5 Tips Bijak Membudayakan Konten Baik

By Thursday, June 10, 2021 ,

5 Tips Bijak Membudayakan Konten Baik
Sebelumnya, aku ingin bertanya pada kalian. Pernahkah kalian memiliki masa lalu yang kurang baik dan belum bisa memaafkan hingga hari ini? Kemudian kalian berharap dengan mengunggah konten berupa sindiran yang menjurus padanya dapat menyakiti perasaannya. Mengatasnamakan tulisan untuk umum atau self reminder, tapi menjurus pada kaum atau seseorang tertentu😕. 

Atau dengan sengaja merekam sesuatu privacy, misal kandasnya cinta dari seorang karib, dan dengan sengaja menjadikannya konten di social media yang tanpa izin si empunya? Huhu. 

Sekarang, mari menepi sebentar dan melihat bagaimana perkembangan dunia perkontentan yang penuh warna-warni ini. Memang benar, setiap tampilan pasti memiliki target penontonnya sendiri dan sebagai konsumernya sendiri, kita bisa memilih ataupun memilah apa yang ingin kita tonton. Tapi, sebagai pembuat konten, baik dengan penonton banyak atau sedikit, untuk tetap bijak dan membudayakan konten baik😁.

Lalu, bagaimana, sih, hingga akhirnya dapat mencoba untuk memulai bijak membudayakan konten baik? Here you go!

5 Tips Bijak Membudayakan Konten Baik


1. Cobalah untuk Positive Mental Attitude (PMA) 

Pertama, bangunlan Positive Mental Attitude (PMA) atau mental positif dalam bersikap. Kamu bisa memulai dengan memaafkan diri sendiri dan orang lain, serta berpositif thinking pada orang lain. Kalau ada yang bilang, kita bakal dibodohi kalau positive thinking, eh belum tentu! Positive thinking itu bukan berarti tidak waspada, ya, kamu tentu tetap harus waspada dan mengolah apa yang kamu lihat, dengar, ataupun alami. 

 2. Pahami 7 Dimensi Manusia yang Menarik 

Ada 7 dimensi manusia yang menarik, yaitu: - Self acceptance (Penerimaan Diri), Physicality (Fisik), Intelectuality (Kecerdasan), Emotionality (Emosional), Social Ability (Kemampuan Bersosial), Moral Ability, dan Spirituality. 

Ketahui dimensi apa yang menjadi sandunganmu untuk berkonten baik. Apakah karena kamu insecure, kurang iman, atau kurang banyak wawasan? Maka, cobalah me-manage kekuranganmu dan lebih berfokus pada kelebihanmu😄. 

3. Pastikan ada Value yang Disuguhkan

Pastikan dalam mengunggah konten, kamu telah memikirkan value apa yang disuguhkan, apakah tentang tips masak, life hack, belajar cepat, film, dll. Kamu boleh saja membuat konten receh karena menurutku itu juga mengandung value bagi orang-orang yang membutuhkan hiburan.

Jangan lupa, ketika kamu akan mengunggah sesuatu yang bisa saja membangun pro kontra, baik itu video ataupun teks, tanyakan pada hatimu apakah tujuanmu mengunggah untuk menyakiti seseorang tertentu. Jika itu yang menjadi tujuanmu, maka urungkan. Belajar untuk ini, memang membutuhkan waktu yang lama, karena dalamnya hati manusia tidak ada yang tahu😁.

Namun, jika kamu orang yang cukup cuek, kamu bisa skip point ini, dengan syarat apa yang kamu unggah adalah hal yang dapat dipertanggungjawabkan dan memang memberi value atau manfaat untuk sesama

4. Ingat Dosa! 

Tips paling klise, sih, ini. Tapi, bener, ingatlah bahwa kita hidup di dunia hanya numpang minum air, bangun, main sosmed, dan entah kapan hidup kita berakhir. Jadi, berpikir panjanglah untuk membangun warisan digitalmu yang positif agar lebih mudah pertanggungjawabannya di hari perhitungan nanti

Aku selalu kebayang kalau aku bikin konten jelek, mencaci, menghina, ataupun kritikan yang tidak berdasar, dengan penuh emosi, dan sesaatnya aku gak ada umur. Tiba-tiba, kontenku dikonsumsi orang lain atau kerabat dekatku dan parahnya bisa jadi menyakiti orang yang kumaksud. Bayangin, dosanya seberapa. Huhu😭. 

