5 Alasan Kenapa Wanita (Berkeluarga) Tetap Harus Berpenghasilan

By Monday, July 12, 2021 , ,

5 Alasan Kenapa Wanita (Berkeluarga) Tetap Harus Berpenghasilan

Guys, udah pengen banget membahas topik ini lagi agar diingatkan kembali untuk banyak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah S.W.T.. Disclaimer sebelum melanjutkan membaca artikel ini: bahwa artikel ini tidak bermaksud menyudutkan wanita yang memilih untuk menjadi full mom.

Kuakui, sejak lulus kuliah hingga saat ini, aku ingin menjadi wanita berpenghasilan yang berkarir di sebuah company besar dan bergelut di dunia kepenulisan sampai usiaku tak lagi produktif. Aku sudah mengatakan ini kepada suamiku jauh sebelum kami memutuskan untuk be a life partner dan surprisingly beliau tidak melarangku untuk meraih impianku itu. He is my support system, selain kedua orangtuaku. Seneng banget!๐Ÿ‘€

Apa yang aku share murni dari pendapatku sendiri dan inilah 5 Alasan Kenapa Wanita Harus Berpenghasilan versiku:

1. Mempersiapkan Diri untuk Masa Tua

Aku pernah mendengar saran dari seseorang bahwa keuntungan dari seorang wanita berpenghasilan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi untuk calon anak dan kehidupan di masa mendatang karena kita tidak pernah tahu umur suami. Jika sudah mendapatkan pekerjaan yang baik, lingkungan yang sehat, serta banyak benefit ke depannya, it means, sudah sangat cukup untukku dan saatnya mulai menjalani karir sebenarnya. Aku banyak bersyukur karena pekerjaanku yang sekarang sudah mencakup apa yang aku semogakan di doa-doaku sebelumnyas selama quarter life crisis. Alhamdulillah, masyaAllah tabarakallahu.

Paling tidak, aku sudah berpikir (sedikit) matang tentang kehidupanku dan buah hatiku nanti, jika kondisi terjadi kondisi yang tidak terduga ๐Ÿ˜ข.


2. Mewujudkan Impian Bersama Keluarga Kecilku

Karena sudah berkeluarga, tentunya aku ingin membeli perabotan, property, ataupun investasi passive income lainnya untuk keluarga kecil kami. Dengan berpenghasilan, setidaknya aku bisa urun rembug membangun impianku dan suami agar impian itu dapat segera tercapai. Alhamdulillah, masyaAllah tabarakallahu.

3. Bebas Membelikan Hadiah untuk Orang Tua

Aku yakin, banyak anak yang memiliki keinginan yang sama denganku, ingin membelikan hadiah ataupun barang yang disukai oleh orang tua kapanpun, tidak hanya di waktu spesial. Sejak belum berpenghasilan, ini sudah terpatri di otakku dan aku bersyukur bisa mewujudkan itu. Bisa memberikan apa yang aku ingin belikan untuk mereka tanpa meminta suami, walaupun setelah check out, aku tetap mengabari suami. Dan alhamdulillah, suami tidak pernah melarangku melakukan ini.

Istilahnya, ketika orang tua bilang:
"Nduk, mama kalau malam punggung suka gatel dan gak bisa nggaruk."
di saat yang sama, aku bisa langsung check out penggaruk besi di shopee ๐Ÿ˜‚. Receh, tapi berguna bagi orangtuaku. Kwkw.

 

4. Bebas Membeli Kebutuhan dan Keinginan Pribadi

Laptop, skincaregadget, ataupun lainnya, dapat terpenuhi dengan pendapatan bulananku. Saat laptop rusak dan memang sudah seharusnya upgrade, aku langsung berangkat ke toko elektronik tanpa harus meminta suami ataupun orang tua. Aku bersyukur banget dengan ini. Huhu. Untuk barang kecil lainnya juga banyak banget yang dapat kupenuhi sendiri. MasyaAllah tabarakallahu.

