10 Langkah Mengembangkan Kekuatan (Robert T. Kiyosaki)

By Friday, March 05, 2021 ,

10 Langkah Mengembangkan Kekuatan (Robert T. Kiyosaki)

Buku Rich Dad and Poor Dad karya Robert T. Kiyosaki yang diterbitkan pertama kali di tahun 2008 berkisah tentang kehidupan penulis ketika kecil, dimana diasuh oleh dua Ayah kaya, yang satu kaya dan yang satu miskin. Dimana, beliau menyebutkan bahwa keduanya merupakah orang yang berhasil dalam karier mereka. 

Singkat cerita, Ayah miskin merupakan lulusan Ph.D. dan bekerja di instansi, lalu meninggal dalam keadaan banyak hutang. Sedangkan, Ayah kaya tidak pernah menyelesaikan pendidikan SMP, namun menjadi salah satu orang terkaya di Hawaii dan ketika wafat, beliau meninggalkan puluhan juta dollar bagi keluarga, amal kemanusiaan, dan gereja.

Dari kedua Ayah tersebut, Robert T. Kiyosaki mendapatkan privilage untuk mempelajari perbedaan cara berpikir di antara keduanya, yang akhirnya menjadikan Robert seorang wirausaha, pendidik, dan investor yang sukses seperti sekarang ini. Banyak yang sebenarnya Robert paparkan di buku ini seputar kehidupan dan cara pandang Ayah kaya ketika mengajarnya menjadi seorang pebisnis muda. Salah satunya tentang 10 langkah mengembangkan kekuatan berikut:

Rich and Poor Dad - Robert T. Kiyosaki
Rich and Poor Dad karya Robert T. Kiyosaki [1]

1. Kekuatan Semangat : Temukan Alasan yang Lebih Besar daripada Kenyataan

Menurut Robert, alasan dan tujuan hidup adalah kombinasi antara "keinginan" dan "bukan keinginan". "Tidak Ingin" dicontohkan seperti saya tidak ingin bekerja sebagai karyawan selama hidup saya, sehingga menimbulkan "Ingin", yaitu saya ingin membangun bisnis sedini mungkin untuk mempersiapkan masa pensiun saya.

2. Kekuatan Pikiran : Buat Pilihan Setiap Hari

Investasi paling utama adalah pendidikan, sehingga dapat membentuk bagaimana cara berpikir. Serta tetap rendah hati terhadap gagasan baru. Ada begitu banyak orang yang merasa pintar dan berargumentasi terhadap gagasan baru yang bertabrakan dengan cara pikir mereka. Kepandaian yang dikombinasikan dengan kebodohan sama dengan kebdohan.

Robert mencontohkan, banyak orang membeli properti, tapi itu tidak menjadi mereka menjadikan mereka ahli di bidang properti. Jadi, tetap luangkan keuangan dan waktu untuk mengisi aset terbesar kita, yaitu pikiran.

3. Kekuatan Pertemanan : Memilih Teman dengan Cermat

Robert mengatakan bahwa ada orang yang benar-benar beliau cari karena laporan keuangan mereka yang baik. Bukan untuk mengejar uang mereka, namun untuk mencari pengetahuan mereka. Orang-orang yang mempunyai banyak uang itu seringkali bicara tentang uang dan tidak melakukannya untuk membual. Hal itu dilakukan karena mereka tertarik dengan topik itu.

Sedangkan, teman-temannya yang dalam kondisi keuangan memprihatikan, tidak suka membicarakan uang, bisnis, atau investasi Bagi mereka, hal itu adalah kasar dan tidak intelektual. Jadi. berteman dengan mereka mengajarkan tentang hal yang seharusnya tidak Robert lakukan.

Dari teman-teman kaya tersebut dijelaskan bahwa tiga dari mereka mengatakan fenomena yang sama bahwa teman-teman mereka yang tidak punya uang, tidak pernah datang kepada mereka untuk bertanya bagaimana mereka mencapai kekayaan itu. Namun, mendatangi mereka untuk menanyakan pinjaman ataupun pekerjaan.

4. Kekuatan Belajar dengan Cepat : Kuasailah Sebuah Formula, lalu Pelajarilah Sebuah Formula Baru

"Anda adalah apa yang Anda pelajari," tutur Robert sebagai pembuka dari sub bab ini.

