Jawabanku tetap perlu. Memang hidup bukan tentang berkompetensi dengan orang lain, tapi berkompetensi dengan diri sendiri agar kita tidak lebih buruk ataupun sama dengan kita di hari kemarin.

Terkadang, pencapaian kita bukan sekedar angka nominal uang yang bisa kita nikmati sendiri, tapi kebahagiaan yang bisa dibagi dengan orang yang kita sayangi😍

---

Tulisan ini adalah rewrite topik yang kutulis di tahun 2017 (baca di sini). Bedanya adalah saat itu aku menulisnya ketika kondisi belum berkeluarga, freshgraduate, dan bekerja dekat dengan keluarga. Namun sekarang, kondisiku adalah sudah berkeluarga dan bekerja jauh dari keluarga. Dari semua alasan yang kusebutkan di atas, sebenarnya hampir sama, ya, cuma tambahan pointnya adalah salah satu tujuan keuanganku kali ini adalah keluarga kecilku. Pst, bekerja di kantor membuatku punya alasan untuk make up everyday and I really like it!

Anyway, lagi ada promo dari Y.O.U di shopee, nih, Guys! Cek lengkapnya di link ini, ya!
Promo Shopee Y.O.U
Buat kita yang terus berproses, semoga tetap istiqomah, ya. Bismillah, alhamdulillah, masyaAllah tabarakallahu.
Dear, In Case, If You Mee Me in Other Blog :)
Huft.

Aku sangat paham risiko yang menyertai setiap pekerjaan content creator, baik di dunia visual ataupun verbal, seperti blog, dimana sangat rentan terjadi praktik plagiarism. Sampai akhirnya, di masa blog memiliki panggung yang cukup luas sekitar tahun 2012, banyak sekali blogger yang menyuarakan anti plagiarism, dari memasang banner anti copy-paste, copycat, menonaktifkan klik kanan, adanya fitur otomatis menambahkan link asli ketika artikel di copas, atau yang lebih ekstrim adalah disable fitur block artikel. Aku pernah melakukan semua campaign tersebut!

Apakah plagiarism ini salah? Secara teori, praktik ini salah karena melanggar hak cipta dan tentu saja tidak menghargai hak intelektual dari penciptanya.

Lalu, apakah blogku pernah pula melakukan praktik plagiarism? Ya, pernah. Itu dulu dan aku sudah take down artikel yang tidak mencantumkan sumber artikel. Jikapun masih ada, itu karena ada value yang memang kurasa sangat bermanfaat dari artikel tersebut (dan itupun bisa dihitung jari😭).

Apakah aku pernah ditegur karena pelanggaran hak cipta? Ya, akupun pernah. Aku pernah melanggar hak cipta karena menggunakan header blog milik orang lain tanpa izin. Jadi, saat ini aku sangat mengusahakan untuk memberi sumber artikel dan/atau image yang kusertakan. Semoga kamu juga, ya ❤!

Mengapa pembahasan ini akhirnya harus kusuarakan (kembali)? Karena aku mengetahui bahwa artikelku yang sudah aku take down di blog ini, ditemukan oleh orang lain dengan i-dont-know keywords that used. Yang mana, membuat adanya penilaian bahwa blog tersebut adalah milikku.

 

Padahal bukan, ya, blog official-ku adalah ini, candacandu.wordpress.com, dan 1 blog dummy untuk mengunggah gambarku. Untuk platform blogger sendiri, aku menggunakan 1 profil akun ini, Guys 😊.

Akhir kata, untuk siapapun yang menemukan penulis lain dengan mengatasnamakanku atau menyerupaiku, aku informasikan bahwa blog tersebut bukan milikku. Aku senang jika memang orang lain bisa mendapatkan informasi yang baik dari artikel yang pernah kutulis❤. Semoga blog ini tetap memberikan positive value dan saling belajar dalam menghargai hak cipta setiap content creator.

Warmest regards.

---

Psst, risiko plagiarsm ini tidak mengusikku sama sekali. Jika memang ada artikelku yang menurutmu bermanfaat, silakan gunakan dengan tujuan yang baik dan tidak ada penyalahgunaan konten. Aku tahu, inshaAllah literasi jaman sekarang tentang hak cipta sudah digaungkan dan mendarah daging ❤.
5 Tips Mengatasi Kaum Mendang-Mending
"Ngapain beli hp mahal, eman uangnya. Mending buat beli baju aja."
"Ngapain, sih, cewek kerja, mending full mom aja, jagain anak."