Aku jadi inget suatu kejadian lucu!

Ini kejadian saat aku SMA, dink, waktu itu aku baru putus dari teman dekatku yang juga sekaligus teman baikku saat itu (sedih banget cuy udah ga sahabatan, ya, kita!). Dan karena aku emang suka memfiksikan kisahku alias emang terinspirasi dari kisah kami yang ketika putus. Aku dengan sekenanya nulis, tentunya terinspirasi, tapi kisahnya tidak sama persis karena banyak bumbu sana-sini, termasuk feel, latar belakang, dan lainnya. Di siang hari yang terik dan pulang sekolah, doi ke rumah minta aku untuk menghapus konten itu. Do you remember?

Dari cerita itu, kebayang gak ketika usia kita tidak ditakdirkan panjang dan konten yang (dikira) menceritakan tentangnya tersebut masih tetap ada? Dosa jariyah dibawa sampai mati. Huhu. 

5. Bergabunglah dengan Orang atau Grup Baik

Carilah komunitas online ataupun offline yang kamu rasa baik dan dapat meningkatkan kemampuanmu. Karena kata pepatah, lihatlah dengan siapa dia bergaul, kalau gaulnya dengan orang-orang baik, maka kebaikan yang sedang kita usahakan akan tetap konsisten. Orang-orang yang berniat baik, inshaAllah akan senantiasa mengingatkanmu dalam kebaikan, termasuk dalam berkonten baik. Walaupun, perhitungan kehidupanmu adalah tetap berada di tanganmu sendiri. Berbuat dan sebarkan konten baik, jangan capek!

Kenapa Kita Harus Membudayakan Konten Baik?

Bijak Membudayakan Konten Baik 3


Konten Negatif dapat Mengarah ke CyberBullying!

Ini no debat no kecod, ya, Guys! Kamu pasti mengetahui bahwa konten negatif bisa juga mengarah ke cyberbullying yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental dalam jangka panjang. Bahkan, disadur dari databoks.katadata.co.id/ diketahui data korban cyberbullying di tahun 2018 sebagai berikut:
Konten Negatif dapat Mengarah ke CyberBullying!
 --- 

Perbanyaklah investasi leher ke atas untuk dapat menghasilkan konten yang baik dan bijak. Tidak perlu berbobot, tidak apa. Karena kita punya target pasar yang berbeda-beda. Banyak konten tentang sharing kehidupan, dianggap sederhana bagi orang lain, tapi nyatanya bermakna bagi orang yang mengalami hal yang sama. Intinya, sebelum membuat konten, tanyakan pada dirimu, “Apakah ada manfaat dan value yang sudah aku sampaikan?”. 

Jika rupiah tujuanmu, kejarlah. Tidak ada yang salah dengan itu. Kejarlah dengan tetap ingat Siapa Penciptamu, agar tetap dapat berjalan di jalan yang semestinya. Out of box, tapi tetap ingat Pencipta. Mantab gak, tuh. Selamat berkonten, selamat membudayakan konten baik, untuk Indonesia yang semakin baik!😍

Ini cara saya untuk merawat kebersamaan, toleransi, dan keberagaman. Bagaimana cara kamu? Kabarkan/sebarkan pesan baik untuk MERAWAT kebersamaan, toleransi, dan keberagaman kamu dengan mengikuti lomba “Indonesia Baik” yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio). Syaratnya, bisa Anda lihat di sini.

#IndonesiaBaik #Toleransi #IndahnyaKeberagaman #PenebarKebaikan #LombaIndonesiaBaikKBR

You Might Also Like

0 Comments

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar jika memang ada yang perlu didiskusikan ^ ^

Jika memerlukan informasi urgent, boleh sapa saya di email karena saya cukup aktif pula di sana :).

Disclaimer

Blog ini tidak merepresentasikan instansi tempat dimana penulis mengabdi, karena mayoritas konten adalah hasil kolaborasi dengan manusia-manusia baik hati :). Penulis tidak bertanggungjawab jika terdapat tulisan mengatasnamakan penulis (alias copas) di luar blog ini dan ini.
Blogger Perempuan