5. Travelling atau Pulang Kampung Tiap Bulan!

Liburan membuatku bahagia, tentu kamupun begitu! Karena biaya liburan dinilai lebih murah daripada biaya ke psikiater, jadi jika saatnya aku beristirahat dari lelah, aku memilih berlibur ke Jawa Timur. Kalaupun tidak bisa berlibur lama pun, aku tetap pulang kampuang sebulan sekali๐Ÿ˜‚. Ehm, masih belum kesampaian buat berlibur ke luar pulau karena masih pandemi macam ini dan beberapa kendala lainnya.

Btw, kalau ada yang bilang "Ngapain pulang kampung tiap bulan, eman uangnya". Dengan rendah hati aku katakan, umur dan waktuku bersama orang tua dan suamiku tidak akan bisa diulang ataupun dibeli๐Ÿ˜ญ. Ini tentang prioritas yang aku yakin tiap orang memiliki pilihannya sendiri.
---

Berbicara hal selain 5 alasan di atas, semakin dewasa, aku semakin menyadari ada banyak sekali alasan kenapa kita (baik pria ataupun wanita) bekerja. Ada yang bekerja untuk hidup, tulang punggung keluarga, kesenangan, ataupun lainnya. Jadi, aku sepakat jika ada orang bijak yang berkata bahwa tidak patut membandingkan pencapaian seseorang dengan seorang lainnya pun dari pekerjaan ataupun gaji yang sama. Karena kita tidak tahu apa yang harus ditanggung dan untuk apa pengeluaran yang digunakan ๐Ÿ˜…

Dan baiknya, kita juga gak perlu terlalu memberi pendapat lebih kepada orang yang memang memilih untuk menjadi wanita berpenghasilan ataupun full mom. Ya, itu, karena aku yakin setiap wanita punya pertimbangan dan perhitungannya sendiri dalam menjalani hidup.

*Suka gedeg sama orang nyuruh resign, tapi gak mau nanggung hidup kita*

Tapi, perlu gak, sih, kita tanya dan evaluasi ke diri sendiri apa-apa yang telah kita capai selama hidup? Jawabanku tetap perlu. Memang hidup bukan tentang berkompetensi dengan orang lain, tapi berkompetensi dengan diri sendiri agar kita tidak lebih buruk ataupun sama dengan kita di hari kemarin.

Terkadang, pencapaian kita bukan sekedar angka nominal uang yang bisa kita nikmati sendiri, tapi kebahagiaan yang bisa dibagi dengan orang yang kita sayangi๐Ÿ˜

---

Tulisan ini adalah rewrite topik yang kutulis di tahun 2017 (baca di sini). Bedanya adalah saat itu aku menulisnya ketika kondisi belum berkeluarga, freshgraduate, dan bekerja dekat dengan keluarga. Namun sekarang, kondisiku adalah sudah berkeluarga dan bekerja jauh dari keluarga. Dari semua alasan yang kusebutkan di atas, sebenarnya hampir sama, ya, cuma tambahan pointnya adalah salah satu tujuan keuanganku kali ini adalah keluarga kecilku. Pst, bekerja di kantor membuatku punya alasan untuk make up everyday and I really like it!

Anyway, lagi ada promo dari Y.O.U di shopee, nih, Guys! Cek lengkapnya di link ini, ya!
Promo Shopee Y.O.U
Buat kita yang terus berproses, semoga tetap istiqomah, ya. Bismillah, alhamdulillah, masyaAllah tabarakallahu.

You Might Also Like

0 Comments

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar jika memang ada yang perlu didiskusikan ^ ^

Jika memerlukan informasi urgent, boleh sapa saya di email karena saya cukup aktif pula di sana :).

Disclaimer

Blog ini tidak merepresentasikan instansi tempat dimana penulis mengabdi, karena mayoritas konten adalah hasil kolaborasi dengan manusia-manusia baik hati :). Penulis tidak bertanggungjawab jika terdapat tulisan mengatasnamakan penulis (alias copas) di luar blog ini dan ini.
Blogger Perempuan