Rantau
Sudah lama rasanya kaki ini menapak pada bumi yang sama, namun berada di tanah yang berbeda. Jarak yang begitu jauh dan tak bisa hanya ditempuh dalam sekejap. Segala pengorbanan untuk masa depan yang terbayarkan di waktu terbaik.

Merantau mengajarkan banyak hal pada penikmatnya.
 
Pahitnya, manisnya.
Bahagianya, tangisnya.
Segala diam yang seringkali tak dapat terungkap.
Segala syukur yang hanya bisa dibagi dengan Sang Pencipta.
Segala harap dan doa yang tak bisa tersampaikan pada manusia.
Segala senyum sebagai penenang di kala kalut.
Dan segala lainnya yang dapat dimaknai ketika telah ada benang merahnya.
 
Ombaknya telah terlalui dengan cukup baik, walau tidak sempurna.

Meyakinkan pada diri sendiri bahwa semua akan baik-baik saja, padahal nyatanya tak semuanya berjalan sesuai jalur dan waktunya.
 
Perantauan akan selalu menjadi cerita antologi manis untuk dikenang. Mengajarkan tentang banyak hal tentang kesabaran, ketulusan, dan berjuang hidup di atas kaki sendiri. Rantau mengajarkan hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk....

Waktu yang terus berjalan beriringan dengan usia dari orang tersayang yang terus berkurang.
 
Untuk segala kehilangan yang tak mampu terdeskripsi saat waktu tak dapat terlampaui dengan cepat. Aku percaya, "Sesudah kesulitan akan selalu ada kemudahan".
 
Akhirnya, setiap pohon yang ditanam dan dirawat dengan penuh perjuangan akan selalu berbuah manis, jika telah musimnya berbuah. Jangan memetiknya secara paksa karena bisa jadi bukan itu rasa yang diinginkan. Tapi, ini bukan tentang pepohonan.
 
 
Metropolitan dan setiap pembelajarannya :) 
Dagelan Sandiwara
Mari kita mulai dengan, "Tiap manusia sebenarnya sedang berpura-pura untuk tidak mengetahui suatu hal. Menghindari sakit yang lebih dalam dan mencoba mencari obat untuk diri mereka sendiri. Tak ada orang lain yang lebih peduli dibandingkan diri sendiri."
 
Pernah bertanya mengapa menjadi manusia adalah seni sandiwara yang apik? Ya, karena di dalamnya tersusun dari cerita-cerita yang sedang dirangkai sendiri oleh setiap individunya, namun saling disambungkan secara paksa ataupun tidak menjadi sebuah cerita panjang bersambung. Menjadi sebuah hubungan antar manusia, katanya.

Hidup dengan penuh efek domino
Menyakiti orang lain karena sedang tersakiti atau pernah disakiti. 
Berbuat baik pada orang lain karena pernah ditolong di saat runtuh. 
Berkata buruk pada orang lain untuk pelampiasan betapa berat hidupnya.
Menguatkan karena pernah menjadi yang paling lemah dan terselamatkan.
 
Membuat orang lain turut dalam efek domino, sebenarnya bukan hal yang baik :). Tapi, terkadang banyak hal yang bisa dipelajari atas respons dari sebuah sikap dan bagaimana kita menanggapinya.
 
Lalu, terpikir mengapa Tuhan turunkan adanya istilah "keluarga" adalah sebagai jawab saat pundak tak lagi dapat memikul dan bibir tak lagi mampu tersenyum simpul. Menjalankan fungsi dan tanggungjawab sebagai manusia dengan sebaik-baiknya sebagai keluarga.

Lalu, atas setiap pertanyaan yang akhirnya mendapat jawaban berbeda, maka sadarlah, tidak semua dapat berjalan sesuai harap, tidak semua pertanyaan dapat terjawab, dan tidak semua jawaban dapat diterima akal sehat.
 
Masing-masing dari kita sebenarnya sedang berjuang untuk dapat tetap hidup sampai garis ujung, bukan. Bagaimanapun caranya, tetaplah menjadi baik dan tidak menjadi lilin yang terbakar dalam gelap.
 
