Semicolon

By Thursday, June 02, 2022

Semicolon

Pada akhirnya, di usia yang semakin hari semakin berkurang, banyak sekali hikmah dari semua perjalanan dan cerita yang telah kulalui. Semua ekspresi mungkin belum kujajaki seluruhnya. Tapi, ini kembali ke keadaan dimana aku mulai berusaha menata kembali target hidup. Mau dibawa ke mana langkahku ke depannya?

Hidupku sekarang bukan lagi tentang ambisi diri semata. Tentang pencapaian yang harus diraih pada rentang tertentu. Atau pada nominal yang harus dimiliki. Secara benang merah, aku mulai bisa memaknai bagaimana hidup seharusnya dijalankan. Nahkoda diriku adalah diri sendiri. Bukan orang lain.

Dalam usia sekarang, aku mulai berpikir, bahwa harus mulai banyak tabungan yang kumiliki untuk hidupku di masa tua. Kerja kerasku hari ini, bukan untuk diriku di hari ini. Tapi, untuk diriku di masa mendatang saat usia tak lagi mampu produktif. Paling tidak, aku masih bisa sedikit membeli kebutuhanku kelak di masa mendatang.
 
Aku mulai berpikir apakah asuransiku cukup untuk membiayaiku ketika aku dalam kedaan berisiko dengan kesehatan. Apakah uang pertanggungan yang akan keluar jika aku tutup usia, mampu membantu keluargaku untuk mengurusku kelak yang tak lagi dapat banyak meminta.
 
Sekarang, lebih banyak kumaknai hidupku untuk mereka yang berjuang bersama denganku. Waktu tidak akan pernah dapat terulang, pun begitu dengan usia. Sejauh aku bisa mendengar suara mereka, berarti duniaku masih tetap bisa urup.

Meski begitu, ketika aku dalam keadaan tidak terdeskripsikan, hidupku tidak akan pernah langsung berakhir dengan titik (.). Akan selalu ada koma (,) yang membuatku bisa beristirahat sejenak dan mengingatkan kembali tentang kehidupan.
 
Karena hidup bukan hanya tentang di dunia ini.
Bukan hanya tentang raga ini.
Kita bertanggung jawab atas jiwa kita pada kehidupan selanjutnya.
 
Jadi, untuk itu, bagi kamu yang membaca ini dan dalam keadaan apapun, aku berharap kamu tetap baik-baik saja. Berbahagialah dengan dirimu. Sederhanakan pikiranmu dengan melakukan segala sesuatu tidak dalam satu waktu. Perlahan saja, kamu tidak harus menyelesaikan semuanya di satu kesempatan pertama.
 
Dan, beri tahu padaku, siapa alasanmu untuk tetap berbahagia dan hidup? Jika kamu belum punya, mungkin "diri sendiri" adalah jawabannya. Kamu lebih dari sekedar jawaban yang kamu cari selama ini. Terima kasih telah bertahan dan mencoba segala cara untuk menjadi yang terbaik menurut versimu. Kamu hebat.
 
Pst, kamu tidak harus menjadi jahat untuk membuktikan pada dunia seberapa hebatnya kekuatanmu. Hidup adalah pertanggungjawaban di kehidupan selanjutnya.

You Might Also Like

0 Comments

Terimakasih atas kunjungan dan segala apresiasinya. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar jika memang ada yang perlu didiskusikan ^ ^

Jika memerlukan informasi urgent, boleh sapa saya di email karena saya cukup aktif pula di sana :).

Disclaimer

Blog ini tidak merepresentasikan instansi tempat dimana penulis mengabdi, karena mayoritas konten adalah hasil kolaborasi dengan manusia-manusia baik hati :). Penulis tidak bertanggungjawab jika terdapat tulisan mengatasnamakan penulis (alias copas) di luar blog ini dan ini.
Blogger Perempuan