Jika kamu tidak ingin menjadi koki, jangan belajar memasak dan pelajarilah hal lain. Banyak orang yang menganut prinsip "bekerja untuk uang", namun menurutnya ini adalah konsep lama. Baginya, bukan lagi seberapa banyak yang kita ketahui, tapi seberapa cepat kita belajar. Ketika menguasai satu keterampilan, maka kemampuan tak ternilai lainnya adalah cepat untuk menemukan formula baru yang lebih cepat untuk menghasilkan lebih banyak uang.

5. Kekuatan Disiplin Diri : Bayar Diri Anda Terlebih Dahulu

Orang yang memiliki kepercayaan diri dan toleransi pada tekanan keuangan yang rendah, tidak akan pernah bisa kaya. Ketika memulai wirausaha, jangan fokus pada produk, jasa, atau alat yang digunakan, tapi berfokuslah pada pengembangan keterampilan manajemennya. Tiga keterampilan manajemen yang paling penting adalah:
  1. Arus kas;
  2. Sumber daya manusia;
  3. Waktu pribadi.
Keterampilan tersebut diperkuat dengan penguasaan disiplin diri dengan membayar diri Anda terlebih dahulu. Sebagai contoh, ketika seseorang mendapatkan penghasilan setiap bulannya, maka bayarlah terlebih dahulu dirimu dengan memasukkan uang pada aset (tabungan dan investasi), kemudian barulah dialokasikan untuk pengeluaran (pajak, sewa, makanan, dll).

Robert mengatakan hal ini sebenarnya bertentangan dengan pandangan orang-orang yang dituntut harus bertanggung jawab membayar pengeluaran tagihan tepat waktu, namun Robert tetap tidak mengarahkanmu untuk tidak bertanggungjawab. Beliau sengaja mencukupkan kolom asetnya terlebih dahulu dan membiayarkan kreditor ataupun pemerintah menagih tagihannya, sehingga mendorong beliau untuk lebih keras dalam mencari cara lain dalam menghasilkan uang.

 

6. Kekuatan Saran yang Baik: Bayarlah Broker Anda dengan Baik

Kita hidup di jaman informasi yang tak ternilai. Sehingga, membayar broker sesuai dengan kinerjanya adalah hal kecil, jika dibandingkan dengan uang yang Robert dapatkan dari informasi yang para broker tersebut sediakan. Broker-broker yang masih bersamanya hingga sekarang adalah mereka yang menyediakan informasi, serta meluangkan waktu untuk mendidiknya di bidang tersebut.

Broker yang bagus merupakan mata dan telinga di pasar yang setiap hari berkecimpung di bidangnya. Sehingga. Robert tak perlu menghabiskan waktunya untuk mencari informasi dan memilih meluangkan waktu untuk bermain golf. 

Keterampilan manajemen yang diperlukan adalah manajemen SDM. Banyak atasan yang gagal dipromosikan karena mereka tahu cara bekerja dengan orang-orang di bawah mereka. Tapi, tidak tahu bagaimana cara bekerja dengan orang-orang di atas mereka. Keterampilan sebenarnya adalah mengelola dan mengganjar orang yang lebih pandai daripada kita dalam sejumlah bidang teknis.

7. Kekuatan Memperoleh Sesuatu secara Gratis: Jadilah Seorang Pemberi Indian

Robert mengisahkan bahwa ketika orang Eropa pertama datang ke Amerika di musim dingin, orang Indian akan langsung memberi mereka selimut. Pendatang Eropa tersebut mengira bahwa selimut itu adalah pemberian, sehingga mereka seringkali tersinggung ketika orang Indian memintnya kembali. Begitu pula dengan orang Indian akan marah, ketika mengetahui si pendatang tidak mau mengembalikan selimut mereka.

Dari situlah muncul istilah pada kolom aset yang terinspirasi dari "pemberi Indian" yaitu, "Seberapa cepat saya mendapatkan kembali uang saya?". Orang yang membenci risiko akan menaruh uang mereka di bank dalam jangka panjang, namun butuh waktu lama untuk mendapatkan kembali uang tersebut. Tentunya, yang tidak boleh dilupakan adalah adanya biaya administrasi di tabungan, sehingga menggunakan jasa bank pun adalah hal yang tidak gratis.

