Perjalanan Beli Rumah Mungil Impian

By Friday, February 04, 2022 , , , ,

Perjalanan Beli Rumah Mungil Impian

Setelah akhirnya aku membersamai pasanganku, kami berniat untuk mengusahakan impian kecil kami di awal hubungan ini, yaitu membeli rumah impian. Selain memang bisa lebih belajar mandiri, aku berharap bisa mengajak orang tuaku ke rumah dan menginap tanpa harus sungkan ke mertua. Hehe.

"Nduk, kalau kamu tinggal di rumah mertua, kalau Ayah sampai sana dan lihat pintumu rusak, Ayah sungkan buat malu. Atau buat ganti pintu sama yang kayunya bagus gitu, Ayah pasti sungkan," kata Ayahku dulu. Haha.

Barakallahu, di tahun 2021, Allah berikan jalan untuk mewujudkan impian tersebut. Cukup banyak rumah yang kami survey, dari secara online dan langsung ke lokasi rumah. Pada artikel lain, aku akan menulis tentang apa saja pertimbangan kami saat memilih rumah dan developer.

Perjalanan Rumah Mungil Impianku dimulai dari sini....

1. Riset Rumah via Web

Riset rumah kami mulai dari awal tahun 2021, lupa pastinya bulan apa, dimana aku mulai cari-cari dari website jual beli rumah, salah satunya di web Rumah123. Web tersebut akan menghubungkan pembeli dengan developer atau agen real estate dan dari sinilah, agen akan menawarkan rumah-rumah lain sesuai kebutuhan calon pembeli. Cukup banyak referensi rumah yang kudapatkan dari para agen real estate tersebut dan itu cukup membantu.

2. Riset Rumah Langsung

Setelah dapat informasi rumah yang "masuk kriteriaku", aku teruskan informasi tersebut ke pasanganku dan beliau yang bertugas mendatangi rumah secara langsung. Ibarat kata, verifikator kedua untuk memastikan apakah fasilitas rumah yang ditawarkan sesuai dengan web, lokasi lingkungan, fasilitas umum, jalan, ketersediaan penerangan jalan, dan lain sebagainya.

Ketika pasanganku mengatakan "oke", barulah kami melakukan riset langsung berdua. Sebenarnya, bisa saja sekali riset langsung dilakukan oleh dua orang, tapi kami terkendala hubungan jarak jauh ini dan limitasi cuti kerja~ hehe.

Di fase ini, akun instagram @biasalahanakmuda mengatakan ada baiknya jika kamu mendokumentasikan rumah sebanyak-banyaknya, mulai dari fasad rumah, kamar, ruang tamu, dan bagian rumah lainnya. Gunanya adalah untuk melihat apakah ada penampakan yang tertangkap atau ada pertimbangan lain di kemudian hari.

 

3. Pemberian Tanda Jadi

Penjual akan menawarkan booking fee atau pembayaran tanda jadi untuk mengamankan unit rumah yang kuinginkan. Oh, ya, selain booking fee, aku pernah menemukan developer yang menawarkan Nomor Urut Pesanan (NUP) pada calon pembeli. Aku sebenernya kurang paham perbedaan antara keduanya, kamu bisa membaca artikel ini untuk membaca lebih detail, ya.

Sejauh aku melakukan survey, booking fee ini ditawarkan oleh agen dengan unit rumah yang sudah ready dan siap huni. Jadi, pembeli bisa langsung lihat lokasinya dimana dan bangunannya seperti apa. Sedangkan, untuk NUP ditawarkan oleh agen yang menjual rumah inden. Jadi, gambaran lokasi ataupun rumah, masih tertera dalam denah site pengembangan atau di tools penjualan.

 

Di tanggal 23 April 2021, barakallahu, Allah lapangkan urusan kami untuk membayar tanda jadi kepada developer calon rumah kami. Bertepatan dengan hari vaksin keduaku dan dapat uang arisan! Noted: uang tanda jadi ini tidak bisa kembali ketika calon pembeli tidak jadi mengambil rumah tersebut.

4. Pengecekan BI Checking

Dana dari tanda jadi itu gunanya apa, sih? Selain untuk book unit rumah, pihak developer akan berkoordinasi dengan pihak bank untuk melakukan pengecekan BI Checking calon pembeli. Nah, selama menunggu ini, agak deg-degan karena takut gak lolos, gitu. Hehe.

Alasanku takut pada proses ini sedikit mendasar karena calon pembeli rumah yang ku-"sholawatin" ini, gak jadi beli rumah karena BI Checkingnya tidak lolos. Walhasil, akhirnya rumah yang kutaksir di awal ini, bisa ditawarkan (kembali) menjadi rumah kami. Pengen kuceritain, tapi next aja, lah~

5. Pembayaran Down Payment (DP) Pertama

Kami melakukan pembayaran DP pertama di tanggal 30 April 2021 saat BI Checking kami dinyatakan lolos. Jaraknya seminggu dari pembayaran tanda jadi dan dilakukan sebelum ada keputusan akad rumah di bank apa!