Suka kesel, gak, sih, ketika kamu lagi seneng-senengnya membeli barang baru yang kamu dapetin dengan penuh perjuangan, tiba-tiba ada yang komentar buruk? πŸ˜₯

---

Mending ini, mending itu dan akhirnya, muncullah istilah "Kaum Mendang-Mending". Pertumbuhan bahasa semakin hari semakin berkembang menyesuaikan tingkat kreativitas generasi di masa tersebut. Sebenarnya dalam setiap pilihan yang diambil akan selalu ada pro dan kontra. Ini sudah ada sejak jaman dulu, tapi dengan bergesernya jaman, tim kontra disebut sebagai "Kaum Mendang-Mending". Cmiiw.

Perlu diingat bagi kita bahwa pro dan kontra ini gak bakal bisa dihilangkan, Guys! Benar kalau ada yang mengatakan bahwa kita gak bakal bisa mengatur bahwa semua orang harus setuju dan senang dengan kita. Tapi, kita tentu bisa mengatur bagaimana cara kita menyikapi pendapat yang orang lain katakan.

Sisi positif dari adanya istilah dan banyaknya orang yang menyuarakan ini di sosmed yang kumainkan adalah semakin banyak orang belajar untuk menyaring pendapatnya. Serta, banyak pula yang akhirnya belajar untuk tidak mengatakan pendapat kontra (negatif) di tengah kesenangan orang lain. Ini bagus!


Di sini, ada 5 tips mengatasi Kaum Mendang-Mending agar kamu bisa tetap chill dalam menanggapi mereka. Kamu bisa menambahkan juga di kolom komentar jika ada tips yang berkaitan dengan artikel ini, ya!


1. Pilihlah Sesuatu dengan Pertimbangan Matang

Tujuannya adalah kamu akan memiliki alasan yang tepat dan logis ketika mereka memberimu komentar yang kontra. Beberapa orang yang kontra akan dapat mengerti, jika alasanmu memang mendasar. Walaupun, kamu pun tidak wajib untuk membuat mereka harus pro setelah mendengar penjelasanmu.

Sebenarnya, kamu tidak ada kewajiban untuk menjawab semua pertanyaan yang kontra denganmu. Tapi, kamu tentu akan berada di satu titik, kamu harus menjawabnya dengan bijak, misalnya jika pernyataan itu muncul dari kerabat dekat. Pertimbangan matang yang kamu buat sebelumnya dapat menjadi benteng pertahananmu dan aku yakin, mereka pun akan menghargai jawabanmu itu.

Fardu ain, ya, untuk kita mulai belajar bijaksana dalam memilih mana yang kebutuhan dan keinginan. Mana yang prioritas dan tidak prioritas. Tapi, perlu diingat pula bahwa tingkat kesenangan setiap orang juga memiliki level yang berbeda. Yin yang.

Jadi, apa salah kalau kita beli keinginan untuk diri sendiri? Tidak. Tidak ada yang salah bagiku, kamu yang bisa menilai ukuran salah atau tidaknya karena aku yakin perhitungan itu sudah kamu lakukan sebelum kamu mengambil tindakan itu😊.


2. Balas Emoji atau Menjawab Sekenanya

Jika pernyataan ini muncul dari chat atau kolom komentar, kamu tentu bisa menjawabnya dengan emoji πŸ˜…πŸ˜ atau jawaban sekenanya. Walaupun ini terkesan kurang bijaksana, tapi kamu pun berhak untuk tidak menjelaskan sesuatu yang menurutmu privacy pada orang-orang yang tidak kamu kenal di dunia nyata. Jikapun kamu mengenalnya di dunia nyata, kamu masih memiliki hak untuk tidak menjelaskan alasanmu sebenarnya.

Ingat perkataan Ali Bin Abi Thalib
Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu.


3. Bersikap Cuek

Kamu bisa juga melakukan hal ini jika kamu adalah tipikal orang yang cuek. Jika kamu tipikal orang melankolis yang sulit bersikap seperti ini, kamu bisa mencoba membalas pernyataan seperti pada point 1 dan 2. Btw, aku sangat menganjurkanmu untuk belajar bersikap cuek karena ini akan sangat bermanfaat bagimu di dunia yang keras! Tentu saja kamu tidak bisa cuek pada semua lini, kamu tentu harus belajar memilah dan memilih kapan harus cuek.