Jika bersandiwara adalah hal yang bisa menyelamatkan semuanya, itupun tak salah. Sebaik-baiknya hakim adalah Yang Maha Pemilik.

 

Hiduplah layak dan berbahagia untuk dirimu sendiri. Pada akhirnya, setiap manusia akan sendiri, walaupun tak akan pernah siap untuk terus menertawakan hidup dalam sunyi. Tapi, kita harus belajar untuk tertawa, sesekali :).
Kembali aku tersadar akan bagaimana aksi-reaksi bekerja pada semesta dan pencipta-Nya. Hukum alam ternyatakan pada waktu yang tepat di saat langkah ini mulai berserah. Mereda oleh waktu dan sejatinya telah terkubur oleh asa yang seharusnya tak padam.

Katanya, "Perbanyak berserah, perbanyak do'a. Bagaimanapun, takaran rejeki telah diatur. Jika bukan untukmu, maka tidak akan menjadi milikmu. Jika memang ditakdirkan untukmu, maka tidak akan terlewat olehmu."
 
Nurani yang baru kupahami tak pernah lepas dari harap, mulai ditunjukkan bagaimana tirani bekerja sebegitu hebat. Tak ada pintu yang dapat diketuk, tak ada sanubari yang dapat menjulurkan lengannya. Namun, bagaimanapun, nurani tetap terselip harap dalam pelepasannya.

Ah, ternyata memang akan terjawab dengan baik di waktu yang baik.
Janji Tuhan memang nyata, jika kita percaya.
 
Lalu, tentang bagaimana makhluk pendosa ini saling berinteraksi, nyatanya memang berlaku karena suatu musabab. Yang terlihat tidak baik, belum tentu ingin melakukannya. Tidak ada yang bisa kita kontrol atas apa yang dilakukan oleh makhluk lain. Namun, musababnya dapat ditelisik dan sedikit menunjukkan pada kita bagaimana kita harus bereaksi pada pendosa.

Ada luka yang belum sembuh atas setiap apa yang dilakukan oleh pendosa.
 
Maka, memang hanya Tuhan seyogyanya yang mampu menilai dengan adil bagaimana peringkat setiap makhluk-Nya. Bukanlah kapasitas pendosa lain untuk menilainya. Memaklumi dalam diam, bukan sebuah kekalahan dalam sebuah perbedaan (atau mungkin perselisihan).
 
Bukankah berdamai dengan semesta adalah tujuan pencarian kita di dunia? Hingga akhirnya kita menemukan jalan untuk menuju ke kehidupan selanjutnya.
 
Kita hanyalah makhluk yang sedang mencari bagaimana cara terbaik untuk hidup setelah hidup. Setidaknya, aku tersadar bahwa sebaik-baiknya penyembuh adalah waktu yang dilewatkan dengan penuh pemaknaan. Dan seburuk-buruknya penyesalan adalah waktu yang terbuang tanpa adanya perbaikan.

Aku menulis sebagai penyembuh luka yang mungkin belum sembuh dan menyadarkanmu bahwa takdir Tuhan yang membawamu pada tulisan ini. Untuk mengatakan bahwa, "Tidak apa jika lukamu belum sembuh, kamu tidak harus menyakiti orang lain dan dirimu untuk melampiaskannya. Dan jika hasilmu belum setara dengan lainnya, percayalah bahwa janji Tuhan adalah nyata." Jika kamu percaya :)

 

Saat Tuhan berfirman, "Kun fayakun", maka yang disangka adalah sebuah ilusi akan pula menjadi nyata dalam satu jentikan semata. Sungguh, tiada kuasa terbesar selain kuasa Tuhan Yang Maha Esa dan tiada yang bisa diharapkan selain kepada-Nya. Dan Tuhan permudah jalan manusia melalui manusia lainnya untuk tetap bersaksi bahwa kuasa Tuhan adalah nyata :). Maha Benar Allah dengan Segala Firmannya.

Metropolitan, dengan kebisingan yang sunyi.

Menjadi Calon Pendonor Mata di Lions Eye Bank Jakarta
Di akhir bulan September 2022 silam, akhirnya aku memutuskan untuk mendaftar sebagai calon pendonor mata melalui Yayasan Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ). Organisasi non-profit tersebut merupakan Bank Mata yang akan mengorganisir kegiatan donor jaringan kornea mata dari pengambilan sampai pengelolaan dan pendistribusian untuk transplantasi.