"Kalau ditolak gimana, duit tanda jadi dan DP gak balik, donk?"

Pihak developer sudah mengatakan kepada kami bahwa ketika lolos BI Checking, mereka bisa menjamin pihak bank pasti lolos karena developer telah bekerjasama dengan bank terkait. Di kasus kami, developer bekerjasama dengan 4 (empat) bank yang lumayan besar dengan tawaran bunga, bonus, ataupun tenor yang beragam.

6. Penawaran KPR dan Pengecekan Data Calon Pembeli

Sepertinya, pihak developer telah mendistribusikan data nasabah setelah ada keputusan BI Checking, ya. Karena setelah pembayaran DP, kami langsung dihubungi oleh pihak Bank untuk menjelaskan simulasi bunga dan tenor. Di sini, pihak developer tidak ada paksanaan kepada pembeli untuk memilih Bank A atau Bank B, pilihan tetap diserahkan kepada calon pembeli.

Jadi tetap gunakan waktumu dengan baik untuk menghitung keseluruhan dana yang kamu butuhkan, pembayaran perbulan, informasi flat berapa bulan, dll, serta tidak gupuh saat akan memilih bank.

Di masa ini, ketika pembeli sudah fix menggunakan Bank apa, maka akan ada analis yang menghubungi human resource di kantor calon pembeli dan menghubungi calon pembeli, termasuk saudara terdekat ataupun orang tua. Gunanya adalah untuk melakukan kroscek data nasabah dan memastikan tidak ada red flag pada calon pembeli.

7. Akad Rumah

Yeay, ini beneran yang dinanti oleh kami berdua. Di tanggal 20 Agustus 2021, kami berdua menandatangi Bank pilihan kami dengan membawa kelengkapan dokumen KPR, serta melakukan penandatanganan akad kredit. Penandatanganan dan serah terima kunci harus dilakukan oleh suami-istri, ya, tidak boleh diwakilkan. Di bank, calon pembeli bertemu dengan pihak developer, notaris, dan juga tentu saja pihak KPR Bank terkait. Bersyukur karena pihak developer mendampingi kami dari awal penjelasan notaris, sampai akad selesai.

Perjalanan Beli Rumah Mungil Impian - nenghepi.com
Deg-Degan sebelum Akad Rumah
Perjalanan Beli Rumah Mungil Impian
Pegang Kunci Rumah Pertama Kali

8. Masa Pengecekan dan Komplain Rumah

Developer memberikan waktu yang cukup lama bagi pembeli untuk bisa melakukan pengecekan dan komplain rumah. Seingatku, kami diberi waktu 3 (tiga) bulan. Di masa pengecekan ini, pembeli tidak diperbolehkan untuk menempati rumah, ya, jadi hanya boleh mendatangi dan mengecek rumah.

9. Menempati Rumah

Di tanggal 31 Januari 2022, officialy kami bisa menempati rumah karena adanya perhitungan tanggal ala adat Jawa. Haha. Akhirnya, kami memiliki hunian untuk calon keturunan kami kelak. Kami berdua memutuskan menjuluki rumah kami dengan "Rumah Sinchan" karena kami bermaksud melakukan renovasi dan terinsipirasi dari rumah Sinchan. Serius, rumah Sinchan ini beneran cozy, banyak ventilasi, dan sejuk banget. Selain itu, lokasi rumah kami juga serupa dengan milik keluarga Sinnosuke yang berada di hook (rumah pojokan).

---

Akhir kata, semoga perjalanan kami membeli rumah ini bisa menjadi gambaranmu tentang alur membeli rumah KPR. Aku yakin, setiap dari kita akan memiliki cerita seru yang berbeda satu sama lain. Namun, yang harus diimani adalah "Takdir setiap manusia tidak akan tertukar dan kita memiliki timeline kita masing-masing". Bagi yang sedang mengupayakan untuk membeli rumah, tetap semangat, ya!

Tidak ada yang salah dengan membeli rumah dengan jasa kredit ataupun langsung secara tunai/cash, ya. Kamu yang memiliki hidupmu, alasanmu untuk hidup, dan kamu pula yang akan bertanggungjawab dengan konsekuensinya. Tetap lakukan sesuai perhitungan budget dari keluarga dengan matang dan kepala dingin.

Aku sangat bersyukur memiliki orang tua seperti Ayah dan Mamaku yang bisa mendukung setiap langkah kami. Beliau alasan kami untuk selalu berusaha bahagia dan alasan kami berjuang agar beliau bahagia❤

You Might Also Like

0 Comments

Disclaimer

Blog ini tidak merepresentasikan instansi tempat dimana penulis mengabdi, karena mayoritas konten adalah hasil kolaborasi dengan manusia-manusia baik hati :). Penulis tidak bertanggungjawab jika terdapat tulisan mengatasnamakan penulis (alias copas) di luar blog ini dan ini.
Blogger Perempuan