4. Ambil yang Baik, Buang yang Buruk

Tidak semua perkataan yang kontra mengandung ucapan negatif. Misal, ketika kamu merasa senang, ketika membeli hp baru dan mendapat ujaran kontra, kamu bisa menanyakan dengan baik kenapa penutur ucapan tersebut. Tanyakan alasannya dan coba olah dengan baik. Mungkin saja, alasan kontranya adalah karena penutur pernah menggunakan hp yang sama sebelumnya. Saat kamu mengetahui alasan itu, kamu bisa menanyakan padanya apa solusi yang dapat ia berikan dan bisa kamu implementasikan dalam kehidupanmu. Win win solution.


5. Teguh Pendirian dan Keep Moving On

Kamu tidak harus mendengarkan semua pernyataan kontra tersebut, jika memang pertimbanganmu sudah matang. Yang kamu lakukan adalah tetap berjalan, menjaga, dan meningkatkan apa yang sedang kamu lakukan atau miliki.

---

Perlu diingat juga bahwa tidak semua perkataan kontra adalah hal yang buruk, namun bisa jadi memang memiliki alasan dan maksud yang baik. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh kita ketika menemui orang yang sedang bahagia, tapi kita tahu bahwa banyak kendala pada (misal) barang tersebut? Cari timing dan rangkai kata yang baik untuk mengingatkan. Karena kita juga gak tau seberjuang apa orang tersebut mendapatkan apa yang kita komentari πŸ˜‡.

Emang, walaupun penuh pro dan kontra, hidup memang sepatutnya terus belajar berpikir, bertutur, dan beretika yang baik agar dapat berjalan berdampingan.
Hi, Guys! Aku sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang berkolaborasi dengan blog ini. Semoga selalu diberi kesahatan dan dilancarkan rejekinya ❤ . Blog ini terbuka untuk kerjasama penempatan konten, review product, ataupun tukar back link.

Feel free untuk contact melalui: hafian3@gmail.com Instagram | Twitter
----

Lifestyle & Hobbies

  1. Wahai Para Wanita, Inilah Jenis Sepatu yang Cocok untuk Aktivitas Kantor
  2. Game Lokal yang Populer di Kalangan Pengguna Android
  3. ID Photobook : Cetak Foto ala Majalah Semudah Unggah di Sosmed!
  4. Inilah Cara Budidaya Ternak Belut yang Sehat
  5. Lakukan 4 Hal Penting Ini Agar Klakson Mobil Senantiasa Awet
  6. 4 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Dealer Toyota Kediri
  7. 4 Sayuran yang Wajib Dihindari Jika Kamu Ingin Langsing
  8. Toyota Agya Si Mungil Penuh Pesona
  9. Inilah Spesifikasi Mewahnya Mobil Toyota Vellfire
  10. Intip Kelebihan serta Harga Camry Hybrid di Jakarta
  11. Simak Keunggulan, Spesifikasi, dan Harga Toyota Hiace di Jakarta
  12. Review Desain dan Harga Toyota Rush Surabaya
  13. Desain Eksterior Toyota Avanza Veloz 2019 yang Gahar
  14. 5 Fakta Situs Belanja Online Termurah dan Terpercaya
  15. Ayo Cek Gizi : Aplikasi Cek Kandungan Jajanan Anak
  16. Yuk, Cek! 7 Daftar Buah untuk Menurunkan Kolesterol
  17. Beli Mobil Bekas Murah? Jangan Lupa Perhatikan Airbag!
  18. Cari Mobil di Surabaya? Auto 2000 Basuki Rahmat Aja!
  19. Mau Koleksi Gitar? Pakai Produk Digibank KTA!
  20. 5 Ide Modifikasi Mobil Keren dan Kreatif. Wajib Dicoba!
  21. Keuntungan Booking Service di Hari Minggu
  22. Spesifikasi Honda Brio, Mobil Murah yang Tak Murahan
  23. Nikmati Keunggulan Digibank Kartu Kredit
  24. KTA, Solusi Jitu Saat Modal Nikah Kurang
  25. Harga Toyota Fortuner dan Spesifikasi Terbaru
  26. Tips Hemat Koleksi Gundam dengan Pinjaman digibank KTA by DBS
  27. Membeli Mobil dengan Kredit, Apa Untungnya?
  28. Mengenal Operasi Lutut yang Harus Kita Ketahui
  29. 5 Tips Memilih Stroller untuk Bayi

Travel & Tour

Culinary

Property


Personal Development

Disclaimer

Blog ini tidak merepresentasikan instansi tempat dimana penulis mengabdi, karena mayoritas konten adalah hasil kolaborasi dengan manusia-manusia baik hati :). Penulis tidak bertanggungjawab jika terdapat tulisan mengatasnamakan penulis (alias copas) di luar blog ini dan ini.
Blogger Perempuan