Pengalaman Test Medical Check Up (MCU) Pertama Kali

By Saturday, June 15, 2019 ,

Pengalaman Test Medical Check Up (MCU) Pertama Kali

Bismillah.

Di hari itu, untuk pertama kalinya saya sempat mengikuti tes Medical Check Up (MCU) di sebuah instansi. Saya berkumpul dengan 18 orang di ruang tunggu dengan harap-harap cemas dan menerka pengecekan apa saja yang akan dilakukan.

Di awal datang, kami diminta mengisi form data diri dan memang ada beberapa lembar terkait pengecekan yang akan dilakukan. Cukup banyak dan memang rasanya tidak bisa dalam waktu singkat jika dipanggil satu persatu.

Singkat cerita, tidak lama setelah itu, kami mendapatkan 1 paket stiker label dan 1 form checklist yang membuat kami tahu check up apa saja yang akan kami jalani.

Berikut adalah item medical check up yang saya lalui:


1) Pemeriksaan Umum
Pemeriksaan ini meliputi cek tinggi dan massa badan, tekanan darah, kondisi mata, kondisi organ dalam, dan benjolan-benjolan. Saat itu, saya diperiksa oleh Pak Dokter di sebuah ruangan, tidak terlalu berumur, dan diperiksa di sebuah ruangan sendiri. Dokternya cukup ramah dan tidak membuat tegang.

2) Pemeriksaan Gigi
Pemeriksaan ini terbilang cepat karena saya hanya diminta duduk di kursi pasien dan Bu Dokter hanya meminta saya membuka mulut untuk diperiksa lebih lanjut. Setelah itu, saya diminta keluar. Ada dua orang yang memeriksa di ruang ini, mungkin satunya adalah asisten atau mungkin bagian administrasinya.

3) Thorax
Di panggilan ketiga, saya menuju ke ruang di samping poli gigi. Ada seorang Bapak petugas di sana dan meminta saya untuk berganti pakaian khusus. Pakaian itu berwarna biru, dengan model yang mirip dengan piyama bertali, dan berlengan pendek.

Kami hanya diharuskan melepas kalung dan pakaian yang menutupi bagian dada. Sedangkan, untuk bawahan ataupun jilbab tidak harus ditanggalkan. Petugas hanya meminta saya menempelkan dada di sebuah layar hitam dan mengambil gambar dalam beberapa detik saja. Setelah itu, saya diminta keluar ruangan lagi.

4) Pemeriksaan Darah
Setelah keluar ruangan, saya kembali berkumpul dengan lainnya dan menunggu untuk kemudian segera dipanggil untuk pengambil sample darah. Saya bersama seorang peserta lain di sana dan 2 orang petugas. Saya duduk di bagian kiri dan ditangani oleh petugas yang memanggil saya di pemeriksaan umum tadi.


"Wah, Mbak-nya pembuluh darahnya kecil," kata si mbak petugas.

Saya hanya ketawa-ketawa sambil tetap menahan rasa takut dan keringat dingin. Ini memang bukan pertama kali saya melakukan pengambilan darah, tapi dulu saya ditemani Ayah. Hehe. Btw, tangan yang akan diambil darahnya harus diikat di bagian lengan dan tangan mengekepal. Saya disarankan untuk minum air putih

"Mbak, ini jarumnya kebesaren (pakai jarum normal yang biasanya), gak bisa masuk, nih," kata si mbak, "Coba tangannya ditekuk-tekuk."

Sambil menekuk tangan, saya mencoba tetap menenangkan diri dan mengelap keringat dingin yang saya alami :). Yaampun, kecut kali awak ini. Ini saya tulis saja percakapan singkat antara si mbak dan saya karena sedikit lucu untuk dikenang.

"Mbak, takut ta?"

"Mbaknya gak pernah olahraga, ya, pembuluh darahnya kecil banget."

"Ini saya tusuk bagian kiri dulu, ya, Mbak."

"Darahnya gak keluar, Mbak. Sudah minum air banyak, kan, tadi?"

"Mbak, coba saya ganti di tangan kanan ya, Mbak."

"Udah keluar, Mbak. Ditunggu agak lama, ya, soalnya jarumnya kecil, jadi darahnya lama keluarnya."

Saat menanti darah itu keluar, saya terus memejamkan mata bukan karena sakit, tapi lebih ke takut. Mungkin karena ukuran jarum yang cukup kecil, saya tidak merasakan tusukan tersebut. Setelah sekiranya usai, saya membuka mata dan melihat darah yang diambil diletakkan di sebuah tube dengan panjang seukuran jari kelilingking saya dan berwarna merah gelap. Saya yang penakut dengan darah ini tetiba pusing dan berasa mual. Bekas tusukan jarum tadi akhirnya ditutup oleh perban kecil dan saya dipersilakan keluar ruangan.

5) Pemeriksaan Urine
Keluar dari pemeriksaan, saya diberi wadah tertutup berukuran kecil yang sudah berlabel nama saya. Wadah itu untuk menadah urine yang akan diperiksa setelahya. Saya tidak langsung mengetahui hasil tes urine-nya karena langsung diletakkan di meja depan yang sudah disediakan.

---

Sedikit tips yang saya dapat sebelum tes kesehatan adalah :

1) Disarankan puasa atau tidak makan 8 jam sebelum tes;
2) Disarankan minum air putih banyak agar darah lebih mudah diambil;
3) Disarankan konsumsi susu murni atau salah satu brand-nya adalah susu beruang.

Nah, seluruh rangkaian pemeriksaan yang saya lalui selesai sekitar pukul 11.00 wib. Saya termasuk peserta yang pertama kali keluar dan masih menyisakan banyak peserta lain yang sudah menunggu. Di sana, kami tidak bisa mengetahui hasilnya dan harus menunggu sampai beberapa saat. Dan alhamdulillah, setelah menunggu agak lama, saya diinfokan lolos ke tahap akhir untuk wawancara direksi di Jakarta. Bismillah, alhamdulillah :)


Surabaya, dengan tanggal tes 14 Juni 2019

You Might Also Like

0 Comments

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar jika memang ada yang perlu didiskusikan ^ ^

Jika memerlukan informasi urgent, boleh sapa saya di email karena saya cukup aktif pula di sana :).

My Alakadabra

7 Desember 2019 : Tetaplah menjadi baik dan bijaksana, apapun yang terjadi.

Blogger Perempuan