Pertemuan Pertama dengan Rumah Sinchan

By Wednesday, April 06, 2022 , , ,

Pertemuan Pertama dengan Rumah Sinchan

Flashback ke masa berpetualang mencari calon hunian untuk keturunan kami (dan neneknya), seringkali membuatku banyak bersyukur. Dari mulai lika liku perjalanan dan bagaimana semua fase terlewati dengan (hamdalah) baik. Menuliskan ini serasa ingin menangis karena mengingat kebesaran Tuhan tentang takdir dan segala jalan-Nya ketika sudah berkata "Kun".

Menurutku, sangat penting, ya, bagi kita untuk memiliki alasan kuat membeli rumah dan akan dibangun seperti apa ke depannya. Bagaimana pola pikirku yang sederhana ini membuatku memutuskan (bismillah) yakin dengan rumah mungil yang sekarang? Begini.

Menyusun Kriteria Awal Rumah Impian

Aku mulai dengan checklist pertanyaan-pertanyaan sederhana di bawah ini:

  1. Berapa budget yang aku miliki sekarang?
  2. Berapa keluarga yang berencana akan tinggal bersamaku? Apakah orang tua akan tinggal?
  3. Berapa ukuran rumah dan/atau tanah yang kamu harapkan? (Jika berencana ditinggali oleh 2 keluarga (misal, mengajak orang tua), apakah terasa cukup? Apakah rumah bisa bertumbuh?)
  4. Lingkungan seperti apa yang kuinginkan? Pedesaan, perumahan, atau kavlingan?
  5. Fasilitas apa yang kuharap ada di sekitar rumahmu? (Apakah dekat dengan fasilitas umum, dekat kuburan, dekat masjid, dekat sekolah, dll)
  6. Apakah aku akan terasa nyaman jika tinggal di rumah tersebut dalam waktu yang lama atau bahkan menua di rumah tersebut?

Pertanyaan tersebut nantinya akan berkembang sampai ke berapa jarak rumah dengan sekolah (TK s.d Perguruan Tinggi), jarak fasilitas kesehatan, jarak ke kota, jarak ke jalan umum, dan lain sebagainya. Tapi, di awal seleksi, 5 pertanyaan tersebut yang menjadi checklist-ku saat melihat flyer atau iklan agen real estate.

Jadi, kalau sedang mencari iklan rumah, aku mulai dulu dari filter budget, barulah melihat luas dan lokasi rumah. Tentu tidak mudah mencari rumah dengan kriteria yang sesuai ngepleketiplek dengan keinginan kita, sehingga tetap perlu adanya batasan toleransi kriteria mana saja yang boleh "tidak terpenuhi".

 

Apa yang Memang Digariskan Rejeki (InshaAllah)....

Kami cukup lama melakukan survey rumah, sebelum akhirnya bertemu dengan yang sekarang. Sampai suatu hari, suami mengirimkan foto pembangunan perumahan yang menarik untuk disurvey. Ini pun tanpa direncanakan karena suami awalnya hanya penasaran dan jalan-jalan ke area sekarang.

Rumah referensi suami ini termasuk rumah yang agak terakhir dicek karena kami mengecek beberapa titik dan berurutan dari lokasi terdekat dengan rumah suami. Perumahan ini termasuk satu-satunya rumah (yang kami cek) dengan agen real estate yang tidak bekerjasama dengan pihak ketiga.

Rumah ini cocok bagi kami, baik dari segi lokasi, bentuk rumah, luas tanah, dan pertimbangan lainnya. Tentu, kami tidak serta merta memutuskan rumah ini sebagai pilihan karena setelah dari rumah tersebut, kami melanjutkan survey ke lokasi lain. Setelah melakukan pertimbangan dan diskusi yang cukup lama, kami (beserta Mama) sepakat untuk membeli rumah tersebut.

Kami menghubungi agen real estate perumahan dan unfortunately.... rumah sudah dibooking oleh orang lain.

Mak kratak hati kami, Bung. Sulit mencari rumah yang sesuai dengan kriteria dan budget (sekaligus).

Qadarullah, ternyata calon pembeli tidak lolos BI checking dan kami dihubungi agen real estate untuk menawarkan rumah tersebut kembali. Terharu bener dan semakin yakin bahwa "Rezeki dan takdir Allah itu nyata, tidak akan tiba-tiba datang jika tidak dijemput dan akan datang di waktu yang tepat. Kun Fa Ya Kun."

Kalau kata Ayah dulu,

"Ibarat menjolok buah mangga. Dijolok gimanapun, kalau bukan rejeki tidak akan akan bisa, sekalinya bisa, dapetnya yang asem. Tapi, kalau udah rejeki, pasti dapat mangga yang manis dan baik."

*) Jolok = mengambil buah dengan galah.

Finally, alhamdulillah sudah berada di titik mengenang kisah ini dengan banyak syukur. Kita akan tahu mana orang yang benar ada untuk kita ketika kita butuh bantuan. Mana yang saudara, mana yang berusaha menjatuhkan. Pelajaran hidup yang bisa dipetik dari perjalanan panjang ini. Sebenarnya, dari kami tidak terlalu menargetkan memiliki hunian di tahun ini. Tapi, bersyukur Allah S.W.T. memberikan kemudahan untuk bisa mendapatkan rejeki lebih cepat❤.

Terakhir, bagi kamu yang sedang mengusahakan untuk memiliki rumah impian ataupun target lainnya, tetap semangat, banyak usaha, dan perkuat doanya, ya. Pastikan telah mendapatkan restu ikhlas dari orang tua, terutama ibu. Terkadang, rejeki memang tidak diduga-diduga dan datang di waktu lebih cepat dari dugaan.

You Might Also Like

0 Comments

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar jika memang ada yang perlu didiskusikan ^ ^

Jika memerlukan informasi urgent, boleh sapa saya di email karena saya cukup aktif pula di sana :).

Disclaimer

Blog ini tidak merepresentasikan instansi tempat dimana penulis mengabdi, karena mayoritas konten adalah hasil kolaborasi dengan manusia-manusia baik hati :). Penulis tidak bertanggungjawab jika terdapat tulisan mengatasnamakan penulis (alias copas) di luar blog ini dan ini.
Blogger Perempuan