Wisata Pantai Banyuwangi : Berkemah Santuy di Rejegwesi

By Friday, June 19, 2020 , , , , , ,

Sebuah pengakuan terlebih dahulu, tulisan ini ditulis pada tanggal 11 Oktober 2017 pukul 10.59pm. Karena tiba-tiba ada yang menanyakan perihal perjalanan ke sana. Karena tiba-tiba kangen. Dan karena tiba-tiba ingin menulis. Haha. Jadi, yang ditulis di sini adalah puing-puing ingatan belaka.

Wisata Pantai Banyuwangi : Berkemah di Rejegwesi Banyuwangi #Day3

***

Ba'dha Ashar, 24 Februari 2016
Kami tiba di Pantai Rejegwesi, destinasi terakhir dari perjalanan kami di hari itu. Jika saya cek dari gmaps, jarak antara lokasi Green Bay dengan pantai ini sekitar 2 km. Yah, tidak terlalu jauh jika dilihat dari gmaps.



Tapi, yang saya ingat dari perjalanan itu, kami sempat salah jalan dan tersasar di suatu pantai yang menurut saya juga tak kalah apik. Sangat lupa nama pantainya, karena yang saya catat hanyalah "Pantai Tamban" dan setelah saya search, pantai itu adanya di Malang. Lol.

Kami bertiga, seingat saya, Bayu dan Syara yang di barisan depan. Sedangkan, saya dan Haris di barisan terakhir. Kami berdua sudah memiliki firasat bahwa jalan yang kami ambil sepertinya salah. Kami ingat betul jalanan yang 'katanya' adalah jalan menuju Pantau Rejegwesi. Sayangnya, karena kami berdua beberapa kali tersasar, omongan kami kurang dipercaya. Lol.

Jadi, kami sempat ada perbincangan kala itu.

"Nah, Bay, itu tadi belok situ. Bener yang belokan tadi aku bilang," antara Haris dan saya mencoba menjelaskan.

"Yang mana?" 

"Di sana. Ah, kami mah udah sering salah, jadinya kami gak didengerin kalau kasih petunjuk."

Dan kami tertawa.

Singkat kata, kami akhirnya sampailah di Pantai Rejegwesi. Letaknya di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Kesan yang saya pribadi dapatkan, pantai ini beneran our private beach. Bayangkan, cuma kami saja yang mendirikan tenda di tempat tersebut.

Wisata Pantai Banyuwangi : Berkemah di Rejegwesi Banyuwangi #Day3
Sepi dan Tenang
Sesampainya di lokasi, kami langsung pilih lokasi untuk mendirikan tenda. Tepat di bawah bukit batu yang menjulang tidak terlalu tinggi. Dan kami mendirikannya di sana.

Disclaimer, tulisan ini kembali ditulis di Juni 2020 dengan menggunakan sisa ingatan yang masih ada....

Daerah tersebut dekat dengan pemukiman warga, dimana kami dapat dengan mudah menemukan toilet, musholla, ataupun warung kecil, hanya dengan berjalan beberapa meter saja ke arah belakang tenda. Kami pun juga sempat ke warung kecil dan mengobrol bersama warga. Entah dari obrolan Ibu warung tersebut atau ada warga yang memperingatkan, kami akhirnya memutuskan memindahkan tenda sedikit menjauh dari bibir pantai.

Dengan alasan, daerah tempat kami menenda saat itu, rawan sekali terhanyut ombak pada malam hari. Benar saja, jika kami memaksakan untuk tetap berkemah di sana, mungkin barang kami sudah banyak yang terhanyut dan ini baru kami tahu keesokan paginya. Oh, ditambah, ternyata batu besar yang saya sebutkan di atas, rupanya adalah sebuah makam.

Kami tidak terlalu banyak kegiatan di pantai tersebut karena selain itu hari terakhir berlibur, kami sudah cukup tepar dengan rangkaian panjang perjalanan. Kami hanya mendirikan tenda, makan puyuh dan mie instan, lalu istirahat di depan tenda sambil mengobrol seperti biasanya.

Muka-Muka Tepar :(

Tenda dan Barang yang tergeletak karena Tepar
Kami kembali ke stasiun Banyuwangi, sekitar jam 13.00 wib di tanggal 25 Februari 2016. Catatan tanggal ini pun masih ada bukan karena saya mengingatnya, tapi karena dokumentasi perjalanan di hari itu masih tersimpan rapi di folder saya.

Sebagai referensi, menurut saya, pantai ini cocok bagi yang menyukai ketenangan sebab di tahun 2016 ketika saya ke sana, cukup sepi pengunjung dan pantai sangat bersih. Perjalan menuju lokasi juga cukup mudah, jika dibandingkan dengan Stone Shore dan Green Bay.

Benar, ternyata memang kenangan bisa terpatri di ingatan, tapi dengan tulisan, kenangan itu bisa terincikan dengan lebih baik. Ingatan seringkali lupa :(.

---


Baca Cerita Lainnya tentang Banyuwangi :
Day 1 : Wisata Pantai Banyuwangi : Camp di Pantai Pulau Merah ala Backpacker Suroboyo, Cak!
Day 2 : Wisata Pantai Banyuwangi : Manis Pahit di Stone Shore dan Green Bay #Day2

Thanks buat Tim Hore di perjalanan kali ini : Lina Khoirunnisya, Syara Argiandini, Maulana Akbar, Bayu Jaya, dan Haris Hidayatulloh.

You Might Also Like

0 Comments

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar jika memang ada yang perlu didiskusikan ^ ^

Jika memerlukan informasi urgent, boleh sapa saya di email karena saya cukup aktif pula di sana :).

Disclaimer

Blog ini tidak merepresentasikan instansi tempat dimana penulis mengabdi, karena mayoritas konten adalah hasil kolaborasi dengan manusia-manusia baik hati :)
Blogger Perempuan