Kenapa, sih, Gak Berani Foto?

By Wednesday, February 05, 2020 ,



"Kenapa, sih, harus gak berani foto?"

"Kenapa, sih, kalau foto selalu ditutupin wajahnya?"

"Kenapa kalau foto wajahnya dikasih sticker? Mending gak upload aja, dah."

"Kenapa, sih, instagram gak ada foto lu sendiri? Kenapa adanya foto orang lain?"

Dan semua pertanyaan yang pernah beberapa orang lontarkan padaku. Em, oke. Here you go. Tulisan ini akan menjadi pengingatku dan juga sebagai referensi tentang 'tidak semua orang bisa seperti itu'. Jadi, mari duduk dan bercengkerama untuk mendengar cerita singkat ini.

Aku ceritakan dari versiku kenapa pada akhirnya aku masih seringkali malu menampilkan wajah. Kalau kamu pernah membuka instagramku, aku belum pernah memasang foto dengan wajah yang jelas di sana. Aku lebih suka memasang foto pemandangan, aktivitas, dan lainnya. 

Aku tidak merasa jelek, tapi tidak pula merasa cantik. B aza. Jadi, bukan karena segi fisik atau aku tidak menerima wajahku. Ya, sesederhana "Aku hanya malu menampilkan mukaku." Kenapa? Ya, malu saja, seperti tidak ada penjelasan yang memang detail tentang itu. Perasaan ini yang seringkali dirasakan oleh rekanku, yang menurutnya adalah seorang introvert as major. Hem, aku juga memang cenderung introvert.

Aku sekarang sedang belajar untuk mulai membangun kepercayaan diri. Paling tidak, mengunggah penampilanku di sosial media. Karena kata temanku, "Tidak ada yang terlalu peduli akan penampilanmu. Jangan terlalu dipikirkan." Jadi, aku cobalah mengunggah 1 foto di sosmedku, instagram. Berharap aku tak tiba - tiba malu kembali, lalu menyimpannya di kotak archive. Haha.

Tapi, hei, ini tips yang bisa aku coba sarankan padamu dan semoga bisa pula aku jalankan untuk mengatasi rasa malu ini, adalah :

1. Cobalah untuk menerima diri sindiri a.k.a. self acceptance is so important.
Menerima diri sendiri adalah hal parah yang memang harus ditumbuhkan. Dengan kulit pucat berjerawatmu, kulit kombinasi gelapmu, dan lainnya. Cobalah untuk menerima diri sendiri dan jika ingin mengubahnya, cukup perbaiki apa yang ingin kamu perbaiki, demi dirimu, bukan orang lain.

2. Don't over thinking.
Berpikir berlebihan nyatanya juga tak baik kali, bukan. Terlalu mendengarkan apa pendapat orang dan memasukkan hingga dalam. Yah, mereka aja gak mikir perasaan kita. Ye, kan. Yang perlu diingat adalah "Kita memang berharap semua orang suka pada kita, tapi kita tidak bisa memaksakan semua orang menerima kita."

Dan tips lainnya mungkin akan di-share kalau aku sudah mulai bisa percaya diri mengunggah foto di sosial media, kali, ya. Masih belajar, cin. Yang ingin aku tekankan adalah tidak semua orang memiliki pola pikir yang sama. Ada baiknya, tidak menilai orang akan kenapa begini begitu-nya, karena kita tak pernah tahu alasannya mengapa dia bersikap begitu, bukan.

(mon maap, aku terbiasa untuk melihat dari dua sisi :") Jadi, mon maap lagi kalau kadang kurang bisa mengambil keputusan dengan cepat.)

Xoxo.


You Might Also Like

0 Comments

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar jika memang ada yang perlu didiskusikan ^ ^

Jika memerlukan informasi urgent, boleh sapa saya di email karena saya cukup aktif pula di sana :).

Disclaimer

Blog ini tidak merepresentasikan instansi tempat dimana penulis mengabdi, karena mayoritas konten adalah hasil kolaborasi dengan manusia-manusia baik hati :)
Blogger Perempuan