Namun, dalam berinvestasi, perlu adanya keuntungan yang didapat secara gratis atau cuma-cuma, seperti penyediaan gudang, lahan kosong, rumah, saham, ataupun kantor, dengan risiko terbatas. 

8. Kekuatan Fokus: Menggunakan Aset untuk Membeli Kemewahan

Robert mengatakan bahwa membeli barang dengan kredit adalah jebakan bersaing dengan tetangga. Masyarakat pada umumnya erlalu sering berfokus meminjam uang untuk mendapatkan hal yang diinginkan, namun tidak berfokus untuk menciptakan uang. Sebenarnya, semakin dini kita melatih diri untuk lebih pandai dari uang, maka semakin dini pula kita bisa memerintah uang untuk bekerja pada kita. Bukan menjadi budak uang, melainkan menjadi penguasa uang. Itulah kecerdasan keuangan.

9. Kekuatan Mitos: Kekuatan Akan Pahlawan (Tokoh Panutan)

Memiliki tokoh panutan merupakan hal baik yang harus dilakukan. Sebagai contoh, ketika Robert berada di bursa saham atau menegosiasikan transaksi, maka Robert bertindak seolah-olah beliau adalah Donald Trump. Atau ketika menganalisa suatu tren, beliau melihatnya seolah-olah Warren Buffet yang melakukannya. Dengan begitu, beliau dapat melatih diri berpikir seperti tokoh panutannya, wallaupun kegeniusannya belum matang. Para tokoh tersebut melakukan lebih dari sekedar mengilhami kita, tapi menjadikannya terlihat lebih mudah dan meyakinkan kita untuk menjadi seperti mereka.

10. Kekuatan Memberi: Mengajarlah, maka Kamu akan Menerima

Kedua Ayah Robert adalah seorang guru dan meyakini pentingnya derma dan seringkali menasihatinya, "Kalau ingin sesuatu, pertama-tama kamu harus memberi."

Robert mendapati bahwa semakin banyak beliau mengajari orang yang ingin belajar, semakin banyak pula beliau belajar. Jika kamu ingin belajar tentang uang, ajarkanlah itu pada orang lain. Perbedaan pandangan akan memunculkan gagasan baru dan menjadikan ilmu tersebut semakin berkembang.

---

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan 10 langkah mengembangkan kekuatan tersebut? Robert T. Kiyosaki menjelaskan pula tentang apa yang dapat kita lakukan, yaitu:
1. Berhentilah (sejenak) melakukan apa yang sedang Anda lakukan (beristirahatlah dan evaluasilah apa yang berhasil serta apa yang tdak berhasil);
2. Carilah gagasan baru;
3. Temukan seseorang yang sudah melakukan apa yang ingin Anda lakukan;
4. Ikuti kursus, baca, dan hadiri seminar;
5. Buatlah banyak penawaran;
6. Menemukan transaski yang bagus, bisnis, organisasi, dan investor yang tepat, atau apa saja itu, sama seperti berkencan.


Tulisan ini sebagian besar merupakan saduran dari buku Rich and Poor Dad sebagai pengingatku dan kamu, ya. Buku ini beneran bagus, Guys, karena yang kutuliskan hanyalah sepersekian dari daging buku ini. Minggu kemarin, pun, aku cek buku ini masih tersedia di Gramedia dan toko-toko online, jadi kamupun bisa lebih mudah untuk membelinya. Sangat aku rekomendasiin buat yang baru belajar tentang keuangan ataupun investasi. Selamat berburu buku ini, ya!☺

---


Sumber ilustrasi buku:

[1] https://ventsmagazine.com/wp-content/uploads/2019/05/Rich-Dad-Poor-Dad3-750x400.jpg

You Might Also Like

0 Comments

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar jika memang ada yang perlu didiskusikan ^ ^

Jika memerlukan informasi urgent, boleh sapa saya di email karena saya cukup aktif pula di sana :).

Disclaimer

Blog ini tidak merepresentasikan instansi tempat dimana penulis mengabdi, karena mayoritas konten adalah hasil kolaborasi dengan manusia-manusia baik hati :)
Blogger Perempuan