Menjadi Lebih Private dan Belajar Menempatkan Topik

By Sunday, November 21, 2021 ,

Menjadi Lebih Private dan Belajar Menempatkan Topik
Akhirnya, pada titik ingin menulis lagi karena blog ini sudah mulai tidak terawat. Aku mulai menemukan bagaimana ke depannya blogku mulai berjalan dengan tema "berbicara dan mencari jawaban atas pertanyaan sendiri". Karena menjadi dewasa itu ternyata tidak mudah, tapi juga tidak membosankan! Jadi, mari bergandengan tangan untuk menjadi lebih kuat dan lebih baik.

Apakah kamu yang mulai berumur merasa bahwa menjaga privasi ternyata lebih menyenangkan daripada membaginya ke publik?

Aku yang cenderung introvert merasakan sekali bahwa semakin ke sini, aku semakin menjaga privasi. Baik dari keluarga, rencana ke depan, ataupun lainnya. Mencoba memilah kepada siapa harus berbicara jujur dan topik apa yang dapat dibagikan adalah another level yang membuat orang menilai "tertutup".

Aku tidak pernah menolak orang lain untuk memulai perbincangan terlebih dahulu atau melarang diriku untuk menjadi pemulai pembicaraan. Tapi, kembali lagi, seni menjadi dewasa (in my opinion) adalah menempatkan topik dan memilih dengan siapa berbicara.

Lalu, apa korelasi antara memilih topik dan menjadi lebih privasi? Let's say, aku akan terbuka ketika ditanya orang lain tentang bagaimana prosesku akan suatu hal. Tapi, kepada orang yang kurasa bisa memberikan saran, arahan, atau memiliki pengalaman di topik yang sama, aku akan menjelaskannya (walaupun ada beberapa yang tetap aku batasi).

Aku tidak akan membicarakan tentang kemana saja aku makan dan apa yang kumakan kepada semua orang karena menurutku itu tidak terlalu penting untuk dibagi. Kecuali aku sedang merekomendasikan jualan temanku dan aku berharap ada value yang bisa didapat orang lain, yaitu new market bagi temanku yang berjualan.

Sebenarnya, apa yang kubahas di atas adalah hal basic yang mungkin bagi sebagian orang telah dipelajari sejak lama. Pun begitupun denganku, tapi semakin dewasa, aku semakin merasa bahwa prinsip "menjaga privasi dan penempatan topik" ini adalah hal yang benar-benar fundamental.

Intinya, adalah kita harus kembali berpikir "Apakah ada value yang bisa dibagikan dengan membagi ini ke mereka?" 

Jika tidak, maka drop dan mungkin cari orang lain yang menurutmu dapat membantu. Jika memang ya, maka bagikan dan jangan ragu. Tentang batasan privasi, kurasa tetap harus ada karena tidak semua hal harus diceritakan secara terbuka dan tidak semua orang bisa . Keciali jika memang ada yang ingin diskusikan bersama atau ada keterkaitanyang harus dibicarakan.menerima topikmu sesuai ekspektasimu 😓. Pilah pilih dalam berbagi cerita aja, sih, ya.

Jangan sampai, kita terlalu terbuka kepada orang lain yang tidak terlalu dikenal dan tidak ada value ataupun feedback positif kepada kita. Pastikan kita telah memahami risiko yang kita lakukan atas keterbukaan informasi kita tersebut. Hehe.

Dan sekian, selamat berproses menjadi dewasa, Aku.
Karena belajar menjadi dewasa adalah seni yang tidak akan pernah mati❤

Btw, I really happy to know my closefriend has blog. Let's visit her blog too there: Orion Candy

---

Courtesy pic: pinterest

You Might Also Like

2 Comments

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar jika memang ada yang perlu didiskusikan ^ ^

Jika memerlukan informasi urgent, boleh sapa saya di email karena saya cukup aktif pula di sana :).

Disclaimer

Blog ini tidak merepresentasikan instansi tempat dimana penulis mengabdi, karena mayoritas konten adalah hasil kolaborasi dengan manusia-manusia baik hati :). Penulis tidak bertanggungjawab jika terdapat tulisan mengatasnamakan penulis (alias copas) di luar blog ini dan ini.
Blogger Perempuan