 
Singkat kata, ketika calon pendonor ini telah berpulang, LEBJ akan mendatangi kediaman pendonor dan melakukan operasi mata untuk mengambil jaringan korneanya (bukan bola mata utuh). Mereka akan menyimpan dan akan mendistribusikan kepada mereka yang membutuhkan, gitu.

 

Sebagai calon pendonor, yang harus dipastikan sebelum melakukan pendaftaran adalah adanya persetujuan keluarga pendonor. Kalaupun memang tidak mendapat persetujuan, kamu juga masih bisa berpartisipasi dalam gerakan #EyesSaidYes lainnya, seperti membeli souvenir LEBJ atau menjadi donatur. Kamu bisa mendapatkan informasi lengkap kegiatannya melalui website LEBJ, ygy.
 
Fyi, pada tahun 2018, jumlah penduduk Indonesia tercatat mencapai 265 juta jiwa. Diproyeksikan dari data tersebut, maka kurang lebih sebanyak 265 ribu orang menderita kebutaan kornea di Indonesia (source: LEBJ website).


Informasi di atas, tentu menjawab mengapa gerakan #EyesSaidYes disambut dengan tangan terbuka oleh pendonor yang bergabung. Langkah ini diharapkan bisa mempermudah calon penerima untuk menerima bantuan kornea lebih cepat karena sudah ada database pendonor.

Lalu, apa saja yang dilakukan di awal pendaftaran?👀
 

1. Mengisi Link Calon Pendonor

Kamu bisa mengisi link pendaftaran di sini. Pengisian datanya cukup mudah dimengerti dan dipenuhi. Bisa diakses melalui platform manapun karena menggunakan google form yang notabenenya user friendly. Setelah mengisi, tinggal menunggu konfirmasi lanjutan untuk verifikasi data calon pendonor.
 

2. Konfirmasi Alamat Calon Pendonor oleh Customer Services

Selang berapa waktu, di tanggal 21 September 2022, cs LEBJ menghubungiku melalui whatsapp untuk konfirmasi alamat pengiriman starter kit yang berisi sticker, greeting card, dan flyer tentang alur pendonoran mata. Pengiriman starter kit ini dikenakan biaya Rp 35.000 dan bisa dilakukan permintaan pengiriman ulang jikalau kita ganti ktp.
 

3. Starter Kit Diterima

Tanggal 23 September 2022, aku sudah menerima starter kit dan resmi menjadi calon pendonor mata. Sticker yang berisi kontak LEBJ ini adalah bukti keikutsertaan kita sebagai pendonor mata di LEBJ dan harus ditempel di ktp calon pendonor mata (ilustrasi terlampir di gambar judul). Penempelannya disarankan tidak menutupi pita hologram agar tidak merusak bukti otentikasi ktp.
 
Reminder: Jangan lupa untuk membaca tata cara yang harus dilakukan ketika sudah menjadi calon pendonor kornea mata, ya. Dan pastikan keluarga terdekat juga mengetahui hal tersebut.

... 

 
Jadi, gimana, kamu sudah mulai terpikir untuk menjadi salah satu calon pendonor mata? Yuk, menjadi jendela harapan untuk 1 dari 1000 orang di Indonesia yang mengalami kebutaan akibat kerusakan kornea. Kamu bisa mencari tahu lebih banyak tentang LEBJ melalui link ini: biolinky.co/lebj #EyesSaidYes.

Apa yang bisa kamu baca di website LEBJ? Pengenalan singkat tentang LEBJ, alasan pentingnya pendonoran mata, hukum agama pendonor jaringan kornea, proses pendonoran mata, link donasi, dll. Don’t hesitate to hit there!

Disclaimer

Blog ini tidak merepresentasikan instansi tempat dimana penulis mengabdi, karena mayoritas konten adalah hasil kolaborasi dengan manusia-manusia baik hati :). Penulis tidak bertanggungjawab jika terdapat tulisan mengatasnamakan penulis (alias copas) di luar blog ini dan ini.
Blogger Perempuan