Cerita tentang Pencarian Template Terakhir

By Wednesday, December 18, 2019

Cerita tentang Pencarian Template Terakhir

Karena belakangan memang jarang sekali menyentuh dunia per-blog-an, aku rasa banyak ide cerita yang berloncatan di pikiranku. Sungguh, bukan bermaksud sok sibuk dan kegiatan kantor yang memang tidak bisa diduakan. Tidak. Kegiatan di sini justru dapat bisa dikondisikan, alhamdulillah.

Baik, mempersingkat prolog yang takut terlalu panjang, disini aku ingin membahas tentang alasan kenapa akhirnya aku berhenti mencari template blog. Sebagai seorang blogger, aku ataupun kamu pasti banget meluangkan waktu untuk mencari template blog yang sesuai dengan kitabanget, kan. Ini sudah pasti karena seorang blogger pasti ingin menampilkan sesuatu yang mencitrakan tentang dirinya.

Sebenarnya, template apa yang kuinginkan?

Aku memiliki check list sendiri untuk membuat template blog yang kuinginkan. Dulu, aku pernah mencoba membuatnya sendiri, hingga akhirnya aku menemukan bahwa custom template yang kubuat malah menambah berat ukuran blog. Akhirnya, aku berhenti di template blog ini yang paling lama dan rasanya akan kugunakan sampai nanti.

Jadi, inilah check list- ku dalam memilih template blog. Mungkin, ini bisa menjadi bahan pertimbanganmu:

1) Harus terkesan simple. Aku paling gak suka blog yang terlalu banyak hiasan. Dulu, memang ada masanya yang sangat ingin banyak hiasan, tapi semakin ke sini, aku lebih suka blog yang sederhana dan tidak terlalu banyak hiasan.

2) Memiliki unsur warna pink (dan turunannya) karena aku suka sekali warna ini (dulu) dan menurutku, tidak akan pernah bosan dengan warna ini. Itu kenapa, aku mencari template blog berunsur pink. Aku juga mengatur agar blocking text yang biasanya berwarna biru, kuatur berwarna pink. 

3) Tampilan slide di bagian header. Aku memang menginginkan adanya tampilan slide di blogku. Sebagai highlight yang membuat pengunjung berhenti sesaat untuk tema yang kusukai. 

4) Dua kolom. Aku suka dengan tampilan blog dengan dua kolom. Satu kolom kiri untuk artikel utama dan kolom kanan untuk fitur tambahan.

5) Tema halaman utama berbeda dengan halaman artikel. Aku menyukai tampilan blog yang berbeda antara halaman utama dengan halaman artikel. Jadi, aku mencari template blog seperti ini.

6) Background putih dan tulisan jelas dibaca. Kembali, karena aku suka tampilan yang simple, aku memilih tampilan blog dengan background putih. Aku kurang suka tampilan blog dengan latar belakang gelap. Tulisan yang jelas dibaca ini aku artikan dari segi ukuran dan jarak antar font. Ini benar - benar aku perhatikan karena aku berharap artikelku bermanfaat bagi semua kalangan.

7) Hover berbeda. Sebenarnya ini adalah tambahan saja, tapi aku suka ketika melihat gambar dalam blogku memiliki warna berbeda ketika cursor melintas di atasnya. Haha. Jadi, jika kamu perhatikan, ketika cursor melintas di atas gambar, cursor akan berbentuk tanda tambah dan gambar akan berubah warna menjadi grayscale.

8) Blog rapi dengan loading yang tidak terlalu lama. Aku suka sekali melihat tampilan blog yang rapi, dari segi peletakan dan lainnya. Itu kenapa, aku melakukan pengaturan pada archive list, sehingga memiliki kolom tersendiri. Jika tidak begitu, maka tampilannya bisa saja memanjang di kolom sebelah kanan yang mengakibatkan ketidaksamaan batas bawah antar kedua kolom.

---

Nah, delapan pertimbangan tersebut yang mendasariku mengakhiri pencarian template blogger ketika bertemu dengan template ini. Ya, sudah cukup rasanya mencari yang lain. Sudah harus mulai fokus pada isi konten juga, bukan. Hehe. 

Kamu, sudahkah menemukan template sesuai dengan gayamu? 


Xoxo

You Might Also Like

0 Comments

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar jika memang ada yang perlu didiskusikan ^ ^

Jika memerlukan informasi urgent, boleh sapa saya di email karena saya cukup aktif pula di sana :).

My Alakadabra

13 Februari 2020 : "Jadilah baik dan bijaksana."

Blogger